home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Merokok Bisa Memangkas Angka Harapan Hidup ODHA

Awas, Merokok Bisa Memangkas Angka Harapan Hidup ODHA

Merokok memang merusak kesehatan bagi siapa saja. Kebisaan merokok bisa menyebabkan penyakit jantung, penyakit saluran pernapasan, dan penyakit kronis lainnya. Apalagi untuk pasien HIV. Merokok efeknya bisa dua kali lebih berbahaya pada tubuh. Apa saja bahaya rokok bagi kesehatan tubuh pasien HIV? Simak ulasannya berikut ini.

Sekilas mengenai HIV

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Ini membuat orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) menjadi lebih mudah terserang penyakit. Jika tidak diobati, HIV akan menyebabkan AIDS. HIV dapat diobati dengan terapi obat antiretroviral (ART), ini dikonsumsi sepanjang hidup pasien karena sampai ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV.

Obat ini mencegah virus yang merusak limfosit. Bila obat tidak diminum secara rutin, pasien akan resisiten terhadap obat, yang artinya obat-obatan tersebut tidak mempan atau tidak akan memberikan pengaruh pada tubuh. Selain pengobatan, pasien HIV juga diwanti-wanti untuk tidak merokok sekaligus menjauhi asap rokok. Sebab ini akan membahayakan kesehatannya.

Bahaya rokok pada pasien HIV

Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian di Denmark mengungkapkan bahwa pasien HIV yang merokok memiliki angka harapan hidup lebih kecil dibandingkan dengan pasien HIV yang tidak merokok. Seorang pria bernama Brian yang berumur 43 tahun didiagnosis HIV. Dokter segera melakukan pengobatan dan perawatan untuk mengendalikan penyakitnya. Seiring waktu, tubuhnya kembali pulih dan dapat beraktivitas kembali. Namun, kebiasaan merokok membuat Brian mengalami stroke dan hampir kehilangan nyawanya.

Dilansir dari Medscape, Dr. John T. Brooks, pemimpin Tim Penelitian Epidemiologi HIV di Centers for Diseases Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa merokok membahayakan pasien HIV dengan dua alasan.

Pertama, merokok menghambat fungsi limfosit T CD4. Limfosit ini adalah leukosit yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Pada pasien HIV, leukosit yang ada di tubuhnya mengalami kerusakan. Dengan ditambahnya rokok yang menghambat limfosit, maka tubuh akan mudah mengembangkan infeksi tertentu, seperti:

  • Infeksi jamur pada mulut, yaitu kandidiasis oral
  • Leukoplakia (lidah dengan plak putih)
  • Pneumonia bakterial (infeksi paru)
  • Pneumocystis pneumonia (infeksi paru-paru berbahaya)

Kedua, senyawa-senyawa yang terkandung pada rokok menyebabkan peradangan kronis pada tubuh dan menurunkan kepadatan mineral pada tulang. Ini menyebabkan terjadinya penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronis.

Setelah mengetahui bahaya rokok, banyak ODHA ingin berhenti merokok

Survei menunjukkan bahwa dua pertiga ODHA yang merokok ingin berhenti merokok. Sayangnya, kebiasaan merokok sulit dihentikan. Ini mungkin membutuhkan tekad yang kuat, bantuan terapis atau dokter, dan orang terdekat pasein untuk mendukungnya berhenti merokok. Bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan saran atau layanan kesehatan yang membantu pasien untuk berhenti merokok. Jauhkan pasien dari asap rokok, walaupun ODHA tidak merokok, berada di sekitar perokok efeknya tetap berbahaya.

Berhenti merokok mendukung kestabilan kesehatan ODHA dan tidak menyia-nyiakan pengobatan yang dilakukan. Ini tentu meningkatkan kualitas hidup pasien dan menghindari pasien dari beberapa penyakit kronis terkait dengan asap rokok. Sebenarnya tanpa HIV pun, asap rokok dapat membahayakan kesehatan. Untuk itu, berhenti merokok dan beralihlah ke pola hidup sehat untuk menghindari risiko penyakit kronis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Smoking and HIV: A Risky Combination. https://www.medscape.com/viewarticle/836492. Diakses pada 3 Maret 2018.

Why HIV Patients Must Stop Smoking. https://www.healthline.com/health-news/why-hiv-patients-must-stop-smoking-080914. Diakses pada 3 Maret 2018.

Smoking and HIV | Overviews of Diseases/Conditions. https://www.cdc.gov/tobacco/campaign/tips/diseases/smoking-and-hiv.html. Diakses pada 3 Maret 2018.


Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x