Tumor Tidak Selalu Kanker, Kenali Perbedaannya Berikut Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Istilah tumor jinak, tumor ganas atau kanker tentu familiar di telinga Anda. Banyak yang menganggap bahwa tumor itu kanker, atau pun sebaliknya. Padahal, sebenarnya tidak semua tumor merupakan kanker. Kekeliruan ini muncul karena sebagian besar orang tidak tahu apa saja perbedaan antara tumor dan kanker. Jadi, apa beda kanker dan tumor? Yuk, pelajari lebih lanjut perbedaannya berikut ini.

Mengapa banyak yang menganggap tumor dan kanker itu sama?

Sebelum mengenali perbedaan tumor dan kanker, perlu tahu alasan kenapa banyak yang beranggapan kanker dan tumor itu kondisi yang sama.

Berdasarkan definisinya, tumor yang dikenal dengan istilah medis dengan neoplasma adalah tumbuhnya jaringan akibat sel yang tidak normal. Sementara itu, kanker adalah penyakit yang terjadi akibat sel tertentu dalam tubuh menjadi abnormal, sel mampu membelah diri tanpa kendali dan menyebar ke jaringan sekitar.

Ada alasan kenapa banyak orang menganggap kanker dan tumor itu sama. Tumor dan kanker memiliki kemiripan, yakni menimbulkan adanya benjolan dengan ukuran dan bentuk beragam.

Tumor yang pada dasarnya merupakan jaringan tumbuh dapat menimbulkan benjolan. Begitu juga benjolan kanker yang terbentuk akibat sel yang terlalu aktif membelah sehingga menimbulkan penumpukan.

Selain itu, bisa kembali kambuh apabila pengobatan tidak dilakukan secara sempurna hingga sel abnormal terangkat sepenuhnya dari tubuh. Walaupun memiliki persamaan, tumor dan kanker tidaklah sama.

Lantas, apa perbedaan tumor dan kanker?

Beda tumor dan kanker yang perlu ditekankan adalah kanker bisa menimbulkan tumor, tapi tumor yang muncul belum tentu mengarah pada kanker.

Perlu diketahui bahwa tumor dapat bersifat jinak dan ganas. Dilansir pada situs John Hopkins Medicine, tumor jinak merupakan tumor non kanker (benign tumor) yang biasanya tidak mengancam jiwa.

Jenis tumor ini tidak menyebar ke jaringan lain dan hanya menetap pada salah satu bagian tubuh saja. Pada kebanyakan kasus, tumor jinak ditemukan pada tulang (osteochondroma) atau jaringan ikat (displasia fibrosa).

Sementara tumor ganas (malignant tumor) adalah jenis tumor yang terbentuk dari sel kanker. Tumor ganas inilah yang bisa Anda sebut sebagai penyakit kanker.

Tumor yang ganas ini dapat menyebar dengan cepat dan merusak jaringan sekitarnya, bahkan ke bagian tubuh mana pun (metastasis).

Oleh karena itu, beberapa orang bisa memiliki lebih dari satu kanker di area yang berbeda, contohnya berawal dari kanker payudara yang kemudian membentuk kanker di paru-paru. Kondisi ini dikenal juga dengan secondary cancer. 

Penyebab tumor ganas bisa menyebar ke area ini tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, ahli kesehatan berpendapat bahwa ini ada kaitannya dengan faktor genetik, gaya hidup, dan kemungkinan penyebaran sel kanker melalui sistem limfatik.

Perbedaan tumor dan kanker juga dapat dilihat dari lokasi kambuhnya penyakit. Tumor jinak dapat kambuh kembali dan muncul di area yang sama. Sementara, kanker bisa kambuh di bagian tubuh mana pun.

Baik tumor maupun kanker, butuh perawatan medis

Penyakit kanker atau tumor ganas disebut-sebut sebagai penyakit terbanyak kedua yang bisa menyebabkan kematian. Meskipun begitu, Anda tidak boleh menganggap remeh tumor jinak yang tumbuh. Pasalnya, beberapa tumor jinak juga bisa membahayakan jiwa jika berada di bagian tubuh tertentu, seperti tumor otak yang dapat menghancurkan struktur otak secara perlahan.

Situs Yale Medicine, juga menyebutkan bahwa tumor jinak dapat mengalami perubahan menuju kanker atau dikenal juga dengan tumor prakanker (premalignant). Ini karena kelainan pada DNA di sel semakin banyak, sehingga memungkinkan sistem perintah sel untuk membelah menjadi bermasalah.

Itulah sebabnya, seseorang yang menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan tumor perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan sama seperti halnya penyakit kanker.

Sebelum ditentukan pengobatan, dokter kemungkinan akan memeriksa kondisi fisik, riwayat kesehatan diri dan keluarga, serta meminta Anda menjalani tes biopsi. Lewat tes ini, dokter dapat menemukan perbedaan benjolan yang Anda miliki merupakan kanker atau tumor jinak.

Perbedaan tumor dan kanker selanjutnya adalah pengobatan yang harus dijalani. Tumor biasanya dihilangkan dengan prosedur operasi atau ablasi (mengangkat tumor dengan energi dingin atau panas).

Jika tumor berada di lokasi yang sulit dijangkau, dokter mungkin akan merekomendasikan embolisasi, yakni menghentikan aliran darah ke tumor sehingga tumor perlahan menyusut dan mati.

Sementara pengobatan kanker akan jauh lebih kompleks. Selain operasi pengangkatan tumor ganas atau embolisasi, pasien juga harus menjalani kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, atau terapi hormon.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit