Membedakan Mania dan Hipomania Pada Orang dengan Gangguan Bipolar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bipolar disorder atau gangguan bipolar adalah penyakit mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Orang yang mengalami kondisi ini kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menjalin hubungan. Gejala utamanya meliputi mania, hipomania, dan depresi. Sekilas hipomania dan mania terdengar sama, tapi keduanya merupakan gejala bipolar yang berbeda. Apa itu mania dan hipomania? Apa perbedaan keduanya? Simak terus jawabannya di sini.

Kenali gejala bipolar, yaitu mania dan hipomania

Kebanyakan orang mengalami pasang surut emosi atau perubahan suasana hati dari waktu ke waktu. Akan tetapi, seseorang yang memiliki bipolar suasana hatinya bisa berubah sangat dratis dalam waktu yang sangat cepat. Terkadang ia bisa merasa sangat bersemangat atau penuh tenaga. Di lain waktu, ia merasa depresi. Setiap perubahan suasana yang terjadi pada orang dengan bipolar disebut dengan episode karena terjadi secara bergantian. Setiap episode menunjukkan tiga gejala utama yaitu mania, hipomania, dan juga depresi.

Mania adalah kondisi gangguan suasana hati yang membuat seseorang merasa sangat bersemangat secara fisik dan mental. Orang dengan bipolar yang mengalami episode ini,  akan membuat keputusan yang tidak rasional. Misalnya menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli sesuatu yang sangat mahal. Pasien juga rentan melakukan hal yang sifatnya kekerasan atau pelecehan seksual.

Sementara hipomania adalah bentuk mania yang lebih ringan atau tidak terlalu ekstrem perubahan suasana hatinya. Meskipun tidak terlalu ekstrem, orang yang mengalami episode ini akan melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Kondisi ini sulit untuk diketahui, tapi orang-orang di sekitar pasien mampu mengenali perubahan tersebut. Perubahan yang dipengaruhi oleh obat-obatan atau alkohol bukan termasuk episode hipomania.

Perbedaan mania dan hipomania

1. Gejala yang menyertainya

Gejala mania dan hipomania hampir sama, tapi tingkat kepadarahannya berbeda. Dikutip Medicine Net, gejala mania bisa dikelompokkan, seperti:

Gejala mania

  • Muncul perasaan senang berlebihan yang tidak berasalan
  • Berpikir cepat sehingga penilaian dan pengambilan keputusan menjadi buruk
  • Tidak butuh tidur atau istirahat
  • Terlihat sangat gelisah
  • Ucapan tangensial, yaitu berulang kali mengulang topik percakapan yang tidak sesuai

Jika kondisiya parah, maka gejala yang timbul meliputi:

  • Melihat atau melihat sesuatu yang tidak ada tapi terasa nyata (halusinasi)
  • Tidak bisa membedakan antara imajinasi atau kenyataan (delusi)
  • Merasa berada dalam bahaya

Gejala hipomania

  • Merasa diri sangat bersemangat sehingga lebih aktif dari biasanya
  • Lebih banyak berbicara daripada biasanya
  • Bicara cepat-cepat, tapi tidak nyambung 
  • Susah fokus dan konsentrasi

2. Menunjukkan tipe bipolar yang berbeda

Ada empat tipe dasar gangguan bipolar, yaitu bipolar 1, bipolar 2, cyclothymic, dan gangguan bipolar campuran antara ketiganya. Episode mania sering muncul pada orang dengan bipolar tipe 1. Gejala tersebut biasanya bergantian terjadi dengan episode depresi.

Sementara orang yang mengalami bipolar 2 tidak akan mengalami episode mania, tapi hipomania. Sering kali orang dengan bipolar 2 didiagnosis sebagai depresi, padahal sebenarnya bukan.

3. Lamanya episode berlangsung

Bukan hanya tingkat keparahan, lamanya episode berlangsung juga berbeda. Episode mania pada orang dengan bipolar 1 akan bertahan hingga satu minggu bahkan lebih. Sementara episode hipomania pada orang dengan bipolar 2 akan bertahan paling lama hingga 4 hari.

4. Perawatan yang diberikan

Selama episode mania atau hipomania terjadi, aktivitas sehari-hari bisa sangat terganggu. Namun, sulit untuk mengalihkan seseorang yang mengalami episode mania menuju keadaan yang lebih tenang dan lebih masuk akal. Apalagi episode mania akan berlangsung dalam berminggu-minggu.

Itulah sebabnya orang yang mengalami episode mania cukup parah harus mendapat perawatan dan pengawasan dari rumah sakit.

Berbeda dengan hipomania, gejalanya yang tidak terlalu parah masih bisa ditangani dengan obat-obatan dan orang-orang di sekitarnya di rumah.

Bila Anda mengalami gejala bipolar, seperti mania, hipomania, atau depresi secara bergantian dengan waktu sangat cepat, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter atau psikolog. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Ingat, gangguan bipolar tidak dapat disembuhkan. Namun, melakukan terapi untuk mengubah gaya hidup, mengikuti pengobatan, dan menghindari pemicu bisa membantu pasien mengurangi keparahan gejala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menurut Ahli, OCD dan Gangguan Bipolar Ternyata Berkaitan

Meski gangguan obsesif kompulsif (OCD) dan bipolar berbeda, keduanya ternyata memiliki keterkaitan. Bukti menunjukkan gangguan ini bisa muncul bersamaan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 14 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

Jangan Sampai Tertukar, Ini Perbedaan Skizofrenia dan Bipolar Disorder

Meski sama-sama termasuk penyakit kejiwaan, nyatanya ada banyak perbedaan skizofrenia dan bipolar disorder yang kerap sulit dibedakan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 15 Desember 2018 . Waktu baca 5 menit

Mengenal 2 Tipe Umum Bipolar dan Beberapa Jenis Lainnya

Gangguan bipolar, terbagi 2 yang tipe yang utama, dan beberapa lain yang kurang umum. Apa saja jenis gangguan bipolar? Bagaimana pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 24 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit

Menurut Penelitian, Punya Sahabat Sejati Sangat Penting Bagi Kesehatan Mental

Persahabatan sejak usia remaja bisa memengaruhi kesehatan mental Anda di usia dewasa. Ya, siapa sangka sahabat sejati Anda bisa jadi kunci bagi masa depan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 19 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ciri bipolar

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
memiliki banyak gangguan mental

Beberapa Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
gangguan jiwa tidur berlebihan

5 Gangguan Kejiwaan Ini Bisa Membuat Penderitanya Tidur Berlebihan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit
gejala bipolar

Mengenal Tanda dan Gejala Hipomania Pada Orang Dengan Gangguan Bipolar

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 20 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit