Telur termasuk bahan makanan yang paling serbaguna, gampang diolah, dan bercita rasa lezat. Berkat kandungan gizi yang hampir lengkap, telur juga digadang-gadang sebagai superfood dengan segudang manfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat telur?
Telur termasuk bahan makanan yang paling serbaguna, gampang diolah, dan bercita rasa lezat. Berkat kandungan gizi yang hampir lengkap, telur juga digadang-gadang sebagai superfood dengan segudang manfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat telur?

Telur adalah bahan makanan hewani yang mengandung hampir semua zat gizi makro dan mikro.
Putih telur merupakan sumber protein, vitamin B2, B6, B12, dan selenium. Kuning telur mengandung lemak, kalori, kolesterol, dan beberapa jenis mineral.
Telur ayam ayam kampung dan ayam ras mengandung zat gizi dengan jumlah yang berbeda.
Akan tetapi, keduanya sama-sama didominasi oleh protein dan lemak, serta memiliki beragam vitamin dan mineral dalam jumlah tertentu.
Dua butir telur ayam ras seberat 100 gram mengandung zat gizi di bawah ini.
Telur ayam juga mengandung vitamin B6, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan zinc dalam jumlah yang cukup.
Tidak hanya itu, ada pula dua senyawa antioksidan yang disebut lutein dan zeaxanthin.
Di bawah ini berbagai manfaat telur yang bisa Anda dapatkan.
Protein berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan pada hampir semua fungsi sel.
Zat gizi inilah yang membentuk setiap sel dan jaringan penyusun tubuh manusia, seperti otot, otak, peredaran darah, tulang, dan masih banyak lagi.
Tubuh perlu protein untuk menjalankan proses metabolisme, memproduksi energi, menyembuhkan luka, dan menghasilkan hormon.
Konsumsi satu butir telur setiap hari membantu menyediakan protein yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi ini.
Manfaat telur yang satu ini berasal dari kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin.
Keduanya terkumpul pada retina dan memberikan lapisan perlindungan dari papara sinar matahari.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin membantu mengurangi risiko penyakit katarak dan degenerasi makula.
Keduanya merupakan penyakit yang umum menyebabkan kebutaan pada pasien lanjut usia.
Manfaat telur yang satu ini berasal dari kandungan kolin, yaitu zat mirip vitamin B yang penting dalam perkembangan otak selama kehamilan.
Pada sel otak manusia, kolin mempercepat pelepasan protein yang diperlukan dalam pembentukan memori dan beberapa fungsi otak lainnya.
Mengutip studi terbitan Nutrients (2020), kolin penting untuk mengurangi gangguan kognitif dengan meningkatkan fungsi saraf, kecerdasan, dan ingatan.
Cara paling mudah untuk mendapatkan manfaat kolin yakni dengan mengonsumsi telur setiap hari.

Telur memang mengandung kolesterol. Asupan kolesterol yang Anda peroleh dari makanan biasanya tidak meningkatkan kadar kolesterol darah.
Namun, telur justru membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah Anda.
Kolesterol pada telur memiliki manfaat untuk mengubah kolesterol jahat menjadi bentuk kolesterol lain yang lebih sehat.
Sebuah studi dalam British Medical Journal (2013) pun menyebutkan tidak ada hubungan antara makan telur dan risiko penyakit jantung atau faktor pemicunya, seperti tekanan darah tinggi.
Selain menurunkan kolesterol jahat, manfaat telur ayam dapat meningkatkan jumlah high-density lipoprotein (HDL) yang dikenal sebagai kolesterol baik.
Orang-orang dengan HDL yang tinggi biasanya berisiko lebih rendah terkena stroke dan penyakit jantung.
Kandungan gizi beberapa jenis telur juga diperkaya dengan asam lemak omega-3 yang mampu menurunkan trigliserida atau lemak dalam darah.
Penurunan kadar trigliserida akan mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah yang menjadi cikal bakal penyakit jantung.
Manfaat telur memberikan baik untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan.
Telur kaya akan protein, sumber kalori yang lebih baik daripada karbohidrat sederhana seperti nasi atau makanan manis.
Mengonsumsi telur bisa membuat Anda kenyang lebih lama dengan asupan kalori yang lebih sedikit.
Pasalnya, protein meningkatkan hormon peptida YY atau hormon penekan nafsu makan. Protein juga menurunkan hormon nafsu makan, yaitu hormon ghrelin.
Bila ingin mendapatkan asupan protein dari telur lebih banyak, Anda bisa mencoba telur bebek.
Telur mengandung beragam zat gizi yang penting untuk menjaga kesehatan sistem imun, di antaranya yakni asam amino, vitamin A, dan selenium.
Asam amino bisa menjaga fungsi sel-sel kekebalan tubuh dan menghasilkan antibodi. Selenium berperan dalam mengurangi peradangan di tubuh.
Sementara itu, vitamin A memperkuat lapisan lendir di tubuh sehingga memberikan perlindungan dari infeksi bakteri dan virus berbahaya.
Selain itu, selaput di sekitar kuning telur mengandung glikopeptida tersulfasi.
Zat ini membantu merangsang produksi makrofag, yakni sel-sel kekebalan yang melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi.
Telur memang punya banyak manfaat, tapi ada beberapa hal yang perlu Anda cermati sebelum mengonsumsinya.
Ada berbagai risiko telur yang mungkin bisa Anda alami. Apa saja?
Telur rentan terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini berasal dari feses yang menempel di cangkang saat unggas bertelur.
Bakteri akan memasuki telur melalui pori-pori cangkang telur dan bertahan hidup pada permukaan putih telur.
Oleh karena itu, pastikan Anda memasak telur hingga tampak padat. Ini berguna untuk menghindari risiko infeksi bakteri.
Telur merupakan salah satu makanan yang paling sering memicu reaksi alergi.
Pasalnya, protein telur akan mengikat antibodi pada beberapa orang. Akibatnya, sistem imun akan bereaksi dan muncul tanda-tanda alergi.
Beberapa gejala alergi telur, yaitu:
Kebanyakan makan telur mentah bisa menyebabkan kekurangan biotin atau vitamin B7. Hal ini disebabkan telur mentah mengandung senyawa avidin.
Senyawa ini akan mengikat biotin dan mencegah penyerapan di saluran pencernaan. Berikut tanda-tanda kekurangan biotin.
Menjamin kondisi telur tetap bagus saat disimpan dapat mengurangi kerusakan kandungan telur.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpan telur.
Ada berbagai manfaat telur untuk kesehatan. Agar lebih sehat, masaklah telur dengan cara direbus, bukan digoreng.
Gunakan garam sesedikit mungkin untuk mengurangi risiko hipertensi.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved January 6, 2023, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/171287/nutrients
Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. (2023). Retrieved 5 January 2023, from http://panganku.org/id-ID/view
What are proteins and what do they do?: MedlinePlus Genetics. (2021). Retrieved 5 January 2023, from https://medlineplus.gov/genetics/understanding/howgeneswork/protein/
Barchitta, M., Maugeri, A., Favara, G., Magnano San Lio, R., Evola, G., Agodi, A., & Basile, G. (2019). Nutrition and Wound Healing: An Overview Focusing on the Beneficial Effects of Curcumin. International Journal of Molecular Sciences, 20(5), 1119. https://doi.org/10.3390%2Fijms20051119
Protein. (2012). Retrieved 5 January 2023, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/protein/
Institute of Medicine (US) Committee on Nutrition, a., Erdman, J., Oria, M., & Pillsbury, L. (2011). Choline. National Academies Press (US). Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK209327/
Derbyshire, E., & Obeid, R. (2020). Choline, Neurological Development and Brain Function: A Systematic Review Focusing on the First 1000 Days. Nutrients, 12(6), 1731. https://doi.org/10.3390%2Fnu12061731
Rong, Y., Chen, L., Zhu, T., Song, Y., Yu, M., & Shan, Z. et al. (2013). Egg consumption and risk of coronary heart disease and stroke: dose-response meta-analysis of prospective cohort studies. BMJ, 346(jan07 2), e8539-e8539. https://doi.org/10.1136%2Fbmj.e8539
DiMarco DM, Norris GH, Millar CL, Blesso CN, Fernandez ML. Intake of up to 3 Eggs per Day Is Associated with Changes in HDL Function and Increased Plasma Antioxidants in Healthy, Young Adults. J Nutr. 2017 Mar;147(3):323-329. https://doi.org/10.3945/jn.116.241877. Epub 2017 Jan 11. PMID: 28077734.
Shakoor, H., Khan, M., Sahar, A., Khan, M., Faiz, F., & Basheer Ahmad, H. (2020). Development of omega‐3 rich eggs through dietary flaxseed and bio‐evaluation in metabolic syndrome. Food Science & Nutrition, 8(6), 2619-2626. https://doi.org/10.1002%2Ffsn3.1522
How Triglycerides Impact Heart Health. (2023). Retrieved 5 January 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/17583-triglycerides–heart-health
Moon, J., & Koh, G. (2020). Clinical Evidence and Mechanisms of High-Protein Diet-Induced Weight Loss. Journal of Obesity & Metabolic Syndrome, 29(3), 166-173. https://doi.org/10.7570/jomes20028
Li P, Yin YL, Li D, Kim SW, Wu G. Amino acids and immune function. Br J Nutr. 2007 Aug;98(2):237-52. https://doi.org/10.1017/s000711450769936x. Epub 2007 Apr 3. PMID: 17403271.
Nutrition and Immunity. (2020). Retrieved 5 January 2023, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/nutrition-and-immunity/
Gürbüz, M., & Aktaç, Ş. (2022). Understanding the role of vitamin A and its precursors in the immune system. Nutrition Clinique Et Métabolisme, 36(2), 89-98. https://doi.org/10.1016/j.nupar.2021.10.002
Huang, Z., Rose, A., & Hoffmann, P. (2012). The Role of Selenium in Inflammation and Immunity: From Molecular Mechanisms to Therapeutic Opportunities. Antioxidants & Redox Signaling, 16(7), 705-743. https://doi.org/10.1089%2Fars.2011.4145
Omana, D., Wang, J., & Wu, J. (2010). Ovomucin – a glycoprotein with promising potential. Trends In Food Science & Technology, 21(9), 455-463. https://doi.org/10.1016%2Fj.tifs.2010.07.001
Centers for Disease Control and Prevention. (2022, March 17). Salmonella and eggs. Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved January 6, 2023, from https://www.cdc.gov/foodsafety/communication/salmonella-and-eggs.html
Egg. (2022). Retrieved 5 January 2023, from https://www.foodallergy.org/living-food-allergies/food-allergy-essentials/common-allergens/egg
Egg allergy – Symptoms and causes. (2023). Retrieved 5 January 2023, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/egg-allergy/symptoms-causes/syc-20372115
Saleem, F., & Soos, M. (2022). Biotin Deficiency. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK547751/
Versi Terbaru
24/01/2023
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)