Serba-serbi Alergi Telur yang Harus Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Banyak makanan yang bisa memicu reaksi alergi makanan. Telur adalah salah satu sumber makanan yang paling umum menyebabkan alergi, terutama pada anak-anak.

Gejala reaksi yang dihasilkan berbeda-beda pada setiap orang, bisa berupa reaksi ringan seperti gatal-gatal hingga yang lebih parah. Bila Anda merasa sakit perut atau gatal-gatal setelah makan telur, bisa jadi Anda memiliki alergi terhadap makanan ini.

Mengapa seseorang bisa memiliki alergi telur?

cara memasak telur

Pada dasarnya, tubuh bisa mengeluarkan reaksi alergi karena sistem kekebalan bereaksi berlebihan terhadap zat yang ada di dalam makanan. Pada orang yang memiliki alergi telur, reaksi disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru mengidentifikasi protein telur sebagai zat yang berbahaya.

Akibatnya, tubuh menghasilkan antibodi dan memberi sinyal pada sel-sel tubuh untuk mengeluarkan histamin dan bahan kimia lain untuk menyerang zat protein tersebut. Hal inilah yang nantinya menimbulkan tanda dan gejala alergi.

Penyebab alergi makanan itu bisa dari kuning telur ataupun putih telur. Namun, banyak orang lebih sering terkena alergi dari konsumsi putih telur. Sebabnya, putih telur memiliki kandungan protein yang lebih tinggi daripada kuning telur.

Ada pula beberapa faktor yang bisa membuat kemungkinan seseorang memiliki alergi ini menjadi lebih tinggi. Faktor tersebut di antaranya adalah usia, keturunan dari orang tua, dan anak-anak yang memiliki dermatitis atopik.

Seperti yang sudah disebutkan, alergi ini lebih banyak terjadi pada anak-anak, bahkan alergi bisa muncul ketika anak masih bayi. Ada kemungkinan reaksi alergi pada bayi akan terjadi ketika bayi menyusui pada ibu yang mengonsumsi telur.

Untungnya kebanyakan kondisi ini pada anak-anak akan menghilang ketika mereka tumbuh. Semakin bertambahnya usia, sistem pencernaan akan lebih matang dan berkembang secara fungsi, sehingga tak lagi memunculkan reaksi alergi ketika protein dari telur masuk ke tubuh.

Gejala yang muncul biasanya adalah peradangan atau ruam merah pada kulit. Beberapa orang lainnya juga ada yang mengalami rinitis alergi seperti hidung tersumbat, pilek, dan bersin. Selain itu, ada pula yang mengalami gejala asma seperti batuk, mengi, atau sesak napas.

Berbagai Gejala Alergi Makanan, Dari yang Ringan Hingga yang Parah

Orang yang alergi telur ayam juga alergi telur puyuh dan bebek

makan telur puyuh

Ketika mendengar alergi ini, mungkin yang terlintas di pikiran Anda adalah reaksi terhadap telur ayam. Lantas, yang menjadi pertanyaan adalah apakah orang yang memiliki alergi telur ayam sudah pasti juga alergi terhadap jenis telur lainnya?

Dalam banyak kasus, orang yang punya alergi ini umumnya juga alergi terhadap telur unggas lainnya. Termasuk telur burung puyuh, kalkun, bebek, angsa, dan bahkan burung camar.

Dr. Hermant Sharma, seorang dokter spesialis alergi sekaligus Kepala Depertemen Alergi dan Imunulogi di Children’s National Medical Center Washington D.C mengatakan kondisi ini disebut sebagai reaktivitas silang (cross-reactivity). Pasalnya, ada kesamaan dalam struktur protein di antara jenis telur-telur tersebut.

Karena dari spesies unggas memiliki struktur yang sama, maka Anda harus menghindari semua jenisnya jika punya alergi ini. Beberapa orang yang memiliki alergi telur ayam bahkan dilaporkan pernah mengalami syok anafilaksis setelah makan telur puyuh.

Syok anafilaksis adalah reaksi alergi yang memengaruhi seluruh tubuh dan dianggap sebagai kondisi darurat medis karena mengancam nyawa. Reaksi anafilaksis bisa terjadi beberapa detik hingga menit setelah terpapar alergen.

Beberapa orang yang alergi ini mungkin tidak mengalami reaksi alergi sama sekali ketika makan telur puyuh atau bebek. Sayangnya, hal ini biasanya hanya dialami oleh segelintir orang. Agar lebih aman, kebanyakan dokter kerap menganjurkan pasiennya yang memiliki alergi ini agar menghindari semua jenis telur unggas.

Bagaimana cara mengobati alergi ini?

obat asma alergi

Anda tentu harus memastikan bahwa gejala-gejala tersebut memang benar adalah tanda Anda memiliki alergi. Anda juga harus menjalani berbagai pemeriksaan seperti tes tusuk kulit, tes darah, atau melakukan diet eliminasi untuk memastikan alergi yang Anda miliki.

Setelah terdiagnosis, Anda mungkin akan diberikan obat alergi makanan. Namun obat ini bukan bertujuan untuk menyembuhkan, melainkan untuk meringankan kondisi ketika reaksi alergi muncul.

Obat paling umum berupa antihistamin yang bisa Anda minum setelah mengonsumsi makanan yang mengandung telur. Obat ini akan meringankan gejala ringan, salah satunya adalah reaksi gatal-gatal. Sayangnya, obat antihidtamin tidak efektif untuk mencegah munculnya reaksi atau mengobati reaksi yang parah.

Jika Anda atau anak Anda memiliki alergi yang lebih parah, Anda harus selalu menyediakan obat berupa injeksi epinefrin. Pastikan Anda dan orang-orang terdekat mengetahui bagaimana penggunaan obat tersebut, supaya ketika syok anafilaktik terjadi Anda bisa langsung menyuntikkannya pada paha atas.

Setelah melakukan suntikan epinefrin, jangan menunggu sampai reaksi alergi mereda dan segera cari pertolongan medis atau pergi ke ruang gawat darurat.

Tips penuhi asupan protein jika punya alergi telur ayam

Sumber: The Washington Post

Telur merupakan salah satu sumber makanan tinggi protein yang baik untuk tubuh. Nah Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana caranya memenuhi asupan protein kalau punya alergi ini? Jangan khawatir.

Ada beberapa makanan lain pengganti telur yang bisa Anda konsumsi dengan aman. Berikut beberapa jenis makanan pengganti telur yang aman untuk Anda konsumsi.

1. Daging

Anda masih bisa mendapatkan asupan protein yang tak melimpah dari daging ayam, daging sapi, maupun daging unggas lainnya. Namun, daging punya kandungan lemak jenuh yang tinggi, sehinga Anda harus berhati-hati ketika ingin mengonsumsinya.

Kuncinya, makanlah daging dalam takaran yang cukup agar makanan satu ini tidak menyebabkan efek berbahaya pada tubuh Anda.

2. Ikan

Selain daging, ikan juga punya sumber nutrisi yang sama baiknya untuk tubuh. Anda bisa makan ikan tuna, udang, salmon, dan jenis ikan lainnya untuk memenuhi asupan protein Anda. Namun, jangan lupa perhatikan porsi makannya. Terlalu banyak makan makanan laut tentu tidak baik untuk kesehatan Anda.

3. Susu

Susu dan produk turunannya bisa jadi salah satu makanan pengganti telur yang aman dan baik untuk Anda konsumsi. Ya, Anda bisa makan keju, yoghurt, kefir, dan masih banyak lainnya. Masing-masing makanan berbahan susu tersebut memiliki cukup protein serta menjadi sumber kalsium baik bagi tubuh.

Namun, pastikan juga Anda tidak memiliki alergi dari makanan-makanan pengganti telur ini ya!

Apabila Anda khawatir tentang hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tes fisik serta tes laboratorium guna memastikan jenis alergi apa saja yang Anda alami.

Vaksin untuk alergi telur

vaksin pada alergi telur

Selain menghindari makanan yang mengandung telur, orang-orang dengan alergi ini harus lebih berhati-hati ketika mendapatkan vaksinasi. Pasalnya beberapa vaksin dibuat dengan sedikit protein telur, yang mana jika diberikan pada pasien alergi akan menimbulkan kambuhnya reaksi alergi.

Bila Anda atau anak Anda memiliki alergi ini, sebaiknya anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum diimunisasi vaksin rabies, vaksin influenza, dan vaksin demam kuning. Hal ini dikarenakan ketiga vaksin ini mengandung komponen telur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Selain rasa gatal dan kulit kemerahan, ada beberapa tanda dan gejala alergi kulit yang perlu Anda waspadai. Kenali tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Kulit 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Berapa Lama Idealnya Harus Simpan Daging di Kulkas?

Jika tidak mau langsung diolah, Anda boleh menyimpan daging di kulkas atau freezer. Psstt.. Lama waktu simpan daging sapi dan ayam segar berbeda, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Syok Anafilaktik

%%title%% adalah reaksi alergi parah yang berakibat fatal. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mencegah %%title%% di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membentuk otot

7 Rahasia Membentuk Otot Hanya Dalam Satu Minggu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
gatal setelah mandi

Gatal Setelah Mandi? Beberapa Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit