Cefadroxil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Cefadroxil Obat Apa?

Manfaat dan kegunaan obat cefadroxil

Cefadroxil adalah obat antibiotik untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran udara (termasuk saluran hidung, sinus, dan tenggorokan) seperti sinusitis, brokitis, dan pneumonia.
  • Infeksi bakteri pada telinga, hidung, atau tenggorokan, misalnya otitis media, faringitis, dan tongsilitis.
  • Infeksi pada kulit atau jaringan lunak, misalnya abses, selulitis, mastitis, erisipelas.
  • Infeksi bakteri pada ginjal, misalnya pielonefritis.
  • Infeksi bakteri pada saluran kemih.
  • Infeksi kandungan.
  • Infeksi bakteri tulang, seperti osteomielitis.
  • Infeksi bakteri sendi seperti septic arthritis.

Tidak hanya itu, cefadroxil obat yang biasanya digunakan sebelum prosedur gigi pada pasien dengan katup jantung buatan untuk mencegah infeksi serius pada lapisan jantung (bacterial endocarditis).

Cefadroxil obat golongan antibiotik sefalosporin. Cefadroxil obat yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Seperti antibiotik lainnya, cefadroxil juga hanya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, bukan virus.

Obat ini akan sia-sia jika digunakan untuk penyakit seperti influenza sekalipun gejala yang muncul bisa jadi sama. Penggunaan antibiotik cefadroxil yang berlebihan atau tidak diperlukan akan mengurangi keampuhan obat dan membuat tubuh Anda menciptakan kekebalan pada antibiotik tersebut. Jadi, gunakan antibiotik cefdroxil hanya dengan anjuran dokter.

Bagaimana cara kerja obat ini?

Cefadroxil adalah obat yang bekerja dengan menghambat pembentukan protein yang menyusun dinding sel bakteri. Obat ini akan merusak ikatan yang menahan dinding sel untuk membunuh bakteri-bakteri penyebab penyakit.

Mekanisme kerja tersebut menjadikan cefadroxil obat yang memiliki spektrum luas untuk membunuh berbagai macam bakteri, baik bakteri gram positif maupun gram negatif.

Untuk memastikan bakteri penyebab infeksi rentan terhadap obat  ini, dokter mungkin akan mengambil sampel darah, urine, atau sampel jaringan dari tenggorokan atau kulit Anda.

Bagaimana aturan pakai cefadroxil?

Cefadroxil harus menggunakan resep dokter. Oleh karena itu, selalu ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai mengonsumsi antibiotik cefadroxil.

Selalu baca panduan obat yang tertera pada label kemasan, sekalipun Anda pernah meminum obat ini sebelumnya dan membeli ulang. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan penjelasan yang lebih pasti.

Secara umum, beberapa aturan yang harus Anda ketahui sebelum mengonsumsi antibiotik cefadroxil adalah:

  • Cefadroxil adalah obat oral (diminum),  biasanya satu atau dua kali sehari, atau seperti anjuran dokter.
  • Anda dapat minum obat cefadroxil sebelum atau sesudah makan. Sebaiknya Anda banyak minum, kecuali dokter menyarankan sebaliknya.
  • Minumlah cefadroxil pada jam yang sama setiap kalinya. Hal ini membuat kerja obat jadi lebih efektif, karena jumlah/kadar obat yang di dalam tubuh tetap berada dalam jumlah yang stabil. Cobalah pasang pengingat agar tidak terlewat jadwal minum obat.
  • Jangan menggerus, mengunyah, atau memotong obat menjadi beberapa bagian kecuali dokter menganjurkannya.
  • Dosis dan lamanya pengobatan akan bergantung berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan.

Minumlah obat ini sampai habis sekalipun gejalanya telah menghilang. Berhenti minum obat terlalu cepat memungkinkan bakteri kembali sehingga infeksi kembali.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak berubah, semakin memburuk, atau muncul gejala baru. Jika merasa Anda mungkin memiliki masalah medis serius, dapatkan bantuan medis segera.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Agar obat dapat bekerja secara optimal, Anda harus pahami dulu aturan penyimpanannya. Berikut ini beberapa panduan menyimpan antibiotik cefadroxil yang harus Anda ketahui:

  • Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap.
  • Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Jangan simpan obat ini di dalam freezer atau dibekukan.
  • Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.
  • Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Bila perlu, konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Tidak semua obat memiliki cara penyimpanan yang sama dengan obat ini. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Dosis cefadroxil

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis obat cefadroxil untuk orang dewasa?

Untuk infeksi kulit, faringitis akibat streptokokus, tonsilitis, dan infeksi saluran kemih

  • 1-2 gram per hari dalam satu dosis atau terbagi dalam dua dosis

Bagaimana dosis obat cefadroxil untuk anak-anak?

Untuk infeksi kulit, faringitis akibat streptokokus, tonsilitis, dan infeksi saluran kemih pada anak usia 6 tahun atau lebih dengan berat <40 kg

  •  30-50 mg/kg per hari dalam satu dosis atau terbagi dalam dua dosis, dapat diberikan hingga maksimal 100 mg/kg per hari

Dalam dosis apakah obat cefadroxil tersedia?

Di apotek, cefadroxil obat yang tersedia dalam bentuk tablet untuk dewasa dan sirup untuk anak-anak. Masing-masing memiliki komposisi pada obat tablet yaitu cefadroxil 500 mg dan cefadroxil 1000 mg.

Sementara ada pula cefadroxil sirup tersedia dalam dosis 125 mg untuk setiap 5 ml.

Efek samping cefadroxil

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena obat cefadroxil?

Seperti obat lainnya, cefadroxil juga bisa menyebabkan efek samping. Meski begitu, efek samping ini umumnya ringan, seperti:

  • Reaksi alergi
  • Mual, muntah, sakit perut, diare ringan
  • Otot kaku
  • Nyeri sendi
  • Perasaan gelisah atau hiperaktif
  • Rasa yang tidak biasa atau tidak enak pada mulut
  • Gatal-gatal ringan atau ruam kulit
  • Gatal-gatal pada vagina atau keluarnya cairan dari vagina

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami efek samping antibiotik cefadroxil yang tergolong serius, seperti:

  • Diare berupa cairan atau darah
  • Demam, menggigil, nyeri, gejala flu
  • Pendarahan atau lebam yang tidak biasa
  • Kejang
  • Kulit yang pucat atau menguning, urine yang berwarna gelap, demam, kebingungan atau keletihan
  • Jaundice (kulit dan mata yang menguning)
  • Demam, kelenjar yang membengkak, ruam dan gatal, nyeri sendi, atau perasaan sakit pada umumnya
  • Demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan lepuhan pada kulit, mengelupas, ruam berwarna merah
  • Perasaan haus yang meningkat, kehilangan nafsu makan, pembengkakan, peningkatan berat badan, kesulitan bernapas, buang air lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan & Perhatian

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Jangan gunakan obat cefadroxil apabila Anda alergi pada cefadroxil atau antibiotik cephalosporin lain, seperti:

Sebelum minum obat cefadroxil, beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan apa pun (terutama penicillin), atau apabila Anda memiliki:

  • Penyakit ginjal
  • Riwayat masalah usus, seperti kolitis

Apabila Anda memiliki kondisi-kondisi di atas, Anda harus menyesuaikan dosis atau melakukan tes-tes khusus untuk mengonsumsi obat cefadroxil dengan aman.

Obat cefadroxil dalam sediaan suspensi mengandung sukrosa. Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini dalam bentuk suspensi apabila Anda menderita diabetes.

Apakah cefadroxil aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan selama kehamilan atau menyusui. Namun, obat-obatan lain mungkin aman digunakan dalam kehamilan atau menyusui karena manfaat yang didapatkan ibu dan bayi lebih besar daripada risikonya.

Tidak ada penelitian yang memadai apakah cefadroxil aman untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat cefadroxil.

Badan POM Amerika Serikat, FDA, mengelompokkan obat ini ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Namun, berdasarkan studi yang ada, penggunaan antibiotik cefadroxil pada kehamilan trimester 3 tidak menyebabkan pengaruh buruk pada kehamilan.

Meski begitu, para ahli sepakat untuk menghindari penggunaan obat cefadroxil selama trimester pertama kehamilan. Mintalah saran medis dari dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini jika Anda sedang hamil.

Sementara pada ibu menyusui, obat cefadroxil dapat terserap ke ASI. Akan tetapi, efek tersebut tidak berpengaruh terhadap bayi jika Anda mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis dan aturan yang dianjurkan oleh dokter. Mintalah saran medis dari dokter Anda sebelum mengonsumsi obat cefadroxil jika Anda sedang menyusui.

Intinya, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi antibiotik cefadroxil apabila Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau pun sedang menyusui.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan obat ini cefadroxil?

Beberapa obat tertentu tidak direkomendasikan diminum bersamaan karena bisa muncul interaksi obat. Interaksi obat bisa mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping.

Namun, ada kemungkinan Anda diresepkan kedua obat yang mungkin berinteraksi jika manfaatnya dinilai lebih besar. Pada kasus-kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosis, atau pencegahan lain yang perlu dilakukan.

Informasikan setiap obat yang sedang Anda minum, baik resep maupun obat bebas, dan juga obat herbal.

Perlu dipahami bahwa beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan antibiotik ini melalui dua cara, yaitu:

  • Obat cefadroxil menghambat cara kerja obat lainnya
  • Obat lain yang justru menghambat cara kerja obat cefadroxil

Penggunaan obat ini dengan obat-obat yang terlampir di bawah umumnya tidak direkomendasikan, tapi mungkin dibutuhkan pada beberapa kasus. Apabila kedua obat diresepkan bersamaan, dokter Anda mungkin akan mengganti dosisnya atau seberapa sering penggunaan obat satu atau lainnya.

  • warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan cefadroxil?

Adanya masalah kesehatan lain dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Riwayat kolitis (peradangan pada usus)
  • Riwayat diare parah
  • Penyakit ginjal
  • Hipersensitif

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Jika Anda memunculkan gejala overdosis selayaknya gejala efek samping yang berlebih, segera cari pertolongan medis. Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Pada intinya Anda tidak dianjurkan untuk menggandakan dosis apabila lupa minum obat ini.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Diare, dan Aturan Minumnya

    Diare umumnya disebabkan karena bakteri atau parasit yang menginfeksi saluran pencernaan Anda. Apa saja pilihan obat antibiotik untuk diare dari dokter?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diare, Health Centers 15/09/2019

    6 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Sakit Gigi

    Bila sakit gigi tidak juga sembuh, mungkin solusinya minum antibiotik. Berikut daftar antibiotik yang sering diresepkan dokter untuk mengobati sakit gigi.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina

    Rekomendasi Obat Pereda Gejala Usus Buntu, dan Antibiotiknya untuk Cegah Risiko Infeksi

    Selain operasi, gejala radang usus buntu bisa diringankan dengan beberapa obat yang dijual di apotek. Apa saja obat-obatan tersebut?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Awas, Mesin Cuci Kotor Bisa Menjadi Rumah Bagi 5 Bakteri Ini

    Mesin cuci memang cara praktis membersihkan baju. Namun, tahukah Anda bahwa banyak bakteri terdapat pada mesin cuci, terutama jika mesin tak pernah dicuci?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Direkomendasikan untuk Anda

    puasa saat flu saat puasa

    Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
    penyebab resistensi antibiotik

    Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
    perkembangan infeksi TB laten tuberkolosis

    Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
    penyakit dari kucing

    5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/02/2020