home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Uremia

Definisi uremia|Tanda dan gejala uremia|Penyebab|Diagnosis dan pengobatan|Komplikasi uremia|Pencegahan uremia
Uremia

Definisi uremia

Uremia (sindrom uremik) adalah kondisi ketika urine masuk ke aliran darah, alih-alih dikeluarkan dari tubuh Anda.

Gangguan ini terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan atau cedera, sehingga tidak dapat menyaring dan membuat limbah dengan baik.

Bila seseorang mengalami uremia, racun seperti kreatinin dan urea akan menumpuk di aliran darah. Uremia merupakan bagian dari gejala gagal ginjal stadium akhir.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ginjal ini bisa menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa penderitanya.

Seberapa umum uremia?

Uremia merupakan masalah ginjal yang biasanya terjadi pada pasien penyakit ginjal stadium akhir (ESRD). Diperkirakan terdapat 354 dari satu juta orang yang mengalami gagal ginjal stadium akhir.

Angka tersebut akan meningkat seiring dengan peningkatan kelangsungan hidup pasien ESRD. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui bagaimana mengurangi risiko sindrom uremik ketika mengalami gagal ginjal.

Tanda dan gejala uremia

Gejala uremia biasanya menandai bahwa kerusakan ginjal sudah semakin parah akibat penyakit ginjal kronis. Sejumlah ciri-ciri sindrom uremik yang perlu diwaspadai meliputi:

  • kelelahan,
  • kaki kram,
  • nafsu makan berkurang,
  • sakit kepala,
  • mual atau muntah,
  • sulit berkonsentrasi,
  • menggigil, serta
  • mudah marah.

Perlu diingat bahwa mungkin ada tanda uremia yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda merasa khawatir akan gejala tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki salah satu atau lebih gejala di atas, konsultasikan dengan dokter. Semakin cepat uremia terdeteksi, semakin kecil risiko komplikasi yang akan terjadi.

Penyebab

Penyebab utama uremia yaitu kerusakan parah pada ginjal yang biasanya tidak dapat diobati lagi.

Masalah ginjal ini merupakan bagian dari penyakit ginjal kronis, yakni ketika ginjal tidak dapat menyaring limbah dari tubuh dan mengeluarkannya lewat urine.

Alih-alih keluar, limbah beracun tersebut masuk ke aliran darah yang bisa memicu komplikasi yang mengancam nyawa.

Ada pun beberapa penyebab penyakit ginjal kronis yang dapat menimbulkan sindrom uremik, antara lain:

Artinya, pasien gagal ginjal tahap akhir berisiko terhadap sindrom uremik. Itu sebabnya, penting menjalani pengobatan yang disarankan dokter guna mengurangi risiko gangguan ini.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Sama seperti penyakit ginjal lainnya, dokter awalnya akan memeriksa gejala dan riwayat kesehatan Anda. Bila dokter mencurigai Anda mengalami gagal ginjal, pemeriksaan fungsi ginjal mungkin diperlukan, meliputi:

  • glomerular filtration rate (GFR),
  • uji kreatinin,
  • tes urine albumin,
  • urinalisis,
  • tes pencitraan, seperti USG, dan
  • biopsi ginjal.

Apa pilihan obat dan pengobatan uremia?

Sindrom uremik merupakan masalah ginjal yang tidak dapat disembuhkan. Pengobatan uremia bertujuan meringankan gejala yang dialami.

Hal ini dikarenakan ketika seseorang mengalami sindrom uremik, artinya ginjalnya sudah rusak parah. Itu sebabnya, Anda akan membutuhkan dialisis (cuci darah) secara teratur.

Dialisis merupakan prosedur untuk membuang limbah, cairan, dan racun dari aliran darah Anda. Metode cuci darah ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal.

Bila Anda sudah memasuki gagal ginjal stadium akhir, dokter mungkin akan merekomendasikan transplantasi ginjal.

Komplikasi uremia

Perlu diketahui bahwa komplikasi uremia dapat menimbulkan masalah yang serius hingga menyebabkan kematian, terlebih ketika tidak ditangani dengan benar.

Bahkan, pasien gagal ginjal yang mengalami sindrom uremik dan menjalani dialisis masih berisiko terhadap komplikasi, seperti:

Jadi, penting untuk berdiskusi dengan dokter spesialis urologi terkait risiko komplikasi yang mungkin Anda alami.

Pencegahan uremia

Cara terbaik mencegah perkembangan uremia ketika mengalami gagal ginjal stadium akhir yaitu menjalani perawatan dialisis secara teratur.

Di samping dialisis, Anda juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hal ini bertujuan meringankan kerja ginjal yang sudah rusak.

Gaya hidup sehat pasien gagal ginjal yang perlu Anda ikuti antara lain:

  • menghindari makanan tinggi garam, fosfor, dan kalium,
  • konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang,
  • rutin berolahraga,
  • mengendalikan diabetes,
  • menjaga tekanan darah,
  • memelihara kesehatan jantung, serta
  • berhenti merokok.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter guna memahami solusi apa yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Zemaitis MR, Foris LA, Katta S, et al. (2020). Uremia. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Retrieved 16 April 2021, from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441859/ 

Uremia. (n.d). Temple Health. Retrieved 16 April 2021, from https://www.templehealth.org/services/conditions/uremia 

Duranton, F., Cohen, G., De Smet, R., Rodriguez, M., Jankowski, J., Vanholder, R., & Argiles, A. (2012). Normal and Pathologic Concentrations of Uremic Toxins. Journal Of The American Society Of Nephrology, 23(7), 1258-1270. https://doi.org/10.1681/asn.2011121175. Retrieved 16 April 2021. 

Chronic Kidney Disease – diagnosis and treatment. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 16 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-kidney-disease/diagnosis-treatment/drc-20354527

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 20/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x