home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan salah satu jenis penyakit jantung (kardiovaskuler) yang umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan denyut jantung yang lebih cepat atau lebih lambat dari denyut jantung normal. Bahkan, bisa juga ditandai dengan denyut jantung tidak beraturan. Lantas, apakah orang yang mengalami aritmia jantung bisa sembuh? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Apakah aritmia jantung bisa sembuh?

Fungsi organ jantung memompa darah agar bisa terus bersirkulasi ke semua sel, jaringan, dan organ yang ada di dalam tubuh. Darah yang dialirkan tersebut mengandung oksigen dan nutrisi. Kerja jantung dalam memompa darah ini bisa Anda rasakan lewat detak jantung di dada sebelah kiri.

Normalnya, orang yang sehat memiliki denyut jantung berkisar 60-100 detak per menit. Anda bisa mengecek detak jantung ini lewat pergelangan tangan dan leher. Jika Anda merasakan jantung bekerja lebih cepat, lebih lambat, atau tidak beraturan dari biasanya, ini bisa menjadi tanda Anda mengalami aritmia.

Selain denyut jantung yang abnormal, aritmia juga bisa menimbulkan sesak napas, sakit kepala, tubuh lelah dan berkeringat, kadang juga menimbulkan perasaan ingin pingsan. Namun, pertanyaan yang kerap muncul adalah, apakah seseorang yang mengalami aritmia jantung bisa sembuh?

Sebenarnya sembuh atau tidak seseorang dari gangguan irama pada jantung, sebenarnya bergantung pada penyebab dan keparahan kondisinya.

Dilansir dari situs Mayo Clinic, aritmia bisa disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, minum alkohol atau kopi terlalu banyak, atau penggunaan obat atau suplemen tertentu.

Cara mengobati dan dan mencegah kambuhnya aritmia jantung

Jika dilihat dari penyebab gaya hidup tidak sehat, aritmia bisa Anda sembuhkan dan dicegah kekambuhannya di kemudian hari. Ini dimulai dengan menghentikan kebiasaan merokok. Pasalnya, zat kimia rokok adalah penyebab penyakit jantung, yang juga bisa memicu perubahan denyut jantung normal.

Di samping itu, konsumsi minuman alkohol dan kopi juga harus dibatasi. Kandungan kafein pada kopi yang bila dikonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan efek samping, yaitu jantung berdebar lebih cepat. Sementara itu, alkohol bisa mengganggu aktivitas kelistrikan jantung sehingga menyebabkan aritmia.

Jika penyebab aritmia karena obat, maka perlu mengganti obat yang memicu perubahan denyut jantung dan lebih berhati-hati dalam memilih obat bebas untuk flu atau alergi. Konsultasikan ke dokter agar cara mengatasi aritmia yang Anda pilih jadi lebih tepat.

Lantas, apakah aritmia jantung yang disebabkan oleh faktor lain bisa sembuh? Berdasarkan penjelasan University of Iowa, atrial fibrilasi dapat disembuhkan dengan prosedur bedah MAZE. Atrial fibrilasi merupakan jenis aritmia yang paling umum yang ditandai dengan denyut jantung lebih dari 400 detak per menit.

MAZE sendiri dilakukan dengan menciptakan pola jaringan parut (labirin) di bilik atas jantung dengan bantuan energi panas dan dingin. Tingkat keberhasilan dari perawatan ini sekitar 70 hingga 95 persen. Agar tidak kembali menyerang, beberapa orang perlu minum obat untuk mengendalikan irama jantung tetap normal.

Waspadai risiko komplikasi aritmia jantung

Meskipun pertanyaan ‘apakah aritmia jantung bisa sembuh’ sudah terjawab, periset masih terus melakukan pengamatan lebih lanjut. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh University of Birmingham tahun 2018.

Dari studi ini, periset menyimpulkan bahwa pasien aritmia memiliki risiko tinggi terserang stroke , sehingga mereka perlu menjalani perawatan lebih lanjut. Sekalipun ritme jantung mereka sudah kembali normal. Tingginya risiko stroke ini ternyata dikarenakan mereka rentan mengalami penggumpalan darah.

Jika pasien yang sudah sembuh kembali mengalami gangguan irama jantung, dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan lebih lanjut, yakni ablasi kateter. Ablasi kateter atau ablasi atrial fibrilasi bertujuan untuk mencegah sinyal listrik abnormal memasuki jantung, sehingga aritmia tidak terjadi.

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter ke pembuluh darah yang tersambung ke jantung. Kemudian, energi panas atau dingin dikirimkan.

Perawatan lanjutan untuk penderita aritmia jantung yang sudah sembuh

Apakah pasien aritmia jantung yang bisa sembuh perlu menjalani perawatan? Ya, ini sangat diperlukan untuk mencegah sewaktu-waktu aritmia kembali kambuh. Perawatan tersebut meliputi cek kesehatan jantung dan periksa tekanan darah secara berkala dan minum obat yang diresepkan.

Selain itu, orang yang pernah mengalami aritmia harus menghindari pemicu dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Berikut ini berbagai hal yang harus dilakukan sekaligus dihindari oleh orang yang pernah mengalami gangguan denyut jantung.

  • Konsumsi makanan yang menyehatkan jantung, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak.
  • Tetap aktif bergerak secara fisik dan menjaga berat badan tetap ideal.
  • Berhenti merokok dan sebaiknya juga hindari kopi maupun alkohol.
  • Pahami cara mengatasi stres yang dialami.
  • Selalu berhati-hati dalam menggunakan obat-obatan tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Atrial fibrillation: Frequently asked questions. (2018, December 5). University of Iowa Hospitals & Clinics. https://uihc.org/health-topics/atrial-fibrillation-frequently-asked-questions [Accessed on June 11th, 2020]

Heart arrhythmia – Symptoms and causes. (2019, November 19). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668 [Accessed on June 11th, 2020]

Arrhythmia. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/arrhythmia [Accessed on June 11th, 2020]

Your heart & circulatory system (for kids). (2018, May). Nemours KidsHealth – the Web’s most visited site about children’s health. https://kidshealth.org/en/kids/heart.html [Accessed on June 11th, 2020]

University of Birmingham. (2018, May 10). Patients who have had an irregular heart beat can’t ever be considered ‘cured’. ScienceDaily. Retrieved June 11, 2020 from www.sciencedaily.com/releases/2018/05/180510145948.htm [Accessed on June 11th, 2020]

Maze procedure – Type – Mayo Clinic. (2019, November 13). Mayo Clinic – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/maze-procedure/pyc-20384973 [Accessed on June 11th, 2020]

Smoking and your heart. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/smoking-and-your-heart [Accessed on June 11th, 2020]

Cardiac ablation – Mayo Clinic. (2019, September 28). https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cardiac-ablation/about/pac-20384993 [Accessed on June 11th, 2020]

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 03/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x