backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Awas Salah Kaprah, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 18/02/2024

Awas Salah Kaprah, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker

Beberapa kalangan menganggap bahwa tumor itu kanker, begitu pun sebaliknya. Padahal, tidak semua jenis tumor merupakan kanker. Kekeliruan ini muncul karena sebagian besar orang belum memahami perbedaan antara tumor dan kanker. 

Perbedaan tumor dan kanker

Ada alasan mengapa banyak orang menganggap kanker dan tumor itu sama. Kedua kondisi ini memiliki kemiripan, yakni menimbulkan benjolan dengan ukuran dan bentuk yang beragam.

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang perbedaan tumor dan kanker, simak beberapa poin pembahasannya di bawah ini.

1. Perbedaan definisi

perbedaan kista dan tumor

Berdasarkan definisinya, tumor atau neoplasma adalah istilah untuk menggambarkan tumbuhnya jaringan dari sel yang tidak normal (abnormal).

Di sisi lain, kanker adalah penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Sel-sel kanker membelah diri, membentuk jaringan kanker, dan menyebar ke jaringan sekitar.

Kanker merujuk pada kondisi ketika sel-sel ganas menyerang serta menggantikan sel-sel yang sehat.

2. Perbedaan sifat dan perilaku sel

Tumor terbagi menjadi dua jenis, yakni tumor jinak dan ganas. Tumor jinak (benign tumor) bersifat nonkanker atau cenderung tidak berakibat fatal.

Sel-sel dalam tumor jinak akan berhenti berkembang setelah mencapai ukuran tertentu. Massa abnormal ini akan terlokalisasi pada satu area dan tidak menyebar ke jaringan lain.

Sebaliknya, tumor ganas (malignant tumor) mampu menyebar ke jaringan dan organ tubuh lain. Hal ini yang membuat tumor ganas dapat berkembang menjadi kanker.

Beda tumor dan kanker yang harus ditekankan adalah kanker bisa menimbulkan tumor. Namun, jaringan yang muncul belum tentu mengarah pada kanker.

3. Perbedaan pada bagian tubuh yang terdampak

Tumor jinak merupakan tumor nonkanker yang biasanya tidak mengancam jiwa. Jenis tumor ini tidak menyebar ke jaringan lain dan hanya menetap pada salah satu bagian tubuh. 

Pada kebanyakan kasus, tumor jinak umumnya ditemukan pada tulang (osteokondroma) atau jaringan ikat (displasia fibrosa).

Sementara itu, tumor ganas terbentuk dari sel kanker. Tumor ganas ini menyebar dengan cepat dan merusak jaringan sekitarnya, bahkan menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis).

4. Perbedaan bentuk

Tumor digambarkan sebagai benjolan padat maupun yang berisi cairan dengan tepian halus. Sementara itu, kanker yang berawal dari tumor biasanya berbentuk tidak beraturan. 

Tumor identik dengan benjolan abnormal pada tubuh, tetapi kanker tidak selalu disertai benjolan.

Dikutip dari Blood Cancer UK, kanker juga dapat menyerang sel-sel darah. Kondisi ini dapat memengaruhi produksi dan fungsi normal dari sel darah.

Kanker darah terdiri dari kanker sel darah putih (leukemia), kanker getah bening (limfoma), dan kanker pada sel plasma pada sumsum tulang (myeloma).

5. Perbedaan lokasi kambuhnya penyakit

ciri-ciri tumor payudara, tumor jinak payudara, penyebab tumor payudara, tumor payudara

Perbedaan tumor dan kanker juga dapat dilihat dari lokasi kambuhnya penyakit. Tumor jinak dapat kambuh dan muncul kembali pada area yang sama. 

Sementara itu, tumor ganas bisa kambuh pada bagian tubuh mana pun karena sel-selnya bisa bermetastasis atau menyebar dalam tubuh.

Maka dari itu, pengidap kanker bisa mengidap beberapa kanker sekaligus. Contohnya, pasien kanker payudara bisa mengalami kanker paru. Kondisi ini dikenal juga dengan secondary cancer.

Mengapa sel kanker bisa menyebar?

Penyebab tumor ganas bisa menyebar ke area tubuh lain tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli berpendapat bahwa ini berkaitan dengan faktor genetik, gaya hidup, dan adanya kemungkinan penyebaran sel kanker melalui sistem limfatik/getah bening.

6. Perbedaan tingkat keparahan

Kanker menjadi penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak kedua di dunia. Hingga 18% atau 10 juta kematian di seluruh dunia per tahunnya disebabkan oleh tumor ganas.

Di sisi lain, ada pula tumor jinak yang dapat berkembang menjadi tumor yang berbahaya, contohnya tumor otak yang dapat menghancurkan struktur otak secara perlahan.

Dilansir dari situs Yale Medicine, tumor jinak bisa mengalami perubahan menuju kanker atau dikenal juga sebagai tumor prakanker (premalignant tumor).

Kondisi ini terjadi akibat kelainan pada DNA sel. Hal ini menimbukan masalah pada sistem perintah sel untuk membelah diri secara normal.

7. Perbedaan pengobatan tumor dan kanker

Dokter akan melakukan diagnosis dengan memeriksa kondisi fisik pasien, riwayat kesehatan diri pasien dan keluarga, serta meminta pasien untuk menjalani tes biopsi.

Pengambilan sampel jaringan atau sel tubuh ini membantu dokter untuk menentukan apakah benjolan tersebut adalah tumor jinak atau tumor ganas.

Perbedaan tumor dan kanker selanjutnya yakni pengobatannya. Tumor biasanya dihilangkan dengan operasi atau ablasi (mengangkat tumor dengan suhu dingin atau panas).

Jika tumor berada di lokasi yang sulit dijangkau, dokter dapat merekomendasikan embolisasi, yakni menghentikan aliran darah ke tumor sehingga tumor perlahan menyusut dan mati.

Sementara itu, pengobatan kanker cenderung jauh lebih kompleks. Selain operasi, pasien harus menjalani kemoterapi, terapi radiasi (radioterapi), imunoterapi, atau terapi hormon.

Namun, perlu dipahami bahwa pengobatan kanker ini akan disesuaikan dengan jenis, ukuran, lokasi, serta tingkat keparahan atau stadium kanker yang dialami pasien.

Kesimpulan

  • Tumor atau neoplasma adalah istilah untuk menggambarkan pertumbuhan jaringan abnormal dalam tubuh.
  • Secara umum, tumor terbagi ke dalam dua jenis, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.
  • Tumor jinak tidak menyebar dan biasanya tidak berbahaya, sedangkan tumor ganas menyebar ke berbagai organ tubuh dan dapat mengancam jiwa.
  • Pengobatan tumor umumnya hanya melibatkan operasi, sedangkan kanker mungkin memerlukan prosedur yang lebih kompleks, termasuk kemoterapi dan radioterapi.
  • Apabila Anda menemukan benjolan tidak biasa pada tubuh, segera periksakan diri dengan dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 18/02/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan