Mengenal Vasodilator Periferal?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/03/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Vasodilator periferal digunakan pada pengobatan hipertensi, infraksi miokardial akut, dan gagal jantung. Misalnya, penyakit arteri periferal dan fenomena Raynaud. Vasodilator periferal melegakan gejala-gejala kondisi ini dengan melebarkan pembuluh darah dan mencegah penyempitan pembuluh darah. Obat-obatan ini biasanya hanya diresepkan setelah upaya pertolongan diri sendiri telah dicoba dan gejala tidak membaik. Ada beberapa vasodilator periferal termasuk cilostazol, inositol nicotinate, moxisylyte, naftidrofuryl, pentoxifylline dan nifedipine.

Vasodilator periferal bekerja dengan cara yang sedikit berbeda dari satu dan lainnya.

Cilostazol dan inositol nicotinate

Cilostazol dan inositol nicotinate melebarkan arteri yang menyuplai darah ke kaki. Cilostazol juga memperbaiki sirkulasi dengan menjaga platelet dalam darah tidak menempel dan kemudian menyumbat.

Naftidrofuryl

Naftidrofuryl melebarkan pembuluh darah untuk memperbaiki aliran darah ke area-area ini dan memungkinkan tubuh untuk memakai oksigen dalam darah Anda.

Nifedipine

Nifedipine adalah sebuah jenis obat yang disebut calcium channel blocker. Obat ini terkadang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, namun obat ini juga merupakan vasodilator periferal. Obat ini bekerja dengan melebarkan pembuluh darah dan mencegahnya kejang atau menyempit.

Moxisylyte

Moxisylyte adalah sejenis obat yang disebut alpha blocker yang bekerja dengan melonggarkan pembuluh darah, yang kemudian menjaga suplai darah ke jari tangan, jari kaki, telinga, atau hidung.

Pentoxifylline

Pentoxifylline bekerja dengan mengurangi kekentalan darah. Darah kemudian dapat mengalir lebih mudah, khususnya pada pembuluh darah kecil pada tangan dan kaki.

Apa peranan vasodilator periferal pada pengobatan penyakit kardiovaskular?

Belum ada bukti yang menunjukkan vasodilator periferal menghasilkan kemajuan yang signifikan pada toleransi fisik pada pasien dengan penyakit vaskuler periferal, dan obat-obatan ini dapat menjadi berbahaya. Meskipun demikian, pada pengobatan sindrom Raynaud berat,  penggunaan thymoxamin, prazosin, atau nifedipine disarankan. Sebuah studi deskriptif dilakukan, pertama, untuk mengetahui mengapa obat-obatan ini diresepkan pada praktek umum, dan kedua, untuk menjelaskan beberapa pilihan obat apda pengobatan sindrom Raynaud dan penyakit vaskular periferal dalam sampel representatif dari 22 praktek di utara Irlandia.

Dari pasien-pasien tersebut yang diresepkan vasodilator periferal, 69.6 % didiagnosis sebagai penyakit vaskular periferal, claudication atau atherosclerosis. Lebih dari ¾ vasodilator periferal yang diresepkan berupa resep berkelanjutan. Pada penderita sindrom Raynaud, hanya setengah yang terobati dengan baik, dan kepastian diagnosis tidak menjamin pengobatan yang cocok. Vasodilator periferal merupakan sebagian besar (51.5%) dari obat yang diresepkan untuk penyakit vaskular periferal. Sebagian kecil dari pasien dengan penyakit vaskular periferal (20.3%) diresepkan aspirin, dan sebagian kecil lagi (4.4%) diamputasi. Vasodilator periferal diresepkan walaupun tidak diperlukan dan tidak cocok. Upaya untuk mendorong pengobatan berdasarkan bukti dari sindrom Raynaud dan penyakit vaskular periferal pada praktek umum harus dilakukan.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan vasodilator periferal. Beri tahu dokter apabila Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan atau sedang menyusui.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Endokarditis

    Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30/06/2020 . 1 menit baca

    Gagal Jantung Kanan, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kiri?

    Salah satu tipe gagal jantung adalah gagal jantung kanan. Lalu, apa beda dari gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan, ya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 30/06/2020 . 7 menit baca

    Berbagai Komplikasi Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

    Kondisi gagal jantung dapat memicu komplikasi yang menurunkan kualitas dan harapan hidup. Apa saja komplikasi gagal jantung yang perlu diwaspadai?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 25/06/2020 . 7 menit baca

    Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
    kelainan katup jantung bawaan pada bayi

    Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 7 menit baca
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
    gagal jantung akut

    Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 5 menit baca