home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Kalah Sehat dari yang Kuning, Simak Beragam Manfaat Putih Telur

Tak Kalah Sehat dari yang Kuning, Simak Beragam Manfaat Putih Telur

Selain lezat dimakan sendiri, telur bisa jadi pendamping atau tambahan untuk makanan lainnya. Namun, kuning telur lebih sering menjadi “primadona” karena rasa dan nutrisinya. Padahal, putih telur punya kandungan dan manfaat yang tak kalah menyehatkan.

Kandungan nutrisi dalam putih telur

Sebelum mengetahui manfaatnya, ketahui dahulu nutrisi apa saja yang terkandung dalam putih telur. Di bawah ini berbagai kandungan zat gizi yang ada pada satu butir putih telur.

  • Protein: 4 gram
  • Lemak: 0,05 gram
  • Kalsium: 2,3 miligram
  • Magnesium: 3,6 miligram
  • Kalium: 53,8 miligram
  • Energi: 16 kalori
  • Vitamin B2: 0,145 miligram

Manfaat putih telur untuk kesehatan

berat-badan-naik-turun

Bila dibandingkan dengan kuning telur, jumlah kandungan gizi yang terdapat pada putih telur memang tidak terlalu banyak. Meski demikian, putih telur juga menawarkan berbagai khasiat yang baik untuk tubuh.

1. Membantu menurunkan berat badan

Putih telur rebus sering menjadi menu sarapan bagi orang-orang yang menjalankan diet. Ini karena putih telur rendah akan kandungan kalorinya. Jumlahnya sedikit bila Anda bandingkan dengan satu butir kuning telur yang mencapai 55 kalori.

Selain itu, putih telur mengandung protein yang lebih tinggi. Protein dapat membantu mengurangi nafsu makan berlebih dengan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Itu dapat mendukung proses penurunan berat badan yang sedang dijalankan.

2. Manfaat putih telur untuk pembentukan otot

Tak hanya orang-orang yang sedang diet, putih telur juga menjadi makanan yang banyak dikonsumsi oleh binaragawan guna membantu mempertahankan otot-otot di tubuh.

Lagi-lagi, Anda bisa mendapatkan khasiat ini berkat kandungan proteinnya. Meski perbedaan protein antara bagian kuning dan putih tidak terlalu besar, tapi protein yang ada pada putih telur merupakan protein berkualitas tinggi.

Dari uji yang dilakukan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), skor PDCAAS putih telur menjadi yang tertinggi dengan angka 1,0. PDCAAS yaitu tes membandingkan komposisi asam amino dari sebuah protein. Tes ini dilakukan untuk mengukur kualitas protein.

Asam amino sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan sel-sel tubuh serta menjaga kesehatan fungsinya. Zat ini juga berperan penting dalam pembentukan otot, menjaga kekencangannya, serta memberikan energi untuk tubuh.

3. Membantu menjaga kadar kolesterol

Banyak orang yang mengaitkan konsumsi telur dengan meningkatnya kadar kolesterol. Padahal, sebenarnya kandungan kolesterol pada telur tidak akan menimbulkan masalah selagi tidak dimakan dalam jumlah yang berlebihan.

Namun, sebagian orang memiliki respons berlebihan terhadap makanan berkolesterol. Itu ditandai dengan gen yang memengaruhi respons ini yang salah satunya yaitu gen ApoE4. Pada kondisi ini, konsumsi kolesterol sedikit pun sudah bisa meningkatkan tekanan darah.

Oleh karena itu, bila Anda termasuk dalam salah satunya atau memiliki kekhawatiran akan kemungkinannya, konsumsi putih telur lebih banyak bisa jadi pilihan.

4. Membantu mencegah tekanan darah tinggi (hipertensi)

Putih telur mengandung berbagai jenis mineral, salah satunya yaitu kalium. Kalium telah dikenal akan kemampuannya dalam membantu mengendalikan tekanan darah.

Zat ini dapat melemaskan dinding pembuluh darah yang akan menurunkan tekanan darah dan melindungi tubuh dari kram otot. Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan kalium sangat berkaitan dengan meningkatnya risiko hipertensi atau stroke.

5. Manfaat putih telur untuk mata

Antioksidan pada putih telur, yakni riboflavin (vitamin B2), dianggap sebagai nutrisi yang punya manfaat mencegah masalah degenerasi mata akibat penuaan dan katarak. Kebanyakan pasien katarak kekurangan kadar riboflavin dalam tubuhnya.

Mungkin kandungan manfaat dalam putih telur tidak dalam jumlah yang tinggi. Meski begitu, konsumsinya tetap bisa menjadi penambah kebutuhan asupan riboflavin.

Terlepas dari berbagai khasiat yang ditawarkan, baik putih telur maupun kuning telur sama-sama menyehatkan apalagi bila dikonsumsi bersama. Ingatlah untuk makan telur dengan porsi yang tidak kebanyakan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Nutritional Value of Egg Whites Versus Egg Yolk: What Do You Use? (2011). A Healthier Michigan. Retrieved 10 February 2021, from https://www.ahealthiermichigan.org/2011/10/11/the-nurtional-value-of-egg-whites-versus-egg-yolks-what-do-you-use/

Are Eggs Good for You or Not? (2018). American Heart Association. Retrieved 10 February 2021, from https://www.heart.org/en/news/2018/08/15/are-eggs-good-for-you-or-not

Potassiu Lowers Blood Pressure. (2017). Harvard Health Publishing. Retrieved 10 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/potassium-lowers-blood-pressure

Fernandez, M., 2010. Effects of eggs on plasma lipoproteins in healthy populations. Food & Function, [online] 1(2), p.156. Retrieved 10 February 2021.

Mares-Periman, J., Brady, W., Klein, B., Klein, R., Haus, G., Palta, M., Ritter, L. and Shoff, S., 1995. Diet and Nuclear Lens Opacities. American Journal of Epidemiology, [online] 141(4), pp.322-334. Retrieved 10 February 2021.

Riboflavin. (n.d.). National Institute of Health. Retrieved 10 February 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Riboflavin-HealthProfessional/

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal diperbarui 06/03/2021
x