Amiloidosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu amiloidosis?

Amiloidosis adalah penyakit langka yang dapat mempengaruhi berbagai organ dan menyebabkan gagal organ yang mematikan.

Ada beberapa jenis amiloidosis:

  • Immunoglobulin light chain (AL) amyloidosis adalah jenis paling umum dari amiloidosis, juga dikenal sebagai amiloidosis primer. Kondisi ini merupakan akibat dari antibodi abnormal yang dihasilkan oleh sumsum tulang Anda. Kondisi ini dapat mempengaruhi hati, ginjal, jantung, kulit dan saraf Anda.
  • AA amiloidosis disebut sebagai amiloidosis sekunder. Biasanya menyerang ginjal, sering kali terjadi bersamaan dengan penyakit menular kronis atau peradangan lainnya.
  • Amiloidosis turunan (familial) diturunkan, menyerang hati, saraf, jantung dan ginjal.
  • Amiloidosis terkait dengan dialisis terjadi apabila amiloid menumpuk di sendi dan otot, menyebabkan kekakuan dan cairan pada sendi. Jenis ini umumnya mempengaruhi orang-orang yang menjalani dialisis jangka panjang.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala amiloidosis?

Biasanya, amiloidosis tidak menunjukkan pertanda apapun hingga tahap lanjut. Tergantung pada organ di mana amiloid menumpuk, Anda dapat mengalami gejala-gejala berbeda. Kemungkinan gejala amyloidosis adalah:

  • Perubahan pada kulit
  • Feses seperti tanah liat
  • Nyeri sendi
  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Sesak napas
  • Penurunan berat badan
  • Lidah membengkak
  • Detak jantung tidak teratur.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab amiloidosis?

Amiloid adalah protein abnormal yang dihasilkan pada sumsum tulang. Amiloid dapat menumpuk pada organ lainnya, menyebabkan penyakit yang disebut amiloidosis. Penyebab spesifik dari kondisi Anda tergantung pada jenis amiloidosis yang Anda miliki.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk amiloidosis?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena amiloidosis, yaitu:

  • Riwayat keluarga
  • Dialisis ginjal
  • Usia. Orang dengan AL amiloidosis biasanya berusia 50 tahun ke atas
  • Jenis kelamin. Pria lebih mudah mengalami AL amiloidosis daripada wanita
  • Penyakit lainnya. Penyakit menular kronis atau peradangan dapat meningkatkan risiko AA amiloidosis.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana amiloidosis didiagnosis?

Jika Anda mengalami salah satu atau lebih dari gejala di atas, Anda harus mengunjungi dokter untuk diagnosis menyeluruh. Amiloidosis dapat dideteksi melalui tes laboratorium (darah dan urin), biopsi (analisis jaringan) dan tes imaging.

Apa saja pengobatan untuk amiloidosis?

Belum ditemukan penyembuhan untuk amiloidosis. Namun, perawatan dapat membantu mengatasi gejala serta mencegah kerusakan lebih lanjut. Kemoterapi sering kali direkomendasikan untuk menghentikan produksi amiloidosis. Pilihan lainnya adalah transplantasi sel punca darah perifer. Dengan perawatan ini, sel induk akan diekstraksi dari darah dan disimpan selama tubuh menjalani kemoterapi.

Kemudian, sel induk tersebut akan ditransplantasi kembali ke tubuh melalui pembuluh darah. Obat-obatan lain dapat diberikan untuk meringankan rasa sakit, mengendalikan kondisi darah dan detak jantung, serta mengatasi retensi cairan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi amiloidosis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi amiloidosis:

  • Anda harus menghindari beberapa aktivitas yang berat
  • Jaga pola makan yang seimbang untuk memberikan tenaga untuk kesehatan Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Perbedaan Kanker Getah Bening dan TB Kelenjar

Meski sama-sama ditandai dengan benjolan, terdapat perbedaan kanker dan TB kelenjar getah bening. Berikut penjelasannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
kanker serviks

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
limfoma (kanker getah bening)

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit