home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Manfaat Penting Mineral Zinc untuk Tubuh

7 Manfaat Penting Mineral Zinc untuk Tubuh

Zinc adalah zat gizi dengan banyak manfaat bagi tubuh, terutama mendukung pertumbuhan dan fungsi sistem imun. Seperti jenis mineral lainnya, kekurangan zinc dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan bahkan meningkatkan risiko sejumlah penyakit.

Anda dapat memenuhi kebutuhan mineral ini dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zinc. Namun, sebelum itu, mari gali lebih dulu apa saja kegunaan zinc bagi tubuh manusia.

Manfaat zinc bagi tubuh

makanan yang mengandung zinc

Zinc atau seng merupakan salah satu jenis mineral mikro seperti halnya selenium, zat besi, dan mangan. Tubuh Anda membutuhkannya dalam jumlah kecil, yakni sebesar 11 miligram per hari untuk laki-laki dan 8 miligram per hari untuk perempuan.

Dengan memenuhi kebutuhan zinc harian, di bawah ini manfaat yang bisa Anda dapatkan.

1. Mencegah penyakit infeksi

Tubuh memerlukan zinc untuk membentuk dan mengaktifkan limfosit-T, yaitu sel darah putih yang berfungsi melawan bibit penyakit. Zinc juga berperan dalam penghantaran sinyal antara sel-sel imun ketika tubuh sedang menghadapi penyakit infeksi.

Kekurangan zinc pada tingkat ringan saja sudah bisa memengaruhi fungsi sel imun seperti makrofag dan neutrofil. Menurut sejumlah penelitian, pemberian suplemen zinc dapat mengatasi hal ini sekaligus mengurangi durasi penyakit umum seperti pilek.

2. Mempercepat penyembuhan luka

Asupan zinc memiliki manfaat tersendiri bagi pasien luka bakar, luka terbuka, maupun cedera kulit sejenisnya. Pasalnya, mineral ini mendukung pembentukan kolagen, fungsi imun, dan reaksi peradangan yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka.

Zinc juga membantu menjaga kekuatan kulit dan membran mukosa, yaitu jaringan yang melapisi berbagai rongga tubuh dan organ internal. Jika seseorang memiliki kadar zinc yang rendah dalam darahnya, proses penyembuhan lukanya cenderung lebih lama.

3. Mengatasi diare

Ketika Anda sakit diare, dokter mungkin akan memberikan suplemen zinc untuk membantu pemulihan. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa zinc bisa membantu mengurangi durasi dan keparahan diare, terutama pada anak yang kekurangan gizi.

Manfaat ini berasal dari peran zinc dalam pembentukan protein, pertumbuhan sel, dan fungsi sistem kekebalan tubuh. Zat gizi mikro ini juga membantu proses perpindahan air dan cairan elektrolit di dalam usus selama tubuh menghadapi diare.

4. Mengurangi risiko penyakit kronis

Para ahli meyakini bahwa radikal bebas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Namun, zinc mempunyai sifat antioksidan yang mungkin dapat mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut.

Asupan zinc juga membantu mengurangi peradangan yang menjadi penyebab sindrom metabolik, kanker, hingga penurunan fungsi otak. Meski demikian, asupan zinc tentunya tetap perlu dibarengi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat.

5. Mengurangi risiko kerusakan mata

Zinc juga memberikan manfaat bagi kesehatan mata. Mineral ini membantu mencegah kerusakan sel retina dan mungkin dapat membantu orang yang mengalami degenerasi makula. Penyakit mata ini biasanya mulai terjadi saat seseorang berusia 50-an.

Asupan zinc memang tidak mencegah degenerasi makula, tapi mineral ini membantu memperlambat proses dan komplikasinya. Bahkan, bukan tidak mungkin zinc menjadi salah satu opsi pengobatan untuk penyakit ini di masa yang akan datang.

6. Menjaga kesehatan saraf dan otak

Tubuh membutuhkan zinc untuk menjaga kesehatan sistem saraf. Menurut sebuah penelitian di AS, kadar zinc yang rendah dalam darah mungkin berkaitan dengan gejala masalah saraf seperti sakit kepala, rasa geli pada kulit, dan gangguan saraf tepi.

Penelitian lain terhadap hewan juga menunjukkan bahwa asupan zinc memiliki manfaat dalam meningkatkan fungsi otak. Hewan yang rutin diberikan suplemen zinc tampak menunjukkan perkembangan dalam kemampuan berpikir dan mengingat.

7. Mengatasi masalah kulit

Banyak orang yang bermasalah dengan jerawat juga memiliki kadar zinc yang rendah. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan suplemen dan krim oles mengandung zinc. Keduanya bekerja dengan meredakan peradangan dan menghambat produksi minyak.

Selain itu, asupan zinc juga berpotensi mengatasi beberapa masalah kulit lain yang menimbulkan peradangan. Bukti ilmiah menunjukkan manfaat zinc dalam mengatasi dermatitis atopik (eksim), ruam popok, dan hidradenitis suppurativa.

Meskipun kebutuhannya kecil, fungsi zinc bagi tubuh sangatlah beragam. Zat gizi ini berperan dalam sistem imun, penyembuhan luka, hingga fungsi saraf dan otak. Jadi, pastikan menu harian Anda dapat membantu memenuhi kebutuhan zinc harian.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Zinc. (2020). Retrieved 19 March 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional/

Zinc supplementation in the management of diarrhoea. (2011). Retrieved 19 March 2021, from https://www.who.int/elena/titles/bbc/zinc_diarrhoea/en/

Hemilä H. (2017). Zinc lozenges and the common cold: a meta-analysis comparing zinc acetate and zinc gluconate, and the role of zinc dosage. JRSM open, 8(5), 2054270417694291. https://doi.org/10.1177/2054270417694291

Lin, P. H., Sermersheim, M., Li, H., Lee, P., Steinberg, S. M., & Ma, J. (2017). Zinc in Wound Healing Modulation. Nutrients, 10(1), 16. https://doi.org/10.3390/nu10010016

Blasiak, J., Pawlowska, E., Chojnacki, J., Szczepanska, J., Chojnacki, C., & Kaarniranta, K. (2020). Zinc and Autophagy in Age-Related Macular Degeneration. International journal of molecular sciences, 21(14), 4994. https://doi.org/10.3390/ijms21144994

Bao, B., Prasad, A. S., Beck, F. W., Fitzgerald, J. T., Snell, D., Bao, G. W., Singh, T., & Cardozo, L. J. (2010). Zinc decreases C-reactive protein, lipid peroxidation, and inflammatory cytokines in elderly subjects: a potential implication of zinc as an atheroprotective agent. The American journal of clinical nutrition, 91(6), 1634–1641. https://doi.org/10.3945/ajcn.2009.28836

Achari, M., Escamilla-Ocañas, C. E., and Amjadi, N. (2020). Neurological Symptoms in Patients with Zinc deficiency: A Case Series with Documented Blood Levels. Neurology, 94.

Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari pada 06/05/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x