home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Manfaat Vitamin B2, Si Pelindung Sel Tubuh

9 Manfaat Vitamin B2, Si Pelindung Sel Tubuh

Vitamin B2 atau riboflavin termasuk ke dalam vitamin B kompleks yang diperlukan untuk menjalankan fungsi sel secara normal. Riboflavin bekerja dengan mengubah karbohidrat menjadi adenosin trifosfat (ATP) yang merupakan sumber energi bagi otot.

Kegunaan vitamin ini beragam dan mencakup banyak sistem dalam tubuh, seperti pencernaan, peredaran darah, dan fungsi otak. Apa lagi manfaat yang bisa Anda dapatkan dari vitamin B2 dan mengapa perannya begitu besar bagi tubuh? Inilah jawabannya.

Manfaat vitamin B2 bagi kesehatan

jenis vitamin b saat puasa

Vitamin B2 adalah jenis vitamin larut air yang secara alamiah ditemukan pada makanan. Peran utama vitamin ini yaitu membentuk dua koenzim, yaitu flavin mononucleotide (FMN) dan flavin adenine dinucleotide (FAD).

Koenzim yaitu bahan baku enzim, sedangkan enzim yaitu zat yang mempercepat proses kimia pada tubuh makhluk hidup. Contoh, saat tubuh mencerna karbohidrat menjadi gula, proses ini dibantu oleh enzim amilase di dalam mulut dan usus halus.

Lebih dari 90% vitamin B2 dalam tubuh Anda berbentuk FMN dan FAD. Bersama-sama, keduanya menjalankan fungsi-fungsi yang dijabarkan di bawah ini.

1. Mencegah katarak

Asupan vitamin B2 sebanyak 3 miligram per hari mungkin berpotensi untuk mencegah katarak. Sebagai gambaran, angka kecukupan gizi (AKG) untuk vitamin ini yaitu 1,1 miligram per hari untuk laki-laki dan 1,3 miligram per hari untuk perempuan.

Tubuh membutuhkan vitamin B2 untuk melindungi glutathione, yaitu antioksidan yang penting bagi sel mata. Glutathione memelihara sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas yang bisa menyebabkan glaukoma, katarak, serta penyakit retina.

2. Menjaga kesehatan kandungan

Menurut penelitian yang dilakukan di University Women’s Hospital, Jerman, pemberian suplemen riboflavin memiliki manfaat bagi kehamilan. Para peneliti menemukan bahwa vitamin ini mungkin dapat menurunkan risiko preeklampsia.

Preeklampsia yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tingginya tekanan darah pada ibu hamil walaupun sebelumnya tidak ada riwayat hipertensi. Vitamin B2 membantu menurunkan tekanan darah sehingga kehamilan berjalan dengan aman.

3. Mengobati dan mencegah migrain

Sebuah studi di Humboldt University of Berlin, Jerman, menemukan bahwa konsumsi riboflavin dengan dosis tinggi dapat mengurangi gejala pada penderita migrain. Bukti lainnya juga menunjukkan bahwa vitamin ini mampu mempersingkat durasi migrain.

Untuk mengatasi migrain, dokter biasanya meresepkan riboflavin dalam dosis sebesar 400 miligram dalam sekali minum. Namun, mengingat dosis ini lebih besar dari anjuran konsumsi harian, pastikan Anda telah berkonsultasi kepada dokter terlebih dulu.

4. Menjaga kesehatan kulit dan rambut

Fungsi lainnya dari vitamin B2 yaitu menjaga kesehatan kulit serta rambut. Vitamin ini bekerja dengan meningkatkan kolagen dalam tubuh. Kolagen yaitu protein utama pembentuk struktur kulit, rambut, dan banyak jaringan lain pada tubuh Anda.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dapat menurun sehingga muncul tanda penuaan seperti keriput dan garis halus. Konsumsi makanan kaya vitamin B2 mungkin dapat menghambat hal ini sehingga rambut tetap kuat dan kulit tampak awet muda.

5. Mencegah dan mengatasi anemia

Kekurangan vitamin B2 dapat menyebabkan kekurangan zat gizi lain, sebab vitamin ini mempunyai peran penting dalam penyerapan gizi. Salah satu masalah kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B2 yaitu anemia defisiensi besi.

Anemia defisiensi besi terjadi bila jumlah zat besi dalam sel darah merah sangat sedikit. Tubuh pun tidak bisa membentuk hemoglobin, yaitu protein pengikat oksigen pada sel darah merah. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

6. Mencegah penyumbatan pembuluh darah

Riboflavin dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah dengan menurunkan kadar homosistein. Homosistein yaitu asam amino umum yang ditemukan pada darah. Dalam jumlah besar, zat ini bisa memicu pengerasan arteri dan penggumpalan darah.

Anda bisa mencegah hal tersebut dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin B12. Menurut sejumlah penelitian, konsumsi suplemen riboflavin selama 12 minggu dapat menurunkan kadar homosistein darah hingga sebanyak 40% pada beberapa orang.

7. Membantu pembentukan energi

Vitamin B2 memiliki fungsi penting dalam proses pembentukan energi. Tubuh menggunakannya untuk mengubah karbohidrat menjadi adenosin trifosfat (ATP). ATP akan menyediakan energi ketika tubuh membutuhkannya.

Jika Anda kekurangan vitamin B, tubuh tidak dapat membentuk ATP dalam jumlah yang cukup sekalipun bahan bakunya tersedia. Dampaknya, tubuh Anda kekurangan bahan bakar sehingga menjadi kurang tenaga dan lemas.

8. Memecah makanan menjadi zat gizi

Makanan yang Anda santap setiap hari tidak bisa langsung digunakan begitu saja. Tubuh harus mencernanya menjadi bentuk yang paling kecil supaya dapat diserap oleh usus dan diedarkan ke seluruh jaringan melalui aliran darah.

Manfaat lainnya dari vitamin B2 yaitu membantu penguraian makanan menjadi zat gizi yang siap digunakan. Vitamin ini mempermudah pemecahan karbohidrat menjadi glukosa, protein menjadi asam amino, serta lemak menjadi asam lemak.

9. Manfaat lainnya

Selain fungsi utamanya untuk membentuk energi dan menjaga kesehatan sel, vitamin B2 juga memiliki potensi lain. Meskipun masih terbatas, beberapa penelitian terdahulu menemukan manfaat lain yang mungkin bisa Anda dapatkan.

Di bawah ini manfaat lainnya dari mencukupi kebutuhan riboflavin setiap hari.

  • Menjaga kesehatan hati dan fungsinya.
  • Memelihara lapisan mukosa pada sistem pencernaan.
  • Membantu penyerapan vitamin B1, B3, dan B6 serta asam folat.
  • Mengubah triptofan menjadi asam amino.
  • Menjaga kesehatan mata, serta kesehatan sel saraf, kulit, dan otot.
  • Mendukung perkembangan janin.

Vitamin B2 termasuk zat gizi esensial, yang berarti perannya begitu penting bagi tubuh. Itulah mengapa setiap orang dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan vitamin B2 dari makanan sehari-hari dan suplemen apabila perlu.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. (2019). Retrieved 24 February 2021, from https://peraturan.bpk.go.id/Home/Download/129886/Permenkes%20Nomor%2028%20Tahun%202019.pdf

Vitamin B2. (2015). Retrieved 24 February 2021, from https://wa.kaiserpermanente.org/kbase/topic.jhtml?docId=hn-2925007

Vitamin B2 (Riboflavin): Sources, Benefits and Dosage. (2015). Retrieved 24 February 2021, from https://www.livescience.com/51966-vitamin-b2-riboflavin.html

Riboflavin. (2020). Retrieved 24 February 2021, from https://medlineplus.gov/druginfo/natural/957.html

Riboflavin. (2021). Retrieved 24 February 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Riboflavin-HealthProfessional/

Vitamins and Supplements for Migraine. (2016). Retrieved 24 February 2021, from https://www.brainandlife.org/the-magazine/online-exclusives/the-neurologist-is-in-vitamins-and-supplements-for-migraine/

Elsen, C., Rivas-Echeverría, C., Sahland, K., Sánchez, R., Molma, L., Pahl, L., Wallinger, R., Volz, J., Wacker, J., & Frühauf, J. (2012). Vitamins E, A and B2 as Possible Risk Factors for Preeclampsia – under Consideration of the PROPER Study (“Prevention of Preeclampsia by High-Dose Riboflavin Supplementation”). Geburtshilfe und Frauenheilkunde, 72(9), 846–852. https://doi.org/10.1055/s-0032-1315365

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 19/04/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x