Waspada, 7 Makanan Ini Mengandung Garam Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menurut WHO, hipertensi menyebabkan sekitar 9,4 juta jiwa meninggal dunia per tahun. Secara keseluruhan, kejadian hipertensi terus meningkat dari tahun ke tahun. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Faktor utama dari hipertensi adalah konsumsi natrium yang berlebih. Satu sendok teh garam saja mengandung sekitar 2300 miligram natrium. Belum lagi Anda mengonsumsi makanan atau minuman kemasan yang rata-rata memiliki kadar natrium yang tinggi. Jika Anda sering mengonsumsi makanan kemasan, maka akan meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi. Lalu, makanan apa saja yang memiliki natrium tinggi?

1. Sereal instan

Sereal merupakan makanan yang telah diproses sebelumnya dan membutuhkan tambahan natrium untuk mengawetkannya. Setidaknya satu gelas sereal mengandung lebih dari 200 mg natrium. Menu sarapan lain yang juga mengandung natrium tinggi adalah biskuit dan pancake,  yang natriumnya dapat mencapai 800 mg.

2. Minuman kemasan rasa buah atau jus kemasan

Meskipun terlihat menyehatkan jika mengonsumsi jus setiap hari, namun apa jadinya kalau yang Anda minum adalah jus kemasan yang sudah melewati berbagai proses pabrik? Tentunya jus tersebut mengandung berbagai zat-zat aditif untuk mempertahankan rasa dan kualitas, salah satunya adalah natrium. Rata-rata jus kemasan mengandung 700 mg natrium per 200 ml (tergantung merek). Padahal, natrium yang ada di buah aslinya tidak sebesar itu, contohnya saja satu buah tomat segar mengandung 11 mg natrium. Oleh karena itu, penting juga untuk membaca nilai gizi sebelum Anda mengonsumsi makanan/minuman.

3. Sayuran atau buah kalengan

Satu kaleng sayur atau buah dapat ternyata mengandung setidaknya 1300 mg natrium. Padahal, natrium pada sebuah wortel segar hanya mencapai 45 mg. Oleh karena itu, jika Anda terpaksa untuk mengonsumsi sayuran yang sudah dikemas kalengan, lebih baik untuk mencucinya terlebih dahulu sebelum dimasak. Dengan pencucian, kandungan natriumnya dapat berkurang sedikit. Namun tetap saja usahakan untuk mengonsumsi sayuran dan buah yang masih segar.

4. Bumbu masak instan

Apakah Anda sering memakai kecap atau saus dalam masakan Anda? Atau malah menjadi salah satu teman wajib ketika makan? Apalagi sekarang ini banyak produk bumbu jadi yang beredar di pasaran, seperti bumbu nasi goreng, bumbu opor, bumbu rendang, dan sebagainya. Memang sangat memudahkan konsumen ketika ingin memasak namun tidak memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan bumbunya. Namun, apakah Anda tahu seberapa besar natrium yang terkandung pada produk-produk tersebut? Sesungguhnya, kandungan natrium yang terdapat pada bumbu-bumbu kemasan tersebut, sangat tinggi. Contohnya, saus mengandung 150 mg natrium per sendok makan sedangkan natrium pada kecap sangat tinggi, mencapai 1000 mg per sendok makan. 

5. Produk susu

Susu dan berbagai produknya, merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang baik untuk tubuh. Namun jika Anda tidak memilih produk dengan teliti dan cermat, bukan hal yang tidak mungkin Anda malah berisiko terkena tekanan darah tinggi. Sama dengan makanan dan minuman kemasan lainnya yang sudah melalui banyak proses sebelumnya, susu dan produk susu yang dikemas juga membutuhkan natrium dalam prosesnya. Contohnya saja keju dan buttermilk yang memiliki kandungan natrium tinggi.

6. Makanan laut

Makanan laut atau seafood adalah makanan yang baik untuk kesehatan jantung-jika dimasak dengan cara yang sehat, seafood dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi. Walaupun begitu, Anda harus tetap cermat dalam memilih produk seafood, alih-alih ingin sehat malah terkena tekanan darah tinggi karena memilih seafood yang mengandung natrium tinggi. Contoh seafood yang tinggi natrium adalah ikan dalam bentuk kalengan seperti sarden kaleng dan tuna kaleng, kerang, dan udang. Udang memiliki 200 mg natrium per empat udang, sedangkan tuna kalengan mengandung 300 mg natrium dalam 85 gram. Sebagai gantinya, Anda dapat mengonsumsi ikan atau seafood yang segar dan rendah natrium, seperti ikan tuna segar, salmon, kakap, dan sebagainya.

7. Mie instan

Hati-hati mengalami tekanan darah tinggi jika Anda sering makan mie instan, karena dalam satu kemasan mie instan mengandung setidaknya 1500 mg hingga 2300 mg natrium. Padahal, dalam satu hari natrium yang dianjurkan oleh WHO adalah 2000 mg. Bila Anda telah makan mie instan satu kali dalam sehari, maka telah melebihi ‘jatah’ natrium yang ditoleransi oleh tubuh.

Ingatlah untuk sering-sering membaca nilai gizi dan melihat kandungan makanan atau minuman yang akan Anda konsumsi. Hindari makanan atau minuman kemasan yang memiliki natrium lebih dari 140 gram dalam satu kemasan atau satu sajian. Hal tersebut tentu saja akan menurunkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan penyakit jantung lainnya.

BACA JUGA

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit


Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit