home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tanaman Stevia Sebagai Pengganti Gula, Lebih Sehat?

Tanaman Stevia Sebagai Pengganti Gula, Lebih Sehat?

Apakah Anda pernah mendengar bahan makanan sebagai pengganti gula? Ada berbagai bahan pengganti gula, yaitu yang termasuk kategori pemanis alami, alkohol gula, dan pemanis buatan. Stevia sendiri tidak termasuk ke dalam ketiga kategori tersebut. Tanaman stevia dikategorikan sebagai pemanis baru (novel sweeteners). Mengapa demikian? Apakah dengan begitu, stevia mengandung banyak manfaat dibanding pemanis lainnya?

Apa itu stevia?

Stevia diekstraksi dari daun tanaman yang masuk ke dalam famili Ateraceae, sering dikaitkan dengan tumbuhan daisy atau ragweed. Di Paraguay dan Brasil, sudah ratusan tahun, orang-orang menggunakan daun dari tanaman Stevia rebaudiana (Bertoni) untuk memaniskan makanan. Bahkan stevia digunakan untuk pengobatan tradisional untuk mengobati masalah perut, luka bakar, dan terkadang dipakai sebagai kontrasepsi di negara tersebut.

Berikut ini adalah beberapa macam tipe stevia:

Stevia dengan daun hijau

  • Diproses dari semua tipe stevia
  • Unik karena daun hijau stevia tidak mengandung kalori atau gula, tapi rasanya manis
  • Digunakan di Jepang dan Amerika Selatan selama ribuan tahun sebagai pemanis alami dan pengobatan
  • Memiliki rasa yang sangat manis, 30-40 kali lebih manis dibandingkan gula
  • Memiliki manfaat yang dikaitkan dengan level gula darah, kanker, kolesterol, tekanan darah tinggi
  • Cara mengonsumsinya yang baik adalah dengan mengonsumsi secukupnya

Ekstrak stevia

  • Kebanyakan produk mengekstraksi bagian manis dan sedikit pahit (rebaudioside) dari stevia. Tidak ada manfaat kesehatan yang ditemukan pada stevioside (daun stevia yang manis).
  • Tidak memiliki kalori atau gula
  • Memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan stevia yang berasal dari daunnya
  • Bahkan 200 kali lebih manis dibandingkan dengan gula

Apakah tanaman stevia aman untuk dikonsumsi?

Kebanyakan orang merasa baik-baik saja setelah mengonsumsi stevia, namun perlu ditekankan bahwa reaksi stevia pada setiap orang akan berbeda-beda. Manfaat dan efek dari mengonsumsi stevia tergantung pada jenis stevia apa yang Anda konsumsi. Ketika pemanis rendah kalori telah mendapat persetujuan dari BPOM, berarti pemanis tersebut aman untuk digunakan. Namun, tidak semua stevia dibuat dengan seimbang. Ada beberapa jenis stevia yang dibuat dengan lebih banyak proses kimianya dibandingkan dengan kandungan stevianya. Pun dengan dampak negatifnya, masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dampak negatif yang benar-benar disebabkan oleh stevia.

Stevia tidak memiliki kalori dan bersifat 200 kali lebih manis daripada gula dalam takaran yang sama. Karena tidak ada kalori pada pengganti gula ini, jelas kita akan berasumsi bahwa pemanis ini baik digunakan untuk diet. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan, mengganti gula dengan pemanis buatan atau pemanis rendah kalori lainnya tidak otomatis memudahkan Anda untuk menurunkan berat badan.

Berdasarkan kajian dalam International Journal of Obesity and Related Metabolic Disorders, penelitian pada tahun 2004 pada tikus menunjukkan pemanis rendah kalori membuat binatang menjadi makan yang berlebihan. Seorang penulis penelitian kemudian berpendapat orang yang menggunakan pemanis buatan dapat mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan kelebihan gula, seperti sindrom metabolik. Sindrom ini dapat memicu diabetes.

Perlu Anda ketahui, adanya pendapat lain yang mengungkapkan bahwa stevia tidak memiliki efek samping pada masalah metabolisme jangka pendek. Bahkan penelitian pada tahun 2010, yang melibatkan 12 orang yang mengidap obesitas dan 19 orang yang memiliki badan kurus, tidak ditemukan perilaku makan yang berlebihan. Gula darah setelah memakan yang mengandung stevia makan juga lebih rendah dibandingkan dengan makanan yang mengandung gula. Stevia juga mampu membuat kadar insulin menurun dibandingkan dengan pemanis buatan lain, seperti aspartame dan sukrosa.

Apa saja manfaat dari stevia?

Berdasarkan situs draxe.com, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan kemampuan stevia sebagai pengobatan alami. Tanaman tersebut dapat membawa keuntungan untuk proses penyembuhan. Apa saja klaim manfaat tersebut?

  • Memiliki kemampuan antikanker. Sebuah jurnal Food Chemistry yang dipublikasikan studi Kroasia menunjukkan stevia diduga memiliki manfaat potensial untuk pengobatan alami dari kanker usus, digabungkan dengan daun blackberry.
  • Baik untuk diabetes. Menggunakan stevia dibandingkan gula akan sangat membantu untuk penderita diabetes. Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan Journal of Dietary Supplement, ada evaluasi tentang bagaimana stevia berpengaruh pada tikus yang terkena diabetes, lalu ditemukan tikus yang diberi sekitar 200 dan 500 mg setiap hari mengalami penurunan level gula darah, trigliserida,dan alkali fosfatase. Penelitian pada manusia juga menunjukkan mengonsumsi stevia sebelum makan dapat mengurangi level gula darah setelah makan dan insulin.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi. Glikosida pada ektrak stevia ditemukan bisa melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan pengeluaran natrium, kedua hal tersebut dapat membantu dalam menjaga tekanan darah pada level yang sehat.

Memang banyak ditemukan berbagai macam manfaat dari stevia, tapi untuk mengonsumsinya, sebaiknya secukupnya saja. Tetap hindari mengonsumsinya secara berlebihan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stevia Side Effects: Good or Bad?  https://draxe.com/stevia-side-effects/  Accessed November 18th 2016.

What Is Stevia?  http://www.livescience.com/39601-stevia-facts-safety.html Accessed November 18th 2016.

Artificial sweeteners and other sugar substitutes. http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/artificial-sweeteners/art-20046936?pg=1 Accessed November 18th 2016.

Foto Penulis
Ditulis oleh Rizki Pratiwi pada 26/11/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x