home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Detak Jantung Anda Normal? Begini Cara Hitungnya

Apakah Detak Jantung Anda Normal? Begini Cara Hitungnya

Saat Anda terkejut atau sehabis lari pagi, pasti Anda akan menyadari denyut jantung terasa lebih kencang dibanding ketika Anda sedang bersantai. Sebenarnya, apa itu detak jantung dan berapa batas normalnya? Yuk, pahami lebih dalam detak jantung (denyut nadi) normal dan berbagai hal yang memengaruhinya pada ulasan berikut ini.

Detak jantung normal berdasarkan usia

detak jantung cepat

Jantung adalah organ vital yang bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini membuat peredaran darah yang kaya oksigen dapat mencapai seluruh sel-sel dalam tubuh Anda. Untuk mengecek kesehatan jantung, dokter biasanya akan mengamati seberapa normal tekanan darah dan detak jantung.

Detak jantung atau yang sering disebut juga sebagai denyut nadi adalah berapa kali jantung Anda berdetak per menit. Detak jantung atau denyut nadi yang normal berkisar antara 60 hingga 100 detak per menit (BPM). Namun, banyaknya denyut nadi normal juga bisa dikategorikan berdasarkan usia, yaitu:

Detak jantung (denyut nadi) normal pada bayi dan anak

  • Bayi baru lahir hingga usia bulan, berkisar 70-190 detak per menit.
  • Bayi berusia 1 hingga 11 bulan, berkisar 80-150 detak per menit.
  • Anak berusia 1 hingga 2 tahun, berkisar 80-130 detak per menit.
  • Anak berusia 3 hingga 4 tahun, berkisar 80-120 detak per menit.
  • Anak berusia 3 hingga 4 tahun, berkisar 80-120 detak per menit
  • Anak berusia 5 hingga 6 tahun, berkisar 75-115 detak per menit.
  • Anak berusia 7 hingga 9 tahun, berkisar 70-110 detak per menit.
  • Anak yang berusia 10 tahun ke atas memiliki denyut jantung normal sekitar 60-100 detak per menit.

Cara menghitung detak jantung

Menghitung denyut jantung adalah hal yang mudah, dan Anda dapat menggunakan angka Anda sebagai panduan seberapa keras Anda harus berolahraga untuk ke depannya.

Untuk menghitung denyut jantung, Anda hanya membutuhkan kemampuan berhitung dan sebuah stopwatch. Tapi, penting untuk memilih waktu kapan untuk menghitungnya. Anda akan mendapatkan pembacaan yang paling akurat dari irama denyut jantung Anda begitu Anda bangun pagi.

  • Tempatkan ujung telunjuk dan jari tengah tangan kanan di sisi telapak pergelangan tangan kiri (atau sebaliknya), tepat di bawah pangkal jempol. Atau, tempatkan ujung telunjuk dan jari ketiga di leher bagian rahang bawah Anda di salah satu sisi tenggorokan Anda. Jangan gunakan ibu jari karena ibu jari memiliki denyut ringan yang dapat membingungkan Anda saat menghitung.
  • Tekan lembut jari Anda sampai Anda merasakan denyut nadi di bawah jari Anda. Anda mungkin perlu memindah-mindahkan jari ke sekitarnya sampai Anda benar-benar merasakan denyut.
  • Hitung denyut nadi Anda dalam 15 detik. Kalikan hasilnya dengan 4 untuk mendapat angka denyut nadi istirahat anda per menit. Anda dapat menghitung denyut nadi Anda tiga kali, kemudian mengambil rata-rata dari ketiganya untuk benar-benar yakin.
health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Berbagai hal yang memengaruhi detak jantung normal

mengukur denyut jantung olahraga

Denyut nadi Anda bisa melonjak tinggi maupun rendah dari batas seharusnya. Selain usia, perubahan detak jantung ini juga dipengaruhi oleh berbagai hal, di antaranya:

Aktivitas fisik

Ketika Anda sedang melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga, denyut jantung yang awalnya normal bisa meningkat. Hal ini dikarenakan tubuh Anda membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menghasilkan energi sehingga jantung harus memompa darah kaya yang oksigen ke seluruh tubuh lebih cepat.

Dilansir dari American Heart Association, selama Anda melakukan aktivitas intensitas sedang biasanya target detak jantung Anda sekitar 50-70% dari detak jantung maksimum. Sementara jika Anda melakukan aktivitas intensitas tinggi, target detak jantung Anda sekitar 70-85% dari detak jantung maksimum.

Sebagai cContoh, Anda berusia 20 tahun memiliki batas maksimal denyut nadi sebesar 200 BPM, dan sedang melakukan olahraga intensitas tinggi. Jadi, batas maksimal 200 BPM x 70 atau 80%, sehingga detak jantung Anda pada saat itu sekitar 140-160 detak jantung per menit. Denyut jantung ini tentu berbeda besarannya ketika Anda sedang beristirahat.

Suhu udara

Detak jantung normal juga bisa berubah bergantung dengan suhu udara di sekitar Anda. Jika suhu ruangan tinggi, denyut jantung akan meningkat. Ini terjadi karena udara yang panas memicu jantung untuk memompa darah lebih banyak. Biasanya, denyut jantung akan meningkat sekitar 5-10 detak tambahan per menit.

Posisi tubuh

Saat tubuh Anda duduk atau berdiri, denyut nadi tidak akan berbeda. Namun, setelah Anda berdiri selama 15-20 detik pertama, denyut nadi akan sedikit naik. Setelah beberapa menit, denyut nadi yang naik akan kembali ke angka semula.

Emosi

Stres ternyata juga bisa mengubah detak jantung normal Anda. Selain itu, berbagai emosi lain, seperti cemas, marah, sedih, dan bahagia juga bisa mengubah total denyut jantung Anda per menit.

Bertubuh gemuk

Orang yang memiliki tubuh gemuk, biasanya memiliki denyut nadi istirahat yang lebih tinggi dari biasanya. Akan tetapi, tidak lebih dari 100 detak per menit.

Pengguaan obat-obatan tertentu

Obat juga bisa memengaruhi detak jantung normal. Contoh obat-obatan tersebut adalah obat untuk mengobati masalah tiroid, obat beta blocker, obat flu, obat penyakit jantung, obat asma, dan obat penghambat kalsium.

Masalah kesehatan tertentu

Detak jantung normal juga bisa terganggu akibat adanya masalah kesehatan. Paling sering, kondisi ini menyerang orang dengan penyakit jantung, seperti gangguan irama jantung (aritmia).

Entah itu detak jantung jadi lebih lemah di bawah 60 BPM (bradikardia) atau lebih cepat di atas 100 BPM (takikardi). Selain itu, orang dengan penyakit diabetes dan kadar kolesterol tinggi.

Saat bradikardia terjadi, biasanya Anda akan mengalami pusing, nyeri dada, napas menjadi pendek, tubuh lemas, dan perasaan ingin pingsan. Sementara ketika takikardia terjadi, Anda akan mengalami napas pendek, detak jantung kencang disertai nyeri di dada, dan perasaan ingin pingsan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera pergi ke dokter atau minta pertolongan dokter. Pasalnya, gejala tersebut menunjukkan tanda-tanda darurat yang mengancam jiwa, sehingga butuh perawatan segera.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

All about heart rate (Pulse). www.heart.org. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/the-facts-about-high-blood-pressure/all-about-heart-rate-pulse [Accessed on October 22th, 2020]

2 easy, accurate ways to measure your heart rate. (2018, August 29). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/expert-answers/heart-rate/faq-20057979 [Accessed on October 22th, 2020]

Tachycardia – Symptoms and causes. (2020, April 15). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tachycardia/symptoms-causes/syc-20355127 [Accessed on October 22th, 2020]

Bradycardia – Symptoms and causes. (2019, November 13). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bradycardia/symptoms-causes/syc-20355474 [Accessed on October 22th, 2020]

Heart arrhythmia – Symptoms and causes. (2019, November 19). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668 [Accessed on October 22th, 2020]

Target heart rates chart. www.heart.org. https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/target-heart-rates#.WC8V6aJ9636 [Accessed on October 22th, 2020]

Pulse: MedlinePlus medical encyclopedia. MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/ency/article/003399.htm [Accessed on October 22th, 2020]

Harvard Health Publishing. (2020, July 27). Beats per minute a signal of heart health. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/beats_per_minute_a_signal_of_heart_health [Accessed on October 22th, 2020]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 15/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x