4 Tanda Utama Tubuh Anda Kekurangan Karbohidrat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang mulai mengurangi asupan karbohidratnya untuk menurunkan berat badan. Ada juga segelintir orang yang benar-benar pantang makan karbohidrat dengan alasan yang sama. Padahal meski Anda sedang berdiet, tubuh Anda tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energinya. Berikut tanda-tanda kekurangan karbohidrat yang perlu Anda waspadai.

Awas bahayanya ketosis akibat kekurangan karbohidrat

Apabila asupan karbohidrat Anda saat diet kurang dari 50 gram sehari, tubuh akan otomatis mencari sumber energi lain untuk bisa mempertahankan segala macam fungsinya. Biasanya yang diincar adalah cadangan lemak tubuh. Kondisi ini disebut dengan ketosis.

Dibiarkan terus berlanjut, proses ketosis akan menghasilkan penumpukan senyawa keton sebagai produk sisa dari metabolisme lemak.

Kadar keton yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu keseimbangan senyawa kimia dalam darah. Akibatnya, kadar glukosa dan dan keton dalam aliran darah menjadi tinggi. Kondisi ini disebut dengan ketoasidosis. Ketoasidosis mengubah sifat darah menjadi asam yang dapat membahayakan kesehatan.

Berapa banyak karbohidrat yang harus dikurangi kalau ingin diet?

Berdasarkan pedoman Angka Kecukupan Gizi dari Kemenkes RI, orang dewasa sehat umumnya dianjurkan mengonsumsi karbohidrat sekitar 300-400 gram per hari. Yang perlu diingat, kebutuhan karbohidrat setiap orang mungkin berbeda, tergantung dari usia, jenis kelamin, tinggi dan berat badan, tingkat aktivitas, juga kebutuhan kalori hariannya.

Anda bisa mengurangi makan makanan karbohidrat hingga setengahnya saat sedang diet — menjadi sekitar 150-200 gram per hari. Jika ingin lebih dikurangi lagi, Anda setidaknya harus tetap memenuhi 40% dari kebutuhan karbohidrat total tubuh. Hal ini dimaksudkan agar tubuh tidak mengalami gejala-gejala kekurangan karbohidrat yang merugikan.

Tanda dan gejala tubuh kekurangan karbohidrat

1. Lemas, lesu, tidak bertenaga

Karbohidrat akan diubah menjadi gula darah sebagai bahan bakar tubuh, terutama untuk otak dan sistem saraf. Namun, tidak semua glukosa langsung dipakai untuk energi. Sebagian akan disimpan hati, otot, dan sel-sel tubuh untuk cadangan saat nantinya diperlukan.

Itu sebabnya Anda akan merasa lemas tidak bertenaga ketika mengurangi makan karbohidrat. Tubuh tidak memiliki cukup energi untuk beraktivitas, ditambah lagi Anda tidak memiliki simpanan yang bisa digunakan selanjutnya. Selain itu, kekurangan karbohidrat juga membuat Anda sulit berpikir jernih dan fokus terhadap suatu hal.

2. Sembelit

Karbohidrat tidak melulu bisa Anda dapatkan dari makanan bertepung. Karbohidrat juga bisa Anda temukan dari banyak sayur dan buah-buahan serta kacang dan biji-bijian. Bedanya, karbohidrat ini lebih sehat karena tinggi kandungan serat.

Maka dari itu, tubuh yang kekurangan karbohidrat sehat biasanya menunjukkan gejala sembelit atau susah buang air besar akibat kekurangan serat secara bersamaan.

Untuk mengatasinya, segera konsumsi karbohidrat kompleks seperti roti gandum, pasta, dan sereal. Jenis karbohidrat kompleks ini dapat membantu melancarkan pencernaan Anda dan mengurangi risiko sembelit.

3. Kekurangan gizi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, beberapa sumber buah dan sayuran juga diperkaya oleh karbohidrat. Jika Anda jarang makan buah dan sayuran tinggi karbohidrat, Anda berisiko mengalami kekurangan gizi.

Misalnya saja, buah jeruk, brokoli, dan tomat yang menjadi sumber vitamin C yang baik untuk kekebalan tubuh. Sementara wortel, ubi jalar, dan aprikot adalah jenis buah dan sayur yang kaya vitamin A untuk menyehatkan mata. Sedangkan gandum utuh dan kacang-kacangan mengandung banyak mineral dan vitamin B yang juga baik untuk tubuh.

Buah-buahan tersebut tak hanya mengandung vitamin, tetapi juga karbohidrat yang dibutuhkan tubuh. Selain menjadi kekurangan karbohidrat, tubuh Anda akan menunjukkan gejala-gejala kekurangan gizi secara bertahap bila Anda membatasi asupan karbohidrat dalam menu makanan Anda.

4. Sakit kepala dan mual

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, membatasi asupan karbohidrat secara drastis hingga kurang dari 50 gram sehari dapat menyebabkan ketosis. Ketosis atau timbunan keton dalam tubuh ini akan memicu rasa mual, sakit kepala, bau mulut, hingga kehilangan kesadaran.

Tidak ada salahnya untuk mengurangi asupan karbohidrat jika Anda ingin mulai makan sehat. Kuncinya adalah mengatur porsi karbohidrat harian Anda supaya tidak berlebih, dan pilih sumber karbohidrat Anda dengan yang lebih sehat.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Keduanya sama-sama karbohidrat, tapi apakah benar nasi lebih baik dari mie? Cari tahu lebih lanjut sebelum menentukan pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Masalah Kesehatan yang Mungkin Muncul Akibat Doyan Minum Bubble Tea

Boleh saja minum bubble tea, tapi kalau terlalu sering, waspada bahayanya bagi kesehatan. Bagaimana agar tetap sehat meski doyan bubble tea?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mie Instan atau Nasi: Mana yang Bikin Lebih Cepat Gemuk?

Saat ingin menjaga atau menurunkan berat badan, Anda mungkin bingung memilih mana yang lebih baik: nasi putih atau mie instan. Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 20 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit


Direkomendasikan untuk Anda

bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat belimbing

9 Manfaat Kesehatan dari Makan Buah Belimbing

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab cepat lapar adalah

7 Penyebab Anda Cepat Lapar dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
daging angsa

Belum Banyak Diketahui, Inilah Manfaat Daging Angsa dan Kandungan Gizinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit