Vitamin B2 atau riboflavin termasuk ke dalam vitamin B kompleks yang diperlukan untuk menjalankan fungsi sel secara normal. Selain itu, apa lagi manfaat yang bisa Anda dapatkan dari vitamin B2?
Vitamin B2 atau riboflavin termasuk ke dalam vitamin B kompleks yang diperlukan untuk menjalankan fungsi sel secara normal. Selain itu, apa lagi manfaat yang bisa Anda dapatkan dari vitamin B2?

Vitamin B2 adalah jenis vitamin larut air yang secara alamiah ditemukan pada makanan. Peran utama vitamin ini yaitu membentuk dua koenzim, yaitu flavin mononucleotide (FMN) dan flavin adenine dinucleotide (FAD).
Koenzim adalah bahan baku enzim, sedangkan enzim adalah zat yang mempercepat proses kimia pada tubuh makhluk hidup.
Saat tubuh mencerna karbohidrat menjadi gula, proses ini dibantu oleh enzim amilase di dalam mulut dan usus halus.
Lebih dari 90% vitamin B2 dalam tubuh Anda berbentuk FMN dan FAD. Bersama-sama, keduanya menjalankan berbagai fungsi tubuh. Nah, berikut ini manfaatnya.

Mencukup kebutuhan vitamin B2 bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, termasuk berpotensi mencegah katarak.
Tubuh membutuhkan vitamin B2 untuk melindungi glutathione, yaitu antioksidan yang penting bagi sel mata.
Glutathione memelihara sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas yang bisa menyebabkan glaukoma, katarak, serta penyakit retina.
Mencukup kebutuhan riboflavin juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.
Pasalnya, menurut NIH, kekurangan asupan vitamin B2 selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko preeklampsia.
Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tingginya tekanan darah pada ibu hamil walaupun sebelumnya tidak ada riwayat hipertensi.
Vitamin B2 membantu menurunkan tekanan darah sehingga kehamilan berjalan dengan aman.
Manfaat vitamin B2 untuk kesehatan selanjutnya adalah meredakan migrain. Hal ini disebutkan oleh studi yang terbit dalam jurnal Nutritional Neuroscience.
Dalam penelitian tersebut, mengonsumsi 400 miligram suplemen riboflavin selama 3 bulan dapat mengurangi durasi, frekuensi, dan rasa sakit kepala karena migrain.
Namun, mengingat dosis ini lebih besar dari anjuran konsumsi harian, pastikan Anda telah berkonsultasi kepada dokter terlebih dulu.
Fungsi lainnya dari vitamin B2 yaitu menjaga kesehatan kulit serta rambut. Hal ini karena riboflavin bekerja dengan meningkatkan kolagen dalam tubuh.
Kolagen yaitu protein utama pembentuk struktur kulit, rambut, dan banyak jaringan lain pada tubuh Anda.
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dapat menurun sehingga muncul tanda penuaan seperti keriput dan garis halus.
Konsumsi makanan sumber vitamin B2 mungkin dapat menghambat hal ini sehingga rambut tetap kuat dan kulit tampak awet muda.
Manfaat vitamin B2 untuk kesehatan selanjutnya adalah mencegah anemia, yakni kodnisi ketika tubuh kekurangan pasokan sel darah merah atau hemoglobin.
Hemoglobin sendiri berfungsi untuk mengikat oksigen untuk dibawa ke seluruh tubuh. Jika produksi hemoglobin berkurang, tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen untuk menjalankan fungsinya.
Nah, vitamin B2 dapat membantu meningkatkan produksi hemoglobin sehingga konsumsi vitamin ini dapat mencegah anemia.
Selain dapat mencegah anemia, riboflavin dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah dengan menurunkan kadar homosistein.
Homosistein adalah asam amino yang umum ditemukan pada darah. Dalam jumlah besar, zat ini bisa memicu pengerasan arteri dan penggumpalan darah.
Menurut sejumlah penelitian, konsumsi suplemen riboflavin selama 12 minggu dapat menurunkan kadar homosistein darah hingga sebanyak 40% pada beberapa orang.
Vitamin B2 memiliki fungsi penting dalam proses pembentukan energi. Tubuh menggunakannya untuk mengubah karbohidrat menjadi adenosin trifosfat (ATP).
ATP akan menyediakan energi ketika tubuh membutuhkannya. Jika Anda kekurangan vitamin B, tubuh tidak dapat membentuk ATP dalam jumlah yang cukup sekalipun bahan bakunya tersedia.
Dampaknya, tubuh Anda kekurangan bahan bakar sehingga menjadi kurang tenaga dan lemas.

Makanan yang Anda santap setiap hari tidak bisa langsung digunakan begitu saja. Tubuh harus mencernanya menjadi bentuk yang paling kecil supaya dapat diserap oleh usus dan diedarkan ke seluruh jaringan melalui aliran darah.
Nah, manfaat lainnya dari vitamin B2 yaitu membantu penguraian makanan menjadi zat gizi yang siap digunakan.
Vitamin ini dapat mempermudah pemecahan karbohidrat menjadi glukosa, protein menjadi asam amino, serta lemak menjadi asam lemak.
Selain fungsi utamanya untuk membentuk energi dan menjaga kesehatan sel, vitamin B2 memiliki potensi lain.
Meskipun masih terbatas, beberapa penelitian terdahulu menemukan manfaat lain yang mungkin bisa Anda dapatkan.
Di bawah ini manfaat lainnya dari mencukupi kebutuhan riboflavin setiap hari.
Vitamin B2 termasuk zat gizi esensial, yang berarti perannya begitu penting bagi tubuh.
Itulah mengapa setiap orang dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan vitamin B2 dari makanan sehari-hari dan suplemen apabila perlu.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. (2019). Retrieved 09 September 2024, from https://peraturan.bpk.go.id/Home/Download/129886/Permenkes%20Nomor%2028%20Tahun%202019.pdf
Riboflavin. (2020). Retrieved 09 September 2024, from https://medlineplus.gov/druginfo/natural/957.html
Riboflavin. (2022). NIH. Retrieved 09 September 2024, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Riboflavin-HealthProfessional/
Vitamins and Supplements for Migraine. (n.d). Retrieved 09 September 2024,, from https://www.brainandlife.org/the-magazine/online-exclusives/the-neurologist-is-in-vitamins-and-supplements-for-migraine/
Chen, Y. S., Lee, H. F., Tsai, C. H., Hsu, Y. Y., Fang, C. J., Chen, C. J., … & Hu, F. W. (2022). Effect of Vitamin B2 supplementation on migraine prophylaxis: A systematic review and meta-analysis. Nutritional Neuroscience, 25(9), 1801-1812.
Versi Terbaru
11/09/2024
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)