Masalah Kejiwaan yang Umum Dialami Para Lansia

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/01/2020
Bagikan sekarang

Masalah kejiwaan dapat terjadi pada siapa saja dan berapa pun umurnya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental.

Lansia (orang di atas umur 60) memiliki risiko terkena gangguan mental, gangguan neurologis, serta kondisi kesehatan lainnya seperti diabetes, gangguan pendengaran, dan osteoartritis. Secara garis besar, seiring bertambahnya usia, kita cenderung mengalami beberapa kondisi kesehatan pada saat yang bersamaan.

Gangguan kesehatan mental yang paling umum pada lansia

Gangguan mental yang paling umum terjadi pada lansia adalah demensia dan depresi. Bukan tanpa alasan, kedua masalah kejiwaan ini masing-masing mempengaruhi populasi lansia dunia sebanyak 5% dan 7%.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai gangguan kesehatan mental pada lansia tersebut, berikut penjelasan lengkapnya.

Depresi

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang dapat menyebabkan pengidapnya mengalami penderitaan dan mengarah pada gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungan antara depresi dan “kesedihan” terlihat berhubungan satu sama lain. Namun, banyak lansia yang mengalami depresi mengungkapkan tidak merasa ”sedih” sama sekali. Keluhan yang mereka utarakan lebih pada kurangnya motivasi, lemahnya energi, atau masalah pada fisik.

Faktanya, keluhan pada fisik, seperti nyeri artritis atau sakit kepala akut, seringkali menjadi gejala utama dari depresi pada lansia.

Penyebab depresi pada lansia

Seiring bertambahnya usia, Anda akan dihadapkan dengan perubahan penting pada hidup yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental termasuk depresi. Hal ini termasuk:

  • Masalah kesehatan
  • Kesepian dan terisolasi
  • Berkurangnya tujuan hidup
  • Perasaan takut (akan kematian, masalah keuangan, dan kesehatan)
  • Kehilangan sesuatu yang dicintai (pasangan, keluarga, teman, atau peliharaan)

Pengobatan

Menjadi tua bukan berarti Anda tidak dapat belajar hal baru. Banyak hal yang masih dapat dipelajari seperti aktivitas dan gaya hidup yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Berikut beberapa tips untuk mengatasi gangguan masalah kesehatan berupa depresi:

  1. Jaga komunikasi dengan dunia luar
  2. Temukan lagi tujuan untuk hidup
  3. Mulai kebiasaan hidup sehat
  4. Tahu kapan saat butuh bantuan seorang ahli (konsultasi atau terapi)

Demantia (demensia)

Demensia adalah sebutan dari kumpulan berbagai gejala yang mempengaruhi kemampuan fungsi otak dalam mengingat (memori), berpikir, bertingkah laku, dan berbicara (berbahasa). Demensia bukan nama dari sebuah penyakit, tetapi gangguan kesehatan mental. Ini menggambarkan gejala-gejala yang mengganggu fungsi otak.

Gejala dari demensia antara lain seperti hilang ingatan, sulit menyelesaikan masalah, sulit berencana, depresi, perubahan karakter, berhalusinasi, dan sebagainya.

Alzheimer merupakan penyebab yang paling umum dari demensia progresif pada lansia. Tergantung pada penyebabnya, beberapa gejala demensia dapat disembuhkan.

Tipe demensia

Demensia disebabkan oleh terjadinya kerusakan sampai/atau hilangnya sel-sel saraf dalam otak. Karena merupakan kumpulan dari gejala dari beberapa kondisi, banyak penyakit yang dapat memicu demensia. Di antaranya:

  • Penyakit Alzhemier
  • Demensia vaskuler
  • Lewy body dementia
  • Demensia frontotemporal

Pengobatan

Banyak faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan mental yang termasuk demensia. Beberapa di antaranya tidak dapat dihindari, seperti umur, keturunan, dan down-syndrome. Namun terdapat beberapa faktor yang masih dapat Anda kontrol dan tindakan pencegahan seperti:

  1. Berhenti merokok dan alkohol
  2. Menjauhi resiko yang menyebabkan penyakit kardiovaskuler
  3. Menjadikan pikiran untuk tetap aktif
  4. Aktif secara fisik dan mental
  5. Penuhi kebutuhan vitamin
  6. Kunjungi dokter saat mengalami keluhan kesehatan
  7. Menjaga pola makan
  8. Menjaga kualitas tidur

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Atlet Menjaga Fisik dan Mental Selama Pandemi COVID-19?

Saat pandemi COVID-19 semua kejuaraan olahraga harus tertunda, ini bisa mempengaruhi performa, kesehatan fisik, dan kesehatan mental para atlet.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/04/2020

Pentingnya Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

Pentingnya kecerdasan emosional saat bekeja dapat mempengaruhi kemapuan Anda dalam menjaga hubungan sesama teman kerja hingga kesuksesan dalam berkarir.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Mengatasi Kesepian dengan Chill di Luar Kota

Lelah, penat, dan merasa kesepian? You're not alone. Salah satu cara mengatasi kesepian adalah dengan bersantai sejenak ke luar kota. Ini panduannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Psikologi 28/02/2020

Berita Tentang Coronavirus Bisa Bikin Kesehatan Mental Memburuk, Lho

Berita perkembangan wabah coronavirus dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat, tapi juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental. Apa dampaknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23/02/2020

Direkomendasikan untuk Anda

crab mentality adalah

Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
pentingnya support system

5 Alasan Pentingnya Punya Tim Support System untuk Kesehatan Mental

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
Manfaat yoga bridge pose

Manfaat Rutin Melakukan Yoga Bridge Pose pada Fisik dan Mental

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
phk karena COVID-19

Kesehatan Mental Karyawan Kena PHK Karena Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020