home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Meski Tinggi Kolesterol, Kuning Telur Berikan 6 Manfaat Ini

Meski Tinggi Kolesterol, Kuning Telur Berikan 6 Manfaat Ini

Telur termasuk bahan makanan yang paling bergizi. namun, tidak sedikit yang membuang bagian kuningnya karena takut akan kandungan lemak dan kolesterolnya. Padahal, kuning telur sebenarnya memiliki kandungan gizi dan manfaat yang luar biasa.

Kandungan gizi kuning telur

Bolehkah penderita diabetes makan telur

Kuning telur adalah bagian berwarna kuning yang berada di pusat telur. Bagian ini tidak hanya mengandung lemak dan kolesterol, tapi juga vitamin dan mineral. Oleh sebab itu, tidak heran bila kuning telur dikategorikan sebagai superfood”.

Kandungan gizi kuning telur bergantung pada ukuran, jenis, dan proses pengolahannya sebelum sampai ke tangan konsumen. Teknik memasak telur yang Anda gunakan juga dapat memengaruhi kandungan lemak dan kolesterolnya.

Namun, secara umum, di bawah ini angka kandungan gizi dari sebutir kuning telur mentah ukuran sedang.

  • Energi (Kalori): 54,7 kkal
  • Lemak: 4,5 gram
  • Protein: 2,6 gram
  • Karbohidrat: 0,6 gram
  • Serat: 0 gram
  • Kolesterol: 184 miligram (mg)
  • Vitamin A: 64,8 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 0,9 mcg
  • Tiamin (Vitamin B1): 0,03 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0,09 mg
  • Asam pantotenat (Vitamin B5): 0,5 mg
  • Folat (Vitamin B9): 24,8 mcg
  • Kalsium: 22 mg
  • Zat besi: 0,5 mg
  • Magnesium: 0,8 mg
  • Fosfor: 66,3 mg

Kuning telur merupakan sumber dari berbagai vitamin larut lemak maupun air. Selain itu, ada pula kandungan mineral mikro dalam jumlah kecil yang mencakup zinc, kalium, natrium, dan selenium.

Manfaat kuning telur bagi kesehatan

mata sehat

Berkat kandungan gizinya yang sangat beragam, di bawah ini sejumlah khasiat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi kuning telur.

1. Tidak meningkatkan kolesterol darah total

Telur memang kaya akan kolesterol. Makan satu butir telur bahkan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kolesterol harian Anda. Namun, perlu diketahui bahwa kolesterol yang berasal dari makanan sehari-hari tidak meningkatkan jumlah kolesterol total.

Setiap hari, hati Anda menghasilkan kolesterol untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika Anda makan makanan tinggi kolesterol, organ ini mengimbanginya dengan mengurangi produksi kolesterol. Dengan begitu, kolesterol darah Anda akan tetap stabil.

2. Meningkatkan kolesterol baik

High-density lipoprotein (HDL) yaitu kolesterol baik yang bermanfaat bagi tubuh Anda. Tidak seperti kolesterol yang selama ini identik dengan penyakit, kadar HDL yang tinggi justru dapat menurunkan risiko stroke, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.

Makan kuning telur terbukti bermanfaat untuk jantung lantaran dapat meningkatkan jumlah LDL. Untuk mendapatkan khasiat ini, cukup makan dua butir telur setiap hari selama enam pekan. Hal ini sudah cukup untuk meningkatkan kadar HDL hingga sebesar 10 persen.

3. Berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung

Makan kuning telur sebenarnya bisa meningkatkan kadar low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa ada dua jenis LDL, yaitu LDL partikel besar dan LDL partikel kecil.

Meski kadar LDL dapat meningkat setelah Anda makan kuning telur, studi menunjukkan bahwa ukuran partikelnya bisa berubah menjadi besar. Ini merupakan hal yang baik, sebab LDL partikel besar tidak membahayakan organ jantung seperti LDL partikel kecil.

4. Membantu menurunkan berat badan

Walaupun tinggi lemak, makan kuning telur malah memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan. Ini karena kuning telur merupakan makanan tinggi protein yang dapat memberikan rasa kenyang dan mengurangi keinginan untuk makan banyak.

Kandungan lemak kuning telur juga menyediakan cadangan energi ketika tubuh telah kehabisan gula sebagai sumber energi utama. Inilah mengapa kuning telur dapat menjadi teman diet yang ampuh selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

5. Membantu menyehatkan mata

Kuning telur merupakan sumber lutein dan zeaxanthin, yakni dua antioksidan kuat yang dapat menyehatkan mata. Keduanya terkumpul pada dinding retina dan melindunginya dari kerusakan yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Anda bisa mendapatkan manfaat lutein dan zeaxanthin dengan mengonsumsi kuning telur secara rutin. Selain menyehatkan mata, keduanya juga terbukti mencegah penyakit katarak dan degenerasi makula yang bisa menyebabkan kebutaan.

6. Membantu membentuk otot

Kebanyakan orang yang sedang membentuk otot biasanya menambah asupan protein dengan makan putih telur. Padahal, tahukah Anda bahwa kuning telur juga kaya protein sehingga bisa menjadi makanan pembentuk otot?

Protein kuning telur juga tergolong sebagai protein kualitas tinggi karena mengandung hampir semua jenis asam amino. Asam amino inilah yang akan menambah massa otot, memperkuat tulang, dan menyehatkan tubuh Anda secara keseluruhan.

Meski tinggi kolesterol, kuning telur justru bermanfaat. Konsumsi secara rutin dapat menyehatkan jantung, mata, dan otot, serta berpotensi menurunkan berat badan.

Untuk mendapatkan manfaat kuning telur, pastikan Anda mengimbanginya dengan pola makan bergizi seimbang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Egg, yolk, raw, fresh – US Department of Agriculture. (2019). Retrieved 2 June 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/172184/nutrients

Mutungi, G., Waters, D., Ratliff, J., Puglisi, M., Clark, R. M., Volek, J. S., & Fernandez, M. L. (2010). Eggs distinctly modulate plasma carotenoid and lipoprotein subclasses in adult men following a carbohydrate-restricted diet. The Journal of nutritional biochemistry, 21(4), 261–267. https://doi.org/10.1016/j.jnutbio.2008.12.011

Rahilly-Tierney, C. R., Spiro, A., 3rd, Vokonas, P., & Gaziano, J. M. (2011). Relation between high-density lipoprotein cholesterol and survival to age 85 years in men (from the VA normative aging study). The American journal of cardiology, 107(8), 1173–1177. https://doi.org/10.1016/j.amjcard.2010.12.015

Blesso, C. N., Andersen, C. J., Barona, J., Volek, J. S., & Fernandez, M. L. (2013). Whole egg consumption improves lipoprotein profiles and insulin sensitivity to a greater extent than yolk-free egg substitute in individuals with metabolic syndrome. Metabolism: clinical and experimental, 62(3), 400–410. https://doi.org/10.1016/j.metabol.2012.08.014

Mutungi, G., Waters, D., Ratliff, J., Puglisi, M., Clark, R. M., Volek, J. S., & Fernandez, M. L. (2010). Eggs distinctly modulate plasma carotenoid and lipoprotein subclasses in adult men following a carbohydrate-restricted diet. The Journal of nutritional biochemistry, 21(4), 261–267. https://doi.org/10.1016/j.jnutbio.2008.12.011

Bosse, J. D., & Dixon, B. M. (2012). Dietary protein to maximize resistance training: a review and examination of protein spread and change theories. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 9(1), 42. https://doi.org/10.1186/1550-2783-9-42

Mares J. (2016). Lutein and Zeaxanthin Isomers in Eye Health and Disease. Annual review of nutrition, 36, 571–602. https://doi.org/10.1146/annurev-nutr-071715-051110

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 5 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x