Bolehkah Menebus Resep Obat Antibiotik yang Sama Berulang Kali?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bila sedang dilanda sakit karena infeksi virus atau bakteri, umumnya Anda akan pergi ke dokter untuk berobat. Nantinya dokter akan memberikan resep obat antibiotik yang harus ditebus di apotek dan diminum sampai habis.

Setelah sembuh, terkadang gejala infeksi penyakit yang sama bisa terjadi lagi. Tak jarang, banyak orang yang akan menebus kembali resep sebelumnya untuk mengatasi gejala penyakit yang diderita. Perilaku mengulang atau menebus resep berulang ini apa  aman dan boleh dilakukan? Mari ketahui aturan minum antibiotik yang benar dan aman berikut ini.

Tidak boleh mengulang resep obat antibiotik

susah menelan obat

Dr. Erni Nelwan, Sp. PD-KPTI, dokter penyakit dalam dan penyakit tropik infeksi di RSCM mengatakan bahwa tidak boleh mengulang resep obat antibiotik. Ini disebabkan karena belum tentu diagnosis penyakit yang dialami kedua kalinya sama dengan penyakit awal.

“Mengulang resep antibiotik tidak diperbolehkan, karena tiap gejala yang dialami belum tentu virus atau bakteri penyebabnya sama.”, ujar dr. Erni yang ditemui di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Kamis (15/11).

Obat antibiotik adalah obat yang hanya digunakan untuk mengobati penyakit akibat bakteri atau mikroba lainnya. Maka itu, tidak semua gejala penyakit yang Anda rasakan bisa diobati dengan antibiotik.  Conto bila mengalami gejala pilek, Anda tidak bisa minum antibiotik agar sembuh. Pilek adalah gejala flu yang disebabkan oleh virus. Maka itu Anda harus minum obat antivirus.

Untuk mengetahui apakah gejala penyakit yang Anda alami disebabkan bakteri atau tidak, Anda wajib konsultasi ke dokter. Nantinya obat bisa ditentukan berdasarkan diagnosis penyakit Anda. Selain itu, bila asal minum obat antibiotik, ini bisa menyebabkan tubuh mengalami resistensi antibiotik.

Apa itu resistensi antibiotik?

Diazoxide adalah

Resistensi antibiotik adalah kondisi di mana tubuh seseorang sudah kebal dan tidak mempan lagi diobati pakai  antibiotik. Ini dikarenakan bakteri atau virus menjadi kebal dan beradaptasi di dalam tubuh Anda, meskipun sudah minum obat antibiotik.

Kalau sudah mengalami resistensi antibiotik, kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi jadi lemah. Penyakit infeksi di tubuh Anda pun jadi susah diobati dengan obat antibiotik.

Perlu diketahui juga, bahwa resistensi antibiotik sudah menjadi ancaman kesehatan dunia yang bisa mengakibatkan kematian. Jika jumlah bakteri yang kebal terhadap antibiotik sudah banyak, perawatan medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, atau pengobatan medis lain menjadi sangat berisiko. Alhasil, Anda jadi lebih lama berobatnya dan perawatannya juga lebih mahal biayanya.

Bagaimana aturan minum antibiotik yang benar?

Deferasirox adalah

Penting untuk mengikuti aturan minum antibiotik sesuai anjuran dokter. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam aturan minum antibiotik:

  • Selalu minum antibiotik sesuai anjuran dokter.
  • Selalu beli sejumlah obat antibiotik sesuai yang diresepkan dokter (jangan lebih, jangan kurang).
  • Selalu habiskan antibiotik sesuai anjuran resep, bahkan jika Anda sudah merasa lebih baik kondisinya.
  • Selalu konsumsi obat antibiotik tepat waktu dan tepat dosis.
  • Jangan melewatkan dosis.
  • Jangan menyimpan obat antibiotik untuk berjaga-jaga ke depannya apabila ada tanda penyakit kambuh.
  • Jangan asal memberikan atau menyarankan antibiotik pada orang lain.
  • Jangan minum obat antibiotik yang diresepkan dokter untuk orang lain.
  • Selalu beri tahu dokter apabila Anda minum obat atau vitamin lain saat diresepkan antibiotik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Vagina Anda luka? Jangan digaruk atau dibersihkan dengan sembarang sabun. Apa penyebab lecet dan luka di vagina? Dan bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Yang jelas, bulu alias rambut halus yang lebat ini diakibatkan tingginya hormon testosteron. Tapi apakah ini berarti nafsu seksualnya juga lebih tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Seksual, Tips Seks 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit