Telur termasuk bahan makanan yang paling bergizi. Namun, tidak sedikit yang membuang bagian kuningnya karena takut akan kandungan lemak dan kolesterolnya. Padahal, ada banyak manfaat kuning telur bagi kesehatan. Apa saja?
Telur termasuk bahan makanan yang paling bergizi. Namun, tidak sedikit yang membuang bagian kuningnya karena takut akan kandungan lemak dan kolesterolnya. Padahal, ada banyak manfaat kuning telur bagi kesehatan. Apa saja?

Kuning telur adalah bagian berwarna kuning yang berada di pusat telur. Bagian ini tidak hanya mengandung lemak dan kolesterol, tapi juga vitamin dan mineral.
Oleh sebab itu, tidak heran bila kuning telur dikategorikan sebagai “superfood”. Kandungan gizi kuning telur bergantung pada ukuran, jenis, dan proses pengolahannya sebelum sampai ke tangan konsumen.
Teknik memasak telur juga dapat memengaruhi kandungan lemak dan kolesterolnya.
Contohnya, telur yang diolah dengan cara digoreng bisa membuat kandungan lemaknya tinggi. Agar kandungan lemak pada telur tidak bertambah, sebaiknya diolah dengan cara direbus.
Namun, secara umum, di bawah ini kandungan nilai gizi dari sebutir kuning telur mentah ukuran sedang.
Kuning telur merupakan sumber dari berbagai vitamin larut lemak maupun air. Selain itu, ada pula kandungan mineral mikro dalam jumlah kecil yang mencakup zinc, kalium, natrium, dan selenium.

Berkat kandungan gizinya yang sangat beragam, di bawah ini sejumlah khasiat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi kuning telur.
Telur memang kaya akan kolesterol. Makan satu butir telur bahkan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kolesterol harian Anda.
Namun, perlu diketahui bahwa kolesterol yang berasal dari makanan sehari-hari tidak meningkatkan jumlah kolesterol total.
Setiap hari, hati Anda menghasilkan kolesterol untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Jika Anda mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, organ ini mengimbanginya dengan mengurangi produksi kolesterol. Dengan begitu, kolesterol darah Anda akan tetap stabil.
High-density lipoprotein (HDL) adalah kolesterol baik yang bermanfaat bagi tubuh Anda.
Tidak seperti kolesterol yang selama ini identik dengan penyakit, kadar HDL yang tinggi justru dapat menurunkan risiko stroke, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.
Makan kuning telur bermanfaat untuk jantung lantaran dapat meningkatkan jumlah HDL.
Untuk mendapatkan khasiat ini, cukup makan dua butir telur setiap hari selama enam pekan. Hal ini sudah cukup untuk meningkatkan kadar HDL hingga sebesar 10 persen.
Makan kuning telur sebenarnya bisa meningkatkan kadar low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat.
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa ada dua jenis LDL, yaitu LDL partikel besar dan LDL partikel kecil.
Meski kadar LDL dapat meningkat setelah Anda makan kuning telur, studi menunjukkan bahwa ukuran partikelnya bisa berubah menjadi besar.
Ini merupakan hal yang baik sebab LDL partikel besar tidak membahayakan organ jantung seperti LDL partikel kecil.
Walaupun tinggi lemak, makan kuning telur malah memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan.
Ini karena kuning telur merupakan makanan tinggi protein yang dapat memberikan rasa kenyang dan mengurangi keinginan untuk makan banyak.
Kandungan lemak kuning telur juga menyediakan cadangan energi ketika tubuh telah kehabisan gula sebagai sumber energi utama.
Inilah mengapa kuning telur dapat menjadi teman diet yang sehat selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan dimasak tanpa banyak minyak.
Kuning telur merupakan sumber lutein dan zeaxanthin, yakni dua antioksidan kuat yang dapat menyehatkan mata.
Keduanya terkumpul pada dinding retina dan melindunginya dari kerusakan yang terjadi seiring bertambahnya usia.
Anda bisa mendapatkan manfaat lutein dan zeaxanthin dengan mengonsumsi kuning telur secara rutin.
Selain menyehatkan mata, keduanya juga mencegah penyakit katarak dan degenerasi makula yang bisa menyebabkan kebutaan.
Kebanyakan orang yang sedang membentuk otot biasanya menambah asupan protein dengan makan putih telur.
Padahal, tahukah Anda bahwa kuning telur juga kaya protein sehingga bisa menjadi makanan pembentuk otot?
Protein kuning telur juga tergolong sebagai protein kualitas tinggi karena mengandung hampir semua jenis asam amino.
Asam amino inilah yang akan menambah massa otot, memperkuat tulang, dan menyehatkan tubuh Anda secara keseluruhan.

Kuning telur juga dapat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tulang. Hal ini berkat kandungan kalsium di dalamnya.
Kalsium merupakan mineral penting yang dapat membantu memperkuat dan meningkatkan kepadatan mineral tulang
Selain itu, telur kuning mengandung vitamin D yang dapat membantu penyerapan kalsium untuk mendukung kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis.
Kuning telur mengandung asam folat, yakni zat gizi penting yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mendukung kesehatan janin.
Asupan asam folat yang cukup menurunkan risiko bayi lahir cacat, khususnya karena neural tube defects (NTD). Mengutip situs New York’s State Department of Health, risiko bisa turun hingga lebih dari 70 persen.
Neural tube defects merupakan kelainan bawaan pada janin yang terjadi akibat lempeng saraf tidak menutup sempurna.
Meski tinggi kolesterol, kuning telur justru bermanfaat untuk kesehatan. Untuk mendapatkan manfaatnya, pastikan Anda mengimbanginya dengan pola makan bergizi seimbang.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Egg, yolk, raw, fresh – US Department of Agriculture. (n.d). Retrieved 26 July 2024, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/172184/nutrients
Mares J. (2016). Lutein and Zeaxanthin Isomers in Eye Health and Disease. Annual Review of Nutrition, 36, 571–602.
Vitamin D for bones. (n.d.). Royal Osteoporosis Society. Retrieved 26 July 2024, from https://theros.org.uk/information-and-support/bone-health/vitamin-d-for-bones/
Is It Safe To Eat Eggs Every Day? (2022). Cleveland Clinic. Retrieved 26 July 2024, from https://health.clevelandclinic.org/can-you-eat-eggs-every-day
Versi Terbaru
01/08/2024
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)