home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Memahami Pengobatan Kanker Tulang Lebih Lanjut

Memahami Pengobatan Kanker Tulang Lebih Lanjut

Kanker tulang merupakan jenis kanker yang terjadi pada tulang dalam tubuh. Umumnya, penyakit ini menyerang tulang panggul atau tulang panjang yang terdapat pada lengan dan kaki. Ada beberapa metode atau prosedur medis yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker tulang. Simak, yuk, beberapa jenis pengobatan untuk kanker tulang berikut ini!

Pengobatan untuk mengatasi kanker tulang

pengobatan untuk kanker tulang

Pengobatan untuk kanker tulang biasanya berdasarkan tipe kanker, stadium kanker tulang, hingga kondisi kesehatan secara menyeluruh. Preferensi pasien terhadap jenis pengobatan kanker tertentu, juga bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat.

Berikut adalah beberapa metode pengobatan untuk mengatasi kanker tulang, yaitu:

1. Operasi

Metode operasi merupakan salah satu pengobatan yang cukup sering dokter sarankan untuk mengatasi kanker tulang. Namun, jenis operasi biasanya tergantung pada lokasi kanker. Berikut adalah pilihan operasi untuk mengatasi penyakit ini:

Limb-sparing surgery

Operasi yang satu ini biasanya dilakukan untuk mengangkat kanker pada tulang panjang, tetapi tetap mempertahankan tulangnya. Sebelum menjalani operasi ini, pasien akan mendapatkan anestesi terlebih dahulu. Baru setelah itu, dokter bedah akan mengangkat tulang yang melekat dengan sel kanker.

Biasanya, dokter juga akan mengangkat sebagian tulang dan otot yang terdapat di sekitarnya. Tujuannya, untuk memastikan bahwa sel kanker sudah terangkat sepenuhnya. Hal ini juga dokter lakukan untuk mengurangi potensi kanker muncul kembali setelah operasi.

Setelah itu, dokter akan menggantikan tulang yang sudah diangkat dengan implan atau cangkok tulang. Artinya, dokter akan menggunakan tulang pengganti tersebut dari tulang sehat yang terdapat pada bagian tubuh lain pasien.

Setelah operasi selesai, jaringan lunak dan kulit yang terdampak karena operasi akan perlahan pulih seiring waktu. Pasien biasanya akan mendapatkan obat-obatan untuk meredakan rasa sakit pasca operasi. Namun, akan terdapat sedikit perubahan dari tulang panjang, baik dari bentuk, rasa, hingga cara kerjanya dalam tubuh.

Untuk membantu pasien beradaptasi dengan perubahan tersebut, seorang fisioterapis akan membantu program latihan khusus atau fisioterapi untuknya. Selain untuk beradaptasi, program tersebut juga dapat membantu mengembalikan kekuatasn dan fungsi tulang setelah menjalani pengobatan untuk kanker tulang ini.

Amputasi

Terkadang, pengobatan kanker tulang tidak bisa dilakukan hanya dengan mengangkat sel kanker dan mempertahankan tulang lengan atau kaki. Pada kondisi tertentu, pengobatan kanker tulang yang efektif untuk mengatasi kanker tersebut adalah dengan melakukan amputasi tulang.

Beberapa kondisi penyebab amputasi pada pasien kanker tulang, antara lain:

  • Kanker sudah tersebar pada pembuluh darah atau saraf.
  • Pasien mengalami infeksi setelah menjalani limb-sparing surgery sehingga cangkok tulang harus diangkat.
  • Kanker tulang terdapat pada area tubuh yang tidak memungkinkan pasien menjalani limb-sparing surgery, misalnya pada pergelangan kaki.

Setelah menjalani operasi amputasi sebagai pengobatan kanker tulang, jaringan tulang yang terdapat pada lokasi operasi masih akan terasa sakit dan mungkin bengkak. Pada saat itu, dokter akan memberikan obat pereda rasa sakit. Setelah sembuh, pasien dapat menggunakan tangan atau kaki palsu untuk bagian tubuh yang diamputasi.

Untuk dapat beradaptasi dengan tangan atau kaki palsu, Anda akan mendapatkan program latihan bersama fisioterapis. Ahli terapi ini akan membantu Anda untuk terbiasa menggunakannya demi meningkatkan kualitas hidup setelah pengobatan kanker tulang.

Selain itu, ahli medis yang menangani kondisi Anda akan memahami perasaan terkejut atau takut yang Anda alami jika harus menjalani operasi amputasi. Oleh sebab itu, Anda bisa mengikuti konseling dan berbagai dukungan mental lainnya sebelum menjalani pengobatan untuk kanker tulang yang satu ini.

2. Kemoterapi

Pengobatan lain untuk kanker tulang adalah kemoterapi. Pengobatan ini tergolong umum untuk mengatasi berbagai jenis kanker. Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker dan sebisa mungkin tidak menyerang sel-sel sehat lain dalam tubuh.

Pengobatan ini cukup efektif untuk beberapa jenis kanker tulang, misalnya osteosarkoma dan sarkoma Ewing. Biasanya, kemoterapi akan dilakukan untuk:

  • Memperkecil ukuran tumor dan membuatnya lebih mudah untuk diangkat saat operasi.
  • Membunuh sel kanker yang masih tertinggal setelah menjalani operasi atau radioterapi.
  • Membantu menghentikan pertumbuhan atau mengontrol gejala kanker tulang.

Ahli medis biasanya akan memberikan obat ini dengan cara menyuntikkannya melalui pembuluh vena selama beberapa jam. Lama waktu menjalani kemoterapi bisa sangat berbeda-beda untuk masing-masing pasien. Biasanya, waktu terapi tergantung pada tipe dari kanker tulang yang pasien alami.

Selain kemoterapi, pasien mungkin akan menjalani MRI atau CT-scan selama pengobatan ini untuk melihat bagaimana penyakit ini merespons obat-obatan kemoterapi. Namun, pastikan Anda sudah mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai efek samping yang mungkin terjadi.

Ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat kemoterapi. Namun, efek yang muncul tergantung pada jenis obat dan lokasi dari kanker tersebut. Efek samping yang umumnya terjadi akibat kemoterapi adalah:

3. Radioterapi

Sama halnya dengan kemoterapi, pengobatan untuk kanker tulang yang satu ini bisa dilakukan baik sebelum maupun sesudah operasi. Tujuan dari radioterapi atau terapi radiasi ini untuk memperkecil ukuran tumor sehingga lebih mudah untuk diangkat keluar dari tubuh.

Tak hanya itu, radioterapi juga dapat membantu pasien kanker tulang untuk memperkecil kemungkinan menjalani operasi amputasi. Selain untuk pengobatan kanker tulang, radioterapi juga bermanfaat untuk mengontrol gejala kanker tulang dan memperlambat penyebaran kanker ketika pengobatan sudah tidak mungkin lagi.

Pada pelaksanaannya, terapi radiasi menggunakan energi radiasi, seperti X-rays, untuk membunuh sel kanker. Selama menjalani terapi ini, pasien akan berbaring di atas meja, sementara mesin khusus bergerak di sekitarnya sembari memancarkan energi radiasi kepada tubuhnya.

Terapi radiasi ini bermanfaat untuk mengatasi beberapa jenis kanker tulang, seperti sarkoma Ewing:

  • Sebelum operasi, untuk memperkecil ukuran tumor tulang.
  • Setelah operasi, untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa.
  • Untuk mengontrol kanker jika tak bisa diangkat melalui prosedur operasi.

Pasien biasanya akan menjalani terapi ini selama lima hari dalam satu minggu. Lama waktu dari terapi biasanya beberapa minggu. Akan tetapi setiap sesi terapi ini hanya berlangsung singkat, yaitu beberapa menit saja.

Menurut National Health Security, ada beberapa efek samping dari radioterapi yang perlu menjadi perhatian, yaitu:

  • Iritasi kulit atau kulit yang memerah seperti terbakar.
  • Nyeri sendi pada bagian tubuh yang sedang mendapatkan pengobatan.
  • Mual dan tidak enak badan.
  • Rambut atau bulu rontok pada area yang mendapatkan pengobatan.
  • Kelelahan.

Meski begitu, efek samping ini akan menghilang dengan sendirinya setelah radioterapi selesai. Meski begitu, kelelahan yang muncul akibat terapi ini mungkin bertahan hingga beberapa minggu setelahnya.

4. Mifamurtide

Pengobatan untuk kanker tulang yang satu ini cukup efektif pada anak muda yang mengalami osteosarkoma. Meski bukan menjadi pengobatan utama, penggunaan obat mifamurtide dapat melengkapi jenis pengobatan untuk mengatasi jenis kanker tersebut.

Mifamurtide adalah stimulan makrofag imun, yang dapat mendorong sistem imun untuk menghasilkan sel khusus yang dapat membunuh sel kanker dalam tubuh pasien kanker tulang. Biasanya, pengobatan ini efektif untuk mengatasi kanker tulang pada anak mudah yang mengalami osteosarkoma yang sudah tergolong parah.

Obat ini bisa diberikan pada pasien setelah menjalani prosedur operasi atau menjadi obat kombinasi untuk kemoterapi. Tujuannya, untuk mencegah agar sel kanker tidak kembali lagi. Ahli medis akan memberikan obat ini dengan cara menyuntikkannya melalui pembuluh vena.

Pengobatan kanker tulang ini bisa berlangsung selama 12-24 minggu. Pasien akan mendapatkan obat ini sebanyak dua kali dalam seminggu untuk pengobatan selama 12 minggu, atau satu kali dalam seminggu untuk pengobatan yang berlangsung selama 24 minggu.

Meski begitu, ada beberapa efek samping yang perlu Anda ketahui:

  • Mual dan muntah.
  • Diare atau sembelit.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kelelahan dan kelemahan tubuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Annisa Hapsari pada 3 minggu lalu
x