backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

6 Jenis Penyakit Jantung pada Lansia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 22/08/2022

6 Jenis Penyakit Jantung pada Lansia yang Perlu Diwaspadai

Ketika memasuki usia lanjut (65 tahun ke atas), tak sedikit orang yang malah mengabaikan kesehatan organ vital mereka, terutama jantung. Padahal, risiko penyakit jantung di usia lanjut meningkat seiring perubahan pada tubuh lansia. Apa saja jenis penyakit jantung pada lansia yang perlu diwaspadai?

Ragam penyakit jantung pada lansia

penyakit jantung pada lansia

Ketika memasuki usia lanjut, struktur dan fungsi jantung Anda akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut membuat lansia lebih rentan terkena penyakit jantung, terlebih jika disertai dengan pola hidup tidak sehat.

Berikut merupakan beberapa jenis penyakit jantung yang sering terjadi pada lansia.

1. Aritmia

Aritmia merupakan gangguan irama pada jantung, bisa lebih lambat, cepat, atau tidak beraturan. Pada lansia, jenis aritmia yang paling sering terjadi yaitu atrial fibrilasi (denyut jantung tidak teratur atau lebih cepat dari kondisi normal).

Umumnya, kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan jantung lain yang lebih parah, salah satunya henti jantung mendadak. Anda juga lima kali lebih berisiko mengalami stroke jika mengalami kondisi ini.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini pada lansia mulai dari kebiasaan merokok, jarang olahraga, hingga konsumsi kafein secara berlebihan.

Penanganan aritmia perlu dilakukan sedini mungkin karena bisa mengurangi risiko munculnya penyakit jantung lain.

2. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi akibat terhambatnya aliran darah menuju jantung. Dikutip dari studi berjudul Cardiovascular Disease in the Elderly, PJK merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada lansia.

Beberapa gejala dari PJK, antara lain:

  • mual,
  • angina (nyeri dada),
  • keringat dingin, dan
  • sesak napas.

Penyebab utama penyakit ini adalah penumpukan plak dalam pembuluh darah akibat kolesterol tinggi. Jika tidak segera ditangani, PJK dapat menyebabkan komplikasi, mulai dari aritmia, serangan jantung, hingga stroke pada lansia.

3. Penyakit katup jantung

Penyakit ini terjadi saat katup jantung mengalami kebocoran atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga menghalangi aliran darah ke seluruh tubuh.

Risiko terkena penyakit ini akan meningkat seiring bertambahnya usia Anda.

Sejumlah gejala yang dapat menjadi tanda penyakit katup jantung, meliputi:

  • sesak napas,
  • suara tidak normal pada jantung,
  • detak jantung tidak beraturan,
  • detak jantung cepat (palpitasi), dan
  • bengkak pada kaki dan pergelangannya.

Sementara itu, faktor yang meningkatkan risiko penyakit katup jantung sangat beragam, mulai dari pola hidup tidak sehat, gangguan metabolisme, penyakit autoimun, hingga efek pengobatan tertentu.

Penyakit ini perlu mendapatkan penanganan segera karena berpotensi menyebabkan kematian.

4. Serangan jantung

Dilansir dari National Institute on Aging, orang dengan usia 65 tahun ke atas lebih berisiko terkena serangan jantung. Penyakit ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada bagian dada, seperti sedang tertimpa beban berat.

Penyakit jantung umumnya disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah kaya oksigen menuju jantung karena penumpukan lemak kolesterol pada pembuluh arteri.

Serangan jantung memerlukan penanganan medis dengan segera karena dapat menyebabkan kematian pada penderitanya dalam waktu singkat.

5. Gagal jantung

Gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung Anda tidak dapat memompa cukup darah berisi oksigen dan zat gizi dari makanan ke seluruh tubuh.

Risiko penyakit ini mengalami peningkatan ketika memasuki usia 65 tahun ke atas.

Beberapa gejala gagal jantung di antaranya:

  • sesak napas setelah beraktivitas atau saat beristirahat,
  • detak jantung terasa cepat, serta
  • bengkak pada kaki dan pergelangannya.

Penyakit ini dapat muncul sebagai bentuk lanjutan dari penyakit jantung koroner. Selain itu, kondisi-kondisi lain seperti hipertensi pada lansia, aritmia, hingga kerusakan pada katup jantung juga dapat menjadi penyebab gagal jantung.

6. Henti jantung mendadak

henti jantung mendadak pada atlet dan dewasa muda

Pada lansia, henti jantung mendadak biasanya disebabkan oleh aritmia, penyakit jantung koroner, dan perubahan pada struktur jantung akibat penyakit tertentu.

Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, terutama pada lansia.

Henti jantung terjadi ketika jantung Anda berhenti secara tiba-tiba sehingga aliran darah ke seluruh tubuh pun berhenti total.

Jika henti jantung mendadak tidak segera ditangani secara medis, pengidapnya berpotensi meninggal dunia hanya dalam hitungan menit.

Potensi penyakit pada lansia memang sangat besar, tapi bukan berarti Anda tidak dapat mengurangi risikonya.

Tindakan sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung lansia ialah menjaga kesehatan lansia secara keseluruhan lewat pola hidup sehat.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mengetahui kondisi jantung. Dengan pemeriksaan rutin, penyakit jantung dapat dideteksi dan diobati sedini mungkin sebelum bertambah parah.

Kesimpulan


Perubahan struktur dan fungsi pada jantung membuat lansia rentan terkena penyakit jantung. Beberapa jenis penyakit jantung pada lansia yang sering terjadi yaitu aritmia, penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, penyakit katup jantung, dan henti jantung mendadak. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 22/08/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan