backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Bukan Cuma Penyakit, Ini 7 Dampak Tampilan Fisik Akibat Merokok

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 06/07/2023

Bukan Cuma Penyakit, Ini 7 Dampak Tampilan Fisik Akibat Merokok

Rokok telah membuat banyak orang kecanduan. Padahal, ada banyak perubahan yang terjadi akibat Anda merokok. Bukan cuma menimbulkan penyakit kronis, tanpa disadari dampak dari merokok akan mengubah tampilan fisik Anda secara perlahan. Tidak percaya? Mari buktikan lewat ulasan berikut ini.

Berbagai dampak dari merokok terhadap perubahan fisik

Penyakit paru-paru, kanker, jantung, impotensi, bahkan kebutaan adalah segelintir “hasil akhir” dari merokok yang sudah umum diketahui.

Nah, sadarkah Anda kalau ternyata merokok bisa membawa dampak buruk lainnya pada fisik dari ujung kepala sampai kaki?

Berikut sejumlah bahaya merokok yang bisa terlihat pada penampilan Anda.

1. Leher bolong

Trakeostomi

Ya, mungkin terdengar menyeramkan, tetapi leher bolong karena rokok memang bisa terjadi. Dampak perubahan fisik ini bisa terjadi akibat harus menjalani operasi trakeostomi.

Trakeostomi merupakan prosedur yang dilakukan untuk membuat bukaan pada leher sebagai jalan masuk selang ke dalam batang tenggorokan (trakea) untuk membantu Anda bernapas. 

Pada perokok, trakeostomi perlu dilakukan jika sudah terjadi kanker pada tenggorokan. Salah satu orang yang mengalami leher bolong karena rokok ini, yaitu Terrie. H.

Ia adalah seorang advokat antirokok asal Amerika Serikat yang mengalami kanker tenggorokan akibat kebiasaan merokok hingga dua bungkus per hari.

Saat berusia 40 tahun, ia didiagnosis mengalami kanker mulut, dan pada tahun yang sama juga terkena kanker tenggorokan. 

2. Kerontokan dan perubahan warna rambut

Siapa bilang rambut rontok hanya disebabkan oleh stres dan kesalahan dalam merawat rambut?

Faktanya, hobi mengisap batang rokok setiap hari juga dapat merusak kesehatan rambut Anda.

Ini karena rokok mengandung zat kimia beracun dan radikal bebas yang akan melemahkan sel-sel serta folikel rambut.

Selain membuat rambut lebih rapuh dan gampang rontok, perokok aktif juga cenderung lebih cepat mengalami perubahan fisik berupa warna rambut dibandingkan orang yang tidak merokok.

3. Keriput dan kantung mata

mata berair pada lansia

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Canadian journal of public health menyebutkan bahwa merokok berdampak buruk pada kualitas tidur dan dapat meningkatkan risiko masalah terkait tidur.

Bahkan jika Anda merokok, maka waktu tidur harian Anda biasanya juga kurang optimal.

Lambat laun, hal ini akan menimbulkan efek samping khas pada wajah perokok, yakni berupa kantung mata dan lingkaran gelap di sekitar mata.

Tidak berhenti sampai di situ, bahan kimia yang terdapat dalam setiap batang rokok pun dapat merusak struktur kulit sekaligus pembuluh darah di sekitar mata Anda.

Pernah mengamati adanya kerutan atau garis-garis halus di sekitar mata Anda? Inilah salah satu dampak perubahan fisik dari merokok pada kulit.

4. Gigi kuning

Merokok akan memberikan Anda peluang besar untuk terkena masalah gigi dan mulut, seperti kanker mulut sebagai efek samping yang paling parah.

Akan tetapi, jangan remehkan perubahan awal pada tampilan gigi dan mulut Anda, yakni warna kuning pada gigi.

Selain itu, sebuah penelitian dari Materia Socio Medica menemukan fakta bahwa ketika Anda merokok maka Anda punya risiko lebih besar untuk mengalami penyakit gusi.

Jika tidak dicegah atau diobati sedini mungkin, masalah pada gusi bisa mengakibatkan kerusakan pada gigi hingga gigi copot.

5. Kulit kusam

mengatasi kulit wajah kering akibat tretinoin

Sebelum menyalahkan matahari sebagai penyebab kulit kusam, ketahui dulu bahwa kebiasaan merokok turut memiliki andil di dalamnya.

Pasalnya, merokok secara tidak langsung akan menyerap nutrisi penting dalam tubuh, seperti vitamin C, yang seharusnya berfungsi untuk melindungi sekaligus memperbaiki kulit yang rusak.

Kandungan berbahaya dalam rokok berupa nikotin nyatanya bisa menghalangi laju aliran darah.

Sementara karbon monoksida dalam asap rokok juga dengan mudahnya bercampur bersama oksigen di dalam kulit Anda.

Tak perlu waktu lama, semua dampak dari merokok ini akan berimbas pada perubahan fisik berupa kulit kering dan kusam.

6. Tampak lebih tua dari usia sebenarnya

Serajin apa pun Anda dalam merawat kulit, garis halus atau kerutan di wajah tetap akan muncul bila Anda menjadi perokok aktif.

Ya, para pakar kesehatan pun meyakini bahwa merokok bisa mempercepat penuaan, sehingga wajah perokok aktif umumnya terlihat sekitar 1,5—2 tahun lebih tua daripada usia aslinya.

Kerusakan pada kulit mungkin tidak langsung terlihat, tetapi bisa terjadi sejak usia 20—30 tahun. Ini karena kandungan dalam rokok, termasuk nikotin, akan menghasilkan keriput dini di wajah.

Selain itu, merokok juga bisa mengurangi aliran darah yang mengalir ke kulit akibat pembuluh darah yang tersumbat, sehingga kekurangan oksigen dan nutrisi pada kulit.

Kerutan pun bisa timbul sebagai dampak perubahan fisik akibat merokok, mulai dari dahi, mata, bibir, hingga menjalar ke bagian leher dan dada.

Tahukah Anda?

Perokok di usia 40 tahun berisiko memiliki kerutan wajah yang sama parah dengan orang yang tidak merokok di usia 60 tahun.

7. Kuku kuning

diabetes penyebab kuku kuning

Bukan cuma pada gigi, dampak dari merokok lainnya terhadap perubahan fisik tubuh adalah membuat warna kuku menjadi kuning, tidak lagi merah muda seperti sebelumnya.

Lagi-lagi, ini akibat pengaruh dari bahan kimia berbahaya, yaitu tar dan nikotin, yang diperoleh setiap kali Anda mengisap atau memegang batang rokok.

Itu adalah beberapa dampak perubahan fisik yang mungkin terjadi akibat kebiasaan Anda merokok.

Jadi, bukan hanya memengaruhi kesehatan dari dalam, tetapi kebiasaan merokok juga bisa menimbulkan dampak buruk pada penampilan fisik Anda.

Oleh karena itu, cobalah untuk mulai berhenti merokok dari sekarang dan rasakan efek positifnya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 06/07/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan