Hordeolum (Bintitan)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pengertian hordeolum (bintitan)

Hordeolum adalah istilah medis dari penyakit bintitan, atau dikenal juga dengan sebutan timbilan. Hordeolum adalah benjolan kecil yang sekilas terlihat seperti jerawat di dekat bulu mata. Penyebab mata bintitan biasanya adalah infeksi bakteri.

Secara umum, hordeolum bukan kondisi serius. Biasanya, benjolan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Meskipun tidak berbahaya, bintitan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena rasa nyeri serta membuat penampilan sedikit terganggu.

Anda dapat mengurangi rasa sakit dengan mengompres kelopak mata menggunakan kain yang dicelupkan ke air hangat.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Hordeolum atau bintitan adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja di segala usia, baik orang dewasa maupun anak-anak. Anda bisa mencegah bintitan dengan mengurangi faktor-faktor yang membuat Anda berisiko. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Jenis hordeolum (bintitan)

Terdapat dua jenis hordeolum atau bintitan, yaitu muncul di luar kelopak mata (eksterna) dan di dalam kelopak mata (internal). Dalam kasus tertentu, bintitan kadang kala juga bisa mengandung nanah. 

1. Hordeolum eksterna

Hordeolum eksterna biasanya lebih umum dibandingkan yang terjadi di dalam kelopak mata (internal). Hordeolum eksterna terjadi karena adanya infeksi di kelenjar Zeis atau Moll pada mata.

Kelenjar Zeis dan kelenjar Moll berada di pangkal bulu mata, baik bagian atas maupun bawah. Itu sebabnya, hordeolum eksterna bisa menyebabkan bintitan di kelopak mata atas ataupun bawah. Benjolannya akan terlihat mengarah ke sisi luar.

2. Hordeolum internal

Hordeolum internal adalah bintitan yang terjadi di dalam kelopak mata. Kebanyakan hordeolum internal muncul di kelenjar minyak pada jaringan kelopak mata Anda (kelenjar Meibom). Hordeolum internal biasanya akan muncul pada kelopak mata atas.

Benjolan mengarah ke sisi dalam sehingga kelopak mata perlu dibuka untuk dapat melihat benjolan dengan lebih jelas. Ketika tumbuh, kondisi ini menekan mata sehingga terasa lebih sakit dari jenis yang eksternal. 

Tanda dan gejala bintitan

Gejala bintitan yang biasanya muncul, antara lain:

  • Muncul benjolan kecil di kelopak mata, baik atas maupun bawah
  • Benjolan terasa nyeri, kemerahan, dan terasa hangat ketika disentuh
  • Mata berair dan sensitif terhadap cahaya
  • Mata terasa gatal

Meskipun bintitan tidak berbahaya, jika dibiarkan infeksi, yang terjadi bisa saja meluas hingga ke kelopak mata. Kondisi ini bisa menyebabkan selulitis periorbital.

Mungkin masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, segera konsultasikan kepada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kebanyakan kasus bintitan tidaklah berbahaya dan tidak akan memengaruhi kemampuan Anda untuk melihat dengan jelas. Namun, Anda perlu menghubungi dokter apabila terjadi gejala seperti di bawah ini:

  • Mulai terasa demam
  • Terdapat masalah penglihatan
  • Bintitan tidak hilang dalam 2 minggu
  • Kemerahan dan bengkak menyebar di luar kelopak mata, bahkan hingga ke dahi atau bagian wajah lain
  • Timbilan mengeluarkan darah
  • Benjolan semakin membesa dan sakit
  • Seluruh kelopak mata dan mata Anda memerah

Penyebab bintitan

Penyebab mata bintitan umumnya adalah minyak dan kotoran yang menyumbat lubang tempat akar bulu mata. Saat lubang tersumbat, bakteri tumbuh di dalamnya dan menyebabkan infeksi. Bakteri yang paling sering menyebabkan bintitan adalah Staphylococcus aureus

Anda tidak harus menjauhi penderita mata bintitan. Pasalnya, mata bintitan tidak menular langsung dari kontak mata dengan penderita.

Meskipun begitu, Anda dapat berisiko ketularan mata bintitan jika Anda bersalaman dengan penderitanya yang baru saja menyentuh atau mengucek mata yang terinfeksi. Terlebih, ketika Anda juga refleks menyentuh mata setelahnya.

Faktor risiko

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat memicu penyebab bintitan:

Infeksi mata sering disebabkan oleh perawatan atau penggunaan lensa kontak yang tidak tepat. Perilaku yang meningkatkan risiko infeksi terkait lensa kontak adalah:

  • Lensa kontak yang kurang bersih
  • Menyentuh lensa kontak sebelum mencuci tangan
  • Menggunakan lensa kontak saat tidur
  • Menggunakan lensa kontak secara berulang
  • Menggunakan lensa kontak kedaluwarsa 

Risiko terkena kondisi ini akan meningkat jika sebelumnya Anda pernah mengalami kondisi serupa. Hordeolum juga dapat kembali setelah sembuh. 

Tidak adanya risiko bukan berarti Anda bebas dari kemungkinan terpapar penyakit. Ciri dan gejala yang dituliskan hanya untuk referensi. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi

Dikutip dari American Academy of Ophthamology, hordeolum internal dapat menjadi awal dari kalazion. Berbeda dari hordeolum, kalazion tidak terasa sakit. Benjolannya berkembang lebih jauh ke belakang kelopak mata dan jarang membuat seluruh kelopak mata bengkak.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter akan membuat diagnosis dengan cara melihat kondisi mata dan kelopak mata Anda. Dokter akan menggunakan cahaya dan kaca pembesar untuk memeriksa kelopak mata.

Apa saja pilihan pengobatan untuk bintitan?

Bintitan atau timbilan merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam waktu 1-2 minggu. Akan tetapi, proses penyembuhan bisa dipercepat dengan beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah.

Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi bintitan adalah:

1. Kompres hangat

Letakan kompres hangat pada mata selama 10-15 menit sehari. Kompres hangat dilakukan untuk mencegah lubang bulu mata semakin tertutup dan penumpukan minyak, serta membantu merawat kemerahan dan bengkak.

2. Minum antibiotik

Minum obat antibiotik. Dokter akan biasanya akan meresepkan antibiotik dalam bentuk salep atau tetes mata. Pada beberapa kasus, Anda mungkin butuh pergi ke dokter untuk mengeluarkan nanah yang ada jika pengobatan rumahan tak mempan.

Satu hal yang perlu Anda ingat, jangan mencoba untuk memencet atau memecahkan benjolan untuk mengeluarkan nanah. Tindakan sembrono ini justru bisa menyebabkan infeksi semakin meluas sehingga seluruh kelopak mata dapat menjadi terinfeksi.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hordeolum?

Beberapa perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mencegah hordeolum adalah:

  • Selalu menjaga muka, kulit kepala, alis, dan tangan Anda dalam kondisi bersih
  • Gunakan make up mata tipis-tipis atau tidak sama sekali, kemudian bersihkan sampai benar-benar bersih
  • Jangan mencoba memencet timbilan
  • Jangan menggunakan lensa kontak selama benjolan masih ada
  • Jaga lensa kontak agar tetap bersih dan bebas infeksi
  • Cuci tangan sebelum menyentuh lensa kontak
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat, atau gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol, terutama sebelum menyentuh mata.

Kondisi ini tidak menular, tetapi bakteri dapat berpindah melalui benda yang terinfeksi, termasuk make-up. Itu sebabnya, jangan pinjam-meminjam riasan mata. 

Ganti penggunaan make up sesuai aturan di bawah ini:

  • Maskara yang digunakan sehari-hari, setiap tiga bulan
  • Maskara yang digunakan dalam saat-saat tertentu, setiap enam bulan
  • Eye liner cair, setiap tiga bulan
  • Eye liner pensil, setiap dua hingga tiga bulan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Penyebab Mata Anda Terus Berair dan Cara Mengatasinya

Mata Anda terus-terusan berair padahal tidak sedang kelilipan atau nonton drama Korea? Sebaiknya periksakan ke dokter. Mata berair bisa disebabkan infeksi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mata 23 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Mata Seperti Melihat Kilatan Cahaya, Apa Sebabnya?

Pernahkah Anda merasakan seperti melihat kilatan cahaya di mata, padahal tidak ada benda apa pun yang membuat Anda silau? Kira-kira apa penyebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa Artinya Jika Hasil Tes Laju Endap Darah Saya Tinggi?

Tes laju endap darah adalah tes yang bertujuan memprediksi adanya penyakit peradangan dalam tubuh. Siapa saja yang butuh tes ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

9 Penyebab Sakit Kepala Nyut-nyutan di Belakang Mata

Dari mulai sinusitis hingga gangguan mata bisa menyebabkan Anda merasakan sakit kepala di belakang mata. Apa lagi penyebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

10 Tanda Saatnya Anda Periksa ke Dokter Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
waktu yang tepat minum obat cacing

Kapan Waktu yang Tepat Minum Obat Cacing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit