5 Tips Hidup Sehat untuk Lansia yang Masih Aktif Bekerja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki tubuh yang sehat merupakan dambaan semua orang dari segala usia. Terlebih lagi bagi lansia yang masih aktif bekerja, tentunya tetap ingin bugar meski punya banyak kesibukan. Kesehatan tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola makan, olahraga, dan kebiasaan hidup sehari-hari. Lalu bagaimana gaya hidup sehat untuk lansia agar tetap bisa aktif bekerja?

Tips hidup sehat untuk lansia yang masih produktif

1. Tidur yang cukup

Untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh lansia disela-sela pekerjaannya, Anda perlu mendapatkan istirahat malam yang cukup. Setidaknya waktu tidur malam yang cukup ialah 7 sampai 8 jam sehari.

Kalau Anda susah tidur, hindari minum kafein (misalnya dari kopi dan teh) di sore atau malam hari. Anda juga bisa coba mandi air hangat sebelum tidur agar tubuh lebih rileks. Bila cara-cara tersebut tidak mempan, konsultasikan dengan dokter.

2. Pola makan yang sehat

Pilihlah makanan yang bergizi untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan terhindar dari penyakit. Tingkatkan asupan sayur dan buah-buahan, makanan sumber protein, vitamin B12, asam folat, zinc, dan kalsium. Ganti asupan lemak jenuh Anda dengan jenis lemak sehat, seperti lemak tak jenuh dari alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, dan kacang-kacangan.

Kurangi juga kebiasaan makan yang buruk, seperti kurangi konsumsi makanan manis, makanan padat energi, dan minuman ringan. Makanan dan minuman tersebut hanya akan menambah asupan kalori Anda tanpa memberi banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Kebiasaan buruk lainnya, seperti merokok dan minum minuman beralkohol juga harus Anda hindari.

3. Perbanyak minum air putih

Seiring bertambahnya usia, akan semakin mudah untuk tidak merasa haus, sehingga orang lanjut usia cenderung lebih berisiko untuk mengalami dehidrasi. Karena itu, sangat penting untuk memperbanyak konsumsi air untuk menjaga cairan tubuh agar tetap seimbang.

Minum air putih juga penting agar asupan oksigen dalam darah, yang kemudian dialirkan ke otak, tetap terjaga. Dengan begitu, konsentrasi dan fungsi kognitif otak Anda pun akan tetap terjaga selama Anda berkegiatan.

4. Olahraga

Jangan salah, olahraga adalah bagian yang penting dalam pola hidup sehat untuk lansia yang masih produktif. Olahraga dapat meningkat sistem kekebalan tubuh, proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh semakin baik, serta mencegah terjadinya berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, obesitas, dan berbagai kemungkinan penyakit lainnya yang umum dimiliki oleh lansia.

Olahraga yang dilakukan pada orang dengan lanjut usia juga dapat membantu untuk menjaga kebugaran, membuat otot, sendi, serta tendon kuat dan menurunkan risiko terkena cedera.

Olahraga yang cocok untuk lansia adalah yoga, jalan kaki di pagi hari, dan bersepeda. Jika Anda sudah lama tidak melakukan olahraga dan ingin memulai melakukannya kembali maka lakukan dengan pelan-pelan dan bertahap. Anda bisa secara bertahap membangun daya tahan otot, kekuatan otot, keseimbangan, lalu kelenturan tubuh.

Namun, bila Anda memang punya kondisi kesehatan tertentu seperti rematik atau osteoarthritis, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda olahraga seperti apa yang dianjurkan dan aman.

5. Menjaga berat badan

Berat badan sangat dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik, untuk itu Anda perlu memerhatikan kedua hal tersebut. Lansia tidak harus menurunkan berat badannya, namun sebaiknya lebih fokus untuk mencegah kenaikan berat badan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga bisa menjadi lansia sehat.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Leukemia Limfositik Kronis

Chronic Lymphocytic leukemia (CLL) atau leukemia limfositik kronis adalah kondisi menyebabkan sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kanker, Kanker Darah 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ambeien (Wasir)

Ambeien (wasir) adalah membengkaknya pembuluh vena di anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan BAB berdarah. Bagaimana mengobati ambeien?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Apa gejala, penyebab dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Trauma Otak

Trauma otak adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
klaudikasio adalah

Klaudikasio

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Pseudogout

Pseudogout

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
congestive heart failure (CHF) gagal jantung kongestif adalah

Congestive Heart Failure (CHF)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit