Bagaimana Rokok Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anda pasti sudah tidak asing dengan imbauan untuk berhenti merokok, bukan? Seruan ini digalakkan agar Anda selalu sehat. Pasalnya, kebiasaan merokok menjadi penyebab dari berbagai masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung (kardiovaskuler). Lantas, bagaimana rokok bisa jadi penyebab sakit jantung?

Rokok sebagai penyebab sakit jantung

Penyakit jantung merupakan penyakit kronis yang bisa menyebabkan kematian jika ditangani dengan tepat.

Penyakit ini menyerang organ jantung dan pembuluh darah di sekitarnya sehingga menyebabkan jantung tidak dapat berfungsi optimal dan sirkulasi darah ke jantung atau dari jantung ke seluruh tubuh tidak berjalan dengan lancar.

Terganggunya fungsi jantung dan pembuluh darah tersebut nantinya akan menimbulkan gejala penyakit jantung, meliputi nyeri dada, sesak napas, dan detak jantung tidak beraturan.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa rokok jadi penyebab utama sakit jantung, dan bahkan menyebabkan kematian akibat penyakit tersebut.

Risiko penyakit kronis ini semakin meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap per hari dan ketika kebiasaan merokok terus berlanjut selama bertahun-tahun.

Tidak hanya bagi perokok aktif, rokok juga jadi penyebab penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke pada perokok pasif. Mereka memang tidak secara langsung mengisap rokok, tapi ikut mengisap sisa pembakarannya ketika berada di sekitar perokok aktif.

Bagaimana rokok jadi penyebab sakit jantung?

Rokok mengandung berbagai zat yang membahayakan tubuh, seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar. Ketika Anda menghirup asap rokok, zat tersebut akan masuk ke tubuh dan mengalir di dalam darah.

Pada akhirnya, zat kimia tersebut dapat mengiritasi sel-sel yang melapisi pembuluh darah, menyebabkan peradangan, dan mempersempit jalur aliran darah. Selain itu, rokok juga bisa meningkatkan tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol baik.

Kondisi tersebut nantinya akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada jantung, di antaranya:

1. Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah jenis penyakit jantung yang paling umum terjadi. Kondisi ini menunjukkan penyempitan pembuluh darah arteri karena adanya plak. Plak memang terbentuk dari lemak, kolesterol, dan zat lain yang menumpuk dan mengeras.

Selain kolesterol tinggi, kebiasaan mengisap rokok juga jadi penyebab seseorang lebih mudah terkena sakit jantung ini. Ketika merokok, plak tersebut akan semakin menebal dan menyulitkan darah untuk mengalir dengan lancar. Tidak hanya itu, zat kimia rokok juga membuat arteri yang awalnya fleksibel dan lebih kaku. Seiring waktu, pembuluh darah bisa meradang dan rusak.

2. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner terjadi ketika aliran darah menuju jantung terhambat karena adanya penyumbatan di arteri.

Rokok menjadi salah satu penyebab sakit jantung ini, bahkan menyebabkan kematian mendadak. Ini karena bahan kimia rokok memicu penebalan dan penggumpalan darah di pembuluh darah arteri dan membuat darah susah menyalurkan oksigen.

3. Stroke

Stroke merupakan satu dari banyak komplikasi penyakit jantung akibat terganggunya aliran darah. Kondisi ini menandakan terganggu atau berhentinya pasokan darah ke otak. Ini bisa menyebabkan kerusakan permanen bahkan kematian.

Risiko stroke dan kematian diketahui lebih tinggi pada seorang perokok, ketimbang mantan perokok atau orang yang tidak pernah merokok.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada perokok

Merokok tidak pernah dicap “aman” dan semakin banyak rokok yang Anda hisap, semakin besar risiko Anda terkena penyakit jantung. Namun, sakit jantung tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan merokok saja. Ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, di antaranya:

  • Usia

Seiring bertambah usia, plak akan semakin menumpuk dan jantung serta jantungnya juga akan menebal.

  • Seks

Setelah melewati menopause, risiko penyakit jantung pada wanita jadi lebih besar. Ini disebabkan oleh perubahan hormon.

  • Riwayat keluarga

Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung, punya kemungkinan memiliki penyakit serupa.

  • Stres

Selain rokok, stres dan kesepian bisa jadi penyebab sakit jantung karena menurunkan kesehatannya dengan berbagai cara, mulai menyebabkan susah tidur hingga

  • Pilihan makan yang buruk

Konsumsi makanan tinggi kolesterol, lemak, dan karbohidrat tidak menyehatkan jantung sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

  • Masalah kesehatan tertentu

Orang dengan hipertensi, diabetes, dan kadar kolestetol tidak terkendali berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.

  • Obesitas

Pilihan makanan tidak tepat disertai jarangnya aktivitas tubuh bisa menyebabkan obesitas yang berkaitan erat dengan penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya.

  • Kebersihan diri yang buruk

Jarang cuci tangan atau sikat membuat tubuh mudah terinfeksi. Infeksi yang mencapai otot jantung bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Cegah penyakit jantung dengan berhenti merokok

Tindakan pencegahan penyakit jantung maupun perawatannya agar tidak semakin parah adalah dengan berhenti merokok. Karena rokok jadi penyebab sakit jantung yang bisa dihindari, Anda bisa mencegah hal ini agar jantung senantiasa sehat.

Food and Drugs Administration menyebutkan manfaat berhenti merokok untuk jantung, di antaranya:

  • Dalam 20 menit Anda berhenti merokok, detak jantung yang cepat akan kembali melambat dan kembali normal.
  • Dalam 12 jam Anda berhenti merokok, kadar karbon monoksida di dalam darah akan menurun dan kembali normal.
  • Dalam 4 tahun Anda berhenti merokok, risiko terkena stroke akan menurun sama seperti orang yang tidak merokok.

Jika Anda seorang perokok, berhenti merokok adalah langkah bijak untuk mencegah penyakit jantung. Hal ini mungkin tidak mudah Anda lakukan, sehingga butuh niat yang kuat dan dukungan orang-orang terdekat. Terkadang, Anda juga butuh bantuan dokter maupun ahli kesehatan terkait untuk berhenti dari kebiasaan ini. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

Meski tak ada obat untuk menyembuhkan thalasemia, ada beberapa pilihan pengobatan standar, seperti transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bmt transplantasi sumsum tulang

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
dermatitis numularis

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit