Suka Makan Kangkung? Ini 7 Khasiat Mujarabnya Bagi Kesehatan Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/02/2019
Bagikan sekarang

Kangkung adalah jenis sayur yang sudah sangat umum di Indonesia. Hampir semua orang tentu pernah makan sayuran yang punya nama lain bayam air ini. Namun, tahukah Anda kalau kangkung menyimpan banyak sekali kebaikan buat tubuh? Mulai dari menjaga kesehatan mata, mencegah diabetes, sampai melawan penyakit hati (liver). Ingin tahu manfaat kangkung lainnya? Simak penjelasan berikut ini.

Apa saja nutrisi yang terkandung dalam sayur kangkung?

kangkung
Sumber: The Spruce Eats

Kangkung, juga dikenal dengan istilah bayam air, adalah tanaman perairan yang banyak ditemui di daerah rawa-rawa. Kangkung juga merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemui di negara-negara Asia, khususnya di Indonesia. 

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, sayuran bayam air ini memiliki bentuk daun memanjang dengan lebar sekitar 2,5 sampai 8 sentimeter (cm).

Tak jauh berbeda dengan jenis sayuran lainnya, sayuran yang punya nama latin Ipomoea aquatica ini mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi tubuh. Dalam 100 gram (gr) kangkung segar yang masih mentah, terdapat 3,4 gr protein, 3,9 gr karbohidrat, dan 2 gr serat. 

Kandungan vitamin A dan vitamin C dalam sayuran ini juga sangat tinggi. Bahkan dalam secangkir bayam air yang sudah disiangi (kira-kira 56 gram), Anda bisa memenuhi 70 persen kebutuhan vitamin A harian serta 51 persen kebutuhan vitamin C harian.

Selain itu, bayam air juga kaya akan berbagai mineral penting seperti kalium sebanyak 250,1 miligram (mg), 67 mg kalsium, 2,3 mg zat besi, 65 mg natrium, serta 54 mg fosfor.

Meskipun kaya akan berbagai nutrisi penting, kangkung atau bayam air merupakan jenis sayuran yang rendah kalori. Sebelum dimasak, secangkir daun bayam air hanya mengandung 11 kalori.

Beragam manfaat kangkung bagi kesehatan

resep kangkung

Bukan cuma rasanya yang enak, ada segudang manfaat kangkung atau bayam air yang bisa Anda dapatkan dengan rutin mengonsumsinya:

1. Menjaga kesehatan mata

Kangkung kaya akan vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan mata. Pasalnya, vitamin A mampu melindungi kornea dan lapisan mata dari infeksi bakteri dan virus. Vitamin ini juga bisa meningkatkan produksi cairan sehingga mata tidak kering.

2. Antiradang

Sebuah penelitian dalam Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences tahun 2010 menguak bahwa sayur bayam air ini ternyata punya khasiat antiradang yang mujarab. Peradangan biasanya ditandai dengan gejala seperti nyeri dan pembengkakan.

Dalam penelitian tersebut, kangkung diketahui ampuh dalam melawan peradangan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis. Bakteri-bakteri tersebut bisa menyebabkan penyakit MRSA, bintitan, serta keracunan makanan.

3. Mencegah diabetes

Tahun 2013 lalu para peneliti berhasil menemukan khasiat rutin makan bayam air untuk mencegah diabetes pada ibu hamil dan bayinya. Penelitian dalam Journal of Diabetes ini mencatat bahwa sayur bayam air ini bekerja sebagai antioksidan. Antioksidan tersebut mampu menangkal oksidasi penyebab diabetes pada sel-sel tubuh ibu hamil dan janin.

4. Melawan kerusakan hati (liver)

Sejak berabad-abad lalu, manfaat kangkung diketahui mujarab untuk melawan kerusakan organ hati. Baru-baru ini penelitian dalam jurnal Molecules juga berhasil membuktikan manfaat tersebut.

Bayam air bisa melindungi organ hati dari kerusakan, luka, dan peradangan. Menurut para ahli, ini karena kangkung bisa memicu produksi enzim yang akan membersihkan (detoksifikasi) hati dari racun dan zat sisa yang dapat menyebabkan kerusakan.

5. Mencegah dehidrasi

Tingginya kandungan berbagai jenis mineral dalam kangkung membuat sayur ini baik untuk mencegah dehidrasi. Ini karena peran utama mineral seperti kalium dan natrium yang ada di dalamnya.

Kedua mineral tersebut bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan cairan dan kadar elektrolit dalam tubuh. Itu sebabnya, makan sayur bayam air ini bisa mencegah Anda kehilangan terlalu banyak cairan.

6. Mengatasi anemia

Selain menjaga cairan dan elektrolit, mineral yang terdapat dalam sayur kangkung juga bisa membantu mengatasi gejala anemia. Ini lantaran bayam air mengandung zat besi dan fosfor.

Zat besi sendiri sangat ampuh untuk meningkatkan produksi sel darah merah (hemoglobin). Sel darah merah diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh sel dan organ tubuh Anda, misalnya jantung dan otak.  

7. Mengurangi risiko penyakit kronis

Manfaat kangkung yang sayang jika dilewatkan yaitu mengurangi risiko penyakit kronis. Di sisi lain, manfaat kangkung lainnya juga bisa mencegah penyakit lain yang disebabkan oleh lemahnya sistem kekebalan tubuh Anda.

Pasalnya, bayam air ini tinggi akan vitamin C yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus melawan kerusakan sel. Baik itu karena penyakit kronis seperti penyakit jantung dan stroke atau karena infeksi virus dan bakteri.

Bagaimana cara aman mengolah kangkung untuk dimakan?

Beberapa orang mungkin menggemari makan sayur-sayuran mentah. Entah dicampur bersama salad, atau sebagai lalapan saat makan. Makan sayuran mentah juga dipercaya dapat memberikan Anda nutrisi dalam bentuk yang masih utuh, karena tidak melalui proses pemanasan sebelumnya.

Sementara ketika melalui proses pemasakan, kandungan nutrisi yang ada di dalam sayuran mentah tersebut bisa saja hilang atau bahkan berkurang. Namun, Anda dianjurkan untuk lebih hati-hati saat makan sayuran mentah.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena sayuran mentah berisiko mengandung bakteri dan parasit cacing yang bisa menimbulkan penyakit jika sampai termakan. Terlebih lagi, memang tidak semua sayuran aman untuk dimakan mentah. Salah satunya yakni kangkung.

Alih-alih langsung memakannya, sebaiknya olah terlebih dahulu bayam air ini sebelum dimakan. Tak perlu bingung bagaimana harus mengolahnya, karena ada berbagai resep kangkung yang menarik untuk dicoba.

Anda bisa menumisnya, memasaknya bersama tauco, menggoreng kering hingga dengan tepung hingga menyerupai keripik, dibuat berkuah, maupun mengolahnya bersama bubur atau yang kerap dikenal sebagai bubur manado.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

Nasi merah kerap dijadikan pengganti nasi putih saat seseorang sedang diet. Namun, jangan asal makan nasi merah setiap hari tanpa tahu hal berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Tahukah Anda jika cara makan sayuran dan penyajiannya tidak tepat, membuat sayur jadi sulit dicerna tubuh. Simak tips berikut untuk mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020