Masalah Kejiwaan yang Umum Dialami Para Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Masalah kejiwaan dapat terjadi pada siapa saja dan berapa pun umurnya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental.

Lansia (orang di atas umur 60) memiliki risiko terkena gangguan mental, gangguan neurologis, serta kondisi kesehatan lainnya seperti diabetes, gangguan pendengaran, dan osteoartritis. Secara garis besar, seiring bertambahnya usia, kita cenderung mengalami beberapa kondisi kesehatan pada saat yang bersamaan.

Gangguan kesehatan mental yang paling umum pada lansia

Gangguan mental yang paling umum terjadi pada lansia adalah demensia dan depresi. Bukan tanpa alasan, kedua masalah kejiwaan ini masing-masing mempengaruhi populasi lansia dunia sebanyak 5% dan 7%.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai gangguan kesehatan mental pada lansia tersebut, berikut penjelasan lengkapnya.

Depresi

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang dapat menyebabkan pengidapnya mengalami penderitaan dan mengarah pada gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungan antara depresi dan “kesedihan” terlihat berhubungan satu sama lain. Namun, banyak lansia yang mengalami depresi mengungkapkan tidak merasa ”sedih” sama sekali. Keluhan yang mereka utarakan lebih pada kurangnya motivasi, lemahnya energi, atau masalah pada fisik.

Faktanya, keluhan pada fisik, seperti nyeri artritis atau sakit kepala akut, seringkali menjadi gejala utama dari depresi pada lansia.

Penyebab depresi pada lansia

Seiring bertambahnya usia, Anda akan dihadapkan dengan perubahan penting pada hidup yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental termasuk depresi. Hal ini termasuk:

  • Masalah kesehatan
  • Kesepian dan terisolasi
  • Berkurangnya tujuan hidup
  • Perasaan takut (akan kematian, masalah keuangan, dan kesehatan)
  • Kehilangan sesuatu yang dicintai (pasangan, keluarga, teman, atau peliharaan)

Pengobatan

Menjadi tua bukan berarti Anda tidak dapat belajar hal baru. Banyak hal yang masih dapat dipelajari seperti aktivitas dan gaya hidup yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Berikut beberapa tips untuk mengatasi gangguan masalah kesehatan berupa depresi:

  1. Jaga komunikasi dengan dunia luar
  2. Temukan lagi tujuan untuk hidup
  3. Mulai kebiasaan hidup sehat
  4. Tahu kapan saat butuh bantuan seorang ahli (konsultasi atau terapi)

Demantia (demensia)

Demensia adalah sebutan dari kumpulan berbagai gejala yang mempengaruhi kemampuan fungsi otak dalam mengingat (memori), berpikir, bertingkah laku, dan berbicara (berbahasa). Demensia bukan nama dari sebuah penyakit, tetapi gangguan kesehatan mental. Ini menggambarkan gejala-gejala yang mengganggu fungsi otak.

Gejala dari demensia antara lain seperti hilang ingatan, sulit menyelesaikan masalah, sulit berencana, depresi, perubahan karakter, berhalusinasi, dan sebagainya.

Alzheimer merupakan penyebab yang paling umum dari demensia progresif pada lansia. Tergantung pada penyebabnya, beberapa gejala demensia dapat disembuhkan.

Tipe demensia

Demensia disebabkan oleh terjadinya kerusakan sampai/atau hilangnya sel-sel saraf dalam otak. Karena merupakan kumpulan dari gejala dari beberapa kondisi, banyak penyakit yang dapat memicu demensia. Di antaranya:

  • Penyakit Alzhemier
  • Demensia vaskuler
  • Lewy body dementia
  • Demensia frontotemporal

Pengobatan

Banyak faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan mental yang termasuk demensia. Beberapa di antaranya tidak dapat dihindari, seperti umur, keturunan, dan down-syndrome. Namun terdapat beberapa faktor yang masih dapat Anda kontrol dan tindakan pencegahan seperti:

  1. Berhenti merokok dan alkohol
  2. Menjauhi resiko yang menyebabkan penyakit kardiovaskuler
  3. Menjadikan pikiran untuk tetap aktif
  4. Aktif secara fisik dan mental
  5. Penuhi kebutuhan vitamin
  6. Kunjungi dokter saat mengalami keluhan kesehatan
  7. Menjaga pola makan
  8. Menjaga kualitas tidur

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor
tips menjaga kesehatan mental

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Melawan Penyakit Kritis

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 13 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
PTSD pandemi COVID-19

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit