home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Ciri-Ciri Fisik yang Menandakan Gangguan Kecemasan

5 Ciri-Ciri Fisik yang Menandakan Gangguan Kecemasan

Setiap jenis gangguan kecemasan memiliki gejala yang unik. Gangguan kecemasan biasanya mudah diketahui saat Anda merasa takut dengan suatu objek atau suatu kejadian yang sebenarnya tidak mengancam, tapi tiba-tiba berubah menjadi ekstrem dan tidak terkendali. Meskipun kecemasan adalah masalah pikiran, gejala gangguan kecemasan juga bisa Anda lihat secara fisik. Apa saja gejalanya dan bagaimana cara diagnosisnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Tanda dan gejala gangguan kecemasan yang terlihat secara fisik

1. Ketegangan otot

Salah satu gejala gangguan kecemasan yang dapat dilihat secara fisik adalah munculnya rasa sakit di sekujur tubuh. Sakit yang dirasakan mulai dari migrain hingga nyeri pada persendian. Hal ini akan terlihat jelas saat penderita secara tidak sadar menggertakan atau menekankan rahang, mengepalkan jari, atau menunjukkan posisi tubuh yang buruk. Berbagai hal ini disinyalir menjadi penyebab ketegangan otot pada penderita gangguan kecemasan.

2. Muncul jerawat

Salah satu penelitian menyebutkan bahwa orang dewasa dengan masalah jerawat ditemukan mengalami kecemasan yang relatif tinggi. Ini disebabkan karena hormon stres saat dalam kondisi cemas cenderung meningkat sehingga produksi minyak di wajah pun ikut meningkat. Akibatnya, muncul jerawat-jerawat di sekitar wajah.

Dilansir dari Medical Daily, menurut Sandhya Ramrakha dari University of Otago, Selandia Baru, jerawat dan kecemasan adalah dua hal yang berbeda, tetapi memiliki kaitan satu sama lain. Orang yang mengalami gangguan kecemasan memiliki kebiasaan untuk menyentuh wajah dan menyebabkan iritasi. Maka tidak heran bila kemudian jerawat mulai tumbuh subur di wajah.

3. Perilaku kompulsif

Gangguan obsesif kompulsif (OCD) jelas ditandai dengan gejala pikiran dan perilaku kompulsif yang sulit dikendalikan. Perilaku kompulsif ini akan terus dilakukan sampai mereka merasakan sensasi ketenangan tersendiri. Contohnya adalah mengecek kunci pintu rumah, mematikan kompor atau lampu, mencuci tangan secara berulang-ulang sampai aktivitas harian Anda terhambat dan Anda tidak bisa mengendalikan rasa cemasnya.

4. Sulit tidur

Mengalami masalah tidur dapat dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Jika Anda sering terbangun di tengah malam dengan keadaan gelisah tanpa sebab, ini mungkin merupakan salah satu gejala gangguan kecemasan.

Pasalnya, gangguan kecemasan sangat erat dengan kejadian insomnia, bahkan hampir separuh dari semua penderita gangguan kecemasan mengalami masalah tidur di malam hari. Penderita gangguan kecemasan akan sering terbangun di tengah malam dengan pikiran yang terus berjalan dan tidak bisa tenang.

5. Takut dan tidak percaya diri

Menjadi hal yang wajar bila Anda merasa takut atau tidak percaya diri saat hendak wawancara kerja atau berbicara di muka umum. Akan tetapi jika ketakutan ini terlalu kuat sehingga Anda malah menghindarinya, bisa jadi Anda mengalami gejala gangguan kecemasan sosial (fobia sosial).

Fobia sosial adalah gangguan kecemasan yang membuat seseorang anti bersosialisasi, misalnya menjadi enggan berbicara melalui telepon atau mengobrol dengan orang lain di sebuah acara. Penderita fobia sosial akan terus berusaha untuk menghindari keramaian dan memilih untuk menyendiri. Atau bila penderitanya berhasil melewati masa-masa sulit dalam berinteraksi, mereka cenderung memikirkannya dan bertanya-tanya tentang penilaian orang lain terhadapnya.

Orang yang mengalami fobia sosial biasanya menunjukkan gejala gangguan kecemasan secara fisik dan mudah dikenali. Gejala-gejala fisik tersebut di antaranya denyut jantung meningkat, berkeringat, mual, gagap, dan tangan gemetar.

Bagaimana cara mendiagnosis gangguan kecemasan?

Bila Anda merasa mulai menunjukkan salah satu atau beberapa gejala gangguan kecemasan di atas, segera konsultasikan pada dokter Anda. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk memastikan diagnosis, apakah Anda memang terkena gangguan kecemasan tertentu atau masalah kesehatan lainnya.

Jika Anda tidak menunjukkan gejala masalah kesehatan lainnya, dokter kemungkinan akan langsung merujuk Anda ke psikiater atau psikolog untuk diagnosis dan penanganan masalah kesehatan mental Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Physical Manifestation of Anxiety Disorders. http://www.medicaldaily.com/5-physical-manifestations-anxiety-disorders-422731. Accessed 7/3/2018.

12 Signs You May Have an Anxiety Disorder. http://www.health.com/health/gallery/0,,20646990,00.html. Accessed 7/3/2018.

What Are Common Symptoms of Anxiety Disorders? https://www.everydayhealth.com/anxiety/guide/symptoms/. Accessed 7/3/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 15/03/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x