home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hiperpigmentasi Kulit

Hiperpigmentasi Kulit

Apakah Anda memiliki sedikit bagian kulit yang terlihat lebih gelap dari bagian lainnya? Kondisi ini di dalam medis biasa disebut dengan hiperpigmentasi. Lantas, apa penyebab dan cara mengatasi hiperpigmentasi kulit? Yuk, ketahui lewat ulasan berikut ini!

Apa itu hiperpegmentasi kulit?

Hiperpegmentasi adalah masalah kulit di mana melanosit memproduksi terlalu banyak melamin, pigmen yang menentukan warna kulit, sehingga muncul bercak-bercak kulit yang berwarna lebih gelap daripada kulit normal di sekitarnya.

Berdasarkan pemicunya, hiperpegmentasi kulit terbagi menjadi berbagai macam jenis.

1. Melasma

wajah kusam saat hamil
Sumber: iS University

Melasma adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak hiperpegmentasi pada wajah. salah satu jenis hiperpigmentasi kulit yang disebabkan oleh perubahan hormon.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada wanita hamil, mengingat pada saat tersebut perubahan hormon sedang terjadi. Perubahan ini memengaruhi produksi melanin.

Namun, bukan berarti melasma hanya bisa terjadi pada wanita, pria juga bisa mengalami melasma. Selain kehamilan, melasma juga bisa terjadi jika Anda menggunakan pil kontrasepsi.

Selain di wajah, melasma juga dapat mengubah warna kulit dalam jumlah besar di area-area tertentu, misalnya pada perut.

2. Lentigo

Lentigo adalah jenis lain dari hiperpigmentasi kulit yang terlalu sering terpapar sinar matahari.

Saat Anda keluar dan sinar matahari terasa begitu menyengat, tubuh Anda otomatis akan memproduksi lebih banyak melanin untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari jangka panjang.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada area wajah dan juga tangan. Hiperpigmentasi kulit yang satu ini biasanya akan melebar atau bertambah banyak seiring pertambahan usia.

Ukurannya bisa beragam, mulai dari 0,2 – 2 sentimeter. Lentigo biasanya berwarna gelap, memiliki bentuk yang tidak beraturan, dan terlihat garis atau batas yang jelas sehingga kulit tampak belang.

3. Penyakit Addison

Ada pula kondisi kesehatan yang bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi, meski bukan penyakit kulit.

Penyakit Addison adalah kondisi yang menyerang kelenjar adrenal, namun bisa menyebabkan hiperpigmentasi pada beberapa bagian tubuh. Penyakit ini biasanya menyebabkan hiperpigmentasi pada area-area yang mudah terpapar sinar matahari.

Biasanya, bagian kulit yang mengalami hiperpigmentasi akibat penyakit ini adalah pada lipatan-lipatan kulit, bibir, lutut dan siku, jari kaki, dan pipi bagian dalam.

Penyakit ini biasanya ditandai dengan mual, muntah, diare, kehilangan berat badan, sakit di bagian perut, pusing, dan lelah.

4. Peradangan kulit

jerawat di hidung

Hiperpigmentasi kulit juga bisa terjadi akibat peradangan kulit. Biasanya, ada beberapa bagian kulit yang warnanya lebih gelap dibanding bagian kulit lainnya setelah terjadinya peradangan tersebut.

Peradangan kulit yang dimaksud termasuk timbulnya jerawat, penyakit eksim, lupus, atau terjadinya cedera pada kulit. Umumnya, orang yang mengalami penyebab hiperpigmentasi kulit yang satu ini adalah orang yang berkulit gelap.

5. Hiperpigmentasi akibat penggunaan obat-obatan

Nyatanya, penggunaan obat-obatan juga bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi pada kulit. Obat-obatan tersebut termasuk obat antimalaria atau antidepresan trisiklik. Pada kasus penggunaan obat-obatan ini, warna kulit yang berbeda biasanya berubah menjadi warna keabu-abuan.

Di sisi lain, penggunaan obat yang dioleskan atau diaplikasikan pada kulit juga bisa menjadi penyebab dari hiperpigmentasi, sehingga Anda harus lebih berhati-hati saat menggunakan berbagai obat oles atau salep.

Cara mengatasi hiperpigmentasi pada kulit

Meski ada banyak kondisi yang bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi pada kulit, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi. Ada banyak cara yang bisa Anda terapkan sendiri dalam mengatasi kondisi ini.

1. Gunakan tabir surya saat bepergian

moisturizer dulu atau sunscreen

Jika Anda harus terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama, Anda harus menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 30 atau yang lebih tinggi.

Penggunaan tabir surya akan sangat bermanfaat untuk membantu menghindarkan Anda dari paparan sinar matahari, sebagai salah satu penyebab dari hiperpigmentasi kulit.

2. Gunakan obat salep

Penggunaan obat oles atau salep memang bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi kulit, namun, sediaan obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasinya. Pilihlah obat-obatan yang mengandung bahan-bahan seperti:

3. Gunakan lidah buaya

Mengingat kehamilan menjadi penyebab salah satu jenis hiperpigmentasi kulit, maka Anda bisa menggunakan lidah buaya atau aloe vera untuk mengatasi kondisi ini.

Mengapa? Pasalnya, salah satu penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Cosmetic and Laser Therapy menyebutkan bahwa penggunaan aloe vera dapat membantu mengurangi melasma pada ibu hamil.

Aloesin, salah satu zat alami yang terdapat di dalam aloe vera berpotensi mencerahkan kulit yang mengalami hiperpigmentasi dengan cara menahan produksi melanin di dalam kulit.

Meski begitu, belum ada yang bisa membuktikan bahwa lidah buaya bisa benar-benar menyembuhkan hiperpigmentasi pada kulit.

4. Gunakan cuka apel untuk hiperpigmentasi kulit

manfaat cuka apel untuk hiperpigmentasi

Cuka apel juga diduga bisa mencerahkan bagian kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Untuk menggunakannya, Anda bisa mencampurkan cuka apel dengan air di dalam sebuah wadah.

Lalu, aplikasikan ke bagian-bagian kulit yang lebih gelap serta diamkan selama dua hingga tiga menit. Jika sudah selesai, bilas dengan air hangat. Lakukan cara ini dua kali dalam sehari hingga Anda mendapatkan hasil yang Anda harapkan,

5. Gunakan ekstrak teh hijau

Selain berguna sebagai antioksidan dan mengatasi peradangan, ekstrak teh hijau juga bisa digunakan untuk mengatasi melasma dan mengurangi sunburn. Anda cukup merebus teh hijau selama tiga hingga lima menit.

Daun teh hijau yang sudah direbus lalu didiamkan hingga tidak terlalu panas. Jika sudah lebih hangat, gosokkan teh pada bagian kulit yang menggelap. Lakukan langkah ini sebanyak dua kali sehari sampai kondisi kulit Anda membaik.

6. Gunakan susu

Susu telah lama dikenal dapat mencerahkan kulit karena kandungan asam laktat di dalamnya.

Anda bisa memanfaatkan susu dengan mencelup kapas pada cairan tersebut. Setelah itu, gosok kapas tersebut pada kulit yang terkena hiperpigmentasi setiap dua kali sehari. Lakukan secara rutin.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar hiperpigmentasi, silakan konsultasikan pada dokter spesialis kulit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ghafarzadeh, M., & Eatemadi, A. (2017). Clinical efficacy of liposome-encapsulated Aloe vera on melasma treatment during pregnancyJournal Of Cosmetic And Laser Therapy19(3), 181-187. Retrieved 23 November 2020. doi: 10.1080/14764172.2017.1279329

Hyperpigmentation. (n.d.). American Osteopathic College of Dermatology (AOCD). Retrieved 23 November 2020, from https://www.aocd.org/page/Hyperpigmentation

Lentigines. (n.d.). American Osteopathic College of Dermatology (AOCD). Retrieved 23 November 2020, from https://www.aocd.org/page/Lentigines

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 22 jam lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro