Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

    7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

    Percobaan bunuh diri adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang berusaha untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Kondisi ini bisa menjadi pertanda masalah kesehatan mental yang perlu mendapatkan penanganan serius.

    Pengertian bunuh diri

    Ketika seseorang melakukan percobaan bunuh diri atau suicide attempt, artinya ia mencoba melakukan tindakan yang bisa mengakhiri nyawanya sendiri.

    Menurut data WHO, percobaan bunuh diri yang paling sering dilakukan yaitu minum racun. Tindakan ini ikut andil sebanyak 20% dari total 700 ribu kasus bunuh diri yang terjadi tiap tahun.

    Selain minum racun, beberapa tindakan mengakhiri hidup yang cukup sering dilakukan, antara lain gantung diri dan menembakkan senjata api ke kepala sendiri.

    Gejala percobaan bunuh diri

    Beberapa kondisi dapat menjadi gejala percobaan bunuh diri. Jika Anda mengalaminya, segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan.

    Berikut sejumlah gejala percobaan bunuh diri yang perlu diwaspadai.

    • Kesulitan untuk berkonsentrasi atau berpikir dengan jernih.
    • Memberikan barang-barang berharga kepada orang terdekat.
    • Perubahan perilaku secara drastis.
    • Kehilangan ketertarikan terhadap aktivitas yang biasa disukai.
    • Melukai diri sendiri, bisa dengan minum alkohol berlebihan, penggunaan narkoba, hingga menyilet anggota tubuh.
    • Menjauhi orang-orang terdekat dan lebih memilih sendiri.
    • Berbicara keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau meninggal.
    • Merasa putus asa dan tidak punya alasan untuk hidup.
    • Membeli benda-benda tanpa alasan jelas, yang bisa dipakai bunuh diri (obat-obatan, pisau, senjata api).

    Kondisi di atas tidak mencakup gejala percobaan bunuh diri secara keseluruhan. Selain itu, gejala pada masing-masing orang dapat berbeda antara satu dengan yang lainnya.

    Penyebab percobaan bunuh diri

    percobaan bunuh diri

    Umumnya, penyebab percobaan bunuh diri adalah ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi masalah atau situasi tertentu. Bunuh diri kemudian dianggap sebagai jalan keluar.

    Selain itu, beberapa faktor juga berkontribusi dalam munculnya keinginan untuk bunuh diri. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko percobaan bunuh diri adalah sebagai berikut.

    • Pernah mencoba bunuh diri sebelumnya.
    • Menderita gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan skizofrenia.
    • Sakit yang tidak kunjung sembuh.
    • Masalah finansial.
    • Ditinggalkan orang tersayang karena meninggal atau perceraian.
    • Memiliki riwayat kekerasan fisik, verbal, dan seksual.
    • Terisolasi secara sosial.
    • Merasa malu untuk meminta bantuan, terutama untuk mengatasi gangguan mental tertentu.
    • Minimnya akses untuk mengatasi gangguan mental yang diderita.
    • Memiliki anggota keluarga yang melakukan bunuh diri.

    Diagnosis percobaan bunuh diri

    Untuk mengetahui penyebab seseorang melakukan percobaan bunuh diri, beberapa tes akan dilakukan. Berikut prosedur pemeriksaan yang mungkin Anda jalani.

    • Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mencari tahu apakah penyebabnya berkaitan dengan masalah kesehatan mental tertentu.
    • Tes darah atau fisik lainnya untuk mengetahui apakah munculnya keinginan bunuh diri disebabkan penyakit tertentu.
    • Pertanyaan mengenai ketergantungan terhadap alkohol atau obat-obatan tertentu.
    • Riwayat obat yang Anda konsumsi, karena beberapa pengobatan dapat memicu rasa ingin bunuh diri.

    Dengan mengetahui penyebabnya, dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat. Pengobatan yang salah dapat membuat kondisi Anda bertambah parah.

    Komplikasi percobaan bunuh diri

    Keinginan bunuh diri dapat berpengaruh negatif terhadap emosi pelakunya. Tindakan tersebut dapat membuat pikiran menjadi tidak fokus dan memengaruhi aktivitas Anda sehari-hari.

    Selain itu, percobaan yang dilakukan terlalu sering dapat meninggalkan cedera atau luka serius. Contoh, minum racun dapat menyebabkan kerusakan otak dan kegagalan organ.

    Cara mengatasi percobaan bunuh diri

    Cara mengatasi keinginan bunuh diri harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasari. Contoh, jika disebabkan gangguan mental, bantuan psikolog atau psikiater tentu diperlukan.

    Berikut beberapa cara mengatasi percobaan bunuh diri yang umum dilakukan.

    1. Psikoterapi

    Psikoterapi merupakan terapi yang bertujuan untuk mengetahui penyebab munculnya keinginan bunuh diri. Selain itu, dalam terapi ini Anda akan diajak untuk:

    • mekanisme koping untuk mengelola emosi,
    • mengubah perilaku merusak menjadi sesuatu yang lebih positif, dan
    • menetapkan tujuan yang hendak dicapai beserta cara meraihnya.

    2. Konsumsi obat

    Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengatasi gangguan mental yang menjadi pemicu keinginan bunuh diri. Umumnya, obat yang diberikan meliputi:

    • obat anti-depresan,
    • obat antipsikotik,
    • obat anti-kecemasan, atau
    • obat-obatan lain untuk meredakan gejala.

    3. Pengobatan kecanduan

    Keinginan bunuh diri dapat disebabkan oleh kecanduan alkohol atau obat. Jika kondisi tersebut pemicunya, dokter akan melakukan pengobatan dengan:

    • detoksifikasi,
    • program penanganan kecanduan, dan
    • self-help group dengan orang yang memiliki kondisi serupa.

    4. Edukasi dan dukungan keluarga

    Orang terdekat Anda dapat menjadi sumber dukungan dan konflik. Nantinya, dokter akan memberi edukasi dan pelatihan keterampilan pada mereka untuk membantu pengobatan Anda.

    Cara mencegah percobaan bunuh diri

    strategi mekanisme koping

    Percobaan bunuh diri bisa dilakukan dengan menerapkan tindakan sederhana. Namun, perlu diingat bahwa tindakan-tindakan ini tidak bisa 100% melindungi Anda dari suicide attempts.

    Berikut cara mencegah keinginan untuk bunuh diri.

    1. Berjanji tidak menyakiti diri sendiri

    Pikiran tentang ingin bunuh diri sering datang dan pergi. Meski sulit, jaga diri Anda untuk terus berpikir secara rasional ketika pikiran tersebut datang.

    Hindari tindakan-tindakan impulsif yang berakibat buruk pada diri Anda. Sebagai gantinya, Anda bisa berbicara pada teman, keluarga dan terapis saat pikiran bunuh diri muncul.

    2. Jauhkan diri benda-benda berbahaya

    Jauhkan barang, obat dan hal lain yang bisa digunakan untuk menyakiti diri saat pikiran bunuh diri datang. Jika di dekat Anda ada silet, taruh di ruangan lain yang jauh dari jangkauan.

    Tetaplah berinteraksi dengan orang-orang agar tidak terisolasi. Hindari juga mengonsumsi obat yang tidak diresepkan untuk Anda, dan alkohol.

    3. Temukan teman bicara yang mengerti Anda

    Berbicara kematian dengan orang lain memang tak nyaman, Anda takut teman atau keluarga menganggap Anda gila. Tapi menyimpannya seorang diri, juga dapat membahayakan diri Anda. Terkadang hanya dengan membicarakan apa yang dirasakan akan membuat Anda lega dan dapat membantu Anda terbebas dari rasa sakit.

    4. Istirahat cukup

    Kurang tidur dapat berkontribusi pada depresi, sehingga meningkatkan risiko pikiran bunuh diri. Cobalah untuk tidur delapan jam sehari.

    Namun, ketika merasa tidak ada energi untuk bangkit dari tidur, paksakan melakukan sesuatu yang membuat Anda aktif. Berdiam diri dapat memicu datangnya pikiran yang tak diinginkan.

    5. Olahraga

    Penelitian menunjukkan bahwa olahraga sama efektifnya dengan minum antidepresan. Cobalah untuk berolahraga sekitar 20 menit sehari dan rasakan perubahan emosi Anda.

    Tidak perlu yang berat-berat, berjalan kaki saja sudah cukup. Aktivitas ini membuat tubuh Anda memproduksi hormon endorfin, yang dapat mengurangi depresi.

    6. Sayangi diri sendiri

    Mungkin Anda sering menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, tetapi itu tidak ada manfaatnya. Sesuatu sudah terjadi, sebagai manusia kita memang tidak luput dari kesalahan.

    Hal terpenting adalah mengasihi diri sendiri seperti Anda memperlakukan orang tersayang. Bayangkan, saat seorang teman memberitahu ingin bunuh diri, apa yang akan Anda lakukan?

    https://www.youtube.com/watch?v=Jm5IsSmBH_s


    Stres dan butuh teman berbagi cerita?

    Ayo tanya psikolog kami atau berbagi cerita bersama di Komunitas Kesehatan Mental!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Suicide and suicidal behavior: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2022). Retrieved 19 September 2022, from https://medlineplus.gov/ency/article/001554.htm

    Recognizing Suicide Behavior: Risk Factors, Warning Signs, What to Do. (2022). Retrieved 19 September 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11352-recognizing-suicidal-behavior

    Suicide and suicidal thoughts – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 19 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/suicide/symptoms-causes/syc-20378048

    Suicide and suicidal thoughts – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 19 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/suicide/diagnosis-treatment/drc-20378054

    Suicidal Behavior. (2022). Retrieved 19 September 2022, from https://www.mentalhealth.gov/what-to-look-for/suicidal-behavior

    What Are Suicidal Behaviors and Do I Need Help for Them? | JED. (2022). Retrieved 19 September 2022, from https://jedfoundation.org/resource/what-are-suicidal-behaviors-and-do-i-need-help-for-them/

    Suicide. (2021). Retrieved 19 September 2022, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/suicide

    I Want to Die. (2015). Retrieved 19 September 2022, from http://www.psychalive.org/i-want-to-die/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui a week ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: