6 Cara Mengatasi Stress Akibat Masalah Keuangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada anggapan kalau uang tidak bisa membeli segalanya, namun segala yang ada di dunia ini membutuhkan uang. Benarkah demikian? Ya, itu berlaku kalau Anda merupakan orang yang bisa mengelola keuangan dengan baik. Tapi, kalau Anda tidak pandai dalam mengelola pendapatan, hal tersebut bisa menyebabkan stress akibat masalah keuangan.

Masalah pemecatan, utang piutang atau bahkan tidak bisa membayar tagihan ini,  bisa menjadi sebuah masalah yang berujung depresi. Daripada terus menerus galau, ada baiknya Anda menyimak 6 tips berikut ketika stress akibat masalah finansial.

Cara mengatasi stress akibat masalah keuangan

1. Jangan panik, cobalah menerima kenyataan

Saat Anda mengalami stress akibat masalah keuangan, ada baiknya untuk tetap fokus dan tenang dalam menerima kenyataan. Kendalikan diri Anda untuk tidak terpengaruh oleh hal lain yang bisa menyebabkan tingkat kecemasan Anda lebih tinggi. Hindari juga bereaksi berlebihan seperti menangis atau mengeluh pada orang lain secara terus menerus (karena sebagian besar itu tidak membuahkan hasil). Baiknya Anda tetap tenang dan fokus mencari jalan keluar.

2. Coba buat rencana keuangan lain

Anda harus mencari tahu penyebab dan akar dari masalah keuangan ini terjadi. Cara yang bisa Anda lakukan adalah menulis hal-hal tertentu yang bisa mengurangi biaya keuangan Anda. Lalu, Anda harus berkomitmen pada rencana pengurangan biaya tersebut sembari memeriksanya secara teratur. Meskipun hal tersebut dapat menimbulkan rasa cemas dalam beberapa saat, nyatanya saat Anda menuangkan keluh kesah dan rencana berikut di atas kertas, hal itu bisa mengurangi stress yang ada.

3. Jangan melampiaskan stress ke hal lain yang lebih buruk

Tidak jarang, kondisi stress akibat masalah keuangan akan berujung pada kegiatan yang tidak sehat. Contoh pelampiasan dari masalah keuangan tersebut adalah seperti merokok berlebihan, minum-minuman keras, berjudi, atau bahkan mencuri barang milik orang lain.

Waspadalah terhadap dorongan diri untuk berlaku demikian. Jika hal itu malah membuat Anda semakin stress, cobalah untuk meminta bantuan dari psikolog atau klinik kesehatan sebelum stress Anda ini berubah menjadi depresi.

4. Coba ubah masa-masa sulit menjadi sebuah peluang lain

Di waktu-waktu sulit seperti ini, ada baiknya Anda mengambil hikmah yang positif. Meski sulit, masa-masa seperti ini bisa membuat perubahan terhadap diri sendiri, lho. Anda bisa memikirkan cara-cara lain sambil memotivasi diri untuk keluar dari masalah keuangan ini.

Pertimbangkan juga untuk mempelajari keterampilan baru dengan cara mengikuti kursus atau kerja sampingan. Kuncinya adalah buat diri Anda menggunakan waktu sulit ini untuk berpikir lebih kreatif dan mencari cara baru dalam mengelola keuangan yang berantakan.

5. Mintalah dukungan profesional

Selain beberapa cara di atas, masalah keuangan ini bisa diselesaikan jika Anda meminta bantuan pada orang yang tepat. Cobalah untuk berkonsultasi pada layanan konseling dan perencana keuangan guna membantu Anda mengendalikan keuangan Anda. Jika Anda terus terbebani oleh stres, Anda mungkin ingin berbicara dengan seorang psikolog yang dapat membantu mengatasi emosi di balik kekhawatiran finansial Anda.

6. Percayakah kalau semua akan baik- baik saja

Terakhir, saat Anda berada dalam titik depresi yang berat, Anda harus benar-benar percaya kalau semua akan baik-baik saja. Yakinkan dalam hati kalau Anda bisa dan semua ini akan berubah menjadi lebih baik. Kebanyakan orang yang menerapkan terapi perilaku kognitif bisa melalui hal-hal sulit yang berujung baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit