Macam-Macam Jenis Sakit Kepala yang Mungkin Anda Alami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Sakit kepala bisa terasa ringan dan cepat berlalu atau bahkan sangat parah dan berlarut-larut. Nah, beda gejala sakit kepala yang Anda rasakan mungkin dipengaruhi oleh macam-macam jenis dan penyebabnya yang juga berbeda. Setiap jenisnya pun mungkin membutuhkan pengobatan yang lebih spesifik daripada sekadar obat sakit kepala di apotek.

Maka itu, penting mengetahui jenis-jenis sakit kepala agar Anda dapat mengetahui cara mengatasinya yang tepat.

Apa saja jenis-jenis sakit kepala?

Sakit kepala berdasarkan penyebabnya terbagi ke dalam dua jenis, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Dari dua kategori tersebut, jenis sakit kepala dapat dibedakan lagi menjadi beberapa macam. Berikut penjelasan lengkap mengenai tipe-tipe atau macam-macam sakit kepala:

  •  Sakit kepala primer

Sakit kepala primer adalah jenis yang paling sering dialami oleh banyak orang. Penyebab sakit kepala primer adalah aktivitas hormon yang diproduksi otak, masalah dalam struktur kepala, gangguan pada otot yang berada di sekitar kepala dan leher, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut. Satu yang pasti, sakit kepala primer bukanlah suatu gejala dari kelainan atau penyakit tertentu.

Macam-macam faktor gaya hidup buruk pun dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sakit kepala primer, seperti:

  • Konsumsi alkohol, khususnya anggur merah (red wine).
  • Kebiasaan makan makanan tertentu, seperti daging olahan yang mengandung nitrat.
  • Perubahan kebiasaan tidur atau kurang tidur.
  • Kebiasaan mempraktikkan postur tubuh yang buruk.
  • Kebiasaan melewatkan makan.
  • Stres.

Sakit kepala primer itu sendiri memayungi beberapa jenis turunannya, yaitu:

1. Sakit kepala tegang (tension headache)

sering sakit kepala dan penyebab sakit kepala setiap hari

Sakit kepala tegang adalah jenis yang paling umum terjadi dan bisa dialami oleh siapapun. Tipe sakit kepala ini berupa nyeri ringan hingga sedang, yang terasa seperti sedang ditekan atau ada ikatan yang kencang di kepala. Umumnya, sakit kepala tegang melibatkan kedua sisi kepala.

Penyebab paling umum dari sakit kepala ini adalah ketegangan otot di bagian kepala belakang dan leher. Adapun stres merupakan pemicu sakit kepala tegang yang paling sering terjadi.

Jenis sakit kepala ini bisa berlangsung dalam beberapa jam atau hari, dan hilang timbul selama tiga bulan. Namun jika sakit kepala berlangsung lebih dari 15 hari dalam sebulan dan terulang setidaknya selama tiga bulan berturut-turut, maka yang Anda alami termasuk sakit kepala kronis.

2. Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang ditandai dengan nyeri berdenyut dengan intensitas sedang hingga parah. Tipe sakit kepala ini biasanya terjadi di satu sisi kepala dan sering disertai dengan gejala lain, seperti mual dan muntah, pandangan buram, hingga sensitivitas terhadap aroma, suara bising, atau cahaya.

Pada beberapa kasus, migrain dapat disertai dengan aura, yaitu gejala gangguan penglihatan berupa kilatan cahaya atau titik-titik cahaya, atau gangguan lainnya, seperti kesemutan di satu sisi wajah, lengan atau tungkai, dan kesulitan berbicara. Aura dapat muncul tepat sebelum atau bersamaan dengan gejala migrain.

Adapun penyebab migrain yang umum adalah gangguan saraf turunan yang membuat seseorang lebih sensitif terhadap rangsangan pemicu migrain sehingga mudah mengalami serangan.

3. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster adalah tipe sakit kepala yang terjadi dalam pola siklus atau periode cluster. Jenis sakit kepala ini jarang terjadi dan biasanya ditandai dengan rasa nyeri yang hebat di satu sisi kepala hingga ke belakang mata Anda.

Macam-macam area kepala yang dapat terdampak sakit kepala cluster adalah:

Serangan nyeri yang terjadi dapat berlangsung dalam beberapa minggu atau bulan, yang biasanya diikuti oleh periode remisi, yaitu ketika sakit kepala berhenti, selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Adapun penyebabnya belum diketahui pasti, tetapi dugaan sejauh ini adalah karena kelainan pada struktur hipotalamus otak.

4. Sakit kepala hipnik

penyebab susah tidur

Ini adalah jenis sakit kepala yang cukup langka karena biasanya terjadi pada orang yang berusia antara 40-80 tahun. Nyeri pada sakit kepala hipnik biasanya berlangsung di kedua sisi kepala selama 15-60 menit dan umumnya terjadi pada malam hari hingga kerap membangunkan tidur Anda.

Sakit kepala hipnik sering terjadi lebih dari 10 hari dalam sebulan. Terkadang, gejalanya mirip dengan migrain, yaitu sakit kepala yang disertai dengan mual.

Adapun penyebabnya tidak begitu diketahui. Namun, pada orang dengan sakit kepala hipnik yang baru, dokter umumnya akan memastikan tidak ada kondisi medis tertentu yang menyebabkannya, seperti sleep apnea, tekanan darah tinggi atau gula darah rendah pada malam hari, dan penghentian obat.

Selain itu, dokter juga memastikan bahwa mereka tidak memiliki gangguan sakit kepala primer lain dengan gejala yang serupa, seperti sakit kepala cluster dan migrain.

  • Sakit kepala sekunder

Jenis sakit kepala sekunder biasanya terjadi akibat adanya kondisi kesehatan lain di dalam tubuh yang memicu sakit di area kepala. Kondisi kesehatan yang jadi pemicu biasanya menyerang bagian kepala dan sekitarnya yang sensitif terhadap rasa sakit.

Macam-macam kondisi yang mungkin menyebabkan sakit kepala sekunder adalah sebagai berikut:

Setiap kondisi penyebab sakit kepala mungkin menunjukkan gejala yang berbeda satu sama lain, tentunya di samping gejala utama dari penyakit atau kondisi tersebut. Macam-macam sakit kepala yang termasuk ke dalam jenis sekunder, yaitu:

1. Sakit kepala sinusitis

Sakit kepala akibat sinusitis dapat membuat Anda merasakan tekanan berdenyut di kepala yang menjalar sampai ke area pipi, mata, dan dahi. Nyeri juga dapat terasa semakin parah saat Anda berbaring atau membungkukkan tubuh Anda ke depan. Anda pun akan merasa lelah dan gigi bagian depan Anda akan terasa sakit saat mengalami jenis sakit kepala yang satu ini.

Jenis sakit kepala yang disebabkan sinusitis biasanya bertahan selama beberapa hari atau lebih. Rasa sakit kepala biasanya datang bersamaan dengan gejala sinus lainnya, seperti hidung berair/tersumbat, telinga berdenging, demam, serta sakit tenggorokan.

2. Rebound headache

saridon obat sakit kepala

Rebound headache terjadi karena mengonsumsi obat sakit kepala secara berlebihan atau jangka panjang. Biasanya, jenis sakit kepala ini terjadi bila Anda mengonsumsi obat pereda sakit kepala lebih dari beberapa hari dalam seminggu.

Sakit kepala pada penderita rebound headache biasanya merasakan nyeri di kepala hampir setiap hari, dan seringkali membangunkan Anda pada pagi hari. Tipe sakit kepala ini biasanya membaik dengan konsumsi obat sakit kepala, lalu kembali muncul saat efek obat habis. Beberapa gejala pun mungkin muncul bersamaan dengan tipe ini, seperti mual, kesulitan berkonsentrasi, atau masalah memori.

3. Sakit kepala kompresi eksternal

Sakit kepala kompresi eksternal dapat terjadi ketika sesuatu yang dikenakan di kepala, seperti helm, kacamata, atau perlengkapan untuk olahraga, menekan dahi dan kulit hingga menyebabkan nyeri. Penderita tipe ini biasanya adalah seorang pekerja konstruksi, orang militer, petugas polisi, atau atlet yang mengalami sakit kepala setelah olahraga.

Namun, orang lain yang mengenakan topi atau ikat kepala ketat juga berisiko mengalami nyeri serupa. Adapun gejala yang dirasakan biasanya berupa nyeri yang sedang dan konstan, yang terjadi di area yang menekan kepala. Nyerinya pun bisa bertambah parah jika sesuatu yang mengikat kepala lebih lama dipakai.

4. Sakit kepala mendadak atau thunderclap headache

Sesuai namanya, thunderclap headache adalah tipe sakit kepala yang terjadi secara mendadak atau tiba-tiba seperti sambaran petir. Sakit kepala ini biasanya terjadi sangat cepat dan berada di puncaknya dalam waktu sekitar satu menit. Rasa nyerinya pun kerap disertai dengan gejala lain, seperti mual atau muntah, demam, atau kejang.

Thunderclap headache adalah kondisi yang jarang terjadi. Namun, ini merupakan jenis sakit kepala yang berbahaya karena bisa menjadi tanda adanya kondisi medis yang berpotensi mengancam nyawa, seperti perdarahan di dalam dan sekitar otak. Oleh karena itu, bila Anda merasakan gejala sakit kepala mendadak, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

5. Sakit kepala hormonal

sakit kepala saat haid

Sakit kepala juga bisa terjadi karena fluktuasi hormonal yang umumnya terjadi pada wanita, seperti menstruasi atau haid, kehamilan, dan sebagainya. Sakit kepala saat haid umumnya disebut juga dengan migrain menstruasi. Ini biasanya terjadi tepat sebelum, selama, atau setelah menstruasi, yang dipicu oleh perubahan estrogen.

6. Spinal headache 

Spinal headache atau sakit kepala tulang belakang adalah komplikasi yang cukup umum terjadi pada pasien yang menjalani spinal tap (tusukan lumbal) atau anestesi di tulang belakang.

Dilansir dari Mayo Clinic, kedua prosedur tersebut membutuhkan tusukan pada selaput keras yang mengelilingi sumsum tulang belakang, dan di tulang belakang bagian bawah, yaitu akar saraf lumbal dan sakral. Adapun jika cairan serebrospinal di tulang belakang bocor akibat tusukan tersebut, Anda mungkin mengalami sakit kepala tulang belakang.

Pada jenis sakit kepala ini, gejala yang dirasakan biasanya berupa nyeri berdenyut dengan intensitas ringan hingga parah. Biasanya nyeri semakin memburuk bila Anda duduk atau berdiri dan berkurang atau bahkan hilang saat Anda berbaring. Rasa nyeri ini pun sering disertai dengan gejala lain, seperti pusing, telinga berdenging, kehilangan pendengaran, penglihatan kabur, mual dan muntah, leher kaku, atau kejang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit