home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Tindakan Pencegahan untuk Menurunkan Risiko Kanker Tulang

5 Tindakan Pencegahan untuk Menurunkan Risiko Kanker Tulang

Penyakit kanker tulang, seperti chondrosarcoma, osteosarcoma, atau Ewing sarcoma, termasuk tumor ganas yang pertama kali muncul pada sel-sel pembentuk tulang. Siapa pun bisa terkena berbagai jenis kanker tulang, meskipun paling tinggi risikonya pada orang yang mewarisi mutasi gen pembawa kanker tulang dan pengidap penyakit paget. Lantas, bisakah penyakit yang menyerang kesehatan tulang ini Anda cegah? Yuk, simak tindakan pencegahan kanker tulang berikut ini!

Tindakan pencegahan untuk menurunkan risiko kanker tulang

jenis kanker tulang

Penyakit kanker yang menyerang tulang menimbulkan gejala nyeri dan pembengkakan pada tulang, kelelahan, serta tulang yang menjadi lebih rapuh sehingga mudah sekali mengalami patah tulang.

Sebenarnya hingga kini, ahli kesehatan belum menemukan cara yang sepenuhnya bisa mencegah penyakit kanker tulang. Mengingat pada kebanyakan kasus, kanker tulang tidak diketahui penyebabnya secara pasti dan sebagian besar terjadi karena faktor genetik yang diwariskan orangtua.

Meski begitu, ahli kesehatan tetap menyarankan beberapa tindakan pencegahan berikut untuk menurunkan risiko kanker pada tulang, seperti:

1. Lakukan tes genetika

American Cancer Society menyebutkan bahwa orang yang mewarisi gen tertentu dan memiliki penyakit genetik, berisiko tinggi mengalami kanker tulang di kemudian hari. Beberapa gen yang terbukti membawa risiko kanker ini adalah:

  • memiliki gen RB1 yang menyebabkan retinoblastoma (kanker mata yang langka pada anak),
  • mempunyai gen 3 EXT1, EXT2, dan EXT3 yang menyebabkan chondrosarcoma (kanker pada tulang rawan), dan
  • mewariskan gen TSC1 dan TSC2 atau perubahan kromosom 7 yang menyebabkan syndrome tuberous sclerosis dan benjolan-benjolan abnormal pada tulang.

Jika anggota keluarga Anda mengidap penyakit yang tertera di atas, bisa jadi ada gen tertentu yang diwariskan, dan Anda memilikinya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan genetik.

Tujuannya, untuk mengetahui seberapa besar risiko kanker tulang dan melakukan tindakan pencegahan dini sesuai dengan saran dokter. Selain tes genetik, dokter mungkin juga akan merekomendasikan Anda untuk menjalani serangkai tes deteksi kanker.

2. Kenali gejala kanker tulang

Semua jenis kanker umumnya dapat menimbulkan gejala yang sama, yakni kelelahan dan penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya. Di samping itu, ada gejala khas yang bisa membantu mendeteksi area tubuh mana yang terserang kanker.

Pada kasus kanker tulang, rasa nyeri pada tulang, pembengkakan di area yang sakit, dan rentan mengalami patah tulang adalah gejala yang khas dari kanker tulang. Tiga gejala ini bisa menjadi acuan dokter dalam menegakkan diagnosis penyakit kanker.

Anda juga perlu memahami gejala kanker lain yang menyertai, contohnya demam atau masalah pernapasan. Ini karena gejala penyerta bisa membantu dokter untuk menentukan jenis kanker tulang yang Anda idap.

Dengan mengenali gejala kanker tulang ini, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan. Semakin cepat Anda melakukan pemeriksaan ke dokter, semakin cepat Anda memperoleh pengobatan. Tingkat kesembuhan dari penyakit juga akan semakin besar dan pastinya menjamin Anda untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

3. Berhenti merokok dan menjaga berat badan tetap sehat

motivasi berhenti merokok

Memang tidak ada perubahan gaya hidup yang terbukti dapat Anda jadikan sebagai tindakan kanker tulang. Walaupun begitu, ahli kesehatan dari Penn Medicine tetap menyarankan Anda untuk berhenti merokok dan mengendalikan berat badan tetap ideal agar kesehatan tulang tetap terjaga.

Bahan kimia dari rokok/tembakau dapat melemahkan tulang dengan menipiskan tulang. Tulang menjadi lebih mudah rapuh dan risiko osteoporosis akan meningkat. Sementara obesitas dapat mengganggu kesehatan tulang dengan meningkatkan stres oksidatif, mengubah metabolisme sel tulang, dan mengganggu produksi hormon yang berkaitan dengan pertumbuhan tulang.

Tidak hanya kanker tulang, tindakan pencegahan juga bisa menurunkan risiko jenis kanker lainnya. Jadi, berhenti merokok dan menjaga pola makan lebih sehat merupakan langkah bijak dalam mencegah berbagai penyakit.

4. Konsultasi lebih lanjut jika ingin pengobatan tertentu

Paparan radiasi menjadi salah satu penyebab meningkatkan risiko kanker tulang, sehingga bisa menjadi tindakan pencegahan berkembangnya sel kanker. Pada orang yang mengidap retinoblastoma, paparan radioterapi di sekitar mata bisa meningkatkan risiko kanker pada tulang di area dekat mata.

Oleh karena itu, Anda perlu melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter jika Anda menjalani pengobatan kanker. Dokter akan membantu Anda mempertimbangkan besarnya manfaat atau risiko dari pengobatan kanker yang Anda jalani.

Jika Anda mengidap Paget’s disease, selalu ikuti pengobatan yang dokter rekomendasikan dan jangan lupa untuk melakukan pengecekan kesehatan secara rutin.

5. Hindari cedera

Cedera memang tidak menjadi risiko dari kanker tulang. Akan tetapi, tetap menjadi perhatian Anda. Alasannya, terus-menerus mengalami cedera bisa menurukan kesehatan tulang. Agar kesehatan tulang terlindungi, Anda perlu menghindari terjadinya cedera pada tulang.

Selalu pakai alat pelindung saat melakukan aktivitas yang berisiko cedera. Anda juga perlu berhati-hati dalam beraktivitas dan beristirahat dengan baik agar tidak mengantuk saat menjalankan aktivitas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can Bone Cancer Be Prevented? | Ways to Prevent Bone Cancer. (2021). Retrieved 20 May 2021, from https://www.cancer.org/cancer/bone-cancer/causes-risks-prevention/prevented.html.

Rebori, K. (2020, February 21). Bone Cancer Risk Factors & Prevention: UT Medical Center. UTMC. https://www.utmedicalcenter.org/medical-care/prevention-screening/bone-cancer-risk-factors-prevention/.

Bone Sarcoma Risks and Prevention – Abramson Cancer Center: Penn Medicine. Penn Medicine – Abramson Cancer Center. (n.d.). https://www.pennmedicine.org/cancer/types-of-cancer/sarcoma/bone-sarcoma/bone-sarcoma-risks-and-prevention.

Osteosarcoma Risks and Prevention – Abramson Cancer Center: Penn Medicine. Penn Medicine – Abramson Cancer Center. (n.d.). https://www.pennmedicine.org/cancer/types-of-cancer/sarcoma/osteosarcoma/osteosarcoma-risks-and-prevention.

Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2020, March 10). Bone cancer. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bone-cancer/symptoms-causes/syc-20350217.

U.S. Department of Health and Human Services. (n.d.). Smoking and Bone Health. National Institutes of Health. https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/osteoporosis/conditions-behaviors/bone-smoking.

Shapses, S. A., Pop, L. C., & Wang, Y. (2017). Obesity is a concern for bone health with agingNutrition research (New York, N.Y.)39, 1–13. https://doi.org/10.1016/j.nutres.2016.12.010.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x