Karbohidrat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi

Apa itu karbohidrat?

Karbohidrat adalah jenis zat gizi yang memiliki fungsi sebagai sumber energi untuk tubuh. Bahkan, sumber utama energi ini adalah makanan utama bagi otak. Oleh sebab itu, kekurangan senyawa ini justru bisa memicu masalah kesehatan, sehingga Anda tidak bisa menghindarinya. 

Pada saat Anda mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan memecahnya menjadi glukosa. Glukosa atau gula darah adalah sumber energi utama untuk sel, jaringan, dan organ tubuh. Zat ini dapat segera digunakan atau disimpan di hati dan otot. 

Sebagian besar karbohidrat dapat dijumpai dalam biji-bijian. Namun, tidak sedikit pula produsen makanan yang menambahkan zat gizi ini ke dalam makanan olahan lainnya, berupa pati atau tambahan gula.

Jenis

Pada dasarnya, karbohidrat terdiri dari dua macam, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks. Kedua jenis ini dibedakan lewat cara mengolahnya, sehingga memengaruhi kadar gula darah dengan kecepatan yang berbeda. 

Berikut ini macam-macam karbohidrat yang perlu Anda kenali agar bisa mendapatkan pola makan gizi yang seimbang

manfaat karbohidrat

Karbohidrat sederhana

Karbohidrat sederhana adalah senyawa yang dapat dicerna dengan cepat oleh tubuh untuk dijadikan energi. Jenis molekul gula yang satu ini dapat ditemukan secara alami dalam berbagai makanan, seperti: 

  • buah-buahan, 
  • susu dan produk olahan susu, 
  • makanan manis, seperti permen dan sirup, dan
  • minuman ringan. 

Bentuknya yang sederhana membuat karbohidrat yang satu ini mudah diolah. Itu sebabnya, konsumsi madu, gula, atau gula merah pada penyandang diabetes tidak disarankan. 

Hal ini dikarenakan makanan dengan gula olahan tersebut dapat memicu lonjakan gula darah dan akhirnya penyakit diabetes tidak dapat dikendalikan. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi gula juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan tiba-tiba.

Karbohidrat kompleks

Berbeda dengan yang sederhana, karbohidrat kompleks terdiri dari molekul gula yang terhubung menjadi rantai panjang dan rumit. Anda bisa menjumpai jenis molekul gula kompleks ini pada makanan seperti: 

  • kacang-kacangan, 
  • biji-bijian, dan
  • Sayuran.

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks menawarkan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, Anda perlu mengonsumsi jenis zat gizi yang satu ini. 

Karbohidrat yang satu ini juga terdiri dari berbagai macam. Berikut ini beberapa jenis senyawa gula yang kompleks yang dibutuhkan oleh tubuh guna menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Pati

Salah satu jenis karbohidrat kompleks adalah pati. Pati merupakan zat gizi yang menawarkan vitamin dan mineral. Tubuh biasanya memerlukan waktu yang lebih lama untuk memecah pati. 

Itu sebabnya, kadar gula darah akan tetap stabil dan Anda mungkin akan merasa kenyang lebih lama setelah mengonsumsi makanan yang mengandung pati. 

Apa Itu Pati Resisten, dan Apa Pengaruhnya Bagi Tubuh?

Pati dapat mudah dijumpai pada makanan pokok, seperti: 

  • kacang dan polong-polongan, seperti buncis, lentil, dan kacang merah, 
  • buah-buahan, seperti apel, beri, dan melon, 
  • makanan gandum utuh, yakni nasi merah, oatmeal, dan roti gandum, 
  • sayuran, yaitu jagung, kacang polong, dan kentang. 

Meski tidak secepat gula, pati tetap dapat meningkatkan kadar gula darah. Maka dari itu, tetap konsumsi makanan pokok secukupnya untuk mengurangi risiko hiperglikemia (gula darah naik). 

Serat

Serat adalah jenis karbohidrat kompleks yang sehat. Pada saat Anda mengonsumsi serat, tubuh tidak dapat mencernanya. Sebagian besar serat akan melewati usus, merangsang, dan membantu pencernaan. 

Tidak hanya itu, fungsi serat juga mengatur gula darah, menurunkan kolesterol, dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Oleh karena itu, makanan serat biasanya tidak membuat berat badan naik dan kadar gula darah akan tetap normal.  

Sumber makanan berserat antara lain: 

  • buah-buahan, seperti raspberry, buah pir, dan apel, 
  • sayuran, yaitu brokoli, jagung, kubis, dan labu, 
  • kacang dan polong-polongan, seperti kacang hitam, buncis, dan lentil,
  • kacang dan biji-bijian, termasuk almond, kacang tanah, dan biji kenari, dan
  • produk gandum utuh, yaitu beras merah, sereal, dan pasta dari gandum utuh.

Rekomendasi harian

Berapa banyak kebutuhan karbohidrat harian?

karbohidrat untuk diet

Walaupun termasuk sebagai zat gizi yang menjadi sumber utama energi untuk tubuh, Anda tetap harus memperhatikan asupan karbohidrat harian. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi makanan berserat, gula, atau pati dapat menimbulkan masalah baru. 

Normalnya, angka kebutuhan karbohidrat harian untuk orang dewasa berusia di atas 19 tahun adalah 260 gram. Lalu, kebutuhan gizi ini pun dipecah kembali berdasarkan jenisnya, yaitu: 

  • serat: 32 gram
  • gula: 50 gram atau 4 sendok makan/hari

Gula vs. serat dan pati

Pada dasarnya, orang yang sehat dan normal membutuhkan semua macam karbohidrat, mulai dari gula hingga serat. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah porsi dari masing-masing jenis yang akan dikonsumsi. 

Idealnya, jumlah karbohidrat sederhana harus paling sedikit. Bahkan, gula sudah tidak lagi diperbolehkan pada penyandang diabetes karena dapat memicu kelonjakan glukosa dengan cepat. 

Meski begitu, penyandang diabetes dapat menggatinya dengan pemanis buatan khusus diabetes, seperti stevia

Pati juga harus dikonsumsi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Oleh karena itu, Anda tidak disarankan terlalu banyak makan nasi, pasta, roti atau jenis pati lainnya. 

Sementara itu, Anda perlu memperbanyak konsumsi serat karena baik gula darah dan bisa mengurangi risiko penyakit kronis. Namun, tetap sesuaikan kebutuhan zat gizi sesuai kondisi Anda. 

Pola makan

Bagaimana cara memenuhi kebutuhan karbohidrat?

sarapan sereal menu sarapan sehat

Manfaat karbohidrat yang begitu penting bagi tubuh tentu membuat Anda tidak ingin melewatkan nutrisi ini, bukan? Dilansir dari Harvard University, beberapa cara di bawah ini dapat membantu Anda mengatur pola makan yang sehat guna memenuhi kebutuhan karbohidrat harian. 

1. Sarapan dengan biji-bijian

Pada saat memulai hari, Anda bisa sarapan dengan oatmeal atau sereal yang ditambahi dengan biji-bijian. Usahakan untuk memilih jenis sereal yang mengandung 4 gram serat dan kurang dari 8 gram gula per porsinya. 

2. Makan roti gandum sebagai makan siang atau camilan

Bila Anda bosan dengan nasi sebagai makanan pokok saat makan siang, cobalah untuk menggantinya dengan roti gandum. Anda bisa memilih roti gandum utuh yang mencantumkan bahan berupa: 

  • gandum utuh, 
  • gandum hitam, atau 
  • biji-bijian utuh lainnya. 

3. Ganti kentang dengan kacang

Alih-alih makan kentang yang bisa menaikkan berat badan, Anda bisa menggantinya dengan kacang. Pasalnya, kacang adalah sumber karbohidrat yang dapat dicerna secara perlahan dan mengandung protein yang sehat. 

Bagaimana dengan diet rendah karbohidrat? 

Kebanyakan orang yang ingin menurunkan berat badan memilih untuk menjalani diet rendah karbohidrat. Artinya, Anda mungkin hanya akan mendapatkan asupan karbohidrat sebanyak 25 hingga 150 gram per harinya. 

Faktanya, diet penurun berat badan ini sebenarnya aman, tetapi Anda tetap perlu berkonsultasi dengan ahli gizi. Hal ini dikarenakan diet rendah karbohidrat terkadang membuat Anda tidak mndapatkan serat yang cukup. 

Daftar Makanan Rendah Karbohidrat untuk Menjaga Berat Badan

Kekurangan serat dan karbohidrat lainnya pun bisa menimbulkan masalah kesehatan, seperti susah BAB hingga kekurangan gizi. 

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
kopi untuk diabetes

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit