backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

40

Tanya Dokter
Simpan

Percobaan Bunuh Diri (Suicide Attempt)

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 18/11/2022

Percobaan Bunuh Diri (Suicide Attempt)

Percobaan bunuh diri merupakan kondisi yang terjadi ketika seseorang berusaha untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Kondisi ini bisa menjadi pertanda masalah kesehatan mental yang perlu mendapatkan penanganan serius.

Pengertian percobaan bunuh diri

krisis identitas pada remaja

Percobaan bunuh diri atau suicide attempt adalah situasi ketika seseorang mencoba melakukan tindakan yang bisa mengakhiri nyawanya sendiri.

Saat seseorang melakukan suicide attempt, artinya ia melakukan suatu tindakan untuk mengakhiri nyawanya, tetapi belum tentu meninggal karenanya.

Sementara itu, istilah “bunuh diri” (suicide) sendiri merujuk pada kematian yang terjadi akibat percobaan bunuh diri.

Ada begitu banyak faktor yang dapat membuat seseorang melakukan suicide attempts, baik dari dalam diri sendiri (internal) maupun lingkungan (eksternal).

Peran orang-orang terdekat dan masyarakat serta akses menuju fasilitas kesehatan yang memadai memiliki andil dalam memengaruhi risiko terjadinya bunuh diri.

Percobaan bunuh diri yang paling umum

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), percobaan bunuh diri yang paling sering dilakukan yaitu minum racun. Tindakan ini ikut andil sebanyak 20% dari total 700 ribu kasus bunuh diri yang terjadi tiap tahun.
Selain minum racun, beberapa tindakan mengakhiri hidup yang cukup sering dilakukan antara lain gantung diri dan menembakkan senjata api ke kepala sendiri.

Gejala percobaan bunuh diri

Beberapa kondisi dapat menjadi gejala percobaan bunuh diri. Jika Anda mengalaminya, segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan.

Berikut sejumlah gejala percobaan bunuh diri yang perlu diwaspadai.

  • Kesulitan untuk berkonsentrasi atau berpikir dengan jernih.
  • Memberikan barang-barang berharga kepada orang terdekat.
  • Perubahan perilaku secara drastis.
  • Kehilangan ketertarikan terhadap aktivitas yang biasa disukai.
  • Melukai diri sendiri, bisa dengan minum alkohol berlebihan, penggunaan narkoba, hingga menyilet anggota tubuh.
  • Menjauhi orang-orang terdekat dan lebih memilih sendiri.
  • Membicarakan keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau meninggal.
  • Merasa putus asa dan tidak punya alasan untuk hidup.
  • Membeli benda-benda tanpa alasan jelas, yang bisa dipakai untuk bunuh diri (obat-obatan, pisau, senjata api, dll.).

Kondisi di atas tidak mencakup gejala percobaan bunuh diri secara keseluruhan. Selain itu, gejala pada masing-masing orang dapat berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Penyebab percobaan bunuh diri

percobaan bunuh diri

Umumnya, penyebab percobaan bunuh diri adalah ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi masalah atau situasi tertentu. Bunuh diri kemudian dianggap sebagai jalan keluar dari masalah atau dari rasa sakit yang ia hadapi.

Selain itu, beberapa faktor berikut juga berkontribusi dalam munculnya keinginan untuk bunuh diri.

  • Pernah mencoba bunuh diri sebelumnya.
  • Mengidap gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan skizofrenia.
  • Sakit yang tidak kunjung sembuh.
  • Masalah finansial.
  • Ditinggalkan orang tersayang karena meninggal atau efek perceraian.
  • Memiliki riwayat kekerasan fisik, kekerasan verbal, atau pelecehan seksual.
  • Terisolasi secara sosial.
  • Merasa malu untuk meminta bantuan, terutama untuk mengatasi gangguan mental tertentu.
  • Minimnya akses untuk mengatasi gangguan mental yang dimilikinya.
  • Memiliki anggota keluarga yang melakukan bunuh diri.

Diagnosis percobaan bunuh diri

Untuk mengetahui penyebab seseorang melakukan percobaan bunuh diri, beberapa tes akan dilakukan. Berikut prosedur pemeriksaan yang mungkin Anda jalani.

  • Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mencari tahu apakah penyebabnya berkaitan dengan masalah kesehatan mental tertentu.
  • Tes darah atau fisik lainnya untuk mengetahui apakah munculnya keinginan bunuh diri disebabkan penyakit tertentu.
  • Pertanyaan mengenai kemungkinan kecanduan terhadap alkohol atau obat-obatan tertentu.
  • Riwayat obat yang Anda konsumsi, sebab beberapa pengobatan dapat memicu rasa ingin bunuh diri.

Dengan mengetahui penyebabnya, dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat. Sebaliknya, pengobatan yang salah dapat membuat kondisi Anda bertambah parah.

Komplikasi percobaan bunuh diri

Keinginan bunuh diri dapat berpengaruh negatif terhadap emosi pelakunya. Tindakan tersebut dapat membuat pikiran menjadi tidak fokus dan memengaruhi aktivitas Anda sehari-hari.

Selain itu, percobaan yang dilakukan terlalu sering dapat meninggalkan cedera atau luka serius. Contoh, minum racun dapat menyebabkan kerusakan otak dan kegagalan organ.

Cara mengatasi percobaan bunuh diri

orang tua menghadapi anak yang menunjukkan gejala depresi

Cara mengatasi keinginan bunuh diri harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Contoh, jika disebabkan gangguan mental, bantuan psikolog atau psikiater tentu diperlukan. 

Berikut beberapa cara mengatasi percobaan bunuh diri yang umum dilakukan.

1. Psikoterapi

Psikoterapi merupakan terapi yang bertujuan untuk mengetahui penyebab munculnya keinginan bunuh diri. Selain itu, dalam terapi ini Anda akan diajak untuk:

  • mempelajari mekanisme koping untuk mengelola emosi, 
  • mengubah perilaku negatif menjadi sesuatu yang lebih positif, dan 
  • menetapkan tujuan yang hendak dicapai beserta cara meraihnya.

2. Konsumsi obat

Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengatasi gangguan mental yang menjadi pemicu keinginan bunuh diri. Umumnya, obat yang diberikan meliputi:

  • obat antidepresan, 
  • obat antipsikotik, 
  • obat antikecemasan, atau
  • obat-obatan lain untuk meredakan gejala.

3. Pengobatan kecanduan

Keinginan bunuh diri dapat disebabkan oleh kecanduan alkohol atau obat. Jika kondisi tersebut merupakan pemicunya, dokter akan melakukan pengobatan dengan:

  • detoksifikasi,
  • program penanganan kecanduan, dan
  • self-help group dengan orang yang memiliki kondisi serupa.

4. Edukasi dan dukungan keluarga

Orang terdekat Anda dapat menjadi sumber dukungan. Nantinya, dokter akan memberi edukasi dan pelatihan keterampilan pada mereka untuk membantu pengobatan Anda.

Cara mencegah percobaan bunuh diri

strategi mekanisme koping

Percobaan bunuh diri bisa dilakukan dengan menerapkan tindakan sederhana. Namun, perlu diingat bahwa tindakan-tindakan ini tidak bisa 100% melindungi Anda dari suicide attempts.

Berikut adalah mencegah keinginan dan percobaan bunuh diri.

1. Berjanji tidak menyakiti diri sendiri

Pikiran tentang bunuh diri sering datang dan pergi. Meski sulit, jaga diri Anda untuk terus berpikir secara rasional ketika pikiran tersebut datang.

Hindari tindakan-tindakan impulsif yang berakibat buruk pada diri Anda. Sebagai gantinya, Anda bisa berbicara pada teman, keluarga dan terapis saat pikiran bunuh diri muncul.

2. Jauhkan diri dari benda-benda berbahaya

Jauhkan barang, obat dan hal lain yang bisa digunakan untuk menyakiti diri saat pikiran bunuh diri datang. Jika di dekat Anda terdapat benda tajam, taruh di ruangan lain yang jauh dari jangkauan.

Tetaplah berinteraksi dengan orang-orang agar tidak terisolasi. Hindari juga mengonsumsi alkohol atau obat yang tidak diresepkan untuk Anda. 

3. Temukan teman bicara yang mengerti Anda

Berbicara tentang kematian dengan orang lain memang tak nyaman. Anda mungkin takut teman atau keluarga menganggap Anda gila. Akan tetapi, menyimpannya seorang diri juga dapat membahayakan diri Anda.

Terkadang, hanya dengan membicarakan apa yang dirasakan akan membuat Anda lega dan dapat membantu Anda terbebas dari rasa sakit.

4. Istirahat yang cukup

Salah satu penyakit akibat kurangnya waktu tidur ialah depresi. Guna mengusir pikiran-pikiran negatif akibat depresi, cobalah untuk tidur setidaknya tujuh jam sehari

Jika pada akhirnya Anda tetap merasa tidak punya energi untuk bangkit dari tidur, coba paksakan melakukan sesuatu yang membuat Anda aktif. Pasalnya, berdiam diri dapat memicu datangnya pikiran yang tak diinginkan.

5. Olahraga

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga sama efektifnya dengan minum antidepresan. Cobalah untuk berolahraga sekitar 20 menit sehari dan rasakan perubahan emosi Anda.

Tidak perlu yang berat-berat, berjalan kaki saja sudah cukup. Aktivitas ini membuat tubuh Anda memproduksi hormon endorfin, hormon bahagia yang dapat mengurangi depresi.

6. Sayangi diri sendiri

Mungkin Anda sering menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, tetapi itu tidak akan memperbaiki keadaan. Sebagai manusia, kita memang tidak luput dari kesalahan. 

Hal terpenting adalah mengasihi diri sendiri seperti Anda memperlakukan orang tersayang. Bayangkan, jika teman dekat Anda hendak melakukan percobaan bunuh diri, apa yang akan Anda lakukan?

Jika Anda ingin membantu orang yang ingin bunuh diri, Anda pun dapat melakukan hal yang sama kepada diri sendiri. Pada akhirnya, Anda pun sama berharganya seperti orang-orang yang Anda kasihi.

Konsultasikan dengan dokter spesialis kejiwaan (psikiater) untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Anda bisa booking psikiater terdekat dari lokasi Anda melalui platform Hello Sehat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 18/11/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan