Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Menjaga kadar gula darah agar tetap berada dalam batas normal adalah hal yang penting. Terutama bagi Anda yang ingin terhindar dari penyakit gula atau diabetes melitus. Bagi Anda yang memiliki diabetes, memahami informasi mengenai gula darah normal juga tak kalah penting. Pasalnya, menjaga kadar gula darah tetap normal merupakan kunci dari pengobatan diabetes.

Berikut ini merupakan informasi seputar gula darah mulai dari nilai atau batasan normal, pemeriksaan, dan cara menjaga kadar gula darah tetap normal.

Gula darah dan fungsinya di dalam tubuh

Gula darah adalah molekul gula sederhana alias glukosa yang merupakan sumber energi utama untuk setiap sel dan jaringan tubuh.

Glukosa dihasilkan dari proses pencernaan makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, roti, kentang, buah-buahan, dan camilan yang mengandung gula.

Setelah karbohidrat dipecah dalam pencernaan, glukosa akan dialirkan dalam darah untuk kemudian diproses menjadi energi olah sel-sel tubuh. Namun, sel-sel tubuh tidak dapat langsung mengubah glukosa menjadi energi. Dalam proses ini, Anda membutuhkan peran insulin.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk membantu penyerapan glukosa oleh sel dan jaringan tubuh. Hormon ini dilepaskan saat jumlah glukosa dalam darah meningkat.

Fungsi insulin sangat penting untuk memastikan kadar glukosa darah tetap berada dalam rentang yang normal; tidak terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia).

Adanya gangguan insulin bisa membuat tubuh sulit menjaga kadar gula dalam darah tetap normal. Jika dibiarkan, ini bisa berujung pada kondisi diabetes.

Batasan kadar gula normal dalam darah

Batas gula darah normal

Berikut ini merupakan kisaran kadar gula darah yang normal di tiap waktu:

  • Setelah tidak makan selama 8 jam (gula darah puasa): kurang dari 100 mg/dL
  • Sebelum makan: 70-130 mg/dL
  • Setelah makan (1-2 jam setelah makan): kurang dari 180 mg/dL
  • Sebelum tidur : 100-140 mg/dL

Seseorang dapat dikatakan memiliki gula darah tinggi jika gula darah sewaktunya lebih dari 200 mg/dL, atau 11 milimol per liter (mmol/L).

Sementara itu, seseorang disebut memiliki gula darah rendah jika kadarnya turun drastis di bawah 70mg/dL. Mengalami salah satu dari kondisi tersebut dapat diartikan kadar glukosa darah Anda sudah tidak lagi normal.

Kadar gula dalam darah bisa saja naik dan turun tergantung dengan aktivitas fisik harian, jenis makanan yang dikonsumsi, efek samping obat, stres, dan lain-lain.

Pada umumnya, perubahan kadar gula darah sewaktu-waktu masih termasuk wajar jika angkanya tidak berubah sangat drastis dan dalam waktu cepat.

Kadar gula darah normal berdasarkan usia

Batas gula darah normal pada anak-anak bisa saja berbeda dengan kadar glukosa darah normal orang dewasa.

Pada anak-anak, kadar glukosa darah cenderung lebih tinggi dan mudah berubah. Hal ini berkaitan dengan kestabilan hormon tertentu sehingga kadar gula darah bisa lebih bervariasi.

Kadar gula darah anak usia kurang dari 6 tahun:

  • Gula darah normal: sekitar 100-200 mg/dL
  • Gula darah puasa: sekitar dari 100 mg/dl
  • Gula darah setelah makan dan sebelum tidur di sekitar angka 200 mg/dL

Kadar gula darah anak-anak berusia 6-12 tahun:

  • Gula darah normal sewaktu: 70-150 mg/dL
  • Gula darah puasa: sekitar 70 mg/dL
  • Gula darah setelah makan dan sebelum tidur: bisa mendekati 150 mg/d;

Batas kadar gula darah normal untuk lansia sama dengan kadar gula darah pada umumnya, yaitu kurang dari 100 mg/dl dengan kadar terendah berada di 60–70 mg/dl. Lansia yang memiliki diabetes tapi glukosa darahnya terkontrol dengan baik dapat mengacu pada angka rujukan yang telah disebutkan di atas (orang dewasa normal) untuk menilai apakah kadar glukosa darah mereka dalam batas normal.

Pilihan tes untuk cek gula darah

Cek glukosa

Anda dapat mengetahui berapa kisaran kadar gula darah yang normal dalam berbagai situasi berbeda dengan melakukan pemeriksaan secara medis ataupun mandiri.

Beberapa tes gula darah yang dilakukan antara lain:

1. Gula darah puasa (GDP)

Gula darah puasa  adalah kisaran batasan kadar gula darah yang normal sebelum makan. Sebelum melakukan tes gula darah ini, Anda diharuskan berpuasa selama 8 jam. Pemeriksaan gula darah puasa merupakan salah satu tes yang digunakan untuk memeriksa apakah Anda berisiko pradiabetes atau diabetes.

Berikut ini merupakan kriteria kadar gula darah normal dari tes gula darah puasa:

  • Normal (tidak menderita diabetes): di bawah 108 mg/dl
  • Prediabetes: 108-125 mg/dl
  • Diabetes: di atas 125 mg/dl

2. Gula darah 2 jam postprandial (GD2PP)

Tes ini dilakukan 2 jam setelah waktu makan terakhir Anda untuk mengecek perubahan kadar gula dalam darah dari sebelum makan.

Berikut ini merupakan kriteria batas kadar gula darah yang normal dari hasil tes GD2PP:

  • Normal (tidak menderita diabetes): di bawah 140 mg/dl
  • Prediabetes: 140-199 mg/dl
  • Diabetes: 200 mg/dl atau lebih

3. Gula darah sewaktu (GDS)

Tes gula darah sewaktu atau dikenal juga dengan GDS dapat dilakukan kapan saja sepanjang hari. Tes GDS berguna untuk mengetahui berapa kisaran angka gula darah yang normal bagi seseorang dalam satu hari dalam situasi berbeda.

Berikut ini merupakan kriteria kadar gula normal dari hasil yang ditunjukkan oleh tes GDS:

  • Normal (tidak menderita diabetes): di bawah 200 mg/dl
  • Diabetes: di atas 200 mg/L

4. HbA1c

Tes HbA1c dilakukan untuk mendiagnosis diabetes dengan cara mengukur kadar gula darah rata-rata dalam 2-3 bulan terakhir. 

Kriteria hasil tes HbA1c akan ditunjukkan seperti berikut ini:

  • Normal (tidak menderita diabetes): di bawah 42 mmol/mol (6%)
  • Prediabetes: 42-47 mmol/mol (6-6,4%)
  • Diabetes: 48 mmol/mol (6,5%) atau lebih

4 Cara Dokter Mendiagnosis Diabetes Melitus

Kapan perlu cek gula darah?

Untuk seberapa sering cek gula darah, setiap orang akan berbeda-beda tergantung dari kebutuhan dan pengobatan apa yang sedang dijalani. Apabila Anda tidak memiliki masalah gula darah atau penyakit yang memengaruhinya, Anda bisa melakukan tes gula darah sewaktu kapan pun

Bagi penderita diabetes, dokter mungkin akan merekomendasikan tes gula rata-rata 2-6 kali dalam sehari. Apabila Anda menjalani terapi insulin, perlu lebih sering melakukan tes.

Menurut National Institute of Diabetes waktu yang direkomendasikan untuk cek gula darah adalah di pagi hari,  sebelum makan, 2 jam setelah makan, dan sebelum tidur.

Penyebab berubahnya kadar gula darah 

Kadar glukosa darah yang normal dapat berubah seiring waktu, dapat naik atau turun dari batas normalnya. Berbagai hal dapat memicu perubahan kadar glukosa tersebut.

Penyebab gula darah naik yang paling umum meliputi:

  • Dehidrasi
  • Hormon
  • Stres
  • Penyakit tertentu
  • Suhu ekstrem

10 Hal yang Dapat Menjadi Penyebab Gula Darah Naik

Penyebab gula darah turun yang paling umum meliputi:

  • Pola makan yang tidak teratur atau melewatkan waktu makan
  • Efek samping obat
  • Efek samping insulin

Cara menjaga kadar gula darah tetap normal

Menjaga kadar gula darah tetap normal adalah kunci hidup sehat bagi setiap orang. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah, yakni:

1. Olahraga dan aktif bergerak

Olahraga bisa membuat tubuh lebih peka terhadap insulin sehingga mempermudah penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh.

Bila Anda berolahraga, kadar kolesterol total dan trigliserida dalam tubuh pun akan berkurang. Selain itu, olahraga juga bisa meningkatkan kolesterol HDL  atau kolesterol baik dalam tubuh. Kedua manfaat ini dapat mencegah masalah kelebihan berat badan yang merupakan salah satu faktor penyebab utama diabetes. 

Untuk membuat tubuh tetap aktif bergerak, Anda juga bisa memperbanyak aktivitas fisik seperti membersihkan rumah, berkebun, atau memilih berjalan kaki saat berpergian jika memang cukup terjangkau.

2. Jaga pola makan sehat

Makanan sangat berkaitan erat dengan kadar gula darah. Pola makan sehat dan teratur akan membantu menjaga gula darah normal.

Pilih menu makanan dengan nutrisi lengkap dan seimbang, yaitu menyertakan sumber protein, serat, kalori, vitamin, mineral, dan karbohidrat.

3. Kelola stres dengan baik

Dokter dan para ahli kesehatan menganjurkan setiap orang yang ingin menjaga kadar gula darahnya tetap normal untuk mengelola stres. Pasalnya, hormon stres, yaitu adrenalin dan kortisol, bisa untuk meningkatkan gula darah normal.

Tanpa Anda sadari, stres yang Anda alami ini bisa menguras energi dan tenaga yang ada di dalam tubuh yang seharusnya dipakai untuk beraktivitas. Oleh karena itu tidak jarang orang yang mengalami stres juga sering kali merasa cepat lelah.

4. Rutin cek gula darah

Cek gula darah penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh Anda. Sebaiknya Anda juga mencatat kadar gula darah Anda dari waktu ke waktu. Dengan begitu, Anda dapat memantau perubahan kadar gula darah yang terlalu tinggi atau rendah. 

Waspadai jika terjadi perubahan kadar gula darah yang terlalu drastis. Segera konsultasikan pada dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah, adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah rentang normal. Ketahui penyebab, gejala, dan obatnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Diabetes juga bisa menyebabkan penglihatan kabur yang apabila dibiarkan bisa berdampak pada kebutaan permanen. Apa saja komplikasi diabetes pada mata?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apakah diabetesi boleh makan mi instan

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit