home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Antibiotik untuk Radang Tenggorokan, Kapan Perlu Mengonsumsinya?

Antibiotik untuk Radang Tenggorokan, Kapan Perlu Mengonsumsinya?

Radang tenggorokan mungkin tidak terlalu membahayakan, tapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu, terutama terasa sakit saat menelan dan berbicara. Untuk itu, Anda perlu segera mengobatinya. Antibiotik untuk radang tenggorokan bisa efektif menyembuhkan, tapi tidak semua kondisi radang tenggorokan dapat disembuhkan dengan antibiotik.

Perlu Anda ketahui bahwa ada banyak penyebab radang tenggorokan, di antaranya adalah virus dan bakteri. Penggunaan obat antibiotik tergantung dari apa penyebab radang tenggorokan tersebut.

Kapan perlu menggunakan antibiotik untuk radang tenggorokan?

Radang tenggorokan atau faringitis memang paling sering disebabkan oleh infeksi virus, seperti pada penyakit pilek atau flu. Radang tenggorokan karena virus dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu.

Namun, peradangan pada tenggorokan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, yakni Streptococcus grup A. Jika spesifik disebabkan bakteri tersebut, penyakit ini disebut juga dengan strep throat.

Umumnya, radang tenggorokan karena bakteri ini terjadi pada anak-anak usia 5-15 tahun, tapi orang di segala usia juga bisa mengalaminya.

Menurut studi dalam Journal Laboratory of Physicians, infeksi bakteri Sreptococcus di tenggorokan bisa lebih serius dibandingkan virus penyebab pilek jika tidak kunjung sembuh.

Pasalnya, infeksi bakteri ini bisa menimbulkan masalah di sekitar tenggorokan seperti radang amandel (tonsilitis) atau sinusitis.

Selaim itu, infeksi bisa menyebar ke jaringan lain dan menyebabkan demam rematik atau peradangan pada ginjal, meskipun komplikasi ini jarang terjadi.

Untuk mengobati radang tenggorokan yang disebabkan bakteri, diperlukan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Antibiotik selanjutnya perlu dikonsumsi sampai habis dalam rentang waktu yang ditentukan dokter.

Antibiotik tidak ampuh untuk mengobati radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus.

Ciri-ciri radang tenggorokan yang disebakan bakteri

Infeksi bakteri Streptococcus dapat membuat tenggorokan Anda terasa sakit, kering, dan gatal. Akibatnya, Anda bisa mengalami gejala seperti kesulitan menelan bahkan berbicara.

Radang tenggorokan akibat bakteri biasanya berlangsung lebih dari seminggu dan bisa disertai dengan demam.

Gejala batuk umumnya tidak terjadi saat Anda mengalami radang tenggorokan karena bakteri.

Pasalnya, hampir setiap radang tenggorokan disebabkan oleh virus memunculkan gejala seperti batuk, hidung tersumbat, dan bersin.

Selain itu, pada bagian amandel juga sering terlihat lapisan berwarna putih. Infeksi bakteri juga dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di leher sehingga tampak membengkak.

Anda perlu segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan pengobatan antibiotik, terutama jika Anda merasakan gejala radang tenggorokan seperti:

  • Tenggorokan sangat sakit
  • Demam tinggi hingga di atas 38 derajat Celsius
  • Muncul bercak putih pada amandel
  • Kelenjar di leher bengkak
  • Muncul ruam di kulit
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan

Jenis antibiotik untuk radang tenggorokan

efek samping antibiotik

Dalam memastikan apakah radang tenggorokan diakibatkan infeksi virus atau bakteri, dokter bisa melakukan rapid test atau tes usap dengan mengambil sampel dari bagian belakang tenggorokan.

Sampel tersebut kemudian akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui patogen penyebabnya.

Apabila dikonfirmasi penyebab radang tenggorokan adalah infeksi bakteri Streptococcus, dokter akan meresepkan obat antibiotik.

Antibiotik untuk radang tenggorokan ini bekerja dengan cara membunuh bakteri sehingga menghentikan peradangan sekaligus menghambat penyebaran bakteri ke jaringan lain.

Selain itu, pengobatan radang tenggorokan melalui antibiotik juga akan meredakan demam dan gejala sakit tenggorokan.

Terdapat beberapa jenis obat antibiotik yang umumnya diberikan oleh dokter untuk mengobati radang tenggorokan, di antaranya:

  • Penicillin
  • Amoxicillin
  • Eritromisin
  • Cephaplosporin
  • Cefadroxil
  • Clarithromycin
  • Cefixime

Penicillin dan amoxicillin merupakan jenis antibiotik yang paling umum diresepkan. Namun, cephalosporin (cefalexin) menjadi alternatif untuk anak-anak yang memiliki alergi terhadap kedua antibiotik tersebut.

Lamanya pengobatan antibotik bisa berbeda-beda, tergantung dari seberapa parah kondisi radang tenggorokan yang dialami.

Penting bagi Anda untuk menghabiskan semua antibiotik yang diresepkan dokter untuk membunuh semua bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan.

Berhenti minum antibiotik sebelum habis meskipun Anda merasa sudah membaik, dapat mengakibatkan radang tenggorokan kambuh lagi.

Selain itu, penggunaan antibiotik secara sembarang juga meningkatkan risiko resistansi bakteri, yaitu kondisi di mana bakteri kebal terhadap efek dari antibiotik.

Pengobatan radang tenggorokan di rumah

Selama menjalani pengobatan antibiotik untuk radang tenggorokan, ada baiknya jika Anda juga melakukan perawatan sederhana di rumah.

Beberapa hal ini dapat Anda lakukan untuk membantu meringankan gejala dan mempercepat penyembuhannya. Seperti:

  • Berkumur dengan larutan air garam beberapa kali dalam sehari.
  • Memperbanyak konsumsi cairan seperti minum air putih atau mengonsumsi sup kaldu hangat.
  • Mengonsumsi permen pereda tenggorokan seperti lozenges.
  • Menghindari alergen dan penyebab iritasi seperti asap dan bahan kimia.
  • Menggunakan obat pereda nyeri, seperti acetaminophen untuk meredakan sakit

Pengobatan dengan antibiotik efektif mengatasi radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Umumnya, tidak ada efek samping yang berarti dari pengobatan antibiotik ini.

Meski begitu, Anda tetap harus mengikuti anjuran dari dokter untuk mencegah kambuhnya penyakit dan risiko kekebalan bakteri.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nasirian, H., TarvijEslami, S., Matini, E., Bayesh, S., & Omaraee, Y. (2017). A clinical decision rule for streptococcal pharyngitis management: An update. Journal Of Laboratory Physicians, 9(02), 116-120. https://doi.org/10.4103/0974-2727.199635

Martin, J. (2015). The Mysteries of Streptococcal Pharyngitis. Current Treatment Options In Pediatrics, 1(2), 180-189. https://doi.org/10.1007/s40746-015-0013-9

ENT Health. (2020). Sore Throats. Retrieved 8 October 2020, from https://www.enthealth.org/conditions/sore-throats/

Mayo Clinic. (2020). Strep throat – Diagnosis and treatment. Retrieved 8 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/strep-throat/diagnosis-treatment/drc-20350344

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 05/04/2021
x