Nyalakan Rokok, Gairah Seks Jadi Padam. Kenapa Bisa Begitu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rokok memiliki banyak sekali efek negatif untuk tubuh. Bahkan banyak fakta ilmiah menunjukkan bahwa merokok ternyata bisa membuat gairah seksual menurun. Mengapa bisa begitu?

Merokok bisa membuat gairah seksual menurun

nyeri pinggang saat seks

Panayiotis M. Zavos, Ph.D., direktur Andrology Institute of America dan profesor fisiologi reproduksi dan andrologi di University of Kentucky di Lexington, menyatakan bahwa merokok memiliki efek langsung yang negatif pada seksualitas pria.

Dari hasil penelitiannya terhadap para pasiennya, yaitu para pasangan yang memiliki masalah kesuburan, merokok ternyata membuat hasrat dan kepuasan seksual pria menurun. Bahkan, Zavos menyatakan kondisi ini berlaku untuk para pria muda berusia 20 sampai 30-an.

Dari hasil penelitian kecilnya, didapatkan fakta bahwa para perokok berhubungan seks kurang dari enam kali dalam sebulan. Sementara pria yang tidak merokok justru berhubungan seks hampir dua kali lipat lebih sering dibandingkan dengan para perokok.

Sementara itu, dari segi tingkat kepuasan diketahui bahwa pasangan yang tidak merokok sama sekali memiliki angka rata-rata kepuasan seks sekitar 8,7. Sementara pasangan yang prianya merokok tingkat kepuasan seksualnya hanya berada di angka 5,2. Dengan begitu, Zavos menyimpulkan bahwa kepuasan seksual akan meningkat jika seseorang berhenti merokok.

Banyak ahli setuju bahwa merokok bisa merusak kinerja seksual. Seorang pakar urologi asal Amerika Serikat sekaligus penulis buku The Sexual Male, dr. Richard Milsten, menyatakan bahwa merokok bisa menyebabkan kerusakan otot polos pada penis.

Tak hanya itu, merokok juga sebabkan penyempitan arteri yang bisa menghalangi aliran darah ke penis. Padahal, penis membutuhkan aliran darah yang cukup saat ereksi. Akibatnya, kondisi ini bisa menimbulkan masalah permanen pada penis seperti disfungsi ereksi.

Selain itu, dikutip dari Medical Daily, penelitian tahun 2006 yang dimuat dalam BJU International menemukan fakta bahwa kebanyakan pria yang mengalami disfungsi ereksi adalah mantan perokok. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pria perokok membutuhkan lebih banyak waktu sampai terangsang dibandingkan dengan pria yang tidak merokok.

Adanya gangguan pada organ seksual inilah yang akhirnya membuat gairah seksual menurun. Oleh sebab itu, dr. Richard Milsten menyatakan bahwa berhenti merokok menjadi langkah tepat untuk mendapatkan kesehatan dan kehidupan seks yang lebih baik.

Tips efektif untuk berhenti merokok

olahraga ringan

Memiliki keinginan yang kuat

Sebelum melakukan berbagai langkah nyata, bekal utama untuk berhenti merokok adalah niat dan keinginan yang kuat. Kira-kira, apa hal yang membuat Anda ingin berhenti merokok, itulah yang nantinya akan menahan Anda untuk tidak lagi mengisap rokok.

Cari kesibukan lain

Jika selama ini Anda memiliki waktu-waktu tertentu untuk merokok, mulai sekarang ubah dengan kegiatan lainnya. Ketika Anda terbiasa merokok setelah makan misalnya, maka Anda bisa menggantinya dengan pergi berjalan-jalan sebentar atau mengunyah permen karet.

Alihkan perhatian

American Lungs Association menyarankan Anda untuk mengalihkan perhatian setiap kali keinginan untuk merokok datang. Anda bisa menelepon teman, minum air, mencari udara segar, bermain game di ponsel, dan cara-cara lainnya. Memang sulit untuk menahannya tetapi Anda pasti bisa.

Berolahraga

Olahraga membantu mengurangi stres. Saat olahraga tubuh terpicu untuk mengeluarkan hormon endorfin atau hormon bahagia. Olahraga juga mengurangi kadar hormon kortisol (hormon stres) di dalam tubuh. Anda bisa melakukan berbagai olahraga yang disukai dari mulai berjalan kaki, berenang, atau jogging.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Congestive Heart Failure (CHF)

Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung kongestif adalah kondisi jantung tidak mampu memompa darah. Apa penyebab, gejala, dan cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Leukoplakia

Leukoplakia adalah munculnya bercak atau luka putih di dalam mulut akibat iritasi. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan leukoplakia di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 1 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Kopi untuk Kemampuan Seks, Bermanfaat atau Sebaliknya?

Anda mungkin sudah sering minum kopi untuk menyegarkan pikiran. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata ada manfaat kopi untuk seks?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 30 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Hal yang Paling Diidamkan Pria dari Wanita Saat Berhubungan Seksual

Ladies, yuk intip berbagai hal yang paling diidamkan pria dan bisa Anda lakukan untuk semakin memanaskan permainan malam ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Seksual, Tips Seks 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
Konten Bersponsor
gigi perokok

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Perokok, Begini Caranya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
posisi ciuman

6 Jurus Berciuman yang Lebih Menggoda Daripada Sekadar Silat Lidah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
klaudikasio adalah

Klaudikasio

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit