Tumor Tidak Selalu Kanker, Kenali Perbedaannya Berikut Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Istilah tumor jinak, tumor ganas atau kanker tentu familiar di telinga Anda. Banyak yang menganggap bahwa tumor itu kanker, atau pun sebaliknya. Padahal, sebenarnya tidak semua tumor merupakan kanker. Kekeliruan ini muncul karena sebagian besar orang tidak tahu apa saja perbedaan antara tumor dan kanker. Jadi, apa beda kanker dan tumor? Yuk, pelajari lebih lanjut perbedaannya berikut ini.

Mengapa banyak yang menganggap tumor dan kanker itu sama?

Sebelum mengenali perbedaan tumor dan kanker, perlu tahu alasan kenapa banyak yang beranggapan kanker dan tumor itu kondisi yang sama.

Berdasarkan definisinya, tumor yang dikenal dengan istilah medis dengan neoplasma adalah tumbuhnya jaringan akibat sel yang tidak normal. Sementara itu, kanker adalah penyakit yang terjadi akibat sel tertentu dalam tubuh menjadi abnormal, sel mampu membelah diri tanpa kendali dan menyebar ke jaringan sekitar.

Ada alasan kenapa banyak orang menganggap kanker dan tumor itu sama. Tumor dan kanker memiliki kemiripan, yakni menimbulkan adanya benjolan dengan ukuran dan bentuk beragam.

Tumor yang pada dasarnya merupakan jaringan tumbuh dapat menimbulkan benjolan. Begitu juga benjolan kanker yang terbentuk akibat sel yang terlalu aktif membelah sehingga menimbulkan penumpukan.

Selain itu, bisa kembali kambuh apabila pengobatan tidak dilakukan secara sempurna hingga sel abnormal terangkat sepenuhnya dari tubuh. Walaupun memiliki persamaan, tumor dan kanker tidaklah sama.

Lantas, apa perbedaan tumor dan kanker?

Beda tumor dan kanker yang perlu ditekankan adalah kanker bisa menimbulkan tumor, tapi tumor yang muncul belum tentu mengarah pada kanker.

Perlu diketahui bahwa tumor dapat bersifat jinak dan ganas. Dilansir pada situs John Hopkins Medicine, tumor jinak merupakan tumor non kanker (benign tumor) yang biasanya tidak mengancam jiwa.

Jenis tumor ini tidak menyebar ke jaringan lain dan hanya menetap pada salah satu bagian tubuh saja. Pada kebanyakan kasus, tumor jinak ditemukan pada tulang (osteochondroma) atau jaringan ikat (displasia fibrosa).

Sementara tumor ganas (malignant tumor) adalah jenis tumor yang terbentuk dari sel kanker. Tumor ganas inilah yang bisa Anda sebut sebagai penyakit kanker.

Tumor yang ganas ini dapat menyebar dengan cepat dan merusak jaringan sekitarnya, bahkan ke bagian tubuh mana pun (metastasis).

Oleh karena itu, beberapa orang bisa memiliki lebih dari satu kanker di area yang berbeda, contohnya berawal dari kanker payudara yang kemudian membentuk kanker di paru-paru. Kondisi ini dikenal juga dengan secondary cancer. 

Penyebab tumor ganas bisa menyebar ke area ini tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, ahli kesehatan berpendapat bahwa ini ada kaitannya dengan faktor genetik, gaya hidup, dan kemungkinan penyebaran sel kanker melalui sistem limfatik.

Perbedaan tumor dan kanker juga dapat dilihat dari lokasi kambuhnya penyakit. Tumor jinak dapat kambuh kembali dan muncul di area yang sama. Sementara, kanker bisa kambuh di bagian tubuh mana pun.

Baik tumor maupun kanker, butuh perawatan medis

Penyakit kanker atau tumor ganas disebut-sebut sebagai penyakit terbanyak kedua yang bisa menyebabkan kematian. Meskipun begitu, Anda tidak boleh menganggap remeh tumor jinak yang tumbuh. Pasalnya, beberapa tumor jinak juga bisa membahayakan jiwa jika berada di bagian tubuh tertentu, seperti tumor otak yang dapat menghancurkan struktur otak secara perlahan.

Situs Yale Medicine, juga menyebutkan bahwa tumor jinak dapat mengalami perubahan menuju kanker atau dikenal juga dengan tumor prakanker (premalignant). Ini karena kelainan pada DNA di sel semakin banyak, sehingga memungkinkan sistem perintah sel untuk membelah menjadi bermasalah.

Itulah sebabnya, seseorang yang menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan tumor perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan sama seperti halnya penyakit kanker.

Sebelum ditentukan pengobatan, dokter kemungkinan akan memeriksa kondisi fisik, riwayat kesehatan diri dan keluarga, serta meminta Anda menjalani tes biopsi. Lewat tes ini, dokter dapat menemukan perbedaan benjolan yang Anda miliki merupakan kanker atau tumor jinak.

Perbedaan tumor dan kanker selanjutnya adalah pengobatan yang harus dijalani. Tumor biasanya dihilangkan dengan prosedur operasi atau ablasi (mengangkat tumor dengan energi dingin atau panas).

Jika tumor berada di lokasi yang sulit dijangkau, dokter mungkin akan merekomendasikan embolisasi, yakni menghentikan aliran darah ke tumor sehingga tumor perlahan menyusut dan mati.

Sementara pengobatan kanker akan jauh lebih kompleks. Selain operasi pengangkatan tumor ganas atau embolisasi, pasien juga harus menjalani kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, atau terapi hormon.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Tahukah Anda berjemur di bawah sinar matahari bisa bikin badan lebih ramping? Yuk, pelajari cara lain agar cepat turun berat badan di pagi hari berikut ini.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Apa benar menghindari makan nasi atau karbohidrat lain saat sarapan dapat menurunkan berat badan? Ketahui jawabannya di artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Selain mencukur, waxing, dan laser, ada juga krim untuk menghilangkan bulu yang mudah dan murah. Apa krim perontok bulu aman untuk tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk kuku

6 Makanan untuk Membuat Kuku Kuat dan Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
pasca operasi usus buntu

Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit