Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Bintitan, Benjolan Kecil di Kelopak Mata Akibat Infeksi

Mengenal Bintitan, Benjolan Kecil di Kelopak Mata Akibat Infeksi

Bintitan menjadi salah satu gangguan pada mata yang umum terjadi. Namun, belum banyak masyarakat yang tahu penyebab pasti dari bintitan. Umumnya masyarakat mengaitkan bintitan dengan mitos. Padahal, penyebab kondisi ini dapat dijelaskan secara ilmiah.

Apa itu bintitan?

hordeolum

Bintitan atau hordeolum adalah istilah medis dari penyakit bintitan atau dikenal juga dengan sebutan timbilan.

Hordeolum adalah benjolan kecil yang sekilas terlihat seperti jerawat atau lepuhan di dekat bulu mata. Penyebab mata bintitan biasanya adalah infeksi bakteri.

Secara umum, hordeolum bukan kondisi serius. Biasanya, benjolan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Meskipun tidak berbahaya, bintitan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena menimbulkan rasa nyeri serta membuat penampilan sedikit terganggu.

Anda dapat mengurangi rasa sakit dengan mengompres kelopak mata menggunakan kain yang dicelupkan ke air hangat.

Hordeolum atau bintitan adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja di segala usia, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Anda bisa mencegah bintitan dengan menghindari faktor-faktor yang membuat Anda berisiko. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja jenis bintitan?

Terdapat dua jenis hordeolum atau bintitan, yaitu muncul di luar kelopak mata (eksterna) dan di dalam kelopak mata (internal).

1. Bintitan eksternal

Hordeolum eksternal merupakan jenis yang paling umum dan terjadi di luar kelopak mata. Bintitan jenis ini disebabkan oleh adanya infeksi di kelenjar Zeis atau Moll pada mata.

Kelenjar zeis dan kelenjar moll berada di pangkal bulu mata, baik bagian atas maupun bawah.

Itu sebabnya, hordeolum eksternal bisa terjadi di kelopak mata atas ataupun bawah. Benjolannya akan terlihat mengarah ke sisi luar.

2. Bintitan internal

Bintitan internal adalah benjolan kecil yang terjadi di dalam kelopak mata. Kebanyakan hordeolum internal muncul di kelenjar minyak pada jaringan kelopak mata Anda (kelenjar meibom).

Hordeolum jenis ini biasanya akan muncul pada kelopak mata atas. Benjolan mengarah ke sisi dalam sehingga kelopak mata perlu dibuka untuk dapat melihat benjolan dengan lebih jelas.

tumbuh, kondisi ini menekan mata sehingga terasa lebih sakit dari jenis eksternal.

Apa tanda dan gejala bintitan?

hordeolum

Gejala bintitan yang biasanya muncul, antara lain sebagai berikut.

  • Muncul benjolan kecil di kelopak mata, baik atas maupun bawah.
  • Benjolan terasa nyeri, kemerahan, dan terasa hangat ketika disentuh.
  • Mata sensitif terhadap cahaya.
  • Mata berair dan terasa gatal.
  • Mata terasa seperti ada yang mengganjal.

Dalam kasus tertentu, bintitan juga bisa mengandung nanah.

Mungkin masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, segera konsultasikan kepada dokter Anda.

Apa penyebab bintitan?

Penyebab mata bintitan umumnya adalah minyak dan kotoran yang menyumbat lubang tempat akar bulu mata. Saat lubang tersumbat, bakteri tumbuh di dalamnya dan menyebabkan infeksi.

Bakteri yang paling sering menyebabkan bintitan adalah Staphylococcus aureus.

Anda tidak harus menjauhi penderita mata bintitan. Pasalnya, mata bintitan tidak menular langsung dari kontak mata dengan penderita.

Meskipun begitu, Anda dapat berisiko tertular mata bintitan jika bersalaman dengan penderita yang baru saja menyentuh atau mengucek mata yang terinfeksi.

Penularan akan lebih berisiko jika Anda juga refleks menyentuh mata setelah bersalaman.

Apa saja faktor risiko hordeolum?

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat memicu penyebab bintitan.

Infeksi mata sering disebabkan oleh perawatan atau penggunaan lensa kontak yang tidak tepat. Perilaku yang meningkatkan risiko infeksi terkait lensa kontak adalah sebagai berikut.

  • Lensa kontak yang kurang bersih.
  • Menyentuh lensa kontak sebelum mencuci tangan.
  • Menggunakan lensa kontak saat tidur.
  • Menggunakan lensa kontak secara berulang.
  • Menggunakan lensa kontak kedaluwarsa.

Risiko terkena kondisi ini akan meningkat jika sebelumnya Anda pernah mengalami kondisi serupa. Hordeolum juga dapat kambuh kembali setelah sembuh.

Tidak adanya risiko bukan berarti Anda bebas dari kemungkinan terpapar penyakit. Ciri atau gejala yang dituliskan hanya untuk referensi. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Adakah komplikasi dari kondisi ini?

hordeolum

Meskipun bintitan tidak berbahaya, jika dibiarkan, infeksi yang terjadi bisa saja meluas hingga ke bagian kelopak mata yang lain. Kondisi ini bisa menyebabkan selulitis periorbital.

Selain itu, dikutip dari American Academy of Ophthamology, hordeolum internal dapat menjadi awal dari kalazion.

Berbeda dari hordeolum, kalazion tidak terasa sakit. Benjolannya berkembang lebih jauh ke belakang kelopak mata dan jarang membuat seluruh kelopak mata bengkak.

Bagaimana cara mengobati bintitan?

Sebelum melakukan pengobatan, dokter membuat diagnosis dengan cara melihat kondisi mata dan kelopak mata Anda.

Agar lebih jelas, dokter akan menggunakan cahaya dan kaca pembesar untuk memeriksa kelopak mata.

Untuk pengobatannya, bintitan atau timbilan merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam waktu 1-2 minggu.

Akan tetapi, proses penyembuhan bisa dipercepat dengan beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah.

Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi bintitan adalah sebagai berikut.

1. Kompres hangat

Letakan kompres hangat pada mata selama 10-15 menit sehari. Kompres hangat dilakukan untuk mencegah lubang bulu mata semakin tertutup dan penumpukan minyak serta membantu merawat kemerahan dan bengkak.

2. Minum antibiotik

Jika bintitan tidak kunjung sembuh, obat antibiotik dapat digunakan untuk membantu meredakan kondisi. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik dalam bentuk salep atau tetes mata.

3. Operasi bedah kecil

Pada beberapa kasus, Anda mungkin butuh pergi ke dokter untuk mengeluarkan nanah yang ada jika pengobatan mandiri di rumah tidak bisa meredakan kondisi.

Satu hal yang perlu Anda ingat, jangan mencoba untuk mengeluarkan nanah sendiri, misalnya dengan memencet atau memecahkan benjolan.

Tindakan ini justru bisa menyebabkan infeksi semakin meluas sehingga seluruh kelopak mata dapat menjadi terinfeksi.

Bisakah mencegah bintitan?

Berikut ini adalah beberapa perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan mandiri di rumah yang dapat membantu Anda mencegah hordeolum.

  • Selalu menjaga muka, kulit kepala, alis, dan tangan Anda dalam kondisi bersih.
  • Gunakan make up mata tipis-tipis atau tidak sama sekali, kemudian bersihkan sampai benar-benar bersih.
  • Jangan mencoba memencet timbilan.
  • Jangan menggunakan lensa kontak selama benjolan masih ada.
  • Jaga lensa kontak agar tetap bersih dan bebas infeksi.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh lensa kontak.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat, atau gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol, terutama sebelum menyentuh mata.

Kondisi ini tidak menular, tetapi bakteri dapat berpindah melalui benda yang terinfeksi, termasuk make-up.

Itu sebabnya, hindari meminjam kosmetik dari orang lain maupun meminjamkannya kepada orang lain. Ganti penggunaan make up sesuai aturan di bawah ini.

  • Maskara yang digunakan sehari-hari, setiap tiga bulan.
  • Maskara yang digunakan dalam saat-saat tertentu, setiap enam bulan.
  • Eye liner cair, setiap tiga bulan.
  • Eye liner pensil, setiap dua hingga tiga bulan.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kebanyakan kasus hordeolum tidaklah berbahaya dan tidak akan memengaruhi kemampuan Anda untuk melihat dengan jelas.

Namun, Anda perlu menghubungi dokter apabila terjadi gejala seperti di bawah ini.

  • Mengalami demam.
  • Terdapat masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur.
  • Bintitan tidak hilang dalam 2 minggu.
  • Kemerahan dan bengkak menyebar di luar kelopak mata, bahkan hingga ke dahi atau bagian wajah lain.
  • Benjolan mengeluarkan darah.
  • Benjolan semakin membesar dan sakit.
  • Seluruh kelopak mata dan mata Anda memerah.

Bila ada pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bragg, K., Le, P., & Le, J. (2022). Hordeolum. Retrieved 8 April 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441985/

Are styes in the eye contagious?. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.aao.org/eye-health/ask-ophthalmologist-q/styes-contagious

What Are Styes and Chalazia?. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-chalazia-styes

Sty – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sty/symptoms-causes/syc-20378017

Hordeolum (stye). (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/hordeolum?sso=y

Hordeolum (Stye). (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hordeolum-stye

Stye – EyeWiki. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://eyewiki.aao.org/Stye

Avoid These Eye Infections From Bad Contact Lens Habits. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://health.clevelandclinic.org/avoid-eye-infections-bad-contact-lens-habits/

Eye Infections From Contact Lenses. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/contact-lens-related-eye-infections

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 3 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto