Antara Roti Tawar Putih dan Roti Gandum, Mana yang Paling Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Roti tawar sering kali dikonsumsi saat sarapan sebagai pengganti nasi. Ada berbagai jenis roti tawar yang bisa Anda jadikan pilihan, dari roti tawar putih, roti tawar yang diberi perasa seperti cokelat atau pandan, hingga roti gandum. Masing-masing orang, pasti memiliki seleranya tersendiri. Namun dari banyaknya pilihan roti tawar yang tersedia, mana yang sebenarnya paling sehat?

Membandingkan nilai gizi antara roti tawar dan roti gandum

1. Beda kandungan kalorinya

Satu tangkup roti (dua helai roti) memiliki kalori sebanyak 175 kalori. Nilai ini hanya berlaku ketika Anda hanya makan rotinya saja, tanpa tambahan margarin/mentega dan topping lainnya. Apabila roti tawar sudah ditambahkan dengan isian seperti selai atau meises, tentu kalorinya akan bertambah sesuai dengan banyaknya isian tersebut.

Beda lagi jumlah kalori antara roti putih dengan roti tawar yang sudah memiliki rasa seperti pandan atau cokelat. Roti “tawar” ini tentu memiliki jumlah kalori yang lebih banyak karena mengandung perasa dan gula tambahan daripada roti tawar putih biasa.

Lantas, bagaimana dengan roti yang terbuat dari gandum? Satu tangkup roti gandum punya kalori sebanyak 138 kalori. Bisa disimpulkan bahwa kalori roti tawar gandum lebih kecil dariada jenis roti lainnya, sehingga lebih cocok bagi Anda yang sedang mengurangi asupan kalori.

2. Beda nilai indeks glikemiknya

Roti adalah sumber karbohidrat pengganti nasi yang juga memiliki kandungan indeks glikemik. Nilai indeks glikemik adalah perhitungan seberapa cepat makanan untuk diubah menjadi gula darah. Indeks glikemik tinggi membuat kadar gula darah cepat naik, sehingga cukup berbahaya bagi penderita diabetes.

Lalu, roti mana yang mempunyai kandungan nilai indeks glikemik paling rendah? Di antara semua jenis roti tersebut, roti yang memiliki tambahan rasa di dalamnya, seperti roti pandan atau cokelat, memiliki nilai indeks glikemik yang paling tinggi akibat tambahan gulanya.

Sementara itu, nilai IG roti gandum lebih rendah daripada roti tawar biasa. Roti gandum mengandung nilai glikemik sekitar 49 per 100 gram. Roti putih biasanya mengandung nilai indeks glikemik hingga 80.

Namun kadang nilai IG tidak begitu memengaruhi kecepatan pencernaan seseorang dalam memecah karbohidrat roti. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism menyatakan bahwa respon kadar gula darah dari orang yang mengonsumsi roti putih maupun gandum hampir sama. Meski hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi masing-masing orang.

3. Beda kandungan zat gizi lainnya

Masih dari penelitian di atas, diketahui bahwa kandungan zat gizi seperti mineral dan vitamin yang ada di dalam roti tawar putih lebih sedikit ketimbang roti gandum. Hal ini disebabkan karena jenis roti putih tersebut telah melalui proses pengolahan yang lebih lama dan berulang kali. Sementara, pada roti gandum, masih terkandung lebih banyak serat, vitamin B, protein serta jenis lemak sehat daripada roti putih biasa.

Lantas, apakah sehat jika saya mengonsumsi roti gandum terus-menerus?

Meskipun memang memiliki kandungan vitamin, mineral, serta serat yang lebih banyak, namun tetap saja Anda harus mengatur porsi ketika mengonsumsi jenis roti ini. Ingat, roti ini juga berasal dari makanan kemasan yang telah diolah dan pasti mengandung natrium – meskipun hanya sedikit.

Konsumsi natrium yang terlalu sering bisa membuat Anda berisiko terkena tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya variasikan sumber makanan pokok Anda. Jangan melulu nasi atau roti gandum, Anda bisa memilih jenis sumber karbohidrat lainnya. Semakin variatif menu makanan Anda, maka semakin banyak zat gizi yang tubuh Anda dapatkan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Banyak orang mengira sebelum dan setelah haid bukan menjadi masa subur wanita. Tapi apakah berhubungan seks setelah haid bisa menyebabkan kehamilan?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Menstruasi 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit