home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selain Menambah Aroma Masakan, Daun Seledri Punya Manfaat untuk Ginjal

Selain Menambah Aroma Masakan, Daun Seledri Punya Manfaat untuk Ginjal

Seledri adalah salah satu jenis sayur yang sering dijumpai di berbagai makanan, dari bakso hingga dijadikan jus. Daun berwarna hijau ini ternyata dipercaya memiliki segudang khasiat yang baik untuk kesehatan, termasuk organ ginjal. Apa saja manfaat daun seledri untuk ginjal?

Manfaat daun seledri untuk kesehatan ginjal

manfaat daun seledri

Daun seledri atau Apium graveolens adalah jenis sayuran yang berasal dari Mediterania dan Timur Tengah. Sejak berabad-abad yang lalu, daun seledri sudah terkenal akan manfaatnya untuk kesehatan, seperti asam urat, pereda nyeri, hingga sakit ginjal.

Bagaimana tidak, daun seledri mengandung berbagai macam zat dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Beberapa di antaranya adalah antioksidan, vitamin C, zat besi, hingga asam folat.

Tidak hanya itu, nilai gizi yang ada di daun seledri juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa Anda temukan di daun seledri untuk ginjal Anda.

1. Mengoptimalkan fungsi ginjal

Daun seledri sudah dikenal sejak lama sebagai sumber antioksidan yang mudah didapatkan. Antioksidan adalah senyawa yang diperlukan untuk melindungi tubuh dari pengaruh radikal bebas. Bahkan, zat ini juga diyakini membantu mencegah penyakit ginjal.

Pernyataan tersebut dibuktikan lewat penelitian dari The New England Journal of Medicine. Para peneliti dari University of Alabama ini mencoba melihat bagaimana pengaruh antioksidan terhadap kerja ginjal.

Penelitian ini diikuti oleh 227 orang dewasa yang mengidap penyakit ginjal kronis. Mereka kemudian diminta untuk menerima plasebo (obat kosong) dan metil bardoxolone methyl pada dosis yang sudah ditentukan selama 24-52 minggu.

Hasilnya, pemberian bardoxolone methyl yang mengandung antioksidan ini meningkatkan fungsi ginjal sebanyak 30%. Meski begitu, para ahli masih ingin meneliti apakah hal ini bisa menjadi metode pengobatan ginjal kronis.

Oleh sebab itu, kandungan antioksidan yang ada di seledri dipercaya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja ginjal.

2. Membantu mengendalikan tekanan darah

tekanan darah tinggi boleh donor darah

Tidak hanya meningkatkan fungsi ginjal, manfaat daun seledri lainnya adalah membantu mengendalikan tekanan darah yang tentu baik untuk kesehatan ginjal.

Begini, hipertensi dan penyakit ginjal memiliki kaitan yang sangat erat. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah pada pembuluh darah melebihi batas wajar. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, terutama penyumbatan pada pembuluh darah.

Jika tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh darah pada ginjal pun bisa mengalami kerusakan. Akibatnya, organ berbentuk kacang ini mungkin tidak dapat bekerja dengan optimal, sehingga kesulitan membuat limbah dan cairan berlebih dari tubuh.

Kandungan ekstrak fitokimia (phtalide) di dalam seledri dapat membantu melemaskan jaringan dinding arteri. Dengan begitu, aliran darah pun menjadi lebih lancar dan mengurangi tekanan darah Anda.

Selain itu, menjaga kesehatan ginjal juga perlu diiringi dengan pola makan baik termasuk diet gagal ginjal, seperti membatasi makanan yang tinggi kalium. Anda bisa sesekali mengganti sayuran tinggi kalium, seperti brokoli dan bayam, dengan daun seledri.

Kandungan garam pada batang seledri termasuk rendah, sehingga bisa Anda konsumsi ketika ingin menjalani diet rendah kalium dan garam.

3. Mengandung flavonoid yang baik untuk ginjal

Kandungan lain yang terdapat di daun seledri adalah flavonoid, yaitu zat yang sering dijumpai di sayur-sayuran, termasuk seledri.

Manfaat flavonoid di dalam daun seledri untuk ginjal adalah membantu meningkatkan fungsi ginjal secara keseluruhan. Temuan ini telah dikaji dalam penelitian dari Frontiers in Physiology.

Studi tersebut menunjukkan bahwa flavonoid membantu melindungi ginjal dari berbagai agen nefrotoksik. Agen ini dikenal sebagai senyawa yang dapat memicu penyakit gagal ginjal kronis dan cedera ginjal akut akibat alkohol, nikotin, dan cadmium.

Senyawa yang juga dapat ditemukan di apel dan sirsak ini juga efektif mencegah penyakit ginjal yang disebabkan oleh hipertensi. Pasalnya, flavonoid dapat membantu menurunkan tekanan darah dan bereaksi pada parenkim ginjal, yaitu jaringan penyusun ginjal.

Dari sinilah yang membuat daun seledri dipercaya memiliki manfaat yang baik untuk organ ginjal Anda.

Tips mengolah seledri

jus seledri

Agar Anda mendapatkan manfaat daun seledri secara maksimal untuk ginjal, Anda bisa mengikuti tips di bawah ini.

  • Potong seledri dan batangnya, lalu masukkan ke dalam sup.
  • Gunakan daun seledri ketika memasak tahu orak-arik.
  • Konsumsi dengan almond, kacang tanah, atau selai kacang yang ditaburi kismis.
  • Dijadikan jus seledri .

Meski daun seledri baik untuk kesehatan ginjal, bukan berarti Anda harus mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Makan seledri secara berlebihan meningkatkan risiko hiperkalemia karena terlalu banyak kalium di dalam tubuh.

Jika Anda ragu, tanyakan pada dokter apakah seledri aman untuk dikonsumsi. Dengan begitu, risiko penyakit ginjal pun berkurang dan tubuh menjadi lebih sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pergola, P., Raskin, P., Toto, R., Meyer, C., Huff, J., & Grossman, E. et al. (2011). Bardoxolone Methyl and Kidney Function in CKD with Type 2 Diabetes. New England Journal Of Medicine, 365(4), 327-336. doi: 10.1056/nejmoa1105351. Retrieved 7 August 2019. 

Vargas, F., Romecín, P., García-Guillén, A., Wangesteen, R., Vargas-Tendero, P., & Paredes, M. et al. (2018). Flavonoids in Kidney Health and Disease. Frontiers In Physiology, 9. doi: 10.3389/fphys.2018.00394. Retrieved 7 August 2019. 

How high blood pressure can lead to kidney damage or failure. (2016). American Heart Association. Retrieved 7 August 2020, from https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/health-threats-from-high-blood-pressure/how-high-blood-pressure-can-lead-to-kidney-damage-or-failure 

Chronic Kidney Disease and Nutrition. (2011). Kidney Health – New Zealand [PDF Files]. Retrieved 18 September 2020, from https://www.health.govt.nz/system/files/documents/topic_sheets/ckd-and-nutrition.pdf 

Celery Juice: are the benefits real? (2019). UC Davis Health. Retrieved 18 September 2020, from https://health.ucdavis.edu/health-news/newsroom/celery-juice-are-the-benefits-real/2019/01 

Robbins, O. (2019). Celery Benefits and Recipes. Food Revolution Network. Retrieved 18 September 2020, from https://foodrevolution.org/blog/celery-health-benefits/ 

Celery May Help Bring Your High Blood Pressure Down. (2015). Cleveland Clinic. Retrieved 18 September 2020, from https://health.clevelandclinic.org/celery-may-help-bring-your-high-blood-pressure-down/ 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 23/09/2020
x