home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menyimpan Berbagai Macam Sayur dalam Kulkas Awet Sampai Berapa Lama, Ya?

Menyimpan Berbagai Macam Sayur dalam Kulkas Awet Sampai Berapa Lama, Ya?

Salah satu cara paling mudah membuat sayur lebih tahan lama adalah dengan menyimpannya di dalam kulkas. Sebagian jenis sayuran bisa disimpan langsung tanpa harus dibungkus, beberapa di antaranya perlu dipotong lebih dulu. Ada pula jenis sayuran yang sebaiknya dibuat kedap udara agar lebih awet.

Dengan metode penyimpanan yang begitu beragam, berapa lama sebenarnya sayuran dapat bertahan bila disimpan dengan suhu dingin?

Umur simpan berbagai jenis sayur di dalam kulkas

Setiap jenis sayuran memiliki karakteristik yang beragam sehingga daya tahannya pun berbeda.

Umur simpan mentimun tentu berbeda dengan selada, bawang putih berbeda dengan jahe, terung berbeda dengan paprika, dan lain sebagainya.

Berikut adalah daya tahan dari beberapa jenis sayur yang umum dikonsumsi jika disimpan di dalam kulkas:

1. Sayuran berdaun hijau

manfaat daun selada

Sayur berbentuk lembaran seperti selada, bok choy, dan kol sebaiknya dicuci dahulu, lalu dibungkus dengan tisu atau plastik bening sebelum disimpan dalam kulkas.

Cara ini bisa membuat selada tahan selama 5 hari, bok choy 3 hari, dan kol 1 minggu.

Hal serupa juga berlaku pada sayur berdaun yang lebih tipis seperti bayam dan kangkung.

Cuci dengan air mengalir, bungkus atau simpan dalam kotak plastik, lalu letakkan pada rak sayuran. Keduanya bisa tahan hingga 3 hari di dalam kulkas.

2. Sayuran hijau bukan daun

resep brokoli

Sayur hijau selain lembaran memiliki daya tahan yang cenderung lebih lama di dalam kulkas karena bentuknya lebih padat.

Kubis hijau tahan selama 5 hari, sedangkan brokoli, Brussels sprouts, kacang panjang, kembang kol tahan selama 1 minggu.

Pengecualian terdapat pada asparagus. Sayuran ini hanya tahan selama 2-3 hari di dalam kulkas.

Namun, Anda bisa menjaga kesegarannya dengan membungkusnya menggunakan tisu atau menyimpannya dalam segelas air dingin.

3. Sayuran berbentuk buah

Sumber: Master Class

Sayuran dalam kategori ini amat bervariasi. Paprika merah, kuning, dan jingga tahan selama 5 hari, sedangkan paprika hijau bisa bertahan hingga 1 minggu.

Kerabatnya, yakni cabai merah dan hijau, bisa bertahan hingga 2 minggu.

Sayur seperti terung dan mentimun tahan hingga 5 hari di dalam kulkas. Tomat bisa awet selama 3 hari, tapi umur simpannya bisa menjadi 5 hari jika disimpan dalam suhu ruang.

Di luar dugaan, lemon dan jeruk nipis memiliki daya tahan hingga 3 minggu.

4. Sayuran umbi dan akar

resep wortel

Sayuran umbi dan akar sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering seperti keranjang sayur atau lemari.

Cara ini akan membuat kentang, ubi, labu, bit, wortel, dan sayuran sejenisnya tetap awet.

Menyimpan sayuran ini di dalam kulkas mungkin tidak akan banyak mengubah umur simpannya. Kentang dan labu bisa bertahan selama 5 hari, ubi dan wortel 2 minggu, sedangkan bit 3 minggu.

5. Sayuran batang dan rempah

basil adalah

Menyimpan sayur batang dan rempah di dalam kulkas bisa membuatnya lebih tahan lama. Daun kemangi, daun bawang, dan daun bawang tahan selama 3 hari.

Peterseli dan daun mint bisa bertahan hingga 5 hari, sementara seledri awet hingga 2 minggu.

Beberapa jenis bawang juga lebih awet di dalam kulkas.

Bawang merah dapat disimpan selama 1 bulan, sedangkan bawang putih dan bawang bombay bisa tahan hingga 2 bulan. Pastikan bawang mendapatkan sirkulasi udara yang lancar.

Sebagian besar sayuran akan lebih tahan lama jika disimpan dalam kulkas. Pasalnya, dilansir dari laman Institute of Food Technologies, suhu dingin mampu mencegah perkembangan bakteri pembusuk.

Namun, pastikan Anda tetap memperhatikan kondisi sayuran sebelum mengolahnya.

Seluruh angka di atas tidak harus menjadi patokan mutlak. Walaupun sayur dapat tahan hingga berhari-hari di dalam kulkas, jangan gunakan sayur yang sudah tampak layu, menghitam, atau memiliki bagian yang membusuk.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Store Fruits and Vegetables. https://www.realsimple.com/food-recipes/shopping-storing/more-shopping-storing/how-to-store-vegetables Diakses pada 23 Oktober 2019.

How to Store Vegetables to Keep them Fresh. https://www.unlockfood.ca/en/Articles/Cooking-Food-Preparation/How-to-store-vegetables-to-keep-them-fresh.aspx Diakses pada 23 Oktober 2019.

Here’s How Long Your Fresh Produce Will Really Last. https://www.tasteofhome.com/article/heres-how-long-your-fresh-produce-will-really-last/ Diakses pada 23 Oktober 2019.

Food Storage Chart for Cupboard/Pantry, Refrigerator and Freezer. https://food.unl.edu/food-storage-chart-cupboardpantry-refrigerator-and-freezer Diakses pada 23 Oktober 2019.

Here’s How to Store Pretty Much Any Kind of Produce. https://www.self.com/story/heres-how-to-store-pretty-much-any-kind-of-produce Diakses pada 23 Oktober 2019.

Food Storage and Shelf Life. https://www.ift.org/career-development/learn-about-food-science/food-facts/food-storage-and-shelf-life Diakses pada 23 Oktober 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x