home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berkenalan dengan Insulin, Hormon Pengatur Kadar Gula Darah

Berkenalan dengan Insulin, Hormon Pengatur Kadar Gula Darah

Insulin merupakan hormon yang dihasilkan pankreas untuk membantu mengendalikan gula darah. Hormon ini berkaitan erat dengan masalah kesehatan yang menyebabkan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dan kadar gula darah rendah (hipoglikemia), termasuk penyakit diabetes melitus. Lantas, seperti apa fungsi dan cara kerja hormon insulin dalam mengatur kadar gula darah?

Fungsi hormon insulin bagi tubuh

Menurut penjelasan Medical Biochemistry, insulin adalah hormon yang berfungsi membantu penyerapan glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk mengendalikan gula darah. Glukosa sendiri biasanya berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat, dan diubah tubuh menjadi sumber energi utama.

Setiap sel pada tubuh memerlukan energi untuk bekerja. Namun, sel-sel tidak dapat langsung mengubah glukosa menjadi energi. Itu sebabnya, tubuh membutuhkan bantuan hormon ini.

Hormon insulin dibuat di sel beta yang terdapat dalam pankreas. Fungsinya adalah mengatur kadar gula dalam darah tetap normal. Hormon ini juga membantu proses pemindahan glukosa dari darah ke dalam hati, sel-sel otot, dan sel-sel lemak untuk disimpan dalam bentuk glikogen sebagai cadangan energi.

Selain membantu mengatur gula darah, hormon ini juga dapat memengaruhi organ hati mengubah glukosa dan glikogen menjadi lemak.

Cara kerja hormon insulin

Setelah makan, makanan yang mengandung karbohidrat akan dicerna dan diubah menjadi glukosa. Hal ini menyebabkan peningkatan glukosa dalam darah.

Peningkatan glukosa dalam darah merupakan tanda bagi pankreas untuk melepaskan hormon ini ke dalam aliran darah.

Dalam membantu penyerapan glukosa, insulin akan berperan sebagai “kunci” di sel tubuh agar glukosa bisa masuk ke sel tubuh. Sel-sel tersebut kemudian mengubah glukosa menjadi energi energi.

Kaitannya dengan hormon glukagon

Glukagon adalah hormon protein yang diproduksi dalam pankreas yang berfungsi sebagai penyeimbang insulin.

Tingkat glukosa dalam darah biasanya akan berkurang 4-6 jam setelah makan. Penurunan glukosa dalam darah memicu produksi glukagon dalam pankreas. Ketika pankreas mengeluarkan glukagon, produksi insulin akan ditekan.

Fungsi hormon glukagon adalah memberi tanda pada hati dan otot untuk memecah glikogen menjadi glukosa dan mengeluarkannya kembali ke dalam aliran darah. Hal ini bertujuan untuk menjaga kadar gula darah Anda agar tidak turun terlalu rendah.

Masalah kesehatan akibat gangguan fungsi insulin

Apabila pankreas tidak menghasilkan hormon yang cukup atau sel-sel tubuh menjadi kebal terhadap insulin, kadar gula darah bisa melonjak (hiperglikemia). Kadar gula darah yang tinggi lama-kelamaan akan menimbulkan penyakit gula darah, seperti diabetes melitus.

Umumnya, terdapat dua kondisi yan terjadi akibat terganggunya fungsi hormon ini, yaitu:

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi karena sistem imun keliru menyerang sel-sel penghasil insulin dalam pankreas. Akibatnya, pankreas tidak dapat menghasilkan hormon yang memadai.

Kondisi autoimun yang menjadi penyebab diabetes tipe 1 tidak diketahui secara pasti. Namun, ahli kesehatan percaya bahwa sistem imun yang keliru dan menyerang sel penghasil hormon pengatur gula darah bisa disebabkan oleh masalah pada gen, infeksi, dan paparan virus di lingkungan.

2. Diabetes tipe 2

Pada diabetes tipe 2, tubuh seolah tak lagi peka terhadap insulin. Akibatnya, gula darah yang tinggi tidak dapat terserap dengan baik oleh sel tubuh dan menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi. Kondisi ini dikenal dengan resistensi insulin.

Pada kasus ini dokter akan menganjurkan perubahan gaya hidup atau mungkin konsumsi obat diabetes untuk membantu mengendalikan kadar gula darah.

Fungsi insulin suntik untuk diabetes

suntikan insulin

Gangguan yang terjadi mungkin membuat Anda harus mendapatkan bantuan hormon buatan. Pengobatan ini membantu pasien agar tubuh bisa menggunakan glukosa dengan baik sebagai energi. Selain itu, juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes yang berbahaya.

Terdapat beberapa kondisi yang membuat seseorang harus mendapatkan insulin tambahan, seperti:

1. Sensitivitas terhadap insulin yang rendah

Hormon insulin dapat memengaruhi berat badan. Gangguan fungsinya dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam tubuh yang mana mengarah pada kenaikan berat badan.

Kelebihan berat badan akan membuat tubuh Anda semakin tidak peka untuk menggunakan hormon ini. Akibatnya, kadar gula dalam darah semakin tinggi dan sulit dikendalikan.

2. Rusaknya sel beta di pankreas

Resistensi insulin membuat tubuh Anda membutuhkan lebih banyak hormon terkait untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Produksi hormon yang terus-terusan membuat pankreas bekerja lebih keras. Akibatnya, seiring berjalannya waktu pankreas akan berhenti menghasilkan hormon ini.

Pada kondisi ini, tubuh yang tidak menghasilkan hormon pengatur kadar gula darah perlu mengikuti terapi untuk mencegah kadar gula darah melonjak tinggi.

Kesimpulan

Insulin berperan penting dalam penyerapan glukosa sekaligus menjaga kadar gula darah tetap normal. Agar terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan hormon ini, Anda bisa melakukan pencegahan dengan deteksi dini lewat mengecek gula darah secara rutin.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vargas, E., Joy, N., & Sepulveda, M. (2020). Biochemistry, Insulin Metabolic Effects. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525983/

Hormone Health Network. (2018). Insulin. Retrieved 19 August 2020, from https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/insulin

The Medical Biochemistry Page. (2020). Insulin Function, Insulin Resistance, and Food Intake Control of Secretion. Retrieved 19 August 2020, from https://themedicalbiochemistrypage.org/insulin-function-insulin-resistance-and-food-intake-control-of-secretion/

VIVO Pathophysiology. (2020). Physiologic Effects of Insulin. Retrieved 19 August 2020, from http://www.vivo.colostate.edu/hbooks/pathphys/endocrine/pancreas/insulin_phys.html


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 01/02/2021
x