Hiperglikemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hiperglikemia?

Hiperglikemia adalah kondisi kadar gula darah tinggi yang umumnya terjadi pada pengidap diabetes melitus. Kondisi kadar gula darah yang tinggi terjadi saat tubuh kekurangan atau tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik.

Gula darah yang terus tinggi dan dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi diabetes yang memerlukan perawatan darurat, seperti ketoasidosis diabetik, sindrom hiperglikemi hiperosmolar (HHS), dan koma diabetik.

Dalam jangka panjang, hiperglikemia yang dibiarkan (meski tidak parah) dapat menyebabkan komplikasi yang merusak mata, ginjal, saraf, dan jantung.

Beberapa faktor yang berkontribusi pada risiko hiperglikemia penderita diabetes adalah pola hidup yang kurang sehat, penggunaan obat-obatan, stres, atau tidak menjalani pengobatan diabetes sesuai yang dianjurkan dokter,

Namun, hiperglikemia tidak selalu berhubungan dengan diabetes. Kondisi naiknya kadar gula darah normal juga bisa terjadi pada orang-orang yang mengalami gangguan fungsi pankreas atau kelenjar tiroid.

Tanda & gejala

Apa tanda dan gejala hiperglikemia?

Hiperglikemia sering kali tidak menunjukkan gejala berarti sampai glukosa darah benar-benar melonjak melebihi 200 mg/dL, atau 11 mmol/L. Bila semakin lama kadar gula darah tetap tinggi, gejala akan semakin serius.

Gejala hiperglikemia umumnya dapat membaik perlahan selama beberapa hari atau minggu. Namun, beberapa orang yang sudah menderita diabetes tipe 2 sejak lama mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun meskipun kadar gula darahnya meningkat.

Mengenali tanda dan gejala awal dari hiperglikemia adalah cara terbaik untuk membantu menangani kondisi. Berikut ini adalah berbagai gejala dari kondisi gula darah tinggi, yaitu:

  • Sering buang air kecil
  • Rasa haus meningkat
  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan
  • Sakit kepala

Kapan saya harus pergi ke dokter?

Hiperglikemia bisa menyebabkan kondisi yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami beberapa hal ini:

  • Anda mengalami diare atau muntah terus-terusan, tapi tetap dapat mengonsumsi beberapa makanan atau minuman.
  • Anda mengalami demam yang berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Kadar gula darah Anda lebih dari 240 mg/dL (13 mmol / L) meskipun telah minum obat diabetes.
  • Anda memiliki kesulitan menjaga kadar glukosa darah Anda dalam rentang yang diinginkan.

Anda juga harus mengunjungi IGD rumah sakit terdekat segera jika hiperglikemia menyebabkan hal ini:

  • Anda sakit dan tidak bisa mengonsumsi makanan atau cairan.
  • Kadar glukosa darah Anda secara terus-menerus di atas 240 mg/dL (13 mmol/L) dan Anda memiliki keton dalam urine Anda.

Penyebab

Apa saja penyebab hiperglikemia?

Penyebab hiperglikemia adalah terganggunya kestabilan gula darah yang dipengaruhi oleh gangguan pada proses produksi dan fungsi hormon insulin.

Setelah makan, tubuh akan memecah karbohidrat dari makanan menjadi molekul yang lebih sederhana, yakni glukosa (gula darah) sebagai sumber energi utama bagi tubuh.

Glukosa kemudian diserap langsung ke dalam aliran darah membuat kadar gula darah jadi naik. Tubuh memberi sinyal pada pankreas untuk melepaskan hormon insulin untuk membantu penyerapan glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk diolah menjadi energi.

Dengan cara ini, insulin membantu menjaga kadar gula dalam darah tetap pada batas normal. Namun, penderita diabetes akan kesulitan melakukan proses ini. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat memberikan pasokan insulin yang memadai.

Sementara menurut studi yang dipublikasikan American Diabetes Association, kondisi gula darah yang tinggi pada diabetes tipe 2 terjadi saat hati terus meningkatkan pasokan glukosa ke dalam darah, tapi insulin tidak bekerja efektif saat membantu penyerapan glukosa ke dalam sel-sel tubuh (resistensi insulin).

Akibatnya, glukosa akan menumpuk dalam aliran dan menyebabkan kadar gula darah tinggi.

Faktor risiko

Apa saja faktor risiko dari gula darah tinggi?

Penderita diabetes sangat rentan mengalami hiperglikemia karena tubuh mereka tidak memiliki hormon insulin yang cukup atau tidak bisa menggunakan insulin dengan optimal.

Selain gangguan hormon insulin, inilah berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penderita diabetes untuk mengalami hiperglikemia adalah:

  • Tidak minum obat diabetes secara teratur
  • Tidak menyuntikkan insulin dengan benar atau menggunakan insulin kedaluwarsa
  • Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat secara berlebihan
  • Memiliki penyakit kronis tertentu
  • Mengalami penyakit infeksi tertentu
  • Menggunakan obat-obatan yang menyebabkan gula darah naik, seperti steroid
  • Mengalami luka atau sedang menjalani operasi
  • Mengalami stress emosional, seperti konflik keluarga atau tantangan kerja

Selain diabetes, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan seseorang berisiko mengalami gula darah tinggi yang tak terkendali, di antaranya:

  • Pankreatitis (radang pankreas) dan kanker pankreas
  • Hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
  • Sindrom Cushing (terjadinya peningkatan kortisol darah)
  • Tumor yang menghasilkan hormon tertentu, contohnya glucagonoma (tumor di pankreas) dan pheochromocytoma (tumor di sel kelenjar adrenal).

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari hiperglikemia?

Hiperglikemia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi penyakit diabetes. Dalam jangka panjang, komplikasi hiperglikemia yang mungkin terjadi adalah:

  • Penyakit kardiovaskular
  • Kerusakan saraf (neuropati diabetik)
  • Kerusakan ginjal (nefropati diabetik) atau gagal ginjal
  • Kerusakan pada pembuluh darah retina (retinopati diabetik), yang berpotensi menyebabkan kebutaan
  • Kaki diabetik 
  • Masalah tulang dan masalah sendi
  • Masalah kulit, termasuk infeksi bakteri, infeksi jamur dan luka yang susah sembuh
  • Infeksi gigi dan gusi

Komplikasi gula darah tinggi yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat sangat membahayakan. Terdapat dua komplikasi hiperglikemia yang sifatnya sangat darurat, yaitu:

1. Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik terjadi ketika kadar insulin dalam tubuh Anda terlalu rendah sehingga tak mampu membakar kelebihan gula sebagai energi. Akibatnya, kadar gula darah Anda meningkat dan tubuh Anda mulai memecah lemak menjadi energi.

Proses ini menghasilkan asam darah yang dikenal sebagai keton. Keton yang berlebihan menumpuk dalam darah dan dapat membuat penderita diabetes buang air kecil terus menerus sehingga tubuh kehilangan banyak cairan.

2. Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik

Sindrom Hiperglikemi Hipersomolar Nonketotik atau disebut juga dengan HHS terjadi ketika tubuh memproduksi insulin tapi tidak bekerja dengan benar.

Akibatnya, tubuh tidak dapat membakar lemak untuk menjadi energi. Hal ini menyebabkan kadar gula darah bisa melonjak sangat tinggi—lebih dari 600 mg/dL (33 mmol/L).

Sama halnya dengan ketoasidosis diabetik, tubuh Anda kemudian menyalurkan kelebihan gula darah yang tinggi ke dalam urine.

HHS juga dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa hingga koma sehingga membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar gula darah tinggi yang tidak terkendali adalah dengan melakukan tes gula darah. Pada pasien diabetes, rekomendasi target gula darah normal sebelum makan, antara lain:

  • Antara 80-120 mg/dL (4,4 dan 7 mmol/L) untuk orang berusia 59 dan lebih muda yang tidak memiliki kondisi medis mendasar lainnya.
  • Antara 100-140 mg/dL (6 dan 8 mmol/L) untuk orang berusia 60 lebih dan mereka yang memiliki penyakit jantung, paru-paru, ginjal, atau pernah mengalami hipoglikemia.

Selain itu, dokter akan meminta Anda melakukan tes HbA1c. Tes ini dapat menunjukkan kadar gula darah rata-rata selama dua atau tiga bulan terakhir.

Apa saja pilihan obat untuk hiperglikemia?

Bila hasil HbA1c menunjukkan kadar gula darah di atas target, dokter akan mengubah rencana pengobatan diabetes agar kadar gula darah tidak tinggi terus-menerus. Perubahan ini bisa mengubah jenis dan jumlah dosis obat serta waktu konsumsinya.

Pada kasus darurat, yakni sudah menyebabkan komplikasi hiperglikemia seperti ketoasidosis diabetik dan HHS, Anda mungkin perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Tujuannya adalah untuk menurunkan gula darah dengan cepat.

Seperti yang dijelaskan dalam studi di Clinical Therapeutics pengobatan untuk hiperglikemia darurat biasanya meliputi:

1. Penggantian cairan

Anda akan menerima cairan pengganti, baik oral maupun melalui vena (infus) sampai tidak dehidrasi lagi. Pengobatan ini bertujuan agar tubuh tidak dehidrasi sekaligus membantu menurunkan gula darah yang tinggi.

2. Penggantian elektrolit

Pengobatan hiperglikemia ini dilakukan dengan meningkatkan asupan mineral dalam darah agar sel dan jaringan dapat berfungsi kembali dengan baik. Cairan elektrolit akan diberikan melalui pembuluh darah.

3. Terapi insulin

Pemberian insulin lewat suntikan dapat membantu mengurangi penumpukan keton dalam darah. Terapi insulin biasanya dilakukan bersama dengan penggantian cairan dan elektrolit.

Pengobatan rumahan

Apa saja pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah hiperglikemia?

Konsultasikan pada dokter mengenai perawatan di rumah untuk mengendalikan kadar gula darah. Beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk mencegah hiperglikemia adalah:

1. Olahraga

Olahraga menjadi cara paling efektif untuk mengontrol gula darah yang tinggi. Olahraga dapat membantu menurunkan kadar gula darah Anda. Namun, pilihlah olahraga yang aman untuk diabetes.

Penting diketahui jika Anda memiliki diabetes tipe 1 dan gula darah Anda tinggi, Anda perlu melakukan pemeriksaan keton dalam urin Anda. Bila Anda memiliki keton, jangan berolahraga.

Jika Anda memiliki diabetes tipe 2 dan gula darah tinggi, Anda juga harus memastikan bahwa tidak ada keton dalam urine Anda dan bahwa Anda terhidrasi dengan baik.

2. Minum obat sesuai petunjuk

Hiperglikemia dapat terjadi akibat kebiasaan minum obat diabetes tidak teratur atau penyuntikan terapi insulin yang tidak sesuai. Supaya kondisi ini tidak terjadi, selalu minum obat secara rutin dan sesuai dengan aturan minum yang ditentukan dokter.

Dokter Anda dapat mengubah jumlah, waktu, atau jenis obat diabetes yang Anda konsumsi. Jangan melakukan perubahan tanpa berbicara dengan dokter.

3. Menjaga pola makan

Kadar gula darah yang tinggi dapat dipicu oleh kebiasaan makan yang tidak benar. Oleh karena itu, Anda perlu mengatur kembali pola makan. Ikuti anjuran dokter atau ahli gizi mengenai rencana diet dan menu makanan sehat untuk diabetes.

4. Rajin cek gula darah

Gula darah yang tidak stabil mengharuskan Anda untuk rajin melakukan cek gula darah di rumah. Memantau gula darah dapat mencegah hiperglikemia dan komplikasinya.

Jika Anda memiliki diabetes tipe 1 dan gula darah Anda lebih dari 250 mg/dL, dokter mungkin ingin Anda menjalani uji keton dalam urine atau darah.

Pertolongan pertama untuk mengatasi kadar gula darah tinggi

Jika Anda memiliki diabetes dan mengalami salah satu tanda-tanda awal dari hiperglikemia, lakukan tes gula darah dan hubungi dokter.

Dokter akan meminta hasil dari pemeriksaan tersebut dan merekomendasikan Anda beberapa perubahan sederhana, terutama untuk minum lebih banyak air.

Air membantu menghilangkan kelebihan gula dari darah Anda melalui urin, dan mencegah Anda mengalami dehidrasi serius.

Perawatan Darurat untuk Hiperglikemia Parah

Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala ketoasidosis diabetik dan sindrom hiperglikemik hiperosmolar, Anda mungkin harus segera dirawat di ruang gawat darurat di rumah sakit. Perawatan darurat bertujuan menurunkan gula darah Anda ke kisaran normal sehingga tidak terjadi komplikasi berbahaya.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah hiperglikemia?

Untuk mencegah berbagai komplikasi penyakit diabetes, termasuk hiperglikemia, cara paling ampuh dan efektif adalah rutin cek gula darah setiap hari. Hal ini dilakukan supaya para diabetesi dapat mengetahui dengan segera apabila gula darahnya meningkat sewaktu-waktu.

Selain itu, konsistenlah untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat, rajin olahraga, serta teratur untuk minum obat yang diresepkan dokter agar tingkat gula darah terkendali.

Jika sudah melakukan berbagai cara di atas namun kadar gula darah Anda masih tetap tidak terkendali selama lebih dari 3 hari, dan Anda tidak tahu mengapa hal tersebut terjadi, segera lakukan tes urine. Tes urine dilakukan untuk adanya kandungan keton dan kemudian hubungi dokter atau perawat Anda segera.

Jika Anda memiliki kesulitan menjaga gula darah Anda dalam rentang yang diinginkan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter. Dokter dapat membantu Anda membuat rencana perawatan diabetes yang lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit
bisul atau abses

Bisul

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit