home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Pengertian gangguan bipolar|Tanda & gejala gangguan bipolar|Jenis-jenis gangguan bipolar|Penyebab gangguan bipolar|Faktor risiko gangguan bipolar |Diagnosis & pengobatan gangguan bipolar|Pengobatan gangguan bipolar di rumah
Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Pengertian gangguan bipolar

Apa itu gangguan bipolar?

Bipolar disorder, atau yang juga dikenal dengan gangguan bipolar, adalah suatu gangguan mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem. Hal ini membuat orang yang mengalaminya bisa berubah perasaan secara tiba-tiba dari sangat bahagia (mania) menjadi sangat sedih (depresi).

Sering kali, di antara perubahan keduanya, pasien tetap mengalami kondisi suasana hati yang normal. Meski demikian, perlu ditekankan, penyakit depresi dan bipolar disorder bukanlah sesuatu hal yang sama.

Saat penderita penyakit bipolar sedih, ia akan merasa sangat tertekan, kehilangan harapan, dan bahkan dapat kehilangan keinginan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Akan tetapi, ketika episode rasa senang muncul, ia akan merasa sangat bersemangat dan penuh gairah. Perubahan mood tersebut dapat terjadi beberapa kali dalam setahun.

Kondisi jiwa ini dapat menyebabkan rusaknya hubungan pribadi, rendahnya motivasi dan produktivitas di tempat kerja. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan yang lebih buruk lagi yaitu perasaan ingin bunuh diri.

Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki bipolar disorder sangat disarankan untuk menghubungi bantuan medis saat mengalami perubahan mood yang signifikan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Gangguan bipolar adalah salah satu jenis mental illness yang umum terjadi. Data World Health Organization (WHO) menyebut, sebanyak 45 juta orang di dunia menderita penyakit ini.

Bipolar disorder pun sering kali muncul pada masa akhir remaja atau awal masa dewasa. Setidaknya, setengah dari keseluruhan kasus gangguan bipolar adalah mereka yang berusia di bawah 25 tahun.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga dapat ditemukan pada anak dan orang dewasa. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala gangguan bipolar

Apa saja gejala gangguan bipolar?

Seseorang yang terkena gangguan bipolar akan mengalami perasaan emosional yang hebat dan terjadi pada suatu periode tertentu atau dikenal dengan “episode mood”. Setiap episode mood menunjukkan perubahan drastis dari suasana hati dan perilaku normal orang tersebut.

Berikut penjelasan terkait episode mood tersebut:

  • Manic (mania) dan hipomania

Mania dan hipomania adalah dua jenis episode yang berbeda, tetapi memiliki gejala yang sama. Mania lebih parah daripada hipomania dan menyebabkan masalah yang lebih nyata di kehidupan sehari-hari. Mania juga dapat memicu kondisi psikosis (perasaan asing dengan dunia sekitar) dan umumnya memerlukan perawatan inap di rumah sakit.

Beberapa gejala gangguan bipolar yang muncul saat episode mania (manic), antara lain:

  • Terlalu bahagia, berenergi, dan bersemangat.
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung.
  • Kurang tidur atau merasa tidak butuh tidur yang lama.
  • Berbicara sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke yang lainnya.
  • Merasa seperti pikiran mereka berpacu.
  • Berpikir bisa melakukan banyak hal sekaligus.
  • Tidak jarang membuat keputusan yang buruk, seperti makan dan minum secara berlebihan, menghabiskan banyak uang, atau melakukan hubungan seks yang sembrono.
  • Episode depresi

Episode depresi termasuk ciri-ciri gangguan bipolar yang cukup parah. Kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, sekolah, atau melakukan kegiatan sosial.

Orang dengan penyakit bipolar yang mengalami episode depresi bisa merasakan gejala berikut:

  • Sangat sedih, khawatir, hampa, atau putus asa.
  • Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Makan lebih sedikit.
  • Sering mengantuk dan malas.
  • Terlalu sadar diri dan minder.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Pemikiran untuk bunuh diri.

Selain kedua gejala utama di atas, tanda-tanda gangguan bipolar lainnya bisa berupa gangguan kecemasan, melankolis, dan psikosis. Gejalanya juga bisa muncul dalam masa kehamilan atau perubahan musim.

Apa gejala bipolar disorder pada anak-anak dan remaja?

Berbeda dengan orang dewasa, gejala bipolar disorder pada anak dan remaja sulit diidentifikasi. Sering kali, gejala yang muncul mirip dengan perilaku normal.

Anak-anak dan remaja mungkin memiliki episode depresi, mania, atau hipomania. Namun, polanya bisa berbeda dengan orang dewasa. Meski demikian, tanda-tanda yang paling menonjol pada anak-anak dan remaja mungkin termasuk perubahan suasana hati yang parah.

Kapan harus periksa ke dokter?

Terlepas dari perubahan suasana hati yang ekstrem, orang-orang dengan gangguan bipolar sering kali tidak menyadari seberapa besar ketidakstabilan emosi mereka. Mereka juga mungkin tidak menyadari betapa perubahan suasana hati tersebut mengganggu kehidupan dirinya dan orang lain.

Oleh karena itu, jika Anda merasa memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter. Hal yang sama juga perlu dilakukan, bila Anda mencurigai pasangan memiliki bipolar disorder berdasarkan gejala yang timbul.

Jenis-jenis gangguan bipolar

Berdasarkan gejala yang muncul, ada beberapa jenis penyakit bipolar atau gangguan terkait yang mungkin terjadi. Berikut adalah beberapa jenis gangguan bipolar (bipolar disorder) tersebut:

1. Gangguan bipolar I

Pada bipolar disorder tipe I, setidaknya Anda mengalami satu atau lebih episode mania yang dapat didahului atau diikuti oleh episode hipomania atau depresi.

2. Gangguan bipolar II

Pada tipe ini, Anda setidaknya mengalami satu episode depresi dan/atau hipomania. Namun, Anda tidak pernah mengalami episode mania.

3. Gangguan siklotimia

Gangguan siklotimia didefinisikan sebagai periode gejala hipomania dan depresi yang berlangsung setidaknya selama dua tahun (satu tahun pada anak-anak dan remaja). Gejala pada jenis bipolar disorder ini umumnya lebih ringan daripada tipe I atau II.

4. Jenis gangguan bipolar lain

Jenis ini umumnya mengalami periode perubahan mood yang abnormal secara signifikan, tetapi tidak memenuhi kriteria bipolar I, II, atau siklotimia. Misalnya, bipolar dan gangguan lain yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu, alkohol, atau karena kondisi medis, seperti penyakit Cushing, multiple sclerosis, atau stroke.

Penyebab gangguan bipolar

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kondisi ini. Namun, ada beberapa faktor yang diyakini mungkin bisa menimbulkan penyakit bipolar. Berikut adalah faktor-faktor yang disebut bisa menjadi penyebab gangguan bipolar (bipolar disorder):

  • Kondisi otak

Otak dapat mengalami berbagai perubahan fisik yang memengaruhi tingkat bahan kimia otak (neurotransmiter) di dalamnya. Bahan kimia tersebut, termasuk noradrenalin, serotonin, dan dopamin, merupakan zat-zat yang memengaruhi mood.

Bila terjadi ketidakseimbangan pada bahan-bahan kimia ini, seseorang bisa mengalami gejala bipolar disorder.

  • Keturunan (genetik)

Faktor genetik atau keturunan bisa menyebabkan gangguan bipolar. Gangguan ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki keluarga tingkat pertama, seperti saudara kandung atau orangtua, dengan kondisi serupa.

  • Pengaruh lingkungan sosial

Para peneliti telah menemukan bahwa mungkin terdapat beberapa faktor sosial yang dapat menyebabkan timbulnya bipolar disorder. Faktor-faktor tersebut dapat berupa perasaan stres akan suatu kejadian atau trauma, seperti kematian anggota keluarga terdekat, hubungan yang buruk dengan orang lain, perceraian, masalah keuangan, dan lainnya.

Faktor risiko gangguan bipolar

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko atau kemungkinan seseorang terkena bipolar disorder. Berikut adalah faktor risiko gangguan bipolar:

  • Periode stres yang tinggi.
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang (cek dengan kalkulator kadar alkohol dalam darah ini untuk mengetahui apakah Anda berisiko).
  • Riwayat anggota keluarga penderita bipolar disorder atau gangguan kondisi mental lain.
  • Pengalaman atau peristiwa kehilangan yang terjadi secara tiba-tiba, seperti kematian orang yang disayang.

Diagnosis & pengobatan gangguan bipolar

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis gangguan bipolar?

Beberapa tes yang umum dilakukan dokter atau psikiater untuk membantu membuat diagnosis gangguan bipolar adalah:

  • Tes atau pemeriksaan fisik. Tes ini akan membantu mengetahui penyebab gejala.
  • Tes laboratorium. Sama seperti pemeriksaan fisik, tes laboratorium, seperti tes darah, terkadang dibutuhkan untuk mengenyampingkan kondisi medis lain yang mungkin jadi penyebab gejala.
  • Tes psikologis. Anda mungkin akan ditanya atau perlu mengisi kuisioner psikologis untuk mengetahui tentang perasaan, pikiran, dan perilaku Anda.
  • Penggambaran mood. Anda mungkin akan diminta membuat catatan di buku harian tentang pola tidur, mood, dan tingkah laku untuk membantu menentukan diagnosisnya.

Bagaimana cara mengatasi gangguan bipolar?

Bipolar disorder adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Artinya, Anda akan memiliki penyakit ini seumur hidup Anda. Adapun pengobatan gangguan bipolar bertujuan untuk menstabilkan perubahan mood Anda.

Tergantung kondisi masing-masing pasien, beberapa perawatan gangguan bipolar yang mungkin akan diberikan oleh psikiater atau dokter adalah:

1. Obat-obatan

Dokter Anda dapat memberikan resep obat untuk membantu mengurangi, mengelola, dan mencegah gejala gangguan bipolar yang Anda alami. Ini termasuk obat-obatan untuk mengatasi masalah tidur serta kecemasan yang juga kerap terkait dengan penderita bipolar.

Obat-obatan yang biasanya diberikan terdiri dari antidepresan, penstabil mood, antipsikotik, atau antikecemasan.

2. Psikoterapi

Psikoterapi, atau disebut juga dengan terapi bicara, kerap dilakukan untuk penderita gangguan bipolar. Pengobatan ini dilakukan dengan tujuan membantu seseorang mengidentifikasi serta mengubah emosi, pikiran, dan perilaku yang mengganggu.

Bentuk psikoterapi yang biasa diberikan untuk penyakit bipolar, yaitu terapi perilaku kognitif (cognitive-behavioral therapy / CBT) dan psikoedukasi. Namun, bentuk psikoterapi lainnya pun mungkin saja dilakukan.

3. Pengobatan untuk penyalahgunaan zat tertentu

Apabila Anda mengalami bipolar disorder karena ketergantungan pada zat tertentu, seperti alkohol atau narkoba, Anda mungkin perlu melakukan perawatan khusus ini. Terus-menerus menyalahgunakan obat tertentu akan membuat Anda semakin sulit untuk mengatasi bipolar disorder.

4. Program perawatan rumah sakit

Dalam kasus yang lebih parah, Anda mungkin diharuskan untuk menjalani program rawat inap di rumah sakit untuk pengawasan berkala. Cara ini khususnya dianjurkan apabila Anda mengalami tanda-tanda ingin melakukan bunuh diri. Pada level ini, Anda bisa saja melukai diri Anda sendiri dan orang lain.

Selain pengobatan secara medis, Anda pun bisa memilih cara alternatif atau komplementer untuk membantu mengatasi bipolar disorder. Jenis-jenis pengobatan alternatif tersebut bisa berupa meditasi, latihan aerobik, dan lain sebagainya.

Tidak semua situasi sama. Jadi lebih baik selalu diskusikan setiap keluhan yang Anda miliki kepada psikiater untuk mendapat perawatan yang tepat.

Pengobatan gangguan bipolar di rumah

Beberapa perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda mengatasi bipolar disorder adalah:

  • Tidur yang cukup dengan mengikuti jadwal tidur yang rutin.
  • Lakukan aktivitas fisik secara rutin.
  • Bangun hubungan yang sehat dengan orang-orang yang memiliki pengaruh positif. Ini juga berlaku bagi Anda yang memiliki teman pengidap bipolar disorder dalam membantu mengatasi kondisinya.
  • Akhiri kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan hindari penyalahgunaan zat terlarang.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

NIMH » Depression Basics. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/depression/index.shtml.

Bipolar disorder – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/symptoms-causes/syc-20355955.

Bipolar disorder | NAMI: National Alliance on Mental Illness. Nami.org. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Mental-Health-Conditions/Bipolar-Disorder.

Bipolar Disorder: MedlinePlus. Medlineplus.gov. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://medlineplus.gov/bipolardisorder.html.

What Are Bipolar Disorders?. Psychiatry.org. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.psychiatry.org/patients-families/bipolar-disorders/what-are-bipolar-disorders.

Mental disorders. Who.int. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders.

Bipolar disorder – Causes. nhs.uk. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/bipolar-disorder/causes/#:~:text=Bipolar%20disorder%20is%20widely%20believed,include%20noradrenaline%2C%20serotonin%20and%20dopamine.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 21/02/2021
x