Berbagai Penyebab Kesemutan yang Mungkin Anda Alami dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Hampir setiap orang pernah mengalami sensasi menggelitik, seperti kebas atau mati rasa, dan bagaikan ditusuk-tusuk jarum, yang datang tiba-tiba di tangan atau kaki. Sensasi ini umum disebut sebagai kesemutan (parestesia) karena terasa seperti digerayangi ratusan semut di bawah kulit. Memang tidak sampai menimbulkan sakit, tetapi rasanya tentu membuat Anda tidak nyaman, terutama saat anggota tubuh tersebut digerakkan. Lantas, mengapa tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya bisa kesemutan?

Apa itu kesemutan?

Kesemutan, atau yang sering disebut dengan kebas atau baal, adalah hilangnya sensasi di bagian tubuh tertentu (mati rasa) yang disertai dengan sensasi abnormal lainnya, seperti bagaikan tertusuk-tusuk jarum, tersengat, tergelitik, atau terbakar. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan parestesia.

Parestesia umumnya timbul secara spontan atau tiba-tiba dan seringnya terjadi di tangan, lengan, jari tangan, kaki, dan tungkai kaki. Namun, kebas atau baal juga dapat terjadi di wajah atau anggota tubuh lainnya, termasuk selangkangan hingga penis (bagi pria).

Kesemutan adalah hal yang wajar terjadi pada siapapun dan bersifat sementara. Namun, dalam beberapa kasus, kesemutan di tangan, kaki, wajah, atau anggota tubuh lainnya bisa terjadi secara berkelanjutan akibat kerusakan saraf atau gangguan pada sistem saraf pusat.

Apa saja penyebab terjadinya kesemutan?

Penyebab kesemutan yang umum adalah saraf terjepit akibat tekanan pada satu bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki, atau berada di posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama. Misalnya, duduk bersila terlalu lama atau tidur dengan tangan berada di bawah kepala.

Sebagai informasi, tubuh manusia memiliki miliaran sel saraf yang berfungsi sebagai jalur komunikasi dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh. Saat tangan atau kaki menerima tekanan dalam waktu lama, saraf-saraf yang menjalar di dalamnya akan tertekan atau terjepit.

Saraf yang terjepit akan menyebabkan otak Anda kekurangan informasi mengenai sensasi indra peraba yang diharapkan datang dari kumpulan saraf tersebut. Lebih dari itu, tekanan tersebut juga akan menghimpit pembuluh arteri dalam mengalirkan darah ke saraf.

Akibatnya, saraf-saraf tidak bisa menerima suplai darah dan oksigen yang cukup untuk bekerja. Ini kemudian menyebabkan sinyal yang berasal dari saraf sensorik akan terblokir atau terhalang. Alhasil, akan timbul mati rasa pada bagian tubuh yang tertekan tersebut.

Ini merupakan penyebab baal yang wajar terjadi pada siapapun dan biasanya berlangsung singkat. Sensasi ini pun biasanya akan hilang begitu tekanan berkurang atau ketika Anda mengubah posisi tubuh.

Meski demikian, kesemutan juga bisa terjadi karena faktor lainnya, termasuk sebagai tanda atau gejala dari suatu penyakit. Ini merupakan penyebab yang tidak umum, yang kerap menimbulkan baal pada waktu yang berkepanjangan. Pada kondisi ini, Anda perlu perlu mendapat penanganan dari dokter untuk mengatasinya.

Berikut adalah beberapa penyebab kebas atau baal yang mungkin terjadi:

  • Kekurangan nutrisi

Vitamin B1, B6, dan vitamin B12, serta asam folat merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan fungsi saraf. Jika kebutuhan vitamin tersebut tidak tercukupi, saraf bisa rusak dan menimbulkan mati rasa. Selain itu, kadar kalsium, kalium, dan natrium yang tidak normal di dalam tubuh pun bisa menjadi penyebab sering kesemutan di berbagai anggota badan, termasuk tangan, kaki, ujung jari, telapak tangan, telapak kaki, bahkan hingga kepala dan wajah (muka).

manfaat vitamin b12

  • Obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu, seperti obat untuk HIV, beberapa antibiotik, dan obat kemoterapi untuk perawatan kanker, dapat menimbulkan kerusakan saraf hingga menyebabkan kebas di tangan. Rasa kebas ini dapat terjadi sementara, tetapi juga bisa permanen. Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter mengenai efek samping obat yang Anda konsumsi.

  • Alkohol dan neuropati perifer

Minum alkohol berlebihan bisa merusak jaringan saraf di dalam tubuh. Lambat laun, hal tersebut bisa berujung pada penyakit neuropati perifer yang menyebabkan kebas secara permanen di salah satu anggota tubuh, seperti tangan, kaki, dan jari tangan. Pada kondisi ini, baal yang timbul sering terjadi secara konstan dan biasanya disertai dengan gejala lain, seperti rasa sakit.

  • Carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome adalah penyakit yang disebabkan oleh masalah pada saraf median, yang bertugas untuk mengatur pergerakan tangan. Akibatnya, timbul mati rasa dan kebas yang umumnya diserta rasa nyeri dan terasa lemah di lengan dan tangan. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh gerakan tangan yang berulang, fraktur (patah) pada pergelangan tangan, hingga radang sendi.

  • Multiple sclerosis

Kesemutan di muka, badan, atau lengan dan tungkai kaki juga bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit multiple sclerosis. Pada kondisi ini, mati rasa yang timbul bisa ringan atau parah hingga mengganggu aktivitas Anda, seperti tidak dapat berjalan atau menulis. Bahkan, pada kondisi yang parah, mati rasa bisa disertai nyeri dan tidak dapat merasakan sensasi apapun, termasuk sentuhan atau suhu (panas dan dingin).

  • Kejang

Kejang disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Dilansir dari Keck Medicine of USC, salah satu jenis kejang, yaitu kejang parsial atau fokal, dikaitkan dengan sensasi abnormal seperti mati rasa atau kebas pada tubuh, termasuk mulut, bibir, lidah, serta gusi. Selain karena kejang, mati rasa di bagian mulut dan lidah juga bisa terjadi karena hal lainnya, seperti tidak sengaja tergigit atau reaksi dari alergi.

  • Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu karena adanya gumpalan darah atau pembuluh darah yang pecah. Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti kesemutan di lengan atau kaki yang seringkali di satu sisi tubuh dan kepala, termasuk wajah atau muka.

  • Hiperventilasi

Hiperventilasi atau napas berlebihan (pernapasan cepat) dapat menyebabkan kebas pada jari tangan dan sekitar mulut dengan menurunkan tingkat karbondioksida dalam aliran darah. Kondisi ini biasanya disertai dengan perasaan cemas atau panik.

  • Penyebab lainnya

Di sisi lain, beragam kondisi dan keluhan lainnya juga kerap dikaitkan sebagai penyebab kesemutan yang Anda alami. Misalnya, gigitan serangga atau hewan, racun dalam makanan laut, penggunaan obat-obatan terlarang (narkoba), atau terapi radiasi. Adapun beberapa kondisi medis lainnya yang kerap menimbulkan kebas, yaitu:

  • Diabetes.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Arthritis atau radang sendi.
  • Tumor.
  • Kanker yang sudah menyebar ke tulang belakang.
  • Cedera leher yang menyebabkan mati rasa di sepanjang lengan atau tangan atau cedera punggung yang menimbulkan kebas di bagian belakang kaki.
  • Tekanan pada saraf tulang belakang, seperti hernia diskus.
  • Gangguan tiroid.
  • Penyakit autoimun, seperti Guillain-Barre syndrome, lupus, atau Raynauds syndrome.
  • Sakit kepala migrain.
  • Fibromyalgia.
  • Penyakit infeksi, seperti HIV/AIDS, sifilis, herpes, atau tuberkolosis.

Bagaimana cara mengatasi kesemutan?

Kesemutan

Pada kondisi normal, kesemutan akan hilang dengan sendirinya bila tekanan pada bagian tubuh tertentu sudah berkurang atau jika Anda mengubah posisi tubuh. Sebagai contoh, jika Anda duduk bersila terlalu lama, cobalah untuk berdiri dan berjalan sebentar.

Lalu, jika Anda tanpa sadar menindih salah satu tangan saat tidur, coba hilangkan kebas dengan menggoyang-goyangkan tangan. Cara tersebut akan memungkinkan suplai darah di bagian tubuh yang terkena menjadi normal kembali, sehingga dapat menghilangkan sensasi kesemutan secara perlahan.

Lain halnya bila penyebab kebas tergolong lebih serius. Otomatis, cara memulihkannya pun tidak semudah di atas. Pada kondisi ini, cara mengobati kesemutan bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebab parestesia yang Anda alami.

Misalnya, jika Anda mengalami kesemutan di tangan akibat carpal tunnel syndrome, dokter mungkin akan meminta Anda untuk beristirahat, melakukan latihan gerak, atau memberi obat-obatan, seperti obat antiinflamasi dan diuretik. Sama halnya jika Anda mengalami neuropati perifer atau multiple sclerosis, dokter pun biasanya akan memberikan obat-obatan, seperti pregabalin (Lyrica), gabapentin (Neurontin), dan lainnya.

Anda pun mungkin akan mendapat suplemen vitamin bila kebas yang Anda alami terjadi karena kekurangan nutrisi. Sementara bila sensasi ini terjadi karena penggunaan obat tertentu, dokter bisa mengganti atau mengurangi dosis obat yang Anda konsumsi agar kebas yang Anda rasakan berkurang.

Sementara itu, prosedur operasi atau pembedahan pun mungkin saja dilakukan jika penyebab baal yang Anda miliki terkait dengan tumor atau masalah tertentu di tulang belakang Anda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi medis yang Anda miliki, yang mungkin menjadi penyebab parestesia.

Selain cara di atas, jangan lupa untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat untuk membantu mengatasi kondisi ini, seperti mempertahankan berat badan optimal, rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang serta menghindari alkohol dan rokok. Konsultasikan dengan dokter mengenai penerapan gaya hidup sehat yang tepat sesuai kondisi Anda.

Apa tandanya ketika kesemutan perlu diwaspadai?

penyebab sirosis hati

Kesemutan atau parestesia umumnya bersifat sementara. Namun pada banyak kasus, parestesia bisa menjadi kondisi medis yang berat, kambuhan, atau kronis. Adapun kesemutan kronis biasanya akan diikuti oleh gejala lainnya yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Pada kondisi ini, kebas bisa menjadi tanda dari kerusakan saraf akibat beragam kondisi medis yang mendasarinya. Misalnya kejang, cedera traumatik atau berulang, infeksi virus atau bakteri, penyakit sistemik (diabetes, penyakit ginjal, gangguan tiroid, hingga kanker), gangguan pada sistem saraf seperti neuropati perifer, atau penyakit autoimun.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali apakah kebas yang Anda rasakan merupakan kondisi normal atau sebagai tanda dari suatu penyakit. Untuk mempermudah, berikut beberapa tanda atau gejala kesemutan yang perlu Anda waspadai:

  • Mati rasa atau kebas tanpa penyebab yang jelas (tekanan pada tangan atau kaki yang cukup lama).
  • Mengalami nyeri di leher, lengan, atau jari.
  • Lebih sering buang air kecil.
  • Kebas semakin parah hingga sulit melakukan akvitias, seperti berjalan atau menulis.
  • Mengalami ruam.
  • Mengalami pusing, kejang otot, atau gejala tidak biasa lainnya.

Selain itu, Anda pun sebaiknya segera mencari bantuan medis atau pergi ke rumah sakit jika memiliki gejala lainnya bersamaan dengan parestesia, seperti merasa lemah atau tidak bisa bergerak, kebas terjadi setelah cedera kepala, leher, atau punggung, tidak dapat mengontrol gerakan lengan atau kaki, kehilangan kendali kandung kemih atau usus, bingung atau hilang kesadaran, bicara cadel, atau gangguan penglihatan.

Tim medis dan dokter akan segera mencari tahu penyebab kondisi yang Anda miliki dengan mengecek riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, serta berbagai tes diagnosis, seperti tes darah, CT scan, MRI, ultrasound, rontgen sinar-X, atau elektromiografi (EMG). Berdasarkan hasil tes diagnosis tersebut, dokter akan memberikan pengobatan yang tepat sesuai kondisi Anda. Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai tes pemeriksaan dan pengobatan tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Punggung Kaki Tiba-tiba Nyeri? Ini 4 Hal yang Mungkin Jadi Penyebabnya

Sering dipakai untuk berjalan dan berlari, lama-lama kaki juga bisa sakit. Lantas, apa yang menyebabkan sakit kaki bagian atas (punggung kaki)?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

10 Hal yang Dapat Menjadi Penyebab Gula Darah Naik

Anda mungkin sudah membatasi makanan manis, tapi gula darah tetap naik. Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab gula darah tinggi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes 28 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Tes HbA1c (Hemoglobin A1c)

HbA1c adalah tes darah untuk mengukur rata-rata kadar HbA1c selama 3 bulan. Pemeriksaan ini tidak mengharuskan Anda puasa dan bisa dilakukan kapan pun.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Cara Efektif Menurunkan Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia)

Kadar gula darah tinggi jika tidak diobati bisa berakibat fatal. Bagaimana cara menurunkan gula darah tinggi dengan cepat dan tepat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes 27 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak daun basil

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
kutu bulu mata

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
alat reproduksi wanita

Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mengatasi saraf kejepit leher

Atasi Gejala Saraf Kejepit di Leher yang Mengganggu dengan 5 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit