home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Chordoma

Chordoma

Chordoma merupakan salah satu tipe kanker tulang yang sangat langka terjadi. Jika Anda atau salah seorang kerabat diduga mengalami jenis kanker ini, simak serba-serbi hal yang perlu Anda pahami terkait jenis langka kanker yang satu ini.

Apa Itu Chordoma?

Chordoma merupakan jenis kanker tulang primer yang cukup langka terjadi. Jenis penyakit kanker ini paling sering menyerang tulang belakang bagian bawah (sakrum) atau tulang tengkorak yang berada di atas tulang belakang (dasar tengkorak).

Berdasarkan American Cancer Society, penyakit kanker tulang primer biasa disebut juga dengan sarkoma tulang merupakan jenis kanker yang muncul di tulang, otot, jaringan fibrosa, pembuluh darah, jaringan lemak, serta beberapa jaringan lainnya. Pada jenis ini, selain chordoma, ada juga chondrosarcoma, Ewing sarcoma, osteosarcoma, dan fibrosarcoma.

Pada kebanyakan kasus, kanker tulang terbentuk dari sisa-sisa notochord, yakni jaringan embrionik yang membentuk pusat cakram pada tulang belakang yang menumpuk dan membentuk massa. Massa yang terbentuk pada tulang ini bisa berubah menjadi tumor ganas dan dapat bermetastasis (menyebar), meskipun pertumbuhannya cukup lambat.

Tumor yang tumbuh dengan lambat dapat berubah menjadi agresif hingga ukurannya bisa sangat besar. Akibatnya, tumor memberi tekanan dan menyerang bagian penting dari otak atau tulang belakang sehingga menimbulkan rasa nyeri atau masalah saraf yang dapat mengancam jiwa.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Angka kejadian kasus chordoma cukup langka. Jenis kanker ini paling sering menyerang wanita ketimbang pria dengan rata-rata usia antara 40 hingga 60 tahun. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan jika penyakit kanker ini bisa menyerang siapa saja dengan usia berapa pun.

Gejala Chordoma

Nyeri leher dan punggung karena meningitis

Gejala khas dari chordoma adalah terbentuknya tumor di sekitar tulang belakang dan tengkorak bagian dasar. Tanda ini dapat Anda lihat melalui tes pencitraan. Jika ukurannya cukup besar, Anda bisa saja merasakan adanya benjolan di sekitar tulang yang terkena.

Adanya tumor bisa menimbulkan tekanan berlebihan pada tulang belakang, otak, dan saraf sehingga menimbulkan rasa nyeri pada area tersebut.

Di samping itu, pertumbuhan tumor juga bisa mengganggu fungsi saraf khusus yang berada di otak dan sumsum tulang belakang. sehingga menimbulkan tanda kanker tulang seperti berikut.

  • Sering mengalami kesemutan yang terkadang juga berubah menjadi mati rasa.
  • Kelemahan pada area tumor berada, terutama ketika Anda berusaha untuk melakukan gerakan kepala atau leher.
  • Kurangnya kontrol kandung kemih atau usus, sehingga membuat seseorang sering buang air kecil berkali-kali.
  • Disfungsi seksual seperti libido menurun atau kesulitan untuk mempertahankan ereksi.
  • Kemampuan melihat bermasalah.
  • Masalah endokrin yang berhubungan dengan hormon-hormon tubuh.
  • Kesulitan untuk menelan makanan.

Setiap orang sangat mungkin menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Anda mungkin dapat mengalami gejala kanker yang berbeda dan tidak tercantum seperti di atas.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter. Gejala yang muncul tidak selalu mengarah pada kanker, tapi dengan melakukan pemeriksaan lebih cepat bisa membantu mempermudah pengobatan sekaligus mencegah keparahan penyakit.

Penyebab Chordoma

tes pemeriksaan deteksi kanker

Penyebab pasti dari kebanyakan kanker tulang tidak diketahui secara pasti. Namun, ahli kesehatan menemukan bahwa chordoma terbentuk dari sel-sel dalam embrio yang membentuk cakram pada tulang belakang. Sebagian besar sel-sel ini akan hilang pada saat seseorang dilahirkan. Akan tetapi, terkadang beberapa sel-sel ini tetap ada dan beberapa bisa berubah menjadi kanker.

Faktor Risiko Chordoma

Penyakit kanker yang menyerang tulang belakang atau dasar tengkorak memiliki kemungkinan menurun dalam keluarga. Itu artinya, seseorang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kanker ini di kemudian hari jika ada anggota keluarganya yang terkena kanker tulang.

Berdasarkan hal tersebut, ahli kesehatan menyimpulkan adanya kontribusi gen pada penyakit ini. Jenis gen yang bertanggung jawab dalam membawa risiko kanker ini memang tidak diketahui, tapi studi menunjukkan keterkaitannya dengan perubahan pada kromosom 7.

Di samping itu, pasien dengan sindrom tuberous sclerosis, yang menurun dalam keluarga akibat kecacatan pada gen TSC1 dan TSC2, menunjukkan risiko tinggi mengalami chordoma di masa kanak-kanak.

Diagnosis dan Pengobatan Chordoma

kanker pankreas stadium 4

Guna mendiagnosis chordoma, dokter akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian tes kesehatan, mengingat gejala kanker yang muncul kerap serupa dengan masalah kesehatan lain.

  • Dokter akan mengambil sampel sel dengan biopsi untuk melihat apakah massa yang terbentuk merupakan tumor jinak atau tumor ganas.
  • Anda perlu menjalani tes pencitraan yang lebih mendetail untuk melihat ukuran tumor sekaligus menentukan seberapa besar penyebarannya. Tes yang biasanya dipilih adalah MRI dan CT scan.
  • Mengamati riwayat kesehatan keluarga, karena beberapa kasus kanker ini diwariskan dari orang tua kepada keturunannya.

Apa saja cara mengobati chordoma?

Pengobatan untuk kanker tulang ini bergantung dengan ukuran, lokasi tumor, serta sudah menyerang saraf dan jaringan lain atau tidak. Lebih jelasnya, mari bahwa perawatannya satu per satu, seperti dilansir Mayo Clinic.

1. Chordoma pada tulang belakang

Jika terdeteksi tumor pada tulang belakang (sakrum), dokter akan merekomendasikan operasi. Tujuan dari pengobatan kanker ini adalah mengangkat tumor dan sedikit jaringan sehat yang mengelilinginya.

Pembedahan mungkin sulit dilakukan ketika kanker berada pada struktur penting, seperti saraf dan pembuluh darah. Dokter mungkin hanya akan mengangkat sebagian besar sel kanker saja dan merekomendasikan pengobatan lanjutan.

Sisa sel kanker yang tidak terangkat perlu dihilangkan dengan radioterapi. Perawatan ini mengandalkan sinar X atau proton untuk membunuh sel kanker. Kadang terapi radiasi dipilih sebagai pengobatan pertama sebelum operasi jika ukuran tumor cukup besar. Paparan radiasi bisa mengecilkan tumor sehingga sel kanker kemudian dapat diangkat lewat operasi.

Kanker yang menyerang tulang belakang ini juga bisa diobati dengan metode lain, seperti bedah radio yakni pembedahan dengan bantuan sinar radiasi dosis rendah untuk membunuh kanker di area yang sangat kecil. Bisa juga dengan terapi target menggunakan obat-obatan untuk mematikan sel kanker. Prosedur medis ini menjadi pilihan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke area lain.

2. Chordoma pada tulang tengkorak

Jika kanker tumbuh di sekitar dasar tengkorak, dokter juga akan merekomendasikan operasi sebagai pengobatan lini pertama. Pembedahan diupayakan dapat mengangkat sel kanker sebanyak mungkin tanpa merusak jaringan di sekitarnya dan tanpa menyebabkan masalah baru. Namun, operasi otak mungkin tidak bisa dilakukan jika kanker berada di dekat arteri karotis.

Dalam beberapa situasi, ahli bedah mungkin menggunakan teknik khusus, seperti operasi endoskopi untuk mengobati kanker. Prosedur ini menggunakan tabung panjang (endoskop) melalui hidung untuk mencapai kanker. Bila operasi tidak bisa dilakukan, dokter akan merekomendasikan radioterapi.

Setelah Anda menjalani operasi, Anda perlu menjalani opname di rumah sakit. Kesehatan Anda akan dipantau, sekaligus mempermudah Anda untuk merencanakan terapi fisik, terapi okupasi, dan rehabilitasi fisik agar Anda bisa kembali menjalani aktivitas kembali.

Selama tahun pertama setelah operasi, Anda memerlukan MRI setiap tiga bulan untuk memastikan chordoma tidak kembali kambuh. Pada tahun-tahun berikutnya, dokter Anda mungkin dapat secara bertahap meningkatkan periode waktu pelaksanaan MRI.

Perawatan di Rumah

perawatan di rumah untuk chordoma

Selain pengobatan di rumah sakit, Anda juga perlu menerapkan perubahan gaya hidup yang sesuai untuk pasien kanker sehingga bisa mendukung efektivitas perawatan. Anda perlu mengikuti diet kanker agar kebutuhan nutrisi tercukupi dengan baik. Di samping itu, intensitas aktivitas juga perlu disesuaikan, cukup istirahat, dan tentunya belajar untuk mengelola stres.

Upaya Pencegahan

Tidak ada cara yang sepenuhnya bisa mencegah Anda terkena kanker tulang. Meski begitu, ahli kesehatan tetap merekomendasikan Anda untuk menerapkan gaya hidup yang sehat. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya nutrisi, seperti buah dan sayur serta kurangi konsumsi makanan kemasan.

Imbangi dengan olahraga agar tubuh tetap aktif bergerak dan berat badan tetap terkendali. Akan lebih baik jika Anda berhenti merokok dan mengurangi kebiasaan minum alkohol.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Spinal cord tumor. (2020, November 14). Retrieved June 04, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chordoma/cdc-20355401.

Chordoma. (n.d.). Retrieved June 04, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/chordoma.

Bone cancer risk factors: Is bone cancer genetic? (n.d.). Retrieved June 04, 2021, from https://www.cancer.org/cancer/bone-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html.

What is bone cancer?: Types of bone cancer. (n.d.). Retrieved June 04, 2021, from https://www.cancer.org/cancer/bone-cancer/about/what-is-bone-cancer.html.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 26/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x