home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Enak Jadi Camilan, Ini Beragam Manfaat Kacang Tanah yang Tak Terduga

Enak Jadi Camilan, Ini Beragam Manfaat Kacang Tanah yang Tak Terduga

Tidak hanya digoreng dan direbus, kacang tanah juga bisa diolah menjadi selai, minyak masak, bumbu kacang untuk beragam masakan, dan masih banyak lagi. Meski sering mengonsumsinya, tahukah Anda kandungan dan manfaat dari kacang tanah?

Kandungan gizi kacang tanah

kacang menurunkan berat badan

Kacang tanah adalah jenis kacang-kacangan yang berasal dari dataran Amerika Selatan. Sebutannya beragam, dari peanuts, groundnuts, hingga goobers. Uniknya, kacang tanah bukanlah ‘kacang sesungguhnya’ seperti kacang mete dan almon.

Jenis kacang yang satu ini tumbuh di dalam tanah dan termasuk dalam kelompok leguminosa. Ini berarti kacang tanah lebih mirip dengan kacang lentil, kacang polong, serta kacang kedelai.

Leguminosa seperti kacang tanah terkenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi. Bahan pangan ini juga padat kalori karena mengandung lemak nabati yang bermanfaat bagi kesehatan.

Berikut banyaknya kandungan zat gizi yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi segenggam kacang tanah seberat 100 gram.

  • Energi: 525 kkal
  • Protein: 27,9 gram
  • Lemak: 42,7 gram
  • Karbohidrat: 17,4 gram
  • Serat: 2,4 gram
  • Karoten total (vitamin A): 30 mikrogram
  • Thiamin (vitamin B1): 0,44 miligram
  • Riboflavin (vitamin B2): 0,27 miligram
  • Niasin (vitamin B3): 1,4 miligram
  • Kalsium: 316 miligram
  • Fosfor: 456 miligram
  • Besi: 5,7 miligram
  • Natrium: 31 miligram
  • Kalium: 466,5 miligram
  • Tembaga: 1,55 miligram
  • Zinc: 1,9 miligram

Selain zat gizi, kacang tanah juga kaya akan zat fitokimia dan antioksidan. Zat fitokimia yaitu zat-zat kimia yang secara alamiah terkandung di dalam tumbuhan. Fitokimia pada makanan ini di antaranya isoflavon, asam fitat, fitosterol, dan p-Coumaric acid.

Manfaat kacang tanah bagi kesehatan

kacang tanah
Sumber: Wonderopolis

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa zat gizi dan senyawa fitokimia dalam kacang tanah dapat membantu menjaga kesehatan jantung serta mengendalikan gula darah dan berat badan.

Berikut penjelasan lebih rinci mengenai temuan para ahli seputar khasiat kacang tanah.

1. Membantu menurunkan berat badan

Meskipun padat akan kalori dan lemak, kacang tanah ternyata tidak menambah berat badan. Sebuah studi dalam jurnal Nutrition Research justru menyebutkan konsumsi kacang tanah dapat membantu menjaga berat badan dan mengurangi risiko obesitas.

Makanan ini kemungkinan membuat Anda kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan untuk makan secara berlebihan. Selain itu, protein dan lemak menyehatkan pada kacang juga meningkatkan laju pembakaran energi di dalam tubuh Anda.

2. Menjaga kesehatan jantung

Kacang tanah memberikan manfaat bagi kesehatan jantung karena kandungan lemak tak jenuhnya lebih tinggi dibandingkan lemak jenuh. Lemak tak jenuh adalah lemak menyehatkan yang dapat menurunkan kolesterol serta mencegah penyakit jantung.

Kacang bernama ilmiah Arachis hypogaea ini juga kaya vitamin B3, magnesium, dan tembaga yang diperlukan untuk memelihara kesehatan jantung. Kombinasi vitamin, mineral, dan lemak menyehatkan akan membuat jantung Anda lebih kuat dan sehat.

3. Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke

Menurut American College of Cardiology, orang yang makan kacang tanah setidaknya 2 kali dalam seminggu mengalami penurunan risiko penyakit jantung sebesar 13 persen. Selain itu, risiko penyakit jantung koroner pun menurun hingga sebesar 15 persen.

Ini mungkin berkaitan dengan khasiat resveratrol serta asam oleat pada kacang tanah. Keduanya membantu melindungi jantung dan pembuluh darah dari kerusakan radikal bebas. Dengan begitu, risiko penyakit jantung dan stroke pun dapat menurun.

6 Rekomendasi Buah Terbaik untuk Penderita Stroke

4. Mencegah penyakit batu empedu

Batu empedu terbentuk dari sisa empedu dan kolesterol yang mengendap sehingga membentuk kristal empedu. Lama-kelamaan, batu empedu dapat menyumbat saluran empedu sehingga menyebabkan nyeri dan peradangan.

Konsumsi kacang tanah mungkin bisa mencegah penyakit batu empedu dengan cara menurunkan kolesterol darah. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, kombinasikan dengan pola makan kaya serat dan batasi asupan makanan tinggi lemak jahat.

5. Membantu mengontrol gula darah

Kacang tanah dan kacang-kacangan sejenisnya dapat menjadi pilihan camilan untuk penderita diabetes karena indeks glikemiknya yang rendah. Artinya, makanan ini tidak menyebabkan kenaikan gula darah dengan cepat.

Serat pada kacang tanah juga memperlambat pergerakan makanan di dalam saluran pencernaan, sedangkan protein mengambil lebih banyak energi supaya dapat terurai. Kedua hal ini membuat tubuh Anda melepaskan energi dan glukosa dengan stabil.

6. Menurunkan kolesterol

Kandungan lemak tak jenuh pada kacang tanah berpotensi menurunkan jumlah low-density lipoprotein (LDL), yakni kolesterol ‘jahat’ yang dapat membentuk plak pada pembuluh darah. Ini merupakan penyebab utama dari penyakit jantung koroner.

Lemak menyehatkan ini juga memelihara sel-sel tubuh dan memberikan tubuh Anda asupan vitamin E. Vitamin E merupakan salah satu antioksidan yang melindungi jaringan tubuh Anda dari kerusakan akibat radikal bebas.

Jangan berlebihan mengonsumsi kacang tanah

kacang bikin jerawatan

Kacang tanah memang kaya manfaat dan kandungan gizi, tapi Anda sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Pasalnya, beberapa zat dalam kacang tanah dapat menimbulkan dampak negatif berikut bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

  • Reaksi alergi, baik akibat konsumsi kacang tanah mentah atau olahan. Pada beberapa kasus, alergi kacang yang parah bisa menyebabkan kematian.
  • Terhambatnya penyerapan zat besi dan zinc akibat pengaruh asam fitat pada kacang tanah.
  • Keracunan aflatoksin dari jamur Aspergillus flavus yang tumbuh pada kacang tanah. Keracunan parah dapat menyebabkan gagal hati dan bahkan kanker.

Kacang tanah merupakan bahan makanan yang padat energi, zat gizi, dan senyawa fitokimia. Manfaat mengonsumsi kacang tanah pun beragam, dari menurunkan berat badan hingga mengurangi risiko penyakit jantung.

Anda bisa mendapatkan khasiat kacang tanah dengan menambahkannya ke dalam menu makanan mingguan, baik dalam bentuk segar ataupun olahan. Namun, konsumsilah dalam jumlah yang wajar untuk mencegah alergi dan dampak lainnya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Data Komposisi Pangan Indonesia (Kacang tanah, kering). (2018). Retrieved 18 February 2021, from http://panganku.org/id-ID/view

Monounsaturated Fat. (2021). Retrieved 18 February 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/fats/monounsaturated-fats

What is the benefit of eating peanuts every day? (2021). Retrieved 18 February 2021, from https://www.nationalpeanutboard.org/wellness/what-is-benefit-eating-peanuts-every-day.htm

Are Peanuts Good for You? (2018). Retrieved 18 February 2021, from https://www.consumerreports.org/nuts/are-peanuts-good-for-you/

Eating Regular Variety of Nuts Associated With Lower Risk of Heart Disease. (2017). Retrieved 18 February 2021, from https://www.acc.org/about-acc/press-releases/2017/11/13/14/08/eating-regular-variety-of-nuts-associated-with-lower-risk-of-heart-disease

Guasch-Ferré, M., Bulló, M., Estruch, R., Corella, D., Martínez-González, M. A., Ros, E., Covas, M., Arós, F., Gómez-Gracia, E., Fiol, M., Lapetra, J., Muñoz, M. Á., Serra-Majem, L., Babio, N., Pintó, X., Lamuela-Raventós, R. M., Ruiz-Gutiérrez, V., Salas-Salvadó, J., & PREDIMED Study Group (2014). Dietary magnesium intake is inversely associated with mortality in adults at high cardiovascular disease risk. The Journal of nutrition, 144(1), 55–60. https://doi.org/10.3945/jn.113.183012

Lavigne, P. M., & Karas, R. H. (2013). The current state of niacin in cardiovascular disease prevention: a systematic review and meta-regression. Journal of the American College of Cardiology, 61(4), 440–446. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2012.10.030

Moreno, J. P., Johnston, C. A., El-Mubasher, A. A., Papaioannou, M. A., Tyler, C., Gee, M., & Foreyt, J. P. (2013). Peanut consumption in adolescents is associated with improved weight status. Nutrition research (New York, N.Y.), 33(7), 552–556. https://doi.org/10.1016/j.nutres.2013.05.005

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Theresia Evelyn Diperbarui 12/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x