home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selain Enak, Ini 4 Manfaat Kacang Polong Bagi Kesehatan Tubuh

Selain Enak, Ini 4 Manfaat Kacang Polong Bagi Kesehatan Tubuh

Dari beragam jenis kacang-kacangan yang ada, apa saja kacang favorit Anda? Meski berukuran kecil, tapi semua jenis kacang umumnya menyimpan sejumlah nutrisi penting untuk menunjang kesehatan tubuh. Salah satunya kacang polong yang biasanya tersedia dalam kemasan curah beku (frozen peas) atau sudah dikemas dalam kaleng. Supaya lebih paham mengenai kacang polong, simak ulasan berikut ini, yuk!

Apa saja nutrisi dalam kacang polong?

kacang polong
Sumber: Eat Drink Paleo

Kacang polong adalah satu dari sekian banyak jenis kacang-kacangan dengan bentuk fisik bulat, berukuran kecil, dan berwarna hijau khas yang tampak segar.

Uniknya, kacang ini kerap digolongkan ke dalam kelompok sayur-sayuran karena sering diolah bersama dengan berbagai sayuran lainnya. Padahal nyatanya jenis kacang yang satu termasuk dalam keluarga legum, yakni tanaman yang menghasilkan biji di dalamnya. Selain kacang polong, beberapa tanaman lain seperti lentil dan buncis juga masuk ke dalam golongan legum.

Setiap butir kacang yang memiliki nama latin Pisum sativum L ini mengandung segudang nutrisi yang baik untuk tubuh. Secangkir kacang polong dengan berat 160 gram (gr) mengandung sekitar:

  • Kalori: 125 kalori
  • Protein: 8,2 gr
  • Serat: 8,8 gr
  • Protein: 5,6 gr
  • Mangan: 22 persen kebutuhan harian
  • Vitamin K: 48 persen kebutuhan harian
  • Vitamin B1 (tiamin): 30 persen kebutuhan harian
  • Vitamin B9 (folat): 24 persen kebutuhan harian

Sama halnya seperti jenis kacang yang lainnya, kacang polong juga merupakan sumber serat dan protein yang baik untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh. Bukan hanya sampai di situ, kacang ini juga menyimpan banyak antioksidan yang dapat membantu tubuh untuk menangkal serangan radikal bebas.

Demi mendapatkan sejumlah nutrisi baik dari kacang ini, Anda bisa membelinya di pasaran dengan bentuk yang masih utuh atau sudah diolah menjadi suatu produk. Jika sudah melalui proses pengolahan, biasanya kacang ini akan dikemas dalam produk kalengan atau dibekukan.

Mengutip dari laman Healthline, sebenarnya tersedia beberapa varietas atau macam kacang polong. Mulai dari yang berwarna kuning (yellow peas), hitam (black-eyed peas), dan ungu (purple peas).

Apa saja manfaat kacang polong?

Berbagai penelitian telah mencoba membuktikan manfaat baik dari jenis kacang yang satu ini untuk kesehatan, seperti:

1. Membantu menjaga gula darah

kadar insulin rendah

Sebuah penelitian di tahun 2011 yang dimuat dalam British Journal of Nutrition, menguji sekelompok orang dengan berat badan berlebih dan memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa makan 50 gram olahan tepung atau kacang polong utuh per hari selama 28 hari, ternyata dapat membantu mengurangi resistensi insulin.

Bahkan menurut penelitian lainnya di tahun 2012 dalam jurnal serupa, menemukan bahwa kacang polong merupakan salah satu makanan dengan indeks glikemik rendah. Indeks glikemik adalah nilai yang menyatakan seberapa cepat makanan sumber karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah di dalam tubuh.

Setiap makanan punya nilai indeks glikemik yang berbeda-beda. Semakin kecil nilai indeks glikemik suatu makanan, tentu lonjakan kadar gula yang naik usai makan makanan tersebut akan lebih lambat. Begitu pula sebaliknya.

Dengan kata lain, kacang polong termasuk jenis kacang yang baik dikonsumsi oleh pengidap diabetes, karena tidak akan membuat gula darah melesat naik.

2. Menurunkan risiko penyakit ginjal akibat hipertensi

gejala awal sakit ginjal

Makanan yang kaya serat terbukti baik untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, sekaligus mencegah masalah atau peradangan pada jantung. Hal ini turut dibuktikan oleh Dr. Rotimi Aluko, seorang ahli pangan di University of Manitoba, Canada. Aluko menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko utama bagi orang yang punya penyakit ginjal kronis.

Tak jarang, orang dengan penyakit ginjal yang sudah masuk tahap akhir sampai harus rutin melakukan cuci darah maupun transplantasi ginjal karena keparahan penyakitnya. Berawal dari sinilah, Dr. Rotimi menemukan bahwa protein dari kacang polong berpotensi mencegah timbulnya kerusakan ginjal pada orang yang memiliki hipertensi.

Alih-alih makan kacang dalam bentuk utuh, penelitian yang masih terbatas dilakukan pada hewan coba ini mencoba mengekstrak protein kacang polong yang diolah menjadi bentuk pil dan bubuk.

3. Menyehatkan sistem pencernaan

enzim pencernaan

Penelitian membuktikan bahwa jenis kacang yang satu ini ternyata bermanfaat untuk melancarkan kerja sistem pencernaan. Bagi orang yang sedang mengalami masalah pencernaan, seperti sembelit, kacang polong bisa menjadi salah satu pilihan makanan yang tepat.

Pasalnya, kandungan serat yang ada di dalam kacang ini akan membantu mempermudah pergerakan usus dalam menyerap makanan. Hasil tersebut turut didukung oleh penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Dietetic Association, yang mengatakan bahwa makan kacang polong bisa mengatasi sembelit dan melancarkan buang air besar.

Secara langsung, tentu akan mengurangi frekuensi konsumsi obat pencahar yang biasanya dipakai untuk mengobati sembelit.

4. Kaya antioksidan

makanan tinggi antioksidan

Kacang polong termasuk salah satu sumber nutrisi alami yang menyumbang banyak antioksidan. Tubuh manusia sebenarnya dapat memproduksi antioksidannya sendiri. Namun, asupan antioksidan dari luar juga dibutuhkan tubuh untuk mencukupi persediaannya, sehingga semakin kuat dalam menangkal serangan radikal bebas.

Radikal bebas tidak boleh disepelekan karena bisa meningkatkan risiko penyakit kanker, Alzheimer, Parkinson, atelosklerosis, dan lain sebagainya. Tak perlu khawatir, karena rutin makan kacang polong maupun olahannya akan menyumbang berbagai antioksidan untuk tubuh.

Ambil contoh, seperti senyawa polifenol, lutein, dan fenolik, yang akan membantu melindungi tubuh terhadap serangan penyakit. Bahkan, senyawa lutein tersebut diyakini dapat menjaga, mengoptimalkan fungsi penglihatan, sekaligus menghindari penyakit katarak dan degenerasi makula.

Bagaimana cara makan kacang polong?

Sumber: Simply Recipes

Kacang polong bisa dengan mudah dicampur bersama sayuran dan lauk pauk lainnya. Anda bahkan bisa menambahkannya ke dalam sajian salad favorit untuk menambah asupan nutrisi. Menariknya lagi, sekarang kacang polong sudah banyak diolah sebagai susu, sehingga bisa dijadikan alternatif pengganti susu sapi.

Jadi, jangan ragu untuk lebih berkreasi dengan olahan kacang polong. Entah dimasukkan utuh ke dalam masakan, dihaluskan untuk menambah warna, atau dicampurkan ke dalam makanan saat masih berbentuk masih utuh setelah direbus sampai lunak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pea Protein Fights Blood Pressure and Kidney Disease. https://www.medicalnewstoday.com/articles/143262.php Diakses pada 15 Februari 2019.

The 9 Healthiest Beans and Legumes You Can Eat. https://www.healthline.com/nutrition/healthiest-beans-legumes Diakses pada 15 Februari 2019.

Peas Nutrition Facts. https://www.verywellfit.com/peas-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4118995 Diakses pada 15 Februari 2019.

What Are the Benefits of Eating Peas? https://healthyeating.sfgate.com/benefits-eating-peas-5767.html Diakses pada 15 Februari 2019.

What Are the Benefits of Eating Peas? https://www.livestrong.com/article/407534-what-are-the-benefits-of-eating-peas/ Diakses pada 15 Februari 2019.

Why Green Peas Are Healthy and Nutritious. https://www.healthline.com/nutrition/green-peas-are-healthy Diakses pada 15 Februari 2019.

British Journal of Nutrition. Review of the Health Benefits of Peas (Pisum sativum L.). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22916813 Diakses pda 15 Februari 2019.

British Journal of Nutrition. Whole and Fractioned Yellow Pea Flours Reduce Fasting Insulin and Resistance in Hypercholesterolaemic and Overweight Human Subjects. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20807459 Diakses pada 15 Februari 2019.

Journal of the American Dietetic Association. Increased Stool Frequency Occurs When Finely Processed Pea Fiber Is Added to Usual Foods Consumed by Elderly Residents in Long-Term Care. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12963953 Diakses pada 15 Februari 2019.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 05/03/2019
x