Apa Bedanya Ahli Diet dan Nutritionist?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Memilih orang yang tepat untuk meminta saran dan bantuan kadang bisa menjadi PR yang membingungkan. Memilih dokter untuk menangani maag, misalnya, lebih baik ke dokter umum atau ke spesialis penyakit dalam? Begitu pula dengan persoalan seputar pemenuhan gizi dan nutrisi Anda. Banyak orang mengaku sebagai ahli gizi pada kenyataannya memiliki pengetahuan yang sangat terbatas dan tidak memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Bukannya semua ahli diet dan ahli gizi sama saja?

Ya, dietitian atau ahli diet, dan nutritionist atau ahli gizi, sama-sama merupakan ahli dalam bidang pangan dan gizi. Mereka mempelajari bagaimana pola makan dan suplemen makanan mempengaruhi kesehatan Anda. Keduanya dianggap sebagai tenaga profesional kesehatan, terkait satu sama lain, tapi kedua gelar ini tidak boleh digunakan secara bergantian.

Dietitian atau ahli diet

Apa itu dietitian?

Dietitian berlisensi adalah ahli gizi dan nutrisi yang telah melalui penyetaraan formal gelar RD (Registered Dietitian), menjadikan mereka sebagai satu-satunya tenaga kesehatan profesional yang menaksir, mendiagnosis, menangani masalah pola makan dan nutrisi pada level individual maupun isu kesehatan masyarakat yang lebih luas.

Apapun situasinya, dietitian terdaftar harus menerapkan pengetahuan yang didukung oleh bukti-bukti, penelitian dan uji coba, dan bukan menggunakan saran yang didasarkan pada pendapat dan keyakinan pribadi atau atas apapun yang memungkinkan mereka mendapat keuntungan finansial.

Ahli gizi adalah komponen penting, atau ‘gigi’ dari mesin yang kompleks yang melibatkan banyak tim yang berbeda dari para profesional yang bekerja sama untuk mengobati kondisi yang kompleks. Ini berarti bahwa seorang ahli gizi (RD) dapat membuka konsultasi untuk membantu dalam pemulihan dari gangguan makan, atau  untuk membantu dengan gangguan pencernaan, sindrom kelelahan kronis atau untuk merumuskan program makan bagi Anda yang membutuhkan diet khusus sebagai bagian dari perawatan medis, misalnya pada pasien dengan: kanker, HIV/AIDS, diabetes, onkologi. Mereka juga akan dapat memberikan saran pada mempertahankan status gizi optimal ketika pasien ingin menjelajahi apa yang dianggap ‘terapi alternatif’, seperti diet pengecualian atau diet untuk autisme. Secara hukum, ahli gizi diperbolehkan untuk membuang atau membuang hanya obat resep, seperti insulin, dan mereka juga diizinkan untuk mengelola dosis suplemen gizi, yang berarti mereka dapat menyesuaikan jumlah dosis pada grafik obat pasien.

Dietitian terdaftar bekerja di fasilitas kesehatan milik negara, swasta, industri, pendidikan, penelitian, olahraga, media, hubungan masyarakat, penerbitan, kementerian kesehatan, dan organisasi non-pemerintah (LSM). Ahli gizi terdaftar dapat menyarankan dan memiliki pengaruh pada kebijakan makanan dan kesehatan di seluruh lapisan pemerintah, masyarakat lokal, dan individu. Ahli gizi terdaftar juga bekerja dalam lingkungan universitas, di mana mereka dapat melakukan penelitian atau fokus pada edukasi masalah kesehatan masyarakat.

Siapa saja yang berhak menjadi dietitian?

Dietitian terdaftar (RD) adalah satu-satunya ahli gizi dan nutrisi yang didukung oleh hukum (Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 26 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Tenaga Gizi; Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2014 tentang upaya perbaikan gizi Pasal 30-31), dan diatur oleh kode etik untuk memastikan mereka bekerja memenuhi standar tertinggi.

Di Indonesia, seorang dietitian adalah tenaga kesehatan profesional yang memiliki kualifikasi universitas terakreditasi: di Akademi Gizi (B.Sc Gizi), Diploma III Gizi (Ahli Madya Gizi), Diploma IV Gizi (Sarjana Terapan Gizi) atau Strata Satu Gizi (S.Gz), termasuk 5 tahun pengalaman kerja secara mandiri di fasilitas pelayanan kesehatan atau bekerja di fasilitas pelayanan gizi lainnya di instansi dan komunitas berbeda.

Sama seperti tenaga profesional kesehatan berlisensi lainnya, seorang dietitian diwajibkan untuk melaksanakan praktek secara etis dan mengikuti ujian perkembangan tahunan untuk memastikan kemampuan mereka terbaharui.

Carilah gelar “ahli gizi terdaftar” atau inisial RD. di depan nama ahli gizi tersebut untuk memastikan Anda mengakses seorang profesional berlisensi yang dapat menyediakan Anda dengan informasi dan saran gizi terpercaya. Ahli gizi terdaftar adalah anggota dari satu atau lebih lembaga profesional, dilindungi oleh hukum negara, dan bertanggungjawab atas perilaku dan pelayanan kesehatan yang mereka berikan. Karena itu, keandalan dan keamanan konsultasi dan perawatan mereka terjamin.

Nutritionist

Apa itu nutritionist?

Nutritionist, atau ahli gizi, memenuhi syarat untuk menyediakan informasi tentang gizi dan masalah kesehatan, serta makanan dan pola makan sehat.

Nutritionist biasanya bekerja untuk badan publik atau pemerintah, ada juga yang bekerja secara pribadi dengan klien. Mereka umumnya menyarankan pada masalah-masalah kesehatan dan gizi dan merumuskan informasi untuk publik atau klien. Namun, ahli gizi yang tidak memiliki lisensi formal dan tidak memiliki pelatihan praktis profesional tidak boleh terlibat dalam pengobatan seputar gizi dan nutrisi maupun diagnosis penyakit apapun. Ahli gizi hanya dapat bekerja dengan pasien akut atau rawat inap jika mereka diawasi oleh profesional kesehatan terdaftar, seperti ahli gizi RD. Sementara ahli gizi tanpa pelatihan diet tidak dapat menawarkan saran diet untuk orang-orang dengan kondisi medis, mereka dapat membuat rekomendasi tentang makanan dan pola makan sehat untuk membantu mencegah atau meringankan penyakit tertentu.

Siapa saja yang berhak menjadi nutritionist?

Ahli gizi (Nutritionist) adalah gelar non-akreditasi formal yang mungkin berlaku untuk seseorang yang mungkin telah menyelesaikan pendidikan sarjana (M.Gz atau Ph.D) di bidang nutrisi dari perguruan tinggi terakreditasi atau telah melakukan kursus singkat di bidang nutrisi. Mereka mempraktekkan “gizi klinis,” yang biasanya dianggap menjadi bagian dari pengobatan alternatif atau komplementer.

Ahli gizi non-akreditasi tidak dilindungi oleh hukum, sehingga berbagai orang dengan berbagai tingkat pengetahuan seputar nutrisi dan gizi dapat menyebut diri mereka sebagai “ahli gizi”. Ahli gizi terdaftar (Dietitian/RD) dianggap sebagai ahli gizi, namun tidak semua ahli gizi memiliki akreditasi formal.

Ada juga ahli gizi yang berkualitas, mereka adalah orang-orang yang telah menyelesaikan program sarjana tingkat 1 di Ilmu Pangan, Kesehatan Masyarakat, Pangan dan Gizi, atau Teknologi Pangan. Mereka juga disebut ilmuwan makanan. Ahli gizi lulusan universitas biasanya bekerja untuk produsen makanan, bisnis ritel, dalam penelitian, dan promosi kesehatan masyarakat yang didukung oleh negara maupun lembaga swasta; beberapa juga membuka praktek mandiri. Beberapa mungkin bekerja sebagai asisten RD atau jurnalis makanan.

Karena keberadaan ahli gizi ini tidak terlindungi oleh hukum, Anda disarankan untuk teliti memeriksa apakah mereka memiliki pelatihan yang memadai.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong

    Saat perut kosong, jangan sembarang memilih santapan. Ada beberapa jenis makanan dan minumanyang tidak boleh dimakan saat perut kosong.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Fakta Gizi, Nutrisi 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

    Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    lidah terasa pahit saat sakit

    Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    kebanyakan makan garam

    Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    penyakit kuku dan masalah pada kuku

    Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Tiara Putri
    Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
    mencium bau

    Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit