Stres Berat Ternyata Bisa Sebabkan Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Stres tidak selalu buruk karena merupakan cara tubuh untuk melindungi diri dari bahaya dengan membuat Anda tetap fokus, aktif, dan selalu waspada. Dipandang buruk ketika stres yang dihadapi cukup berat, sehingga tidak bisa Anda atasi. Seiring waktu, stres ini akan menumpuk dan sebabkan risiko penyakit jantung jadi semakin meningkat. Berikut penjelasan mengenai pengaruh stres pada kesehatan jantung.

Bagaimana stres sebabkan penyakit jantung?

Pada dasarnya, stres bukanlah penyebab penyakit jantung secara langsung. Hanya saja, orang yang memiliki stres memang cenderung rentan mengalami penyakit jantung. Itu artinya, orang yang mengalami stres berat berisiko tinggi mengalami penyakit ini di kemudian hari.

Risikonya akan semakin besar jika orang tersebut obesitas, punya hipertensi (tekanan darah tinggi) atau kolesterol tinggi, merokok, dan menganut gaya hidup sedentari alias malas bergerak. 

Setelah diselidiki, stres dapat menurunkan kesehatan jantung dengan berbagai cara sehingga membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit kardiovaskuler, di antaranya:

1. Saat stres tekanan darah meningkat

Stres sebabkan risiko penyakit jantung jadi tinggi dengan meningkatkan tekanan darah. Jika stres diatasi, tekanan darah akan kembali normal dan tidak berdampak apapun ke tubuh. Sebaliknya, jika stres tak kunjung hilang dan malah semakin menjadi-jadi, maka tekanan darah akan tetap tinggi.

Tekanan darah yang tinggi ini yang kemudian menyebabkan seseorang berisiko terkena penyakit jantung. Ketika tekanan darah tinggi, maka aliran darah tidak lancar, sehingga bisa saja menimbulkan gangguan pada kerja jantung.

Banyak studi menyebutkan bahwa tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko dari serangan jantung, gagal jantung, bahkan stroke.

2. Nafsu makan yang semakin tinggi

Selain meningkatkan tekanan darah, stres juga bisa sebabkan risiko penyakit jantung semakin besar akibat berat badan naik tanpa kendali.

Banyak orang yang stres berat menjadikan makanan sebagai pelarian. Stres pun bisa membuat nafsu makan meningkat. Hal ini terkait dengan tingginya hormon kortisol saat stres terjadi.

Efek dari naiknya hormon kortisol ini, cenderung membuat seseorang makan berlebihan, sekali pun perut sudah kenyang. Sering kali makanan yang dijadikan sebagai pelampiasan stres adalah makanan tidak sehat, seperti junk food

Porsi makanan yang berlebihan, memicu obesitas yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Pilihan makanan yang tidak sehat bagi jantung juga akhirnya memicu terbentuknya plak. Plak ini dapat menyumbat aliran darah di pembuluh arteri jadi tidak lancar dan menyebabkan penyakit jantung.

3. Tidak bergairah melakukan aktivitas lain

Stres dapat menyebabkan seseorang jadi lebih malas dan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Munculnya rasa malas karena Anda terus murung dan sedih seharian. Konsentrasi Anda yang terpusat pada rasa sedih ini, pasti membuat semangat untuk beraktivitas jadi kendor.

Kalau hanya sikap malas-malasan dilakukan sehari saja, tidak apa. Akan tetapi, jika kondisi ini terjadi terus-menerus, jangan heran kalau nanti berat badan Anda melonjak saat ditimbang. Sebab gaya hidup sedentari alias malas gerak akan membuat timbunan lemak tubuh semakin banyak.

Dan lagi-lagi, lemak akan membentuk plak dan menyumbat aliran darah Anda dan akhirnya jantung tidak bisa memompa darah dengan baik.

4. Picu sulit tidur atau insomnia

Insomnia berkaitan erat dengan stres berat yang nantinya bisa sebabkan risiko penyakit jantung jadi meningkat. Saat stres, otak Anda akan jadi sibuk memikirkan berbagai masalah yang dihadapi. Akibatnya, Anda jadi susah tidur dan kekurangan tidur keesokan harinya.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), insomnia karena stress membuat tekanan darah jadi naik. Kondisi inilah yang bila terus dibiarkan akan merusak kesehatan jantung.

5. Cenderung mencari pelarian dengan melakukan kebiasaan buruk

Stres juga bisa sebabkan risiko penyakit jantung semakin tinggi karena cenderung membuat Anda merokok dan minum alkohol lebih sering. Dengan dalih, rokok dan alkohol dapat membuat Anda jadi lebih nyaman.

Padahal, merokok jadi penyebab utama penyakit jantung. Ditambah dengan minum alkohol berlebihan, yang akhirnya memicu peradangan pada tubuh.

Cara mengelola stres untuk mencegah penyakit jantung

Stres yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, tidak boleh Anda pandang sebelah mata. Anda harus tahu caranya sebagai bentuk pencegahan penyakit jantung.

Cobalah untuk olahraga, melakukan hal disukai, dan cukup tidur untuk meredakan stres. Jika tidak juga ampuh, jangan ragu untuk konsultasi ke psikolog.

Mengelola stres tidak hanya perlu dilakukan orang yang sehat. Anda yang mengalami gejala penyakit jantung, seperti sesak napas, nyeri dada, dan detak jantung tidak beraturan juga harus pandai mengelola stres agar kondisi tidak semakin memburuk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Kelainan atau penyakit katup jantung bisa terjadi karena bawaan dari lahir dan bisa terdeteksi pada bayi. Apa penjelasannya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Gagal jantung terbagi dua berdasarkan progresnya, yaitu gagal jantung akut dan gagal jantung kronik. Apa yang dimaksud gagal jantung akut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit