Lahir Mati (Stillbirth)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu stillbirth?

Bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah saat bayi dilahirkan dalam keadaan tidak bernyawa, setelah minggu ke-20 kehamilan. Sementara itu, kematian bayi sebelum minggu ke-20 kehamilan disebut keguguran.

Definisi yang direkomendasikan oleh WHO untuk perbandingan internasional menyebut bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah bayi yang lahir tanpa tanda-tanda kehidupan pada usia kandungan 28 minggu atau lebih. 

Dikutip dari Healthline, sesuai masa kehamilan, klasifikasi kondisi stillbirth adalah:

  • 20 hingga 27 minggu: stillbirth awal (early stillbirth)
  • 28 hingga 36 minggu: stillbirth akhir (late stillbirth)
  • setelah 37 minggu: stillbirth.

Memiliki bayi sehat di kehamilan berikutnya adalah hal yang mungkin terjadi pada kebanyakan wanita yang pernah mengalami stillbirth. Jika penyebab stillbirth adalah masalah kromosom tertentu atau masalah tali pusar, kemungkinan lahir mati akan terjadi lagi kecil. 

Jika penyebab stillbirth adalah penyakit kronis ibu atau gangguan genetik pada orangtua, risikonya lebih tinggi. Rata-rata, kemungkinan kehamilan yang sukses di masa depan lebih dari 90%.

Seberapa umumkah stillbirth?

Pada 2015, jumlah bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth) secara global adalah ada 2,6 juta, dengan lebih dari 7.178 kematian per hari. Mayoritas kondisi ini terjadi di negara-negara berkembang. 

Kasus bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan menengah adalah sebanyak 98%. Sementara itu, sekitar setengah dari semua kasus bayi meninggal dalam kandungan terjadi pada periode intrapartum, yang merupakan waktu risiko terbesar. 

Diperkirakan proporsi bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth) yang intrapartum adalah bervariasi dari 10% di daerah maju hingga 59% di Asia Selatan. 

Bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah hal yang dapat terjadi pada siapapun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala stillbirth?

Gejala bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah kelahiran bayi yang telah tidak bernyawa setelah 24 minggu penuh kehamilan. Namun, biasanya tidak ada tanda darurat sebelum stillbirth terjadi. 

Dikutip dari WebMD, gejala yang mungkin terjadi sebelum bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah:

  • Pendarahan vagina, terutama selama trimester kedua kehamilan. 
  • Bayi Anda kurang bergerak atau mengalami perubahan tingkat aktivitas normal selama di dalam kandungan. 

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala bayi meninggal dalam kandungan yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab stillbirth?

Penyebab bayi stillbirth adalah:

  • Cacat lahir, dengan atau tanpa kelainan abnormal.
  • Masalah tali pusar. Dengan prolaps tali pusar, tali tersebut keluar dari vagina sebelum bayi keluar, memblokir suplai oksigen sebelum bayi dapat bernapas sendiri. Atau tali tersebut dapat membuat simpul atau membungkus erat di sekitar tubuh atau leher bayi sebelum kelahiran.
  • Masalah plasenta, yang memberi asupan nutrisi pada bayi. Dalam solusio plasenta, plasenta terlalu awal terpisah dari dinding rahim.
  • Kondisi ibu seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, terutama tekanan darah tinggi akibat kehamilan atau preeclampsia.
  • Pembatasan pertumbuhan intrauterine atau IUGR, yang menempatkan bayi pada risiko kematian akibat kurang nutrisi
  • Sangat kurang nutrisi.
  • Infeksi selama masa kehamilan.
  • Paparan terhadap agen lingkungan seperti pestisida atau karbon monoksida.
  • Riwayat pribadi atau keluarga terkait kondisi pembekuan darah seperti trombosis, tromboflebitis, atau emboli paru.

Sekitar setengah dari semua kasus bayi meninggal dalam kandungan berkaitan dengan komplikasi plasenta.

Ini berarti untuk suatu alasan plasenta (organ yang menghubungkan suplai darah bayi ke ibu dan menyalurkan makanan dalam kandungan) tidak berfungsi dengan benar.

Presentase kandungan mengalami jenis cacat lahir tertentu dan berdampak stillbirth adalah sekitar 10%. Persentase kecil penyebab bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah masalah kesehatan ibu, misalnya pre-eclampsia, atau masalah lainnya, termasuk kecelakaan dan infeksi tali pusar.

Apa yang meningkatkan risiko stillbirth?

Faktor yang meningkatkan risiko bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah:

  • memiliki riwayat kehamilan dengan kejadian lahir mati atau stillbirth sebelumnya
  • penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan
  • merokok
  • obesitas
  • usia di bawah 15 atau di atas 35 tahun

Diagnosis

Bagaimana stillbirth didiagnosis?

Jika dicurigai bahwa bayi Anda kemungkinan telah kehilangan nyawa dalam masa kehamilan, alat Doppler yang digenggam atau scan ultrasound dapat digunakan untuk memeriksa detak jantung bayi Anda. 

Jika bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth dan tidak ada risiko segera pada kesehatan Anda, biasanya Anda akan diberi waktu untuk berpikir mengenai apa yang ingin Anda lakukan selanjutnya.

Pilihan yang dapat Anda ambil dalam menghadapi bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah menunggu waktu kelahiran dimulai secara alami, atau kelahiran dimulai dengan obat (induksi).

Jika kesehatan Anda berada dalam risiko, bayi tersebut mungkin harus dilahirkan sesegera mungkin. Namun, prosedur yang jarang dilakukan untuk menangani bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah operasi caesar.

Pada tahap bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth ini, adalah hal umum bagi orangtua untuk menanyakan mengapa bayi meninggal dalam kandungan.

Mereka yang merawat Anda bisa memberikan informasi dasar mengenai tes-tes untuk mencoba mencari tahu mengapa bayi Anda kehilangan nyawa.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pengobatan untuk stillbirth?

Setelah mengalami bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth, hal yang dilakukan banyak orangtua adalah ingin melihat dan memeluk bayi mereka. Anda mungkin juga ingin memberikan nama bagi bayi Anda dan menciptakan kenangan dengan mengambil foto atau seikat rambut. 

Semua terserah pada Anda apa yang ingin dilakukan. Keputusan mengenai apa yang harus dilakukan pada kondisi setelah bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah hal yang sangatlah pribadi dan tidak ada cara yang benar ataupun salah untuk menanggapi.

Mencari tahu mengapa bayi meninggal dalam kandungan bisa membantu proses berduka dan memberikan informasi jika Anda ingin hamil kembali di masa depan, sehingga Anda akan ditawarkan tes-tes untuk mencoba mencari tahu mengapa bayi Anda kehilangan nyawa.

Dokter senior akan mendiskusikan hasil tes dan post-mortem (jika Anda memutuskan untuk melakukannya) dalam janji tindak lanjut beberapa minggu setelah kelahiran bayi meninggal dalam kandungan. Anda mungkin juga ingin untuk mendiskusikan kemungkinan efek pada kehamilan di masa depan.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi stillbirth?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mencegah bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah:

  • berhenti merokok
  • menghindari alkohol dan obat-obatan selama kehamilan—ini dapat memberi dampak serius pada perkembangan bayi dan meningkatkan risiko keguguran dan lahir mati
  • memenuhi semua janji antenatal sehingga bidan dapat memonitor pertumbuhan dan kesehatan bayi Anda

Mungkin, bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth adalah penderitaan bagi orangtua bayi, dan juga dapat berdampak pada anggota keluarga yang lebih besar, termasuk anak-anak dan teman.

Anda mungkin merasa perlu untuk mendiskusikan perasaan Anda dengan kelompok kehamilan Anda, komunitas bidan atau pengunjung kesehatan, atau dengan orangtua lain yang telah kehilangan bayi mereka.

Ada banyak kelompok dukungan untuk membantu Anda. Beberapa kelompok ini adalah ruang yang biasanya dikelola oleh orangtua yang telah mengalami bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth, atau oleh petugas kesehatan, seperti petugas dukungan bagi yang kehilangan bayi atau bidan spesialis. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Melahirkan Bayi yang Meninggal Dalam Kandungan

    Mengetahui bayi sudah meninggal dalam kandungan (stillbirth) merupakan hal yang menyedihkan, terlebih jika Anda masih harus melahirkannya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Melahirkan, Kehamilan 05/10/2016

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyakit tiroid stillbirth

    Penyakit Hipertiroid Bisa Meningkatkan Risiko Stillbirth Alias Kematian Janin

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 08/12/2019
    bayi lahir mati

    Berbagai Penyebab Bayi Lahir Dalam Keadaan Meninggal (Stillbirth)

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29/08/2017
    detak jantung janin lemah

    Detak Jantung Janin Lemah, Apakah Ini Pertanda Buruk?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2017
    bangkit dari depresi setelah kehilangan bayi

    4 Cara Bangkit dari Depresi Setelah Kehilangan Bayi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 19/12/2016